
" Sebenarnya kami semua mau kasih kejutan buat kalian... Jadi kita semua pura - pura ngak setuju... " Jawab Mama Adelina yang masih bermain dengan Erren dan yang lainnya juga itu.
Sedangkan Papa Devan dan Papa Erlando pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Ohh... Gituh... Kirain kalian bener - bener ngak setuju... " Kata Ellena yang sekarang sudah lega, jika semua anggota keluarganya hanya berpura - pura saja untuk membuat kejutan untuk mereka itu.
Setelah itu mereka pun makan malam bersama dan berbincang - bincang sebentar hingga larut malam.
Kemudian tiba - tiba terdengar suara tangisan dari Erren yang mungkin sudah lelah di ajak bermain dengan ke dua Nenek dan tiga Aunty nya itu.
OEK... OEK... OEK...
Suara bayi yang sedang menangis.
" Ellena sayang... Kayaknya Erren udah capek deh... Kamu bawa ke kamar Erren yah... Buat istirahat... " Kata Mama Emely sambil menggendong Erren di tangan untuk menenangkan Erren yang sedang menangis itu.
" Iyah Mah... " Kata Ellena sambil menghampiri Mamanya yang sedang menggendong Erren untuk menenangkan nya itu.
" Utututu... Jangan nangis dong... " Kata Ellena sambil mengambil alih Erren dari gendongan Mamanya itu.
" Ellena ke atas dulu Mah... " Pamit Ellena yang ingin menidurkan Erren yang sudah lelah itu.
" Iyah sayang... Kamar Erren juga udah siap kok... Kamarnya di samping kamar kalian di sebelah kiri... " Kata Mama Adelina sambil menunjuk tangannya pada Kamar Erren yang bercat hitam yang ada di lantai atas itu.
" Iyah Mah... " Kata Ellena dengan menggendong Erren sambil pergi menaiki tangga untuk menuju kamar Erren yang sudah di siapkan itu.
OEK... OEK... OEK...
Suara bayi yang sedang menangis.
" Utututu... Erren kesayangan nya Mama jangan nangis hmm... " Kata Ellena yang masih menenangkan Erren yang berada dalam gendongan nya itu.
Di Kamar Erren.
Di kamar Erren bernuansa hewan, di dinding bercat yang berwarna abu - abu, serta terdapat tempat tidur bayi, lemari bayi, dan juga kamar mandi.
Sekarang Ellena sedang menidurkan Erren di tempat tidur Erren itu.
" Nah... Udah sampek di kamar Erren... Jangan nangis lagi yah sayang... " Kata Ellena sambil meminumkan botol susu pada Erren dan sambil menepuk - nepuk Erren untuk menidurkan nya itu.
Beberapa menit kemudian, pintu kamar Erren pun terbuka.
CKLEK...
Suara pintu yang di buka.
Dan tampak lah Elyon yang membuka pintu kamar Erren itu.
__ADS_1
Ellena yang mendenagr suara pintu terbuka pun, langsung menoleh ke arah suara pintu itu.
" Lho... kok Lyon kesini? yang lain gimana? " Tanya Ellena yang bingung kepada Elyon yang malah ke kamar Erren bukannya menemani semua anggota keluarganya dan juga teman - temannya itu.
" Udah malam jadi mereka semua pulang..." Balas Elyon sambil menghampiri Ellena yang duduk di samping tempat tidur Erren itu.
" Erren tidur...? " Tanya Elyon lagi itu.
" Ini baru ajah tidur... " Balas Ellena sambil meletakkan botol susu yang tadi di minum oleh Erren itu.
" Ikut aku... " Kata Elyon sambil menarik tanagn Ellena untuk mengikutinya itu.
" Kemana...? " Tanya Ellena sambil berdiri dari duduknya karena tangan yang di tarik dengan lembut pada Elyon.
" Ke suatu tempat... " Kata Elyon sambil menarik tangan Ellena dengan lembut untuk mengikutinya itu.
Sedangkan Ellena yang tangannya di tarik oleh Elyon pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki suaminya dari belakang itu.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sudah berada di depan pintu yang memiliki cat berwarna biru muda itu dan terdapat tulisan MEMORY E♥️E itu.
" I-ini kan... " Kata Ellena dengan ragu itu.
" Ini adalah ruangan yang pernah aku katakan pada mu... sebenarnya saat Anniversary ke-3 kita aku ingin memperlihatkan ruangan ini... tapi Tuhan berkata lain dan membuat ku tak bisa memberitahukan mu tentang ruangan ini..." Kata Elyon sambil masih menggenggam tangan Ellena itu.
Sedangkan Ellena hanya bisa menatap Elyon yang memasang wajah sendu sambil menatap ke arah pintu yang memiliki cat berwarna biru muda itu.
Kemudian Ellena pun langsung mengelus tangan Elyon yang sedang mengenggam tangannya dengan erat itu.
Lalu Elyon pun menatap mata Ellena yang selalu meneduhkan perasaan hati nya itu.
Kemudian pun Elyon pun tersenyum kecil sambil masih menatap mata manik Ellena itu.
" Kita masuk...? " Tanya Elyon pada Ellena itu.
Kemudian Ellrna pun menatap suami nya itu sambil mengangguk kan kepalanya dan tersenyum manis itu.
Lalu Elyon pun mendekati pintu yang bercat biru muda dan memasukkan kunci yang dia bawa di tangannya, serta membuka pintu itu dengan pelan.
Perlahan tapi pasti Elyon dan Ellena pun memasuki ruangan, sedangkan Ellena pun terkejut sambil mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan itu.
