Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 77


__ADS_3

Keesokan harinya.


Di Rumah Elyon dan Ellena.


Setelah kejadian kemarin malam, Elyon masih mengungkit dan terus mengejeknya, seperti pagi ini Elyon masih terus menggodanya itu.


" Jangan lupa kasih Erren makan... " Kata Elyon yang masih terus menggoda istri kesayangan itu.


" Ngak perlu di ungkit juga kalik, untung hari ini ngak ngampus. Kalau ngak udah berangkat duluan aku tadi... " Kata Ellena yang kesal sambil menyuapi putranya dengan telaten itu.


Entah ada apa dengan putranya itu, biasa dia tak manja hingga ingin di suapi oleh sang Mama.


" Hahaha... Kamu ngak ingat ini hari apa? " Tanya Elyon yang tertawa kecil sambil mengunyah roti panggang buatan istrinya itu.


" Hari sial karena sejak tadi kamu ngejek aku terus... " Kata Ellena dengan nada kesal itu.


" Maaf kan bercanda. Tapi kamu beneran lupa hari ini hari apa? " Tanya Elyon lagi itu.


" Hari Selasa, emang ada apa sih? Tanyak muluk dari tadi... " Kata Ellena yang bingung dengan pertanyaan sang suami itu.


" Ngak papa... " Kata Elyon yang melanjutkan sarapan nya kembali itu.


" Lena lupa hari ini? " Batin Elyon yang bertanya - tanya itu.


Setelah selesai sarapan, seperti biasa jika di hari libur pergi ke kampus Ellena lebih suka mengajak bermain Erren di ruang keluarga bersama Elyon yang sambil mengerjakan tugas kantornya itu.


" Huh... " Suara lelah Elyon yang melepas kacamat anti radiasi nya dan lalu memijat pangkal hidung nya sambil menatap lelah ke arah layar laptopnya yang bermerek apel di gigit itu.


Ellena yang melihat suaminya kelelahan pun menghampiri nya dan meninggalkan Erren yang masih asik bermain mainan robot dari Aunty nya kemarin hari yang lalu itu.


" Capek? " Tanya Ellena sambil memijit pundak sang suami itu.


" Ngak papa kok... " Kata Elyon yang menggenggam tangan Ellena yang berada di atas pundaknya itu.


" Huh... Kalau capek jangan di paksa. Masak hari ini kamu masih ada pekerjaan? biasanya juga enggak... " Kata Ellena yang menatap bingung suaminya itu.


" Hmm... ngak tahu jugak. Hari ini sibuk banget... " Kata Elyon yang menamakan matanya untuk mendingin kepala yang sejak tadi dia paksa untuk bekerja itu.


" Ya udah selesai in nanti ajah. Kita main dulu sama Erren, pasti Erren pengen main sama Papanya... " Kata Ellena sambil memijit kembali pundak sang suami itu.


Erren yang mulai bosan dengan mainannya pun langsung berjalan menuju sang papa yang sedang duduk di karpet bulu dekat sofa di ruang keluarga itu.


Mata Erren pun menatap ingin tahu dan penasaran dengan benda yang berada di dekat sang Papa itu.


" Pa... " Panggil Erren sambil menggunakan benda yang membuatnya penasaran itu.


Elyon yang sedang menatap Ellena yang duduk di sofa agar dapat memijat pundaknya pun langsung mengalihkan wajahnya pada sang anak yang memanggilnya, begitu pula dengan Ellena itu.


" Hahaha... " Tawa lucu Ellena yang menatap putranya yang memakai kacamata anti radia sang Papa yang terbalik itu.


Elyon yang menatap sang anak tersenyum pun langsung menyingkirkan laptop di pangkuannya dan kemudian mengangkat putranya di pangkuannya itu.


" Ini namanya kacamata... " Kata Elyon sambil memperbaiki kacamata yang terbalik saat di pakai oleh sang anak itu.


" Aca... Mata... " Kata Erren yang meraba - raba kacamata yang bertengger di kedua telinganya sambil mencoba meniru perkataan sang Papa itu.


" Hahaha... Anak Mama pingin jadi CEO kayak Papa yah? " Tanya Ellena yang menghampiri sangat anak lalu mencubit gemes sang anak yang lucu karena memakai kaca mata yang kebesaran itu.


PROK... PROK... PROK...


Suara tepuk tangan itu.


" Auuu... Elen... Auuu... " Kata Erren yang bertepuk tangan sambil sangat merasa antusias dan bersemangat itu.


