
Di Campus Galaksi.
Ellena yang sedang mengendarai mobilnya untuk memasuki gedung Campus Galaksi pun terkejut, sebab terdapat beberapa pria bertubuh besar yang memakai baju serba hitam yang sedang menyandera para satpam yang menjaga Geng Campus Galaksi itu.
Setelah memakirkan mobilnya di depan gedung Campus Galaksi, Ellena pun langsung keluar dari mobilnya dan berlari menuju para satpam yang di sandera itu.
" Lepaskan mereka... " Kata Ellena yang menatap dengan tajam dan tegas pada para pria bertubuh besar yang memakai baju serba hitam itu.
" Ini bukan urusan anda, mari ikut kami menemui Nona... " Kata Salah satu pria berbadan besar itu.
" Lepaskan dulu mereka, mereka tidak bersalah... " Kata Ellena dengan tegas pada mereka itu.
Tanpa banyak bicara, dua pria bertubuh besar itu pun langsung mencekal kedua lengan tangan Ellena itu.
" Mari ikut kami... " Kata salah satu pria yang mencekal lengan tangan kanan Ellena itu.
" Jangan sentuh gw... " Kata Ellena dengan tegas dan juga mengeluarkan aura mematikannya yang langsung menghempaskan tangan dua pria yang mencekal kedua lengan tangan nya itu.
" Kasih tahu gw, mana Tuan kalian...? " Tanya Ellena sambil mengusap - usap kedua lengan tangan secara bergantian seperti membersihkan debu di pakaiannya itu.
" Ikuti kami... " Kata pria tersebut lagi.
Kemudian Ellena pun mengikuti kedua pria yang berada di depannya itu.
" Semoga Erren baik - baik ajah... Amin... " Batin Ellena yang terus berdoa untuk keselamatan putra itu.
Di Taman Belakang Campus Galaksi.
" Kenapa kalian membawa ku kesini? Mana Tuan kalian? " Tanya Ellena yang tak sabar ingin bertemu dengan orang yang sudah berani menculik putranya itu.
Sedangkan Pria tersebut hanya diam sambil menatap ke arah atas, yang terdapat balkon di lantai atas Gedung Campus Galaksi itu.
Ellenana yang melihat pria itu terdiam pun ikut melihat arah pandangan pria itu.
Beberapa detik kemudian, Ellena pun membulatkan matanya terkejut saat melihat ke arah balkon itu.
" Hai... " Kata seorang wanita dengan senyum yang sinis sambil menatap ke arah Ellena yang berada di bawah sana itu.
" Luciana... " Lirih Ellena yang menatap terkejut ke arah Luciana yang berada di balkon di lantai atas.
Tapi yang lebih membuat Ellena terkejut adalah dia melihat Erren yang berada di gendongan Luciana sambil menangis kencang itu.
" ERREN!!! " Panggil Ellena dan tanpa sadar air matanya pun mengalir di atas pipi cantik nya itu.
__ADS_1
" APA YANG KAMU LAKUKAN PADA PUTRAKU!!! " Teriak Ellena sambil ingin pergi menuju Luciana tapi tangan nya yang langsung di cekal oleh kedua pria berbadan besar itu.
" Utututu... Tenang dong Ellena sayang. Jangan teriak... Nanti bayi kecil ini nangis lho... " Kata Luciana sambil membelai pipi Erren yang mulai menangis itu.
" Lepaskan putraku, urusanmu itu aku bukan putraku... " Kata Ellena dengan nada yang penuh murka sambil mencoba untuk melepaskan cekalan kuat dari kedua pria berbadan besar yang mencekal kedua lengan tangannya itu.
" Sttt... Jangan berisik, liat putra tercintamu ini sudah menangis... " Kata Luciana sambil membelai pipi Erren yang penuh air mata karena menangis itu.
OEK... OEK... OEK...
Suara bayi yang sedang menangis itu.
Ellena yang mendengar suara tangisan Erren yang kencang pun tak tega dengan putranya yang malang itu.
