
" Mari kita melanjutkan acara selanjutnya dan terakhir untuk acara resepsi pernikahan malam hari ini... adalah acara pelemparan karangan bunga dari kedua pengantin... pasti para tamu undangan tidak sabar kan untuk menangkap karangan bunga tersebut... mari kita mulai..." Kata Seorang MC tersebut dengan berbicara di Microfonth.
Ellena dan Elyon pun sudah berdiri di atas pelaminan dan membelakangi para tamu yang sedang bersiap - siap untuk menangkap karangan bunga itu.
Ellena dan Elyon pun saling menggenggam karangan bunga itu dengan erat - erat.
" Siap... " Kata Elyon sambil menatap Ellena.
" Huh... Siap... " Kata Ellena sambil membuang nafasnya untuk menghilangkan rasa gugup nya itu.
" Siapa yang akan dapet karangan bunga nya...? " Tanya Ellena sambil menatap ke arah Elyon yang sedang tersenyum ke arahnya itu.
" Kita lihat ajah... nanti... " Kata Elyon.
Ellena pun hanya mengangguk kan kepalanya dan sambil membuang nafasnya untuk menghilangkan rasa gugupnya itu.
" Oke... Lena udah siap... " Kata Ellena sambil mengangguk kan kepalanya dengan penuh percaya diri itu.
" Hmm... " Yang hanya di balas deheman oleh Elyon sambil menatap Ellena dan sambil tersenyum kecil ke arahnya.
" Ayo mulai... " Kata Elyon.
" Satu... Dua... " Kata Elyon dan Ellena secara bersamaan sambil mengayun - ayunkan tangan mereka untuk melempar karangan bunga.
" Kita harus bisa tangkep karangan bunga itu Yank... supaya kita bisa cepet nikah... " Kata Gerio.
" Tenang ajah... Yank... " Kata Ellina yang juga bersiap untuk menangkap karangan hunga yang akan di lempar oleh Ellena dan juga Elyon itu.
" Kamu ngak mau... tangkep karangan bunga nya..." Kata Argara yang melihat Kanaya yang sedang berdiri dengan santainya itu, sedangkan para tamu sedang bersiap - siap untuk menangkap karangan bunga tersebut.
" Ngak... walaupun aku atau kamu ngak dapet karangan bunga itu... kita juga bakal tetep nikah kan... " Kata Kanaya dengan PD dan santainya itu.
Argara pun hanya tersenyum lucu melihat Kanaya yang sangat penuh percaya diri itu, jika Argara akan menikahi ya walaupun tak mendapatkan karangan bunga itu.
" Yah... kamu benar By.... " Batin Argara sambil menatap Kanaya sambil tersenyum manis.
" Tiga... tangkap... " Kata Ellena dan Elyon secara bersamaan sambil melempar karangan bunga itu ke arah para tamu yang sedang bersiap untuk menangkapnya itu.
Sedangkan para tamu pun bersiap menangkap karangan bunga yang terlempar ke langit itu.
HAP....
Dan yang berhasil menangkap karangan bunga itu adalah Ellen dan juga Sherly.
" Yah... " Kata para tamu yang merasa sedih karena tidak bisa mendapat karangan bunga itu dan yang mendapatkannya malah Ellen dan Sherly yang sedang saling memandang itu sambil tangan mereka masih saling menggenggam karangan bunga itu.
Elyon dan Ellena pun tersenyum bahagia saat melihat bahwa karangan bunga yang mereka lempar tadi di tangkap oleh Ellen dan juga Sherly.
" Cieee... cepet nyusul yah..." Kata Ellena sambil menggoda Kakak nya dan juga Calon Kakak ipar nya itu yang masih belum menyadari jika meeka sedang saling memandang tanpa sadar jika para tamu sedang memperhatikan mereka.
Karena suara dari Ellena itu, Ellena dan Sherly pun langsung tersadar, sedangkan Sherly pun langsung memalingkan wajah nya yang sudah memerah seperti kepiting rebus itu karena baru menyadari jika sejak tadi dia dan Ellen samling memandangi satu sama lain dan para tamu pun memerintahkan mereka, serta Sherly pun langsung melepaskan genggaman tangan dati karangan bunga itu.
Sedangkan Ellen pun juga memalingkan wajahnya sambil tersenyum lucu karena dia dan Sherly di perhatikan oleh para tamu saat mereka sedang saling menatap satu sama lain, sambil tangan mereka saling menggenggam karangan bunga itu.
Setelah beberapa menit kemudian, Ellen pun langsung bersimpuh di hadapan Sherly dan sambil menyodorkan karangan bunga yang dia dan Sherly tak sengaja menangkap nya itu.
" Aku tak bisa berkata manis... tapi aku memilik niat yang baik untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan mu... " Kata Ellen dengan sambil tersenyum manis itu, yang sedang bersimpuh sambil menyodorkan rangkaian bunga itu di hadapan Sherly yang sedang terkejut saat melihatnya bersimpuh di hadapan Sherly itu.
" Will You Marry Me... " Kata Ellen dengan dengan suara yang lantang dan penuh percaya diri.