Ellena dan Elyon pun hanya tersenyum bahagia melihat ke antusiasan Erren yang sangat ingin menjadi seperti Papanya, walau bayi mungil itu belum mengerti arti CEO itu.


" Bahagia terus anak Mama... " Batin Ellena yang berdoa untuk kebahagian putranya sambil mengelus lembut rambut milik putranya itu.


Keluarga kecil itu pun berkumpul dan menghabiskan waktu bersama sambil menjadi pendengar untuk ocehan lucu yang di lontarkan oleh bibir mungil putra mereka itu.


Hingga tak teras jam menunjukkan pukul tengah hari itu.


" Udah siang Mama pergi ke dapur dulu buatin makan siang... " Kata Ellena yang bangkit dari duduknya dan meninggalkan Elyon yang masih senang bermain dengan putranya itu.


Di Dapur.


Ellena sedang memasak bersama Bik Inah itu.


" Non, kalau boleh tahu. Nona Muda menyiapkan hadiah apa untuk Tuan Muda Elyon? " Tanya Bik Inah sambil memotong bawang itu.


" Hmm... Hadiah? Kan ulang tahun Elyon masih lama Bik? " Tanya Ellena yang sedang mengadon adonan untuk ayam grispy dan merasa bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Bik Inah itu.


" Emm... Bukannya hati ini hari Anniversary ke 1 pernikahan NoNa Muda dan Tuan Muda Elyon? " Tanya Bik Inah pada Ellena lagi itu.


Ellena yang mendengar nya pun terkejut karena perkataan Bik Inah itu.


" Kok hari ini, bukannya besok ?? " Batin Ellena yang bingung itu.


Kemudian Ellena pun mencuci tangan lalu mengambil handphone nya yang berada di meja makan itu.


Dan Ellena pun menatap ke arah layar handphone nya karena melihat tanggal jika hari ini adalah Anniversary ke 1 pernikahan mereka dan Ellena pun ingat kenapa tadi pagi Elyon menanyakan hari ini hari apa?.


" Ellena kok lupa sih... " Kata Ellena yang merutuki dirinya yang sangat pelupa itu.


" Bik Inah tolong lanjutin masak buat makan siang yah? Ellena mau ke atas dulu ada... " Kata Ellena pada Bik Inah dan lalu berlari menuju kamarnya itu.


" Baik Non... " Balas Bik Inah dan lalu melanjutkan pekerjaan nya kembali itu.


Di Kamar Elyon dan Ellena.


CKLEK...


Suara pintu yang di buka itu.

__ADS_1


Dengan terburu - buru Ellena pun memasuki ruang ganti itu.


Dan tak menyadari Elyon yang berbaring menidurkan anak sambil menatap istrinya yang terburu - buru itu.


" Egghh... " Suara Erren yang terusik karena suara pintu yang sedikit di buka dengan kasar oleh sang Mama itu.


CUP...


" Syutt... Bobok lagi yah... " Bisik Elyon sambil menepuk - nepuk bokong sang anak agar tertidur lagi itu.


Setelah merasa sang anak sudah tertidur pulas kembali, Elyon pun turun dari kasur dengan perlahan agar tak membangunkan sang anak dan lalu berjalan menyusul sang istri yang berada di ruang ganti itu.


" Lena, kenapa? " Tanya Elyon pada Ellena yang berjongkok sambil mengobrak - abrik tempat pakaian nya itu.


" Nah ketemu... " Kata Ellena yang bangkit berdiri sambil membawa kotak kecil berwarna putih dengan pita berwarna abu - abu tua yang terikat di kotak tersebut.


" Ini apa? " Tanya Elyon pada Ellena itu.


" Maaf aku lupa Anniversary pernikahan kita. Aku pikir besok, jadi aku buru - buru cari hadiah yang aku buat dari kemarin lalu... " Kata Ellena sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.


" Ngak papa, yang penting sekarang kamu inget... " Kata Elyon yang tersenyum kecil pada istrinya itu.


" Maaf aku juga ngak pesta besar untuk Anniversary pernikahan kita. Karena aku terlalu sibuk... " Kata Elyon yang merasa bersalah itu.


Ellena pun tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Elyon, lalu memeluknya dari deoan itu.


" Aku tahu kok. Ngak perlu di rayain juga ngak papa, yang penting dia yang baik untuk pernikahan kita... " Kata Ellena pada Elyon itu.


" Hmm... Aku harap kita akan selalu kayak gini selamanya Lena... " Kata Elyon sambil membalas pelukan hangat dari sang istri itu.


CUP...


" Happy Anniversary ke 1 pernikahan kita..." Kata Ellena setelah mencium singkat bibir suaminya itu.


