
Beberapa jam kemudian, acara resepsi pernikahan Elyon dan Ellena pun telah usai.
Para tamu pun menyalami kedua pengantin untuk berpamitan, Elyon dan Ellena pun menyalami para tamu dan tak lupa mengucapakan terima kasih kepada mereka karena telah mau hadir di acara resepsi pernikahan mereka itu.
" Elyon... Ellena... kita pulang dulu yah..." Kata Ellina pada Elyon dan Ellena sambil menyalami mereka berdua.
Setelah itu, Ellina pun mendekatkan diri ke arah Ellena dan membisikan sesuatu ke telinga sebelah kanan Ellena itu.
" Jangan lupa malam ini buatin gw keponakan yang lucu... " Bisik Ellina pada Ellena.
" Besok kasih tau gw rasanya malam pertama gimana yah... oke... " Bisik Ellina lagi pada Ellena.
Ellena yang dibisiki oleh Ellina itu pun, langsung membuat wajah Ellena memerah seperti kepiting rebus itu.
" Kalian lagi bisikin apa sih...? " Tanya Kanaya pada Ellina dan Ellena yang sedang berbisik - bisik itu.
" Ngak... ngak bisikin apa - apa... " Jawab Ellina pada Kanaya.
" Beneran... " Kata Kanaya yang sedikit curiga dengan Ellina dan Ellena itu.
" Terus Ellena... muka lo... kenapa kok merah gituh...? Lo sakit...? " Tanya Kanaya pada Ellena.
" Apa...?? n-ngak kok... g-gw ngak papa... mungkin karena kecapean... hehe..." Kata Ellena dengan terbata - bata.
" Duh... kenapa pakek gugup sih... semoga ajah... Kanaya ngak curiga... " Batin Ellena.
Kanaya pun sedari tadi melihat Ellena yang bertingkah aneh itu, lalu Kanaya pun mencoba positif thinking dan tak curiga pada Ellena yang sedari tadi wedang gugup itu.
" Ohh... kalo gituh kalian cepetan istirahat sana... kita juga mau pulang kok... " Kata Kanaya lagi.
" Ahh... iyah... Kanaya... " Kata Ellena pada Kanaya.
" Makasih guys, udah nyempetin waktu kalian... buat dateng kesini... " Kata Ellena kepada semua teman - temannya.
" Santai ajah... kalik... Kita kan teman... " Kata Gerio.
" Ya udah kita pulang dulu yah... Bay... " Kata Kanaya pada Elyon dan Ellena.
" Bay... hati - hati di jalan.... " Kata Ellena sambil melambai - lambaikan tangan nya ke arah teman - teman nya itu.
Dan Elyon pun hanya melambai - lambaikan tangan nya ke arah mereka sambil tersenyum kecil.
" Dahh... " Kata mereka sambil melambai - lambaikan tangan mereka ke arah Elyon dan Ellena.
Lalu teman - teman Elyon dan Ellena pun pergi untuk pulang ke rumah mereka.
Beberapa detik kemudian, Sherly dan Ellen pun datang menghampiri Ellena dan juga Elyon.
" Yang lain mana...? " Tanya Sherly pada Ellena dan juga Elyon.
" Yah... pulang lha... masak mau tidur disini... " Kata Ellena pada Sherly.
" Lho... kok udah pulang ajah...? kok kita ngak tau...? " Tanya Sherly.
" Habisnya tadi Kakak ngak ada di aula sih... ya udah mereka pulang dulu ajah, tanpa pamitan sama Kakak... " Jawab Ellena.
" Emang tadi Kak Sherly sama Kak Ellen habis dari mana sih...? " Tanya Ellena pada Kakak dan Calon Kakak ipar nya itu.
__ADS_1
" Habis dari jalan - jalan... " Jawab Ellen dengan santai nya.
" Kok Kakak pergi ngak bilang - bilang sih...? " Tanya Ellena dengan cemberut.
" Emang cumak Ellena ajah... yang bisa jalan - jalan sama pacar... Kakak juga bisa yah... " Kata Ellen sambil menarik hidung Ellena karena gemas itu.
" Ihh... Kak Ellen resek deh... " Kata Ellena sambil mengelus - elus hidung nya yang di tarik oleh Ellen.
Tiba - tiba orang tua Elyon dan Ellena muncul.
" Ini ada apaan sih... kok ribut - ribut muluk kalian... kayak anak kecil ajah... " Kata Mama Emely.
" Kalian udah besar... harus berfikir dewasa..." Nasihat Papa Erlando.
" Mian heo... " Kata Ellen dan Ellena secara bersamaan.
Karena jika Papa mereka sudah mulai marah, maka amarah Papa mereka akan sulit untuk di redakan.
" Sudah - sudah... lebih baik kalian istirahat ke kamar kalian sana...! ini udah tenang malem lho... kalian pasti capek... " Kata Mama Adelina.
" Iyah... " Kata Mereka secara bersamaan.
Ellen, Sherly, Elyon, dan Ellena pun kembali ke kamar mereka masing - masing, kecuali Elyon dan Ellena yang akan satu kamar, karena mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri.
Di Kamar Pengantin Ellena dan Elyon.
Elyon dan Ellena pun memasuki kamar itu dan melihat dengan intens desain dan dekorasi kamar pengantin mereka, yang di penuhi akan warna ungu itu.
Lalu Elyon pun langsung duduk di atas kasur sambil menghidupkan handphone nya itu.
" Bukankah sangat daebak...? " Tanya Ellena sambil membanting tubuhnya itu ke atas kasur.
" Itu menurutmu... " Balas Elyon yang sedang bermain handphone nya dan duduk di samping Ellena yang sedang berbaring di atas kasur king size yang berada di kamar pengantin mereka itu.
