Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 73


__ADS_3

" Kalian bisa nikmatin dia sepuas kalian dan kalian juga bisa siksa dia. Kalo bisa bikin dia sampek gilak sekalian, terus buang dia ke Rumah Sakit Jiwa... " Perintah Gerio pada para anak buah Elyon itu.


" Apa-kah bo-boleh, bo-bos? " Tanya Salah satu anak buah Elyon dengan ragu - ragu.


" Tenang ajah, kalian boleh nikmatin dia puas terus bawa dia ke rumah sakit jiwa dan perketat keamaannya agar dia tidak kabur..." Kata Gerio sambil menatap sinis pada Luciana yang ketakutan itu.


Sedang Ellen dan Argara pun hanya diam dan tak menghentikan tindakan Luciana, karena ini setimpal dengan apa yang Luciana selama ini lakukan pada Keluarga kecil Elyon itu.


" N-NGAK!!! L-LEPASIN G-GW!!! " Teriak Luciana sambil mencoba melepaskan ikatan yang berada di tangannya itu.


" G-gw mo-mohon, le-lepasin g-gw... H-hikss... Hikss... " Kata Luciana yang menangis sesegukan sambil menggelengkan kepalanya agar Gerio tak menyuruh anak buah Elyon untuk menyentuhnya itu.


Kemudian Gerio pun berjalan ke arah Luciana dan melepaskan ikatan tangan di tangan Luciana dengan santainya itu.


Luciana yang melihatnya pun langsung tersenyum karena dia berfikir Gerio mau melapangkannya itu.


Lalu dia pun bangkit dari kursi dan hendak berjalan pergi dari ruangan sialan, tetapi tangannya pun langsung di cekal oleh Gerio dengan kuat itu.


" Lo pikir, Lo bakal bisa keluar dari sini dengan mudah... " Kata Gerio sambil menghempaskan tangan Luciana hingga membuat tubuh Luciana duduk kembali itu.


" Ger... " Lirih Luciana dengan penuh kecewa karena ekspektasi nya tak sesuai realita itu.


" Kalian bisa nikmatin dia dengan puas, tapi kalo dia ngak segel lagi mungkin dia suka open BO. Jadi kalian jangan kecewa... " Kata Gerio dengan entengnya itu.


" Tidak masalah boss... " Kata Salah satu anak buah Elyon sambil melirik ke arah Luciana dengan tatapan menyeringai itu.


Kemudian Ellen, Gerio dan Argara pun langsung pergi ke luar dari ruangan itu.


Sedangkan Luciana hanya bisa ketakutan dan mengumpati Gerio yang telah menipunya itu.


Dan sedangkan para anak Buah Elyon hanya tersenyum menyeringai ke arah Luciana seperti habis menemukan mangsanya untuk di terkam itu.


" Kalian jangan deket - deket sama gw, atau kalian akan tahu akibatnya... " Kata Luciana sambil berlari ke sudut ruangan untuk menghindari para anak buah Elyon yang berjumlah lima orang itu.


" Tenang cantik, kita kan kasih kenikmatan yang biasanya kamu dapatkan dari semua laki - laki hidung belang itu... " Kata Salah satu anak buah Elyon yang berjalan mendekati Luciana dengan senyum yang menyeringai itu.


" Ngak gw ngak kan pernah Sudi di sentuh sama kalian semua... " Kata Luciana dengan intonasi nada yang tinggi sambil menutupi dadanya dengan kedua tangannya itu.


" Kita ngak perlu persetujuan dari ****** kayak Lo... " Kata orang itu kembali itu.


" Mari teman - teman kita nikmatin dia sampek dia gila. Seperti kata Tuan Gerio tadi... " Kata salah satu teman orang itu pada teman - temannya yang lainnya itu.


Kemudian mereka pun mendekati Luciana dan melucuti paksa pakaian yang dia kenakan hingga tak layak di pakai lagi.


Sedangkan Luciana hanya bisa pasrah dan menangis dengan keras sambil mengumpati Ellena dan juga Elyon yang telah membuatnya seperti itu.


" Gw ngak akan pernah lepasin kalian Ellena... Elyon... Gw bakal balas dendam tunggu gw... " Batin Luciana sambil menatap langit - langit ruangan itu dengan tatapan penuh dendam dan air matanya yang masih mengalir deras di pelupuk matanya itu.


Sedangkan para anak buah Elyon berjumlah lima orang pun mulai menikmati tubuh polos Luciana itu.


Ruang Kumpul di Markas M-GA.


" Semua beres Yon, kita hanya perlu buat Luciana itu gila atau dia mau bunuh diri sendiri... " Kata Gerio sambil mengambil salah satu rokok milik Elyon dan menyalakannya.


" Kenapa ngak kalian siksa sekalian biar dia cepet mati... " Kata Elyon sambil menyesap puntung rokok di tangannya itu.


" Dasar iblis ganteng... " Ejek Gerio pada Elyon itu.


" Emang kenyataannya, Argara gw mau Lo suruh asisten gw buat orang tua ****** itu hancur dan semua aset perusahaan akan jadi milik gw... " Kata Elyon sambil meminum segelas wine dengan sekali tegukan itu.


Sedangkan Argara hanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan perintah dari Elyon itu.


Sedangkan Ellen yang melihat itu pun hanya bisa menghela nafas panjang, karena dia tak suka jika Elyon saat berada di mode iblisnya maka dia tak akan mengampuni musuhnya.


Jika saja mereka tak menghentikan Elyon maka dia akan membunuh Luciana tanpa ampun, karena mereka tak ingin Elyon melanggar sumpah untuk tak menyakiti perempuan dan dia juga akan suka merokok serta meminum minuman keras itu.


" Gw ngak suka sifat Lo yang kayak gini Yon... Gw harap setelah kita pulang dari markas Lo bakal balik ke sifat asli Lo lagi... Gw ngak mau Adek gw tahu tentang ini semua... " Kata Ellen yang sangat tak menyukai sifat iblis Elyon yang tak akan manusiawi pada musuh - musuhnya itu.


" Tenang gw ngak akan biarin Ellena tahu, sifat iblis gw... " Kata Elyon sambil meminum wine yang tadi dia ambil dari ruang wine bawah tanah di markasnya itu.


" Uduh cukup Yon, Lo udah minum banyak wine..." Kata Argara sambil mengambil gelas wine dari tangan Elyon itu.


" Sekarang lebih baik Lo pergi ke kamar Lo, gw yang akan jaga markas sama yang lainnya... " Kata Ellen yang sudah pusing dengan tingkah Elyon yang masih ingin terus minum wine, padahal dia telah menghabiskan sepuluh botol wine tadi itu.


Tapi alangkah anehnya dia tak pernah mabuk setelah meminum banyak botol wine tersebut, emang dasar tubuh Elyon kayak baja.


Kemudian Elyon pergi ke kamar nya dan membersihkan diri, kemudian tidur itu.


" Gimana kondisi dia...? " Tanya Argara pada mereka itu.


" Pasti lagi NGEN sama mereka. Karena kan dia suka open BO jadi jagolah kalo masalah kayak gini mah... " Kata Gerio sambil menyesap rokoknya itu.


" Kenapa ngak kedengeran yah dari sini? " Tanya Gerio sambil mengetuk - etuk dagunya itu.


" Kedap suara... " Balas Argara pada pertanyaan Gerio itu.


Sedangkan Ellen hanya fokus mengotak - atik handphone nya itu.


Kemudian Argara pun langsung mengambil rokok itu dari tangan Gerio dan membuangnya itu.


" Lo apa - apaan sih? " Tanya Gerio tak terima pada Argara karena dengan santainya membuang rokoknya itu.


" Lo mau di amuk sama Ellina, kalo dia liat lo bau rokok kayak gini... " Kata Argara dengan entengnya sambil menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa itu.


" Tenang ajah, gw ngak akan pulang kita tidur di sini ajah dulu... Kalo mereka tahu keadaan kita kayak gini bisa di amuk kita sama lampir - lampir cantik.... " Kata Gerio pada Ellen dan Argara itu.


Ellen pun beranjak dari duduknya dan membuat Gerio serta Argara menatap dia penuh tanda tanya itu.


" Ke kamar... " Kata Ellen sambil berjalan pergi ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Elyon itu.


Beberapa menit kemudian datang lah ke lima para anak buah Elyon yang menikmati tubuh Luciana tadi itu.


" Gimana rasanya? Masih segel ngak? " Tanya Gerio sambel meminum soda kalengnya itu.


" Nikmat boss, tapi udah ngak segel lagi boss jadi kurang agak nikmat... " Kata Salah satu anak buah itu dengan senyum sedikit kecewa itu.


" Udah gw duga kalo dia itu suka open BO..." Kata Gerio sambil memainkan handphone nya itu.


" Gimana kondisinya? " Kata Argara pada mereka itu.


" Kayaknya udah mulai gila boss... " Jawab orang tadi itu.

__ADS_1


" Besok bawa dia ke rumah sakit jiwa dan jangan lupa perketat penjagaan agar