Mungkin Erren takut dengan Luciana yang menggendongnya karena Erren yang tak kenal dengan Luciana dan juga merasakan aura jahat dari tubuh Luciana itu.
Benar kata orang bayi bisa merasakan perasaan orang yang menggendong nya itu.
" Luciana, please... Erren ngak salah apa - apa. Lo punya masalah sama gw kan, jadi please... Jangan bawa - bawa anak gw... Please... " Kata Ellena yang menangis sambil menundukkan kepalanya memohon pada Luciana untuk melepaskan putranya itu.
Baru kali inilah Ellena merasa dirinya lemah di hadapan orang lain, karena jika sudah menyangkut Erren maka dirinya akan menjadi lemah dana kan betusah untuk melindungi putra itu.
Apakah sebegitu sayangkah Ellena pada Erren? Jika seorang ibu tulus sayang pada anaknya, dia tidak akan mempedulikan status anaknya.
" Hahaha... Baru kali Lo nangis di hadapan gw... Trash (sampah) " Kata Luciana yang sambil tertawa kemenangan karena akhirnya dia bisa membuat seorang Ellena yang memiliki kepedean tingkat dewa dan juga tak kenal lemah, bisa menjadi terpuruk di saat putranya dalam bahaya itu.
" Hahaha... Lo masih tanyak apa kesalahannya Lo? Kesalahan Lo itu, menjadi duri dalam hubungan gw sama Elyon... " Kata Luciana sambil memandang tajam penuh dendam pada Ellena yang berada di bawah sana itu.
" Heh... Lo itu bego atau goblok sih, harusnya Lo itu tau kalo Elyon itu ngak sukak sama Lo... Percuma Lo bunuh gw, Lo ngak akan bakal dapatin Elyon... Karena Elyon itu NGAK SUKA SAMA LO... " Kata Ellrna dengan nada ybg marah pada pemikiran dangkal Luciana karena dia berfikir dia akan bisa mendapatkan Elyon jika Ellena tiada, emang bodoh itu.
" Kalo lo ngak datang dalam hidup Elyon, Elyon ngak bakal mau sama Lo dan ngak bakal ngak sukak sama gw... " Kata Luciana dengan nada marah karena di hina oleh Ellena itu.
" Lo itu bener - bener bodoh yah, Luciana. Kalo Elyon ngak suka sama terus apa hubungannya sama gw BODOH... " Kata Ellena yang sudah geram karena pemikiran Luciana yang terlalu dangkal dalam menyimpulkan itu.
" Hahaha... Bener gw bodoh, gw kayak gini karena gw cinta sama Elyon... " Kata Luciana sambil tertawa itu.
Ellena yang melihat itu mungkin akan berfikiran jika Luciana sudah tidak waras karena cinta nya yang di tolak mentah - mentah oleh Elyon. Dasar cinta buta tuh Luciana bego.
" Hahaha... Karena itu gw ngak akan pernah relain Elyon sama Lo, ELLENA... " Kata Luciana lagi sambil menekan kata ' Ellena ' itu.
" Lo itu bukan cinta tapi obsesi lo sama Lyon, kalo lo cinta maka Lo akan relain dia bahagia dengan orang yang dia sayangi... Inget Luciana level tertinggi dalam mencintai itu adalah mengikhlaskan bukan MEMPEREBUTKAN... " Kata Ellena dengan nada marah pada Luciana sambil menekan kata ' memperebutkan ' itu.
" Gw di sini bukan mau dengerin ceramah Lo... Gw mau Lo cerai in Elyon atau putar kesayangan Lo ini bakal terjun bebas dari atas balkon ini... " Kata Luciana sambil mendekat kan Erren yang menangis dalam gendongannya ke dekat pembatas pagar di balkon seolah - olah dia ingin melepaskan gendongan nya agar Erren terjatuh dari lantai atas gedung galaksi itu.