" Kok gituh sih... jawabannya? " Kata Ellena sambil bangkit dari baring nya dan menatap ke arah Elyon yang masih fokus menatap layar handphone nya itu.
" Lyon ngak bahagia nikah sama Lena...? " Tanya Ellena lagi sambil menundukkan kepalanya sambil menahan air mata yang ingin keluar dari mata bulatnya itu.
Elyon yang mendengar perkataan Ellena tadi pun langsung mematikan handphone nya dan duduk di dekat Ellena sambil menatap Ellena yang sedang menundukkan kepalanya itu.
" Lyon cuma mau bilang, kalo dekorasi pernikahan kita itu semua warna ungu... ngak ada yang warna kesukaan Lyon sama sekali di dekorasi acara pernikahan kita ini... " Jelas Elyon.
" Iya - iyalah... masak warna dekorasi acara pernikahan kita warna hitam... nanti malah semua orang pikir lagi, kalo. ini acara orang menikah tapi untuk orang meninggal..." Kata Ellena sambil mengangkat kepalanya dan menatap wajah milik Elyon itu.
" Tapi kata Elyon tadi... " Kata Ellena yang terpotong.
Elyon pun langsung mencium bibir Ellena tanpa aba - aba.
Ellena pun terkejut dan membelalakkan matanya karena Elyon mencium bibirnya tanpa aba - aba itu.
Lama - kelamaan Ellena pun langsung membalas ciuman dari Elyon itu.
Setelah mereka kehabisan nafas, mereka pun menghentikan pertarungan bibir mereka.
Mereka pun mengatur nafas mereka.
__ADS_1
" Lena... Lyon tentu saja bahagia bisa menikah dengan Lena... Jika Lyon tak bahagia untuk apa Lyon mencintai Lena, untuk apa Lyon menjalin hubungan berpasangan selama 3 tahun bersama Lena, untuk apa Lyon mau mengingat Lena sangat Lyon amnesia, dan untuk apa Lyon mau menjadi suami dan pendamping hidup Lena. Jika Lyon tidak bahagia menikah dengan Lena... untuk apa Lyon melakukan itu semua..." Tanya Elyon.
Ellena pun langsung memeluk Elyon dengan erat.
" Mian... Hiks... Hiks..." Kata Ellena sambil memeluk Elyon dan menangis di pelukannya.
" Sudah... tak apa... " Kata Elyon sambil mengelus kepala Ellena yang sedang memeluknya dengan erat itu.
Kemudian Ellena pun melepas pelukannya pada Elyon itu.
" Uljima... " Kata Elyon sambil menghapus air mata Ellena itu.
" Mending Lena mandi dulu... terus istirahat..." Kata Elyon pada Ellena.
Ellena pun hanya sedikit mengangguk kan kepalanya.
" Tolong buka in resleting baju nya... hihi... " Kata Ellena sambil tersenyum yang memperlihatkan deretan gigi putihnya itu.
Elyon pun hanya tersenyum kecil dan langsung membantu Ellena membuka resleting baju pengantin nya itu.
" Makasih suamiku... " Kata Ellena sambil mencium pipi kanan milik Elyon itu.
Lalu Ellena pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan tak lupa membawa pakaian nya itu.
Elyon pun hanya tersenyum sambil mengelus pipinya yang di cium oleh Ellena tadi.
Lalu Elyon berbaring di atas kasur sambil menghidupkan layar handphone nya itu dan sambil menatap dan mengelus foto wallpaper di handphone nya yang terdapat foto dirinya dengan Ellena itu.
" Saranghae... " Kata Elyon sambil menatap foto wallpaper nya yang terdapat fotonya dengan Ellena saling berpelukan itu.
Beberapa menit kemudian, Ellena pun sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian santainya itu dan dengan rambutnya yang basah karena habis dia cuci dengan shampoo.
Setelah itu, Ellena pun meletakkan handuk nya dan meletakkan handuknya di tempat yang sudah di sediakan itu.
Lalu Ellena pun menghampiri Elyon sedang berbaring dan tertidur itu. Ellena pun berdiri di samping kasur dan lalu Ellena pun mendekatkan wajahnya ke wajah Elyon yang sedang tertidur pulas itu.
" Tampan... " Batin Ellena dengan tersenyum manis sambil menatap wajah Elyon yang sedang tertidur pulang itu.
Saat Ellena akan melangkahkan kaki, tiba - tiba Ellena terpeleset dan menimpa tubuh Elyon yang sedang tidur itu dan tak sengaja bibir mereka pun menyatu, Ellena terpeleset karena tetesan air di rambutnya yang basah itu dan terjatuh ke lantai sehingga membuatnya terpeleset.
Elyon pun membuka matanya saat ada sesuatu yang menempel di bibirnya itu dan Mata mereka pun bertemu dan mereka pun tak menyadari selama beberapa menit jika bibir mereka masih menyatu.
Setelah mereka sadar dengan apa yang mereka lakukan, Ellena pun langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Elyon dan Elyon pun langsung terbangun dari baringnya.
" Ahh... maaf Lyon... Lena ngak sengaja... " Kata Ellena sambil langsung berbaring di atas kasur dan berbaring membelakangi Elyon itu.
Elyon pun hanya terdiam mematung karena masih tak mengerti apa yang terjadi tadi.
Setelah itu Elyon pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Elyon pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur di samping Ellena yang sudah tertidur itu.
Lalu Elyon pun memeluk Ellena dari belakang dan Elyon pun siap pergi menuju alam mimpinya untuk bermimpi indah.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa, like, comment, Vote, Follow, and share. Yahh...😊💜
__ADS_1