Para tamu yang memerhatikan ke arah Ellen yang sedang melamar Sherly itu, para tamu pun langsung bertepuk tangan dan berteriak agar Sherly mau menerima lamaran dari Ellen yang sangat tulus itu.
PROK... PROK... PROK...
Suara tepuk tangan.
__ADS_1
" TERIMA... TERIMA... TERIMA... " Teriak semua orang berada di ruangan aula itu.
Sherly pun masih terdiam dan menatap tak percaya ke arah Ellen yang melamarnya di depan semua orang itu.
" M-maaf... aku... t-tidak... b-bisa... " Kata Sherly dengan terbata - bata dan sambil menatap Ellen dengan inten itu.
Ellen yang mendengar itu, hati nya pun runtuh seperti tersambar petir di siang bolong dan senyum manis yang terpancar di wajahnya tadi pun luntur dan sekarang hanya rasa sedih dan kecewa yang ada terpancarnya di wajahnya itu.
Dan para tamu yang mendengar jika Sherly menolak lamaran Ellen pun langsung semua yang berada di ruangan aula itu pun juga memasang wajah yang sedih dan kecewa.
Ellena dan Elyon serta teman - teman mereka pun juga merasa sedih dengan jawaban Sherly yang menolak lamaran dari Ellen itu.
" Ada apa dengan Kak Sherly? kenapa Kak Sherly ngak nerima lamaran dari Kakak...? " Batin Ellena yang bingung.
" Pasti Bang Ellen kecewa... " Batin Elyon sambil menatap ke arah Ellen yang masih bersimpuh di hadapan Sherly sambil memasang wajah yang sedih dan kecewa itu.
Tiba - tiba Sherly pun tersenyum dan melanjutkan perkataan nya tadi sambil menatap ke arah Ellen yang terpancar di wajahnya kesedihan dan kekecewaan karena jawabannya tadi.
" Maaf aku tidak bisa untuk tidak menerima lamaran mu dan cinta mu... " Kata Sherly sambil tersenyum manis ke arah Ellen itu.
Ellen yang mendengar perkataan dari Sherly itu pun langsung memancarkan senyum nya yang tak percaya jika Sherly menerima lamarannya.
" Mworago? " Kata Ellen yang masih tak percaya jika Sherly menerima lamarannya itu.
" YES, I WAN ELLEN... " Teriak Sherly dengan sangat keras.
Ellen yang mendengar itu pun langsung memeluk Sherly dengan sangat erat seperti tak ingin berpisah dengan Sherly.
" Kamu hampir membuatku mati dengan ucapan mu itu... " Kata Ellen sambil memeluk Sherly dengan erat.
" Bodo... siapa suruh... ngelamar ngak bilang - bilang... bikin jantungan ajah... " Kata Sherly sambil membalas pelukan Ellen dengan erat.
" I Love You Sherly... " Kata Ellen sambil masih memeluk Sherly dengan erat itu.
" Nado Saranghae... " Kata Sherly dengan tersenyum manis dan sambil masih memeluk Ellen yang memeluknya dengan erat itu.
" Ohh... Sorry... " Kata Ellen sambil melepas pelukannya pada Sherly itu.
" Sekarang aku bisa ambil karangan bunga nya kan... " Kata Sherly sambil menunjuk jarinya ke arah karangan bunga yang sedang di bawa oleh Ellen itu.
" Haha... tentu, Sherly ku... " Kata Ellen dengan gemas sambil mencubit hidung Sherly dengan gemas dan sambil memberikan karangan bunga itu Pada Sherly.
" Gomawo... " Kata Sherly dengan nada yang imut sambil mengambil karangan bunga itu dari tangan Ellen yang sebentar lagi akan menjadi Suaminya itu.
Para tamu yang melihat itu pun langsung bertepuk tangan dan mengungkapkan selamat kepada Ellen dan juga Sherly itu.
" SELAMAT... " Kata mereka secara bersamaan.
" Terima kasih semua nya... " Kata Sherly sambil tersenyum manis ke arah mereka semua.
Sedangkan Ellen pun hanya menatap Sherly yang sedang tersenyum manis ke arah para tamu pun, Ellen pun hanya tersenyum bahagia sambil menggenggam tangan Sherly.
Dan sedangkan Elyon dan Ellena serta teman - teman meeka pun hanya tersenyum bahagia atas Ellen fan Sherly itu, begitu juga dengan Ellena yang tersenyum manis ke arah Kakak dan Calon Kakak Ipar nya itu sambil menggenggam tangan Elyon dengan erat dan sambil meletakan kepalanya di bahu Elyon.
Elyon yang di genggam tangannya oleh Ellena pun hanya membalas genggaman tangan Ellena dan sambil menyandarkan kepalanya ke kepala Ellena yang sedang bersandar di bahu nya itu.
" Semoga Kakak selalu bahagia... " Batin Ellena.
Setelah Sherly mengucapkan terima kasih kepada para tamu, Sherly pun menoleh ke arah Ellen yang sedari tadi menatapnya sambil tersenyum manis itu.