__ADS_1
" NGAK... Lo gila Luciana... " Kata Ellena yang terkejut sambil memberontak melepaskan cekalan tangan di lengan nya dari kedua pria berbadan besar di kedua sisi tubuhnya itu.
" Kalo lo ngak mau ngeliat putra tersayang Lo ini jatuh dari sini... Cerai in Elyon dan buat Elyon nikah sama gw... " Kata Luciana yang menatap Ellena dengan tatapan penuh ancaman itu.
" Ngak gw ngak bisa, gw ngak akan bisa cerai in Elyon... " Kata Ellena yang menggeleng - gelengkan kepalanya dengan air mata nya terus mengalir di ats pipi cantiknya itu.
" Gw mohon Luciana, jangan lakuin itu... Erren ngak bersalah. Gw akan bersujud di depan Lo, tapi please.... Kembali in Erren sama gw Luciana... " Kata Ellena sambil menundukkan kepalanya pasrah karena tak kuat menatap putranya sejak tadi terus menangis dalam gendongan Luciana itu.
" Ohh... Oke kalo gitu. Gw bakal kembali in Erren sama Lo... " Kata Luciana sambil tersenyum menyeringai pada Ellena yang pasrah di bawah sana itu.
Sedangkan Ellena yang mendengar itu pun langsung mendongak dan menatap penuh harap pada Luciana untuk mengembalikan putra nya pada diri nya itu.
" Hahaha... Tapi setelah putar kesayangan Lo ini jadi MAYAT... " Kata Luciana dengan tawa kemenangan sambil menekan kata 'mayat' pada akhirnya perkataan nya itu.
" Dulu gw hampir dorong Lo di balkon ini, tapi itu semua akan tergantikan dengan Putranya kesayangan Lo yang akan terjun dari balkon ini sebagai ganti... " Kata Luciana sambil bersiap - siap melepas tangannya yang menggendong Erren agar tubuhnya mungilnya terjun dari ats balkon yang berada di lantai atas Gedung Campus Galaksi itu.
Ellena yang mendengarnya pun langsung membuat bola mata Ellena membola karena ancaman dari Luciana yang tak main - main itu.
" NGAK LUCIANA!!! Tolong lepasin Erren, gw akan kasih apapun sama Lo, tapi jangan celaka in Erren... " Akta Ellena yang panik dengan perbuatan Luciana yang akan melepaskan gendongan nya pada Erren itu.
" GW MAU ELYON, ELLENA... " Kata Luciana yang penuh penekanan itu.
" Ngak bisa, please jangan Lyon, Erren fan Lyon adalah sandaran hidup gw. Jadi please, jangan ambil mereka dari gw... Hiks... Hiks..." Kata Ellena yang sambil menangis sesenggukan di hadapan Luciana itu.
Dan untuk pertama kalinya Ellena lemah di hadapan musuhnya itu.
" Hahaha... Kalo begitu, nyawa putra Lo akan lenyap... " Kata Luciana yang sudah geram dengan Ellena yang keras kepala dan tak ingin menuruti keinginan nya itu.
Kemudian Luciana pun langsung melepaskan tangan nya yang sedang menggendong Erren itu.
Alhasil tubuh bayi mungil itu pun terjun bebas dari lantai atas Gedung Campus Galaksi itu.
Sedangkan Ellena yang melihat itu pun langsung berteriak histeris saat menatap tubuh bayi jagoan terjun bebas dari lantai atas Gedung Campus Galaksi karena perbuatan Luciana yang tak punya perasaan itu.
" ERREN!!! TIDAK!!! " Teriak histeris Ellena sambil meronta - ronta berusaha melrpas kedua lengan tangan yang di cekal oleh kedua pria berbadan besar itu.
Sedangkan Luciana yang melihat itu pun tersenyum kemenangan tanpa merasa bersalah sedikitpun dalam hatinya itu.
" Hahaha... " Suara tawa mengelegar dari Luciana itu.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh... 😊💜
__ADS_1
Kalo ada salah kata maupun tidak nyambung, mohon di maafkan yah...🙏
Annyeong...👋👋