Kemudian Ellena pun melepas pelukannya, lalu menyodorkan kotak kecil tersebut pada Elyon itu.


" Maaf aku belum bisa menjadi istri yang baik dan sempurna untuk kamu... " Kata Ellena sambil menyodorkan kotak hadiah kecil nya untuk Elyon itu.


CUP...


" Happy Anniversary ke 1 pernikahan, Lena..." Kata Elyon setelah mengecup singkat bibir ranum istrinya itu.


" Kamu sudah menjadi istri dan ibu yang baik untukku dan Erren. Aku ngak butuh yang sempurna, karena manusia tidak ada yang sempurna... " Kata Elyon sambil mengambil kotak hadiah kecil tersebut dari tangan sang istri itu.


" Bukalah... " Kata Ellena yang tak sabar memperlihatkan hadiah untuk Elyon itu.


Lalu Elyon pun membuka kotak kecil tersebut, dan Elyon pun terkejut dengan isi dari kotak itu.


" Ini... " Kata Elyon yang masih terkejut dengan isi kotak itu.


" Hmm... Kamu cari - cari gantungan itukan... " Kata Ellena pada Elyon itu.


Yah isi dari kotak tersebut adalah sebuah gantung kunci yang bermotif singa yang memiliki mahkota di kepala dengan ukiran nama M-GA yang bersinar jika di malam hari dan terbuat dari emas itu.


" Maaf, aku pesan khusus sesuai apa yang ada di ingatan aku. Aku tahu gantungan itu hilang saat kamu kecelakaan empat tahun lalu... " Kata Ellena pada Elyon itu.


" Aku Lyon gantungan itu berharga untuk kamu. Tapi maaf aku tidak menemukannya, bahkan aku sudah mencarinya di dalam mobil yang kendarai saat kecelakaan itu. Tapi semua sia - sia... " Kata Ellena yang mulai menitikkan air mata itu.


" Kamu ngelakuin itu, aku juga udah ngelupain gantungan kunci ini... " Kata Elyon sambil menatap kagum gantungan kunci itu.


" Aku tahu Lyon, sejak kejadian yang menimpa Erren kamu berusaha untuk mencari gantungan itu... " Kata Ellena pad Elyon itu.


" Lyon aku tahu seberapa beratnya kamu berjuang untuk bisa mendapatkan gantungan itu dan sampai kamu bisa menjadi king di usia kamu yang masih muda saat itu... " Kata Ellena yang menangis dalam diam sambil mengingat betapa berat perjuangan Elyon untuk mendapatkan jabatan di M-GA itu.


" Lena. Perjuanganmku ngak sebesar, cinta kamu untukku... " Kata Elyon sambil menghapus air mata Ellena yang mengalir deras di pipinya itu.


" Maaf, andai saat itu aku ngak kasih kamu syarat kayak gini. Ini semua ngak akan terjadi... " Kata Ellena sambil mengelus dada Elyon yang terdapat bekas luka karena tembakan tepat ke arah jantung itu.


" Kalau aku harus lakukan itu semua untuk bisa mendapatkan kamu. Kenapa aku harus takut... " Kata Elyon pada Ellena sambil mengelus pipi cantik Ellena itu.


Elyon pun menjadi teringat masa lalu. Saat dia masih duduk di bangku kelas tujuh SMP dia harus mendapatkan syarat gila dari Ellena agar dia amu menerima cinta Elyon dengan dia menginginkan Elyon dapat menjadi king di M-GA yaitu perkumpulan Mafia yang di bangun oleh keluarga Elyon sendiri itu.


Elyon yang memang sangat mencintai Ellena saat itu pun menyetujui syarat tersebut. Bahkan dia harus berdebat hebat dengan Papanya dan hingga harus mengikuti ujian fisik yang berat di saat umurnya yang terbilang sangat - sangat muda itu.


" Kenapa kamu harus ngelakuin itu semua? Kenapa kamu harus penuhi syarat aku yang terbilang paling Gilak itu. Kenapa Lyon? Kenapa? " Kata Ellena dengan penuh penyesalan karena telah memberikan syarat yang terbilang berbahaya hingga membuat Elyon yang hampir meregang nyawa hanya untuk menjadi pacarnya, ini sungguh gilak.


" Cinta aku besar Lena. Cinta juga butuh pengorbanan dan pembuktian, itulah pembuktian cinta aku ke kamu... " Kata Elyon pada Ellena itu.


