
Di kamar Ellena.
Ellena sedang bersandar di belakang pintu kamarnya untuk mengatur jantungnya yang sedang berdegup kencang karena berlari dan karena setelah mencium Elyon tanpa aba - aba itu.
" Huhh... ya ampun... apa yang gw lakuin Ellena...? " Gumam Ellena sambil masih memegangi dada yang naik turun karena jantungnya yang sedang berdegup dengan kencang itu.
" Kok gw bisa nyium Lyon kayak gitu sih... ahhh... dasar Ellena lo bodoh - bodoh... lo gila Lena... ahh... dasar bodoh... bodoh... " Gerutu Ellena sambil menjambak - jambak rambutnya atas apa yang tadi dia lakukan pada Elyon.
Ellena pun memukul - mukuli kepalanya karena tindakan gilanya pada Elyon itu sambil merutuki di dirinya karena tanpa sadar bertindak bodoh itu.
" Kayak nya gw lupa sesuatu deh... " kata Ellena yang sedang berfikir jika melupakan sesuatu tadi.
" Ohh... jawaban atas pertanyaan itu... ishh... dasar bodoh Lena... bodoh... kan gw jadi lupa tanya jawabannya sama Lyon... ish... Lena lo... bener - bener... udah gila... " Gerutu Ellena sambil menyalahkan dirinya itu.
Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamar Ellena.
TOK TOK TOK...
Suara ketukan pintu.
" Ellena buka pintunya ini Kakak... " Kata Sherly sambil mengetuk - ngetuk pintu kamar Ellena agar di buka kan.
Ellena pun tersadar dari lamunannya karena ketukan pintu dari Sherly itu.
" Ahh... i-iyah... kak sebentar Ellena buka kan..." kata Ellena yang sudah tersadar dari lamunannya itu.
Ellena pun membuka kan pintu untuk Sherly dan Sherly pin langsung masuk ke dalam kamar itu.
" Kok lama banget sih... buka pintunya? " Tanya Sherly pada Ellena.
" T-tadi cumak... ngelamun he-hehehe... " Kata Ellena dengan sedikit terbata - bata.
" Ohh.. " Kata Sherly dengan ber-oh ria.
" Ohh... iyh... Kakak dari mana ajah... kok ngak ada di kamar...? " Tanya Ellena.
" Tadi habis jalan - jalan sebentar sama Ellen... " Jawab Sherly sambil duduk di atas kasur.
" Ohh... Ellena kirain kemana... " Kata Ellena sambil ikut duduk di atas kasur di samping Sherly.
" Emangnya cumak Ellena ajah... yang bisa mesra - mesra an sama pacar... " Ledek Sherly.
" Terserah Kakak ajah... " Kata Ellena sambil memasang muka malas meladeni ledekan dari calon Kakak iparnya itu.
" Ya udah sana tidur besok acara pernikahan Ellena... Kakak ngak mau Ellena sampek begadang... " Kata Sherly.
" Tapi jangan lupa gosok gigi... " Lanjut Sherly.
" Hmm... iyh Kak... " Kata Ellena.
" Mending Kakak dulu ajah... yang sikat gigi Ellena masih mau baca surat dari Elyon..." Kata Ellena sambil memperlihatkan sebuah amplop ke arah Sherly.
__ADS_1
" Besok udah nikah... kenapa pakek gaya - gaya an kasih surat segala... " Ledek Sherly.
" Kalo Kak Sherly iri... bilang boss... " Kata Ellena dengan penuh percaya diri.
" Buat apa Kakak iri sama Ellena... kurang kerjaan... " Kata Sherly dan langsung pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Ellena uang sedang memandang amplop berisi surat dari Elyon itu.
" Dasar... iri tapi gengsi... " Gumam Ellena sambil menggeleng - geleng kan kepalanya sedikit.
Ellena pun membuka amplop itu dan mengambil surat yang ada di dalam amplop itu.
Lalu Ellena pun membaca surat dari Elyon itu.
Isi Surat dari Elyon.
Dari semua tempat jauh yang ku jangkau,
tujuan akhir ku tetaplah menuju dirimu.
Aku mencintai mu bukan karena kau sempurna,
tetapi karena aku ingin melengkapi bagian dari dirimu yang mampu ku lengkapi.
Aku tau kenapa Lena memberikan teka - teki kepadaku...
Pasti karena Lena ingin tau seberapa cinta Lyon pada Lena kan...
Jika Lena ingin mengetahuinya tak perlu memberikan teka - teki...
