Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 81


__ADS_3

Di perusahaan Gorneo Aditiya.


Ellena turun dari mobilnya dengan Erren yang berada di gendongan nya, serta tak lupa sebuah bekal makanan untuk suaminya itu.


" Ma... Lun... " Kata Erren yang ingin turun dari gendongan Mamanya dan ingin berjalan kaki sendiri itu.


Ellena pun tersenyum dan menuruti keinginan Erren yang ingin berjalan sendiri itu.


Erren yang senang pun langsung berjalan sedikit lebih cepat menuju gedung kantor papa nya yang sudah beberapa kali dia datangi bersama dengan sang Mama itu.


Ellena pun hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan pada putranya yang selalu bersemangat saat ingin menemui Papanya yang berada di kantor itu.


Lalu Ellena pun mengikuti langkah kecil Erren dari belakang untuk berjaga - jaga jika Erren terjatuh itu.


Di sepanjang jalan koridor semua orang pun menyapa Ellena dan Erren yang merupakan istri dan anak dari CEO mereka itu.


Dan juga semua orang tak luput gemas dengan anak dari CEO mereka yang selalu menyapa dan memberikan senyum lucunya kepada semua orang yang berpapasan dengan nya itu.


Sedangkan Ellena agak sedikit acuh dan hanya tersenyum kecil untuk membalas sapaan semua orang itu.


Di ruang kerja Elyon.


CKLEK...


Suara pintu yang terbuka itu.


Ellena pun membuka pintu ruangan suaminya setelah meminta izin kepada sekretaris suaminya itu.


" PAAA!!!! " Teriak Erren yang berlari menuju Papanya yang sedang menatap fokus ke arah komputer nya itu.


Elyon yang mendengar suara jagoan nya pun langsung menoleh terkejut karena tak menyadari kedatangan mereka tadi itu.


" Putra papa... " Kata Elyon yang langsung mengangkat putranya ke atas pangkuannya karena senang putranya datang ke kantornya itu.


" Tumben anak papa ke kantor... " Tanya Elyon sambil mendusel - duselkan hidungnya pada pipi tembem putranya itu.


" Tadi putra kesayangannya kamu ngerek mau makan singa sama Papanya... " Kata Ellena sambil membuka bekal makan siang mereka yang dia bawa itu.


" Ohh... Putra papa ini lagi kangen sama Papa yah... " Kata Elyon yang mengunyel - unyel pipi tembem putranya dengan gemas itu.


Erren pun hanya bisa tertawa cekikikan karena kegelian itu.


" Ayok kita makan siang bareng " Kata Ellena setelah menata rapi kotak makan dia tas meja dekat sofa di ruang kerja suaminya itu.


Elyon pun menurunkan Erren dan berjalan menuju Ellena yang sudah siap dengan piring dan sendok di depannya itu.


" Erren mau kemana? " Tanya Ellena yang melihat Erren malah berjalan menuju meja kerja Papanya itu.


Elyon pun tertawa kecil yang melihat putranya berusaha duduk di kursi kerja miliknya itu.


Elyon pun menghampiri dan membantu putranya yang akan menangis karena tak dapat menaiki kursi kerja Papanya yang lumayan tinggi itu.


" Mau ngapain hmm...? " Tanya Elyon pada putranya itu.

__ADS_1


" Untel - untel... " Kata Erren yang ingin melihat komputer milik Papanya itu.


Kemudian Elyon pun mematikan komputer nya agar Erren bisa bermain dan memencet - mencet keyboard dengan sesuka hati tanpa harus khawatir dokumennya akan hilang itu.


" Erren makan dulu nak... " Kata Ellena yang berjalan menuju putranya sambil membawa sepiring bubur milik Erren itu.


Sebuah kebiasaan untuk Erren setiap datang ke kantor Papanya, maka dia akan bermain komputer dan memakai kacamata anti radiasi milik Papanya. Agar dapat berlagak menjadi CEO seperti Papanya itu.


Ellena pun mulai menyuapi Erren, yang masih mengotak - atik keyboard dengan jari - jari kecil tangan mungilnya itu.


Sedangkan Elyon memakan makan siang nya dengan tenang sambil membaca beberapa dokumen di tangannya itu.


Ellena pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang tak pernah berubah itu.


Di saat pekerjaan nya belum selesai, maka dia akan lupa akan waktu dan segala hal. Bahkan dia akan makan sambil membaca dokumen - dokumen pekerjaan miliknya itu.


Setelah selesai memberikan makan sing untuk Erren, Ellena pun mulai memakan makan siangnya dengan duduk bersama suaminya itu.


" Aku izin mau ke mall? " Tanya Ellena pada Elyon yang masih fokus membaca beberapa kertas di tangannya itu.


Tak lama kemudian, Elyon pun menoleh pada Ellena dengan alisnya yang terangkat itu.


" Aku ingin beli kebutuhan Erren, udah lama jugak aku ngak pergi ke mall. Karena tugas kuliah yang menumpuk... " Kata Ellena yang kemudian menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulutnya itu.


" Hmm. Terserah kamu, yang penting ada bodyguard yang ikut... " Kata Elyon yang kemudian fokus kembali membaca dokumennya itu.


Ellena pun hanya bisa menghela nafas panjang, sebenarnya dia sedikit risih jika di ikuti oleh para bodyguard suruhan Elyon. Tapi ini semua juga demi keselamatan Erren, agar kejadian beberapa bulan lalu tak terulang kembali itu.