" Untuk jadi pacar aku. kamu bahkan harus sampek sekarat untuk itu, kalau pergi apa yang terjadi... " Tanya Ellena pada Elyon itu.


" Itu ngak akan terjadi. Kalau aku bisa sampai sekarat hanya untuk menjadi pacar kamu, maka aku harus mengorbankan nyawaku untuk membuatmu bertahan di sisiku... " Kata Elyon dengan penuh keyakinan itu.


" Jika kamu pergi karena bosan dengan aku, akan mengikhlaskan hal itu. Karena cinta tak perlu memiliki Lena. Kalau Tuhan titipkan kamu ke aku, maka Tuhan juga akan mengijinkan aku untuk menjagamu hingga akhir hayatku... " Kata Elyon yang mulai menitikkan air matanya itu.


Hingga teringat selama tiga tahun dia telah di pisahkan dia orang yang yang telah menempati hatinya, tanpa mengingat wajahnya dan hanya di ikuti dengan bayang - bayang serta mimpi - mimpi orang tersebut.


Entah apa yang terjadi jika dia tak mengingat kembali Ellena. Mungkin hidupnya akan terus di ganti bayang - bayang tentang masa lalu nya itu.


" Lena, cukup tiga tahun kita di pisahkan tanpa mengingat satu sama lainnya. Ku mohon tetap di sisiku... " Kata Elyon kembali pada Ellena itu.


Sedangkan Ellena yang mendengar semua ucapan Elyon pun hanya bisa tersenyum bahagia dengan air mata bahagia yang juga telah mengalir deras di atas pipi cantiknya itu.


" Ini hari bersejarah untukku. Karena aku mendengar langsung Elyon Deren Gorneo Aditiya mengatakan kata - kata yang panjang dan penuh makna di depan seorang perempuan yang pernah membuatnya meregang nyawa... " Kata Ellena yang tersenyum bahagia itu.


" Hari aku ingin memberikan lencana ini untuk kamu... " Kata Ellena sambil memakaikan lencana di baju Elyon yang sejak tadi dia pegang itu.


Elyon pun menatap bahagia lencana yang bertulisan KING yang berwarna gold dan tak lupa dengan gambar kepala singa yang bermahkota kristal di samping pojok kanan lencana itu.


" Kamu akan selalu jadi King di hari aku Lyon. SELAMANYA... " Kata Ellena pada Elyon di dengan menekan kata ' selamanya ' itu.


" Maka kamu akan selalu jadi queen di hari aku Lena... " Kata Elyon dan kemudian mencium bibir Ellena dengan lembut itu.


Ellena yang mendapat serangan tiba - tiba dari Elyon pun langsung mengalungkan tangannya di leher Elyon sambik menutup matanya dan merasakan ciuman lembut dari suaminya itu.

__ADS_1


Elyon yang mendapat kode dari sang istri pun lngsung memegang tengkuk Ellena dan memperdalam ciuman mereka hingga menjadi lumayan yang menuntut hal lebih itu.


HIKS... HIKSSS... HAAAAA...


Suara tangisan bayi itu.


Saat tangan Elyon pun menjelajahi tubuh sang istri, tiba - tiba terdengar suara Erren yang menangis keras. Hingga kegiatan mereka pun terpaksa berhenti itu.


" Lyon, Erren bangun... " Kata Ellena setelah melepas ciuman panas mereka tadi itu.


Elyon pun hanya menatap pasrah Ellena dan merasa kesal pada sang putra yang harusbanfun di waktu yang tidak tepat itu.


Ada dendam apa dengan Erren pada sang papa yang selalu mengganggu Papanya saat sedang bermesraan dengan Mamanya itu.


Lalu Ellena pun berjalan keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju kasur mereka dengan keadaan Erren yang duduk sambil menangis kencang itu.


"Cup... Cup... Cup... Sayang. Erren kenapa hmm...? " Kata Ellena sambil membaringkan Erren lalu menepuk - nepuk bokong putranya agar berhenti menangis itu.


" Hiks... Hiks... Hikss... Papa... Hiks... " Kata Erren sambil menangis yang ingin di gendongan oleh sang Papa itu.


" Jagoan cari Papa. Hmm... " Kata Elyon yang keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju kasur mereka itu.


" Hiks... Paa... Hiks... Endong... Hiks..." Kata Erren yang berbaring sambil merentangkan tangannya keatas ingin di gendongan itu.


Lalu Elyon pun menggendong sang anak dan sambil duduk di kasur samping kiri Ellena itu.


" Cup... Cup... Cup... Jangan nangis jagoan Papa... " Kata Elyon yang menepuk - nepuk bokong putranya itu.