Sherly pun membalas senyuman Ellen itu, dan tidak di sadari jika matanya mengeluarkan bulir - bulir cairan putih yang mengalir ke arah pipi nya.
Ellen yang melihat Sherly sedang tersenyum ke arahnya sambil menitikkan air mata pun langsung menghapus air mata Sherly yang mengalir di pipi nya itu.
" Dasar Cengeng... " Kata Ellen sambil menghapus air mata Sherly yang mengalir di pipi nya itu.
__ADS_1
" Kamu mau pukul... " Kata Sherly dengan kesal pada Ellen itu.
" Pemarah... " Ledek Ellen sambil tersenyum kecil ke arah Sherly yang sedang kesal itu.
Menurut Ellen melihat Sherly sedang kesal itu sangat lucu dan imut.
" Dasar es batu... " Kata Sherly sambil memukul - mukuli lengan kekar milik Ellen itu.
" Sakit Sher... " Kata Ellen sambil menggenggam tangan Sherly agar tidak memukuli lengan nya lagi itu.
" Bodo amat... " Kata Sherly sambil menarik tangan nya dari genggaman tangan Ellen dan langsung pergi ke arah meninggalkannya lalu pergi ke arah stand makanan untuk mengisi perutnya yang sudah kosong dan minta di isi itu.
" Mau ke mana Sher...? " Tanya Ellen sambil menatap punggung Sherly yang akan pergi ke arah stand makanan itu.
Setelah Sherly sudah berada di stand makanan, Sherly pun langsung mengambil satu piring kosong dan mengisi piringnya itu dengan makanan.
Setelah mengambil makanan, Sherly pun langsung duduk di salah satu tempat duduk yang di sediakan untuk para tamu itu dan Sherly pun mulai memakan makannya itu.
Beberapa detik kemudian, Ellen pun sudah ada di hadapan Sherly dan Sherly pun hanya mengacuhkan nya saja dan fokus memakan makanannya itu.
Lalu Ellen pun duduk di depan Sherly yang mengacuhkannya itu dan hanya fokus memakan makanannya itu.
" Marah? " Tanya Ellen pada Sherly yang sedang memakan makanan nya itu.
" Menurutmu? " Tanya balik Sherly dan sambil memakan makanannya itu.
" Masih mau nikah nih... sama aku...? " Tanya Ellen lagi.
" Menurutmu? " Tanya Sherly balik lagi.
" Oke kalo gitu... aku ambil lagi karangan bunganya aku kasih ke orang lain ajah... " Kata Ellen sambil akan mengambil karangan hunga yang ada di meja itu, tetapi Sherly pun langsung mengambil karangan bunga itu lebih dulu.
" Ngak boleh... kamu kan udah kasih ini ke aku jadi... ngak bisa di ambil lagi dong... " Kata Sherly sambil memeluk karangan bunga itu dengan erat.
" Katanya ngak mau nikah sama aku... " Kata Ellen sambil mengeluarkan tersenyum smrik nya.
" Kata siapa... ngak tuh... " Kata Sherly lagi.
" Ohh... " Kata Ellen yang hanya ber-oh ria.
" Jadi masih mau marah nih... " Kata Ellen sambil mengeluarkan senyum smrik nya.
" Ngak kok... " Kata Sherly dengan nada yang sedikit tinggi.
" Ohh... ya udah kalo gituh... makanya jangan suka ngambek kan, cepet tua baru tau rasa kamu... " Kata Ellen yang menggoda Sherly sambil mencubit hiding dan pipi milik Sherly itu.
" Mulai deh kamu... " Kata Sherly sambil memutar bola matanya dengan malas.
Tiba - tiba, Gerio, Ellina, Argara, dan Kanaya pun menghampiri Ellen dan Sherly.
" Cieee... ada yang lagi habis di lamar nih... " Goda Kanaya pada Sherly.
" Apa an sih... Kanaya... mending kamu cepet - cepet suruh Argara buat ngelamar lo... biar lo cepet nikah... " Kata Sherly sambil melanjutkan memakan makanannya itu.
" Lo beruntung... Sher... lo bisa tangkep karangan bunga nya terus... bisa nyusul Elyon dama Ellena nikah... " Kata Ellina.
" Lha... sedangkan gw... ngak bisa tangkep karangan bunga nya... gw harus nunggu lo nikah Sher... biar gw juga bisa cepet nikah kayak Elyon sama Ellena... " Kata Ellina sambil memasang wajah yang sedih.
" Emang apa hubungannya karangan bunga sama pernikahan... " Kata Sherly dengan bingung itu.
" Kan kata pepatah, kalo kita bisa tangkep karangan bunga dari Kedua pengantin yang baru saja menikah... kan kalo gw bisa tangkep karangan bunga itu pasti gw bisa cepet nyusul mereka nikah... " Kata Ellina sambil memasang wajah yang sedih.
" NGAK GITU JUGA ELLINA... " Kata mereka secara bersamaan kecuali Gerio yang hanya menatap sedih Ellina itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Jangan lupa, like, comment, Vote, Follow, and share. Yahh... 😊💜
Annyeong......👋👋👋👋