Aku akan memberikan jawaban dari teka - teki dari mu itu, saat setelah kita sudah sah menjadi sepasang suami istri....
Tunggulah....
Kau harus tahu...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan kata yang tak sempat di ucapakan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Jika ada kata yang bisa menggambarkan sebesar apa cinta ku ini...
Maka aku akan mengucapkan kata itu dengan keras dan lantang...
Supaya semua orang tahu jika Lyon sangat mencintai Lena dengan sebesar cinta yang tak dapat di hitung...
Semoga surat ini membuat mu merasa bahagia....
Hope fully your life is happy, you everything for me....
Love you...
From: Lyonβ€οΈ
__ADS_1
" KYAAA...!!! " Teriak Ellena dengan keras karena merasa sangat bahagia setelah membaca surat dari Elyon itu.
Karena suara teriakan dari Ellena itu Sherly pun langsung terburu - buru keluar dari kamar mandi karena khawatir terjadi sesuatu pada Ellena.
" Ada apa Ellena... kok teriak - teriak...? " Kata Sherly yang melihat Ellena yang sedang menatap surat itu dengan muka yang sudah memerah itu sambil memegangi dadanya itu.
" Ellena ngak papa kan..? Kok wajah Ellena merah gituh... Ellena demam? " Tanya Sherly dengan be-runtut, sambil mengecek seluruh tubuh Ellena dan meletakkan punggung tangannya di dahi Ellena yang pipi nya memerah itu.
" Ngak demam tuh... terus kenapa teriak - teriak ngak jelas...? " Kata Sherly lagi dengan bingung.
" Ellena ngak demam... tapi kayaknya Ellena kena serangan jantung Kak... " Kata Ellena sambil memegangi dadanya itu.
" APA!!! " Teriak Ellena.
" Ishh... Kakak jangan teriak - teriak dong... sakit nih... telinga Ellena... " Kata Ellena sambil menutup ke dua telinganya itu.
" Gimana Kakak ngak teriak... kalo Kakak kaget Ellena kena serangan jantung... " Kata Sherly dengan cemas.
" Ya udah ayok sekarang Kakak... anter Ellena ke rumah sakit sekarang... ayok cepetan... " Kata Sherly dengan cemas.
Ellena pun hanya senyum - senyum sendiri sambil memegangi dada nya itu.
" Kok malah senyum - senyum sendiri sih... kayak nya gara - gara kena serangan jantung Ellena jadi ikut gila deh... " Kata Sherly dengan cemas dan sedikit bingung.
" Ihh... apa an sih... Kak... Ellena itu ngak gila... tapi Ellena itu kena serangan jantung gara - gara surat dari Elyon yang terlalu so sweet... " Kata Ellena dengan santai dan PD nya sambil tersenyum bahagia menatap surat dati Elyon itu.
" Ihh... dasar Adek laknat... " Kata Sherly dengan kesal sambil melempar bantal ke arah Ellena.
" Auhh... " Rintih Ellena saat bantal yang lempar Sherly itu mengenai mukanya.
" Ihh... Kak Sherly apa an sih... " Kata Ellena sambil melempar kembali ke arah Sherly, tetapi Sherly langsung menghindar dari lemparan bantal dati Ellena itu agar tak mengenai tubuh Sherly.
" Bodoamat... dasar bikin jantungan ajah... " Kata Sherly dengan kesal.
" Sana sikat gigi terus tidur... " Kata Sherly sambil mengambil bantal yang ter jatuh di lantai karena lemparan Ellena tadi dan meletakkan kembali ke atas kasur.
Lalu Sherly pun membaringkan badannya ke atas kasur dan akan segera pergi ke dalam alam mimpinya itu.
" Hmm... iyah - iyah... " Kata Ellena sambil memasukkan kembali surat itu ke dalam amplop dan menyimpannya.
" Dasar pemarah... kayaknya Kak Sherly lagi PMS jadi suka marah - marah... Humph..." Gumam Ellena sambil pergi ke kamar mandi untuk menggosok giginya.
Setelah selesai menggosok gigi, Ellena pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Sherly yang sudah pergi menuju ke dalam alam mimpinya itu.
" Aku tunggu jawabanmu Lyon... " Batin Ellena sambil tersenyum bahagia dan segera menyusul Sherly yang sudah pergi ke dalam alam mimpinya itu.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, Vote, Follow, and share. Yahh... ππ
Annyeong...ππ
__ADS_1