Ellena yang melihat pun tak enak pada Elyon karena acara mereka yang terhenti karena tangisan kencang dari Erren itu.


Ellena juga merasa bersalah karena sampai sekarang Ellena masih belum siap untuk memenuhi kebutuhan biologis Elyon hingga saat ini itu.


Beberapa menit kemudian, Erren pun tertidur kembali setelah lelah mengis kencang tadi itu.


CUP...


" Hmm... Selamat tidur jagoan Papa... " Kata Elyon setelah mengecup singkat pipi sang putranya itu.


Lalu Elyon pun membaringkan kembali sang putra di atas kasur agar lebih nyaman untuk tidur putra kesayangannya itu.


" Maaf aku belum memenuhi kebutuhan biologis kamu hingga saat ini... " Kata Ellena sambil mengelus lembut rambut putranya yang tertidur kembali itu.


" Aku ngak maksa kamu untuk itu. Kita utamakan Erren dulu, dia masih butuh kasih sayang dari kita... " Kata Elyon sambil menatap wajah damai sang putra yang tertidur kembali itu.


" Aku takut kita akan lebih menyayangi anak kita sendiri nanti... " Kata Ellena yang mulai menitikkan air matanya itu.


" Itu tidak akan terjadi, Erren putra kita. Selamanya akan seperti itu, Erren akan menjadi pewaris tunggal keluarga kita suatu hari nanti... " Kata Elyon yang tersenyum kecil sambil menghapus jejak air mata yang berada di atas pipi cantik sang istri itu.


" Makasih udah mau nerima Erren... " Kata Ellena dengan penuh ketulusan itu.


" Erren anak aku, sudah seharusnya aku menyayanginya... " Kata Elyon sambil mengelus lembut pipi putranya dengan jari tangan telunjuk nya itu.


Mereka pun termenung dengan pikiran masing - masing sambil menatap wajah damai putra mereka yang sedang tertidur itu.


Lamunan mereka pun buyar, saat terdengar suara pintu yang di ketuk itu.


TOK... TOK... TOK...


Suara pintu yang di ketuk.


" Non makan sing sudah selesai " Kata Bik Inah di balik pintu itu.


" Iyah Bik. Nanti kita turun... " Kata Ellena sedikit mengecilkan volume suaranya hari putra kesayangannya tak terbangun itu.


" Ya udah Lyon makan siang dulu sana. Biar aku yang jaga Erren... " Kata Ellena yang tersenyum pada Elyon itu.


" Kita sama - sama... " Kata Elyon setelah menggelengkan kepalanya itu.


" Jangan ngebantah istri dosa tauk... " Kata Ellena sambil sedikit menggembungkan pipinya karena kesal itu.


" Jangan ngebantah suami dosa lho... " Kata Elyon sambil tertawa kecil itu.


" Bodoamat... " Kata Ellena yang tak ingin lagi melanjutkan perdebatan kecil mereka itu.


Beberapa detik kemudian, Ellena pun turun dari kasur dengan perlahan setelah memeriksa putranya yang sudah tertidur lelap kembali itu.


" Mau kemana? " Tanya Elyon sambil menaikkan alisnya penuh tanya itu.


" Makan siang lah... " Kata Ellena sambil berjalan keluar dari kamar mereka itu.


Elyon pun hanya menatap pasrah pada kelakuan istrinya yang kurang akhlak itu.


Lalu Elyon pun mengecek keadaan putranya dan menyusul Ellena setelah merasa putranya tertidur dengan lelap itu.


Di Ruang Makan.


Ellena sedang menatap makan siang di meja sambil menyiapkan lauk pauk di atas piring suaminya dan miliknya itu.


Setelah itu, Ellena pun duduk dengan tenang dan memakan makan siang tanpa menunggu suaminya itu.


Elyon yang menghampiri Ellena yang sedang makan siang pun langsung duduk di depan kursi istri nya itu.


" Mau mulai jadi istri durhaka? " Tanya Elyon yang kesal karena istri kesayangan yang tak menunggunya untuk makan siang itu.


" Durhaka apanya? Ini kan kita makan udah bareng. Terus durhaka mana nya? " Tanya balik Ellena sambil mengunyah makanan di dalam mulut nya itu.


" Terserah, perempuan selalu benar... " Kata Elyon yang mulai memakan makan siangnya dan menghentikan perdebatan non faedah mereka itu.


" Emang bener... " Kata Ellena dengan santainya itu.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh... 😊💜

__ADS_1


Annyeong...👋👋👋


__ADS_2