Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 90


__ADS_3

" Maaf. Aku seharusnya ada saat kau menderita, dan seharusnya aku ada saat kamu pergi dari dunia... " Kata Luwis tanpa mau melepas pelukannya kepada Ellena itu.


" Clara sudah memaafkan mu. Karena semua ini bukan salahmu, ini semua keputusan nya. Karena itu carilah kebahagiaan mu, dengan cara itu Clara akan merasa bahagia di sana... " Kata Ellena yang mulai menghentikan perannya sebagai Clara itu.


Sedangkan Luwis hanya bisa menangis tanpa bisa menjawab kembali perkataan Ellena kembali itu.


" Aku beruntung memilikimu Clara. Hiks... Hiks... Hiks... " Kata Luwis kemudian dengan isak tangis yang sulit untuk berhenti itu.


" Luwis. Jadiakan aku sebagai sebuah kenangan terindah bukan sebagai bayang - bayang dalam hidupmu... " Kata Ellena kemudian itu.


Luwis pun melepaskan pelukannya kepada Ellena sambil tersenyum manis kepada nya itu.


" Clara. Kamu bukanlah luka tapi kamu hanyalah sebuah kenangan yang berakhir duka aku beruntung memiliki mu, karena mu aku mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Terima kasih untuk lima tahun terakhir ini, dan I Love You Clara... " Kata Luwis dengan air mata yang masih mengalir di atas pipinya dan dengan senyum manis yang tak pernah luntur sejak tadi itu.


" A-aku mengikhlaskan mu pergi Clara... " Kata Luwis dengan lirih sambil menundukkan kepalanya setelah seperti menerima pukulan keras di dalam hatinya itu.


" Dari Clara. I Love You Too Luwisku... " Kata Ellena yang seperti merasa diri Clara dalam tubuhnya itu.


Tanpa mereka sadari terdapat sesosok bayangan di dekat jendela ruangan tersebut sambil tersenyum manis kepada Luwis itu.


" Aku bahagia memiliki mu Luwis " Kata bayangan tersebut sambil menghilang bersamaan dengan arah angin berhembus itu.


Ellena pun menatap Luwis sambil tersenyum kecil dengan hati yang sejak tadi sudah bergumam itu.


" Tak semua tokoh antagonis berakhir tragis. Karena, setiap tokoh antagonis pasti memiliki sebab dan alasan kenapa mereka memilih jalan seperti ini. Dan kamu adalah tokoh antagonis terbaik yang pernah ku temui Luwis... " Batin Ellena yang masih setia menatap lekat ke arah Luwis yang masih menangis terisak - isak itu.


" Luwis. Kejahatan mu hanyalah sebuah cover dari niat baik mu untuk menebus rasa bersalahmu kepada Clara. Hanya karena tak terima takdir atas kematian Clara, kamu pun malah mengambil jalan ini... " Lanjut Ellena yang masih bergumam di dalam hatinya itu.


Entah sejak kapan dia bergumam di dalam hati dengan menganti kosa kata panggilannya kepada Luwis itu.


BRAK...


Ellena dan Luwis pun menatap ke arah pintu ruang tersebut yang di dobrak oleh Elyon yang di ikuti oleh para anggota mafia M-GA dan bodyguard nya itu.


Di susul dengan Kakak laki - lakinya serta para teman nya, terkecuali Kakak iparnya yang mungkin tidak di perbolehkan oleh Ellen untuk ikut karena sedang dalam keadaan hamil itu.


" Elyon!!! " Kata Ellena sambil berlari menuju ke arah suaminya itu.

__ADS_1


GREP...


" Bodoh, bodoh. Apa yang kamu lakukan Lena? Kau membuatku khawatir. Dasar ceroboh! " Kata Elyon yang berkata dengan nada penuh amarah sambil memeluk Ellena dengan erat seperti tak ingin jika wanitanya pergi itu.


Ellena pun tersenyum kecil karena dia tahu jika Elyon tidaklah sedang marah kepadanya. Tetapi, lelaki yang sudah merangkap sebagai suaminya itu sedang menangis karena cemas dengan keadaan nya itu.


" I'm okay... " Balas Ellena singkat yang ajaibnya membuat tenang hati milik seorang Elyon Deren Gorneo Aditya itu.


" Hmm. Aku tahu, tapi jangan lakukan hal ini lagi. Aku khawatir padamu Lena, tolong jangylah bertindak gegabah seperti ini lagi..." Kata Elyon setelah melepas pelukannya kepada Ellena itu.