" Apa kamu yang menyiapkan ini semua...? " Kata Ellena sambil masih mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan itu dengan kagum karena terdapat foto - foto dirinya saat SMP dulu itu.
Sedangkan Elyon tak menjawab perkataan Ellena dan hanya memasang senyum kecil sambil menatap ke arah Ellena yang sedang menatap semua sudut ruangan itu dengan kagum sambil mendekati tempat etalase kaca yang terdapat semua hadiah - hadiah yang dia berikan pada Elyon saat menjalin hubungan pacaran dulu itu.
" Kau masih menyimpan kotak P3K ini... " Kata Ellena sambil mengulum - elus tempat etalase kaca yang terdapat Kotak P3K yang buat sendiri pada Elyon itu.
" Kau tau kamu membuatnya dengan penuh rasa cinta... aku tak pernah akan membuangnya..." Kata Elyon pada Ellena sambil tiba - tiba memeluknya dari belakang itu.
" Ini hanya lah kotak bisa yang kuat untuk meletakkan obat - obat yang sewaktu - waktu kamu terluka... Ini hanya lah hal biasa... " Kata Ellrna sambil masih mengelus tempat etalase kaca yang di dalam nya terdapat Kotak P3K yang buat sendiri khusus untuk Elyon itu.
__ADS_1
" Tapi itu adalah benda yang sangat luar biasa dan sangat istimewa menurutku... " Kata Elyon pada Ellena lagi dan sambil masih memeluknya dari belakang itu.
Sedangkan Ellena pun hanya tersenyum setelah mendengar perkataan Elyon tadi itu.
Setelah itu, Ellena pun melepaskan tangan Elyon yang sedang memeluknya dari belakang agar Ellena bisa leluasa untuk mengelilingi setiap sudut ruangan itu.
" Apa ini foto kita dulu... ? " Tanya Ellrna sambil mengelus bingkai foto yang terdapat Elyon dan dirinya sedang bergandeng tangan, serta tertawa bersama dengan memakai seragam putih Biru tua saat mereka SMP dulu itu.
" Aku tak percaya masa - masa remaja ku di mulai lebih awal... " Kata Ellena sambil menitikkan air mata dan sambil masih mengelus foto itu.
Setelah itu Ellena pun meletakkan kembali foto itu di meja yang dekat dengan kasur itu.
" Kata orang kisah cinta pada masa SMA adalah masa - masa yang indah dan tak akan pernah kembali lagi... " Kata Ellena sambil memejamkan matanya untuk menahan air matanya agar tak jatuh ke atas pipinya lagi itu.
" Walaupun aku tak pernah merasakan masa - masa itu... tapi aku sudah pernah merajamnya di saat masa yang lebih awal... aku beruntung sekali bisa merasakan masa - masa itu walaupun terlalu cepat... tapi aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mempertemukan kita di saat yang lebih awal..." Kata Ellena sambil menatap bingkai foto itu.
Sedangkan Elyon hanya bisa menatap sendu ke arah Ellena itu.
" Kisah cinta masa SMA ku hanya ku habiskan untuk belajar dan untuk mencari tahu mimpi - mimpi yang selalu mengganggu setiap malam ku... " Kata Ellena lagi itu.
" Tapi aku tak pernah menyesalinya... " Kata Ellena yang melanjutkan kembali kata - katanya lagi itu.
Kemudian Ellena pun menatap bingkai yang terdapat sebungkus coklat yang dulu pernah dia berikan pada Elyon dulu itu.
" Haha... aku tak tahu jika kau sangat menyukai coklat itu... sampai - sampai membingkai bungkus coklat itu... " Kata Ellena sambil tertawa kecil dan sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya itu.
" Kau menyukai orang yang memberikan coklat itu... " Kata Elyon sambil menghampiri Ellena yang sedang menatap bingkai yang terdapat sebungkus coklat terpajang di dinding ruangan itu.
" Untuk apa bungkus coklat itu...? Lyon kan sudah memakannya, jadi untuk apa Lyon membingkai bungkus coklat itu.
" Aku hanya ingin terus mengingat orang yang pernah berkata KAMU BERHAK BAHAGIA DAN AKU HARAP HIDUP MU BISA SEMANIS COKLAT... " Kata Elyon sambil mengulang kalimat yang di ucapakan oleh Ellena dulu saat dia memberikan coklat pada nya itu.
" Dasar tukang Copy... itu kan kata - kata aku..." Kata Ellena yang tak terima jika kata - katanya dulu di copy oleh Elyon itu.
" Kan emang bener kamu pernah ngomong kayak gitu... " Kata Elyon sambil menggoda Ellena itu.
Kemudian Ellena yang tak terima pun langsung ingin mencubit Elyon tetapi Ellena pun langsung mengejar Elyon yang berlari untuk terhindar dari cubitan maut dari Ellena itu.
Mereka pun saling berlari - larian sambil tertawa bahagia itu.
Walupun kisah cinta mereka tak seindah dunia novel, tetapi cinta mereka tak akan pernah terpisah. Walau terdapat rintangan yang akan mereka lalui nanti, tetapi mereka memiliki prinsip jika mereka akan selalu bersama apapun rintangan yang akan mereka lalui dan apapun perjalanan yang akan mereka lewati, mereka akan saling menggenggam tangan satu sama lain untuk melewati itu semua.
Nama Erren Aghata Gorneo Aditya. Putra angkat dari Elyon Deren Gorneo Aditya dan juga Ellena Mizella Carion Anggara.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜
__ADS_1
Terima kasih semuanya...😊
Annyeong... 👋👋👋