Setelah Ellena menyelesaikan makan siangnya, dia pun langsung berpamitan pada suaminya untuk pergi ke mall bersama putra mereka itu.


" Ote... " Kata Erren dengan sangat bersemangat itu.


Ellena pun di buat gemas pada Erren, dengan bibir tembem dan tak lupa kacamata anti radiasi milik Papanya yang menambah kesan kegemasan pada pipi tembem putranya itu.


" Tapi lepas dulu kacamatanya? " Tanya Ellena yang berniat melepas kacamata yang bertengker di hidung putranya itu.


" NO!!!! " Teriak Erren yang tak ingin melepas kacamata di wajahnya dan langsung memegangi kacamata tersebut agar tak di ambil oleh Mamanya itu.


" Hufftt. Erren jangan nakal oke? Itu Papa butuh kacamatanya buat kerja, sayang... " Kata Ellena yang mencoba memberi penjelasan pada putranya itu.


" Ndak au... " Kata Erren dengan bola mata yang sudah berkaca - kaca dan siap menangis itu.


Jika begini akhinya, bagaimana Ellena bisa menolak keinginan putranya yang keras kepala itu.


" Biarkan saja, aku masih punya kacamata yang satunya lagi... " Kata Elyon yang mengelus rambut putranya yang akan menangis itu.


" Hufft. Oke... " Balas Ellena yang menyerah itu.


Kemudian Ellena pun langsung menggendong Erren dan mengajaknya ke mall itu.


" Kita pergi dulu yah? " Pamit Ellena yang langsung menyalami tangan suaminya tak lupa mencium telapak tangan suaminya itu.


" Hmm. Hati - hati... " Kata Elyon yang sudah duduk kembali di kursi kebesarannya itu.

__ADS_1


Ellena pun mulai berjalan pergi meninggalkan ruang kerja suaminya, dan tak lupa dengan di ikuti beberapa bodyguard di belakang mereka itu.


Di mall.


Ellena sedang berjalan mencari toko baju untuk anak - anak seperti Erren itu.


Dan tak lupa sambil mengawasi Erren yang berjalan ke sana kemari dengan sangat bersemangat, menatap kesana kemari itu.


Karena mungkin sudah lama dia tak keluar rumah. Mungkin, sejak kejadian yang menimpa Erren beberapa bulan yang lalu. Elyon dan Ellena mungkin trauma meninggalkan Erren sendirian dan mengajak putra mereka keluar itu.


Walaupun banyak bodyguard yang menjaga, tetapi tak menutup kemungkinan jika sesuatu bisa saja terjadi pada putra mereka, dengan ini kita tak perlu meragukan kasih sayang mereka kepada Erren yang notabenya hanyalah seorang anak yang mereka temukan di dekat tong sampah itu.


Setelah sekian lama berjalan, Ellena pun menemukan toko yang sejak tadi dia cari - cari, mungkin sudah terlalu lama dia tak pergi ke mall. Karena tugasnya yang sekarang menjadi seorang istri serta seorang ibu itu.


Ellena pun masuk dan di sambut oleh petugas toko tersebut dengan ramah itu.


Ellena pun hanya tersenyum tipis dan mulai mencari pakaian yang cocok untuk putranya yang akan berumur satu tahun pada hari ini itu.


" Perfect... " Gumam Ellena setelah menemukan sebuah texsedo dengan kemeja yang lengkap untuk putranya di acara ulang tahunnya malam ini itu.


Di sisi lain Erren terlihat begitu bahagia karena sedang bermain kejar kejaran dengan salah satu bodyguard Mamanya itu.


" Kalian kemari! " Kata Ellena pada bodyguard suaminya itu.


" Baik Nona Muda... " Balas mereka sambil berjalan menghampiri Nona muda mereka sambil salah satu dari mereka menggendong Erren agar tak tersesat itu.


" Kalau boleh pilih apa saja untuk anak kalian di sini, saya yang akan bayar semuanya... " Kata Ellena pada mereka seperti tak ingin ada penolakan itu.


" Dan tak ada penolakan... " Kata Ellena penuh penekanan itu.


" B-baik Non... " Balas mereka sedikit gugup karena di tatap tajam oleh Nona Muda mereka itu.


Erren pun turun dari gendongan salah satu bodyguard yang akan memilih barang - barang untuk anak nya itu.


Erren yang di turunkan pun langsung berjalan - jalan menatap seluruh isi toko itu.


Ellena pun tetap mengawasi putranya agar tak tersesat sambil menunggu para bodyguard suaminya yang sedang memilih - milih barang untuk anak mereka itu.


" Nona, kami sudah memilih barang - barang yang kami perlukan. Terima kasih sudah mau membayar barang - barang ini..." Kata salah satu dari mereka sambil sedikit menundukkan kepala mereka dengan penuh berterima kasih pada Nona mereka yang sangat baik hati itu.


Mata Ellena pun langsung menatap mereka dengan tersenyum kecil itu.


" No problem... " Balas Ellena dengan singkat itu.


Ellena kemudian berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaan mereka itu.


Dan Ellena pun tak sadar jika meninggalkan Erren sendirian tanpa pengawasan itu.


Tanpa Ellena sadari Erren mulai berjalan keluar dari toko karena tertarik dengan balon yang di bawa oleh salah satu anak yang sedang berjalan dengan orang tuanya itu.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜

__ADS_1


Annyeong... 👋👋👋


__ADS_2