" Kau ingin aku cepat tiada karena mu..." Lanjut Elyon kepada Ellena yang naas nya di anggap sangat lebay oleh Ellena itu.


" Dasar!!! Kamu ini terlalu lebay!!!" Teriak Ellena sambil mengekpresikan wajahnya seperti orang yang sangat jijik kepada Elyon itu.


" Istri laknat... " Kata Elyon sambil mencubit kecil pipi gembul milik istrinya itu.


" Tapi kamu cinta kan? " Tanya Ellena sambil menarik turunkan alisnya bermaksud untuk menggoda suaminya itu.


" Ini bukan waktu yang tepat untuk bermain - main Lena... " Kata Elyon yang kemudian menatap ke arah Luwis dengan raut yang sangat datar itu.


" Lyon, semua sudah berakhir. Luwis sudah mengaku salah, jadi mari kita berikan kesempatan untuknya... " Kata Ellena yang berharap jika amarah Elyon dapat mereda itu.


" Hufft. Baiklah aku percaya padamu... " Kata Elyon setelah menghembuskan nafas pasrah karena perkataan Ellena itu.


" Dan Lo jangan pernah ganggu keluarga gw lagi... " Kata Elyon dengan nada yang sangat dingin kepada Luwis itu.


" Tenang ajah, Bro. Setelah ini gw bakal pergi jauh - jauh dari kalian, gw akan balik ke Jerman lagi... " Kata Luwis kepada mereka itu.


" Bagus. Pergi jauh - jauh sono Lo!! Dasar bocah cecenguk!!! " Kata Kanaya yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapan Luwis itu.


Dan selanjutnya tanpa aba - aba Kanaya pun langsung memukuli Luwis dengan wajah sangat geramnya itu.


" Dasar bodoh. Kalau Lo ngak nyewa anggota mafia milik Elyon kita ngak bakal nemuin Ellena di sini... " Kata Kanaya yang walaupun sebenarnya mereka juga bisa menemukan Ellena tanpa Luwis menyewa anggota mafia M-GA sekali pun itu.


" Heh. Gw terlalu menganggap remeh kalian... " Kata Luwis yang terkekeh sambil menatap ke arah Elyon dan Ellena itu.


" Lo terlalu ceroboh. Tapi gw akui rencana Lo sempurna hingga gw kecolongan dan masuk perangkap Lo itu... " Kata Ellena yang masih memeluk lengan suaminya sejak tadi itu.

__ADS_1


" Yang pasti. Lo terjebak lebih dulu dalam rencana gw... " Kata Elyon sambil menatap dingin pada Luwis itu.


" Huh. Kayaknya gw salah cari musuh... " Batin Luwis yang menertawakan kebodohan nya karena sudah berani bermain - main dengan ketua mafia M-GA itu.


" Semuanya gw minta maaf atas semua yang udah di lakuin Luwis. Terutama Lo Ellena... " Kata Kanaya tiba - tiba yang kemudian menundukkan setelah badannya di hadapan semua orang itu.


" Udah santai ajah, gw juga udah lama kok ngak ngerasain di culik. Jadi itung - itung memperbanyak pengalaman... " Kata Ellena dengan santainya itu.


PLAK...


" Dasar gilak!!! " Kata Ellina setelah menggeplak lengan kiri Ellena itu.


" Sttt, sakit geblek!!! " Kata Ellena yang mengaduh tak terima itu.


" Udah - udah! Kalian ini kayak anak kecil ajah! Berantem muluk! " Kata Gerio yang melerai perdebatan non faedah dari Ellena dan Ellina itu.


" Gini - gini gw binik Lo yah! " Kata Ellina dengan tampang kesalnya kepada Gerio itu.


" Hehehe. Iyah jugak yah... " Kata Gerio yang cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal itu.


PLAK...


" Dasar o'on... " Balas Ellina yang kemudian menggeplak lengan kanan suaminya yang berada di samping nya itu.


" Dasar pasangan tolol... " Batin mereka saat melihat percakapan non faedah Ellina dengan Gerio itu.


" Sudah malam. Kita pulang sekarang! " Kata Ellen yang kemudian melangkah kakinya keluar itu.


Mereka pun berganti keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke rumah mereka masing - masing itu.


Mereka pun juga bersyukur karena bisa menyelesaikan masalah ini dengan damai tanpa adanya kekerasan, karena bahwasanya setiap masalah tak selamanya menggunakan cara otot tapi akan ada saatnya kita menyelesaikan masalah dengan cara otak itu.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...


Annyeong...👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2