
Elyon yang melihat Ellena berlari untuk memasuki rumahnya itu karena malu, Elyon pun hanya bisa tertawa lucu karena tingkah laku Ellena itu.
" Hahaha... sangat lucu... " Kata Elyon yang tertawa lucu karena melihat Ellena berlari meninggalkannya karena malu itu.
Setelah Elyon melihat Ellena sudah memasuki rumahnya itu, Elyon pun menaiki mobilnya itu untuk meninggalkan Kediaman Keluarga Carion Anggara itu dan pergi menuju Kediaman Gorneo Aditya itu.
Di sisi lain.
Ellena yang sudah memasuki rumahnya itu pun masih bersandar di belakang pintu rumahnya untuk mengatur nafasnya yang tak teratur karena berlari tadi.
" Huh... kenapa jantung gw maraton gini sih... Ahhh... ini gara - gara Lyon... ya ampun... bikin malu ajah sih... Kenapa tiba - tiba Nyium gw tanpa aba - aba dulu sih... kan gw jadi malu... mau taroh mana nih... muka..." Batin Ellena sambil memegangi dadanya yang jantungnya sedang berdegup kencang itu.
" Lho... Ellena sayang udah pulang... Nak Elyon nya mana? " Tanya Mama Emely yang sedang menuruni tangga itu.
" Ahh... itu mah... Emm... Lyon udah pulang... jadi ngak mampir dulu deh... " Kata Ellena dengan sedikit gugup.
Mama Emely pun menghampiri Ellena yang masih ada di belakang pintu itu.
" Kamu kenapa sayang kok pipinya merah gitu... Ellena sakit? " Tanya Mama Emely sambil menaruh tangannya di dahi Ellena itu.
" Ahh... n-ngak kok mah... i-ini... ini cuman... kecapean ajah kok mah... " Kata Ellena dengan gugup.
" O-Ohh... yah... mah... kok mamah tau sih... kalo Lena tadi pergi sama Lyon...? " Tanya Ellena untuk mengalihkan pembicaraan.
" Tadi Kakak kamu sama Kak Sherly udah cerita semuanya... Selamat yah... sayang... udah inget masa lalu lagi... " Kata Mama Emely sambil mengelus rambut putri tunggalnya itu.
" Iyah... Mah... makasih yah..." Kata Ellena.
" Ya udah sana Ellena istirahat... pasti udah capek kan...? " Tanya Mama Emely.
" Iyah... Mah... Hoamm... " Kata Ellena sambil menguap karena sudah merasa mengantuk.
" Ya udah Ellena pergi ke kamar dulu yah... mah...? " Kata Ellena lagi.
" Iyah... sayang... " Kata Mama Emely.
" Iyh mah... Mama ngak ke kamar ini udah malam lho...? " Tanya Ellena.
" Iyh... nanti Mama ke kamar... ini mama mau ngambil air dulu... setelah itu ke kamar... " Kata Mama Emely.
" Ohh... Oke... Ellena pergi dulu yah... Good Night Mah... " Kata Ellena sambil mencium pipi Mamanya itu.
" Iyh sayang Good Night too... " Jawab Mama Emely sambil mencium dahi putri tunggalnya itu.
Ellena pun langsung pergi ke kamarnya.
Di kamar Ellena.
" Ellena udah pulang...? " Tanya Sherly.
" Hmm... " Yang hanya di jawab deheman oleh Ellena.
" Ohh... ya udah sana kamu gosok gigi terus bobok... Kakak juga udah capek... Hoamm... " Kata Sherly sambil menguap karena sudah mengantuk itu.
" Hmm... " Kata Ellena sambil pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi.
Setelah gosok gigi, Ellena pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Sherly yang sudah tertidur itu.
Di pagi hari.
__ADS_1
Di kediaman keluarga Carion Anggara.
Di kamar Ellena.
Ellena pun sudah bangun dan sudah bersiap - siap untuk pergi sarapan bersama dan Ellena pun juga membawa sebuah paper bag berwarna biru muda, sedangkan Sherly sudah ada di bawah membantu Mama Emely untuk membuat sarapan.
Lalu Ellena pun turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan keluarganya.
" Good Morning all... " Sapa Ellena dan dengan sambil memasang senyum yang cerah.
" Pagi... " Jawab mereka dengan bersamaan.
Ellena pun langsung duduk di samping Mama nya itu.
" Sayang... apa yang kau bawa itu...? " Tanya Mama Emely saat melihat paper bag yang di bawa Ellena itu.
" Ini... buat Lyon mah... baru ajah... tadi pagi Ellena siapin hadiah ini buat Lyon... " Kata Ellena.
" Ohh... makanya Ellena udah bangun awal tapi ngak turun - turun kebawah... ohh... rupanya mau bikin hadiah buat ayang bebe nih..." Goda Sherly.
" Ihh... apa an sih Kak... " Balas Ellena.
" Mah... liat tuh... calon mantu kesayangan mamah... godain Ellena muluk... " Kata Ellena mengadu kepada Mamanya itu.
" Sudah - sudah... ayok cepet sarapan... nanti keburu siang, kan persiapan pernikahannya belum selesai... " Kata Papa Erlando.
" Iyah... Pah... " Kata Sherly dan Ellena secara bersamaan.
Setelah selesai sarapan, meeka pun mengobrol - ngobrol sebentar di ruang keluarga.
" Hahaha... kalian itu luci sih... masak kejar - kejaran di lapangan basket... emang kalian mau olah raga...? Hahaha... tapi bagus biar kalian sehat... Hahaha... " Kata Sherly sambil tertawa terbahak - bahak karena cerita Ellena itu.
" Hahaha... maap - maap... habisnya kalian kocak sih... Hahaha... " Kata Sherly sambil masih tertawa terbahak - bahak itu.
" Huh... " Kata Ellena dengan kesal.
Dan begitulah mereka saling bertukar cerita di Sertai dengan canda tawa dari Ellena dan Sherly, terutama Ellena yang sedang menceritakan tentang kemarin malam kepada keluarganya itu.
" Nona Ellena... ini kopernya sudah di bereskan mau di taruh di mana Non...? " Tanya Pembantu itu sambil mendorong koper berwana pink itu.
" Taruh ajah... di situ Bik... nanti Biar Ellena bawa... Makasih yah... Bik... " Kata Ellena sambil tersenyum manis.
" Sama - sama... Non... ini udah tugas Bibik jadi ngak usah sungkan Non... ya sudah, kalo begitu Bibik pergi ke dapur lagi Yah... Non... permisi... " Kata Pelayan itu sambil pergi menuju dapur.
" Sayang... kopernya kamu taruh ajah... di bagasi mobil Papa... biar nanti kamu ngak usah capek - capek bawa koper... nanti kamu kan harus ambil baju pengantin sama Elyon... " Kata Papa Erlando.
" Oke... Pah... " Kata Ellena.
Ellena pun langsung ke luar rumah sambil membawa koper nya dan meletakkan di bagasi mobil Papanya.
Setelah menaruh kopernya itu di bagasi mobil milik Papanya, Ellena pun terkejut saat melihat mobil yang ada di samping mobil milik Papanya itu.
Mobil itu berwarna merah dan mobil itu merupakan mobil keluaran terbaru yang sangat di inginkan Ellena satu bulan yang lalu, mobil ini juga sangatlah langka karena hanya ada dua di dunia, serta harganya pun terbilang sangat - sangat fantastis.
" WAHH!!! DAEBAK!!! " Teriak Ellena dengan keras karena terkejut.
" PAPA!!! " Teriak Ellena sambil memanggil Papanya itu.
__ADS_1
Semua orang pun keluar rumah karena teriakan dari Ellena yang sangat keras itu.
" Ellena sayang ada pa sih... kok teriak - teriak...? " Tanya Mama Emely dengan cemas.
" Ellena ada apa? Kok teriak - teriak? " Tanya Papa Erlando pada Ellena.
" Pah... i-ni... i-ni... m-mobil siapa? " Tanya Ellena dengan terbata - bata karena saking kagetnya.
" Ohh... ini... yah... mobil Ellena lha... " Jawab Papa Erlando dengan santai.
" APA!!! KYAAA!!! " Teriak Ellena dengan sangat bahagia sambil memeluk Papanya itu.
" Pah.. Makasih... mobil ini udah Ellena pengen sejak satu bulan lalu... " Kata Ellena sambil masih memeluk Papanya itu dengan sangat bahagia.
" Iyah sayang... " Kata Papa Erlando sambil mengelus rambut putrinya yang masih memeluknya itu.
" Makasih... makasih... makasih banyak pah... " Kata Ellena dengan sangat bahagia.
" Hmm... Ellena seneng? " Tanya Papa Erlando.
Ellena pun langsung melepas pelukannya dari Papa nya itu.
" Ngak usah di tanya lagi Pah... Ellena seneng banget... bisa punya mobil yang Ellena impikan dari satu bulan lalu... tapi kok Papa tau kalo Ellena pengen banget mobil ini...? " Tanya Ellena.
" Itu Kakak kamu yang bilang... " Jawab Papa Erlando.
" Maksudnya Kak Ellen... " Kata Ellena untuk memastikan.
Papa Erlando pu hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Kya... Kakak Ellen makasih... " Kata Ellena sambil memeluk Kakaknya itu.
" Hmm... " Kata Ellena sambil mengelus rambut Ellena.
Ellena pun melepas pelukannya pada Kakaknya itu.
" Tapi Kak... kok malah kasih tahu Papa sih... percuma dong... Ellena nabung... padahal cumak kutang lima juta ajah... " Kata Ellena dengan cemberut.
" Ya udah, lo simpen ajah... gampang kan... " Kata Ellen dengan santai.
" Huh... ngomong ajah mah... santai... " Kata Ellena.
" Ya udah sayang mending uang nya di donasikan untuk panti asuhan ajah... dari pada ngak di buat foya - foya... " Saran Mama Emely.
" Ide bagus tuh mah... oke deh... nanti uang nya kau transfer ke Mama... terus Mama donasikan yah... " Kata Ellena.
" Iyh... sayang... baik banget deh... anak mama... ini..." Kata Mama Emely.
" Iyah... iyah... kan anak Mama gitu lho... " Kata Ellena dengan PD tingkat dewa nya itu.
" Mulai deh PD nya... " Kata Ellen dan Sherly secara bersamaan.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa, like, comment,Vote, Follow, and, share. Yah...😊💜
Terima kasih untuk para pembaca yang masih stay di novel aku ini...
Kalo ada saran untuk novel ini kalian comment yah... ku tunggu...😊💜
__ADS_1
Annyeong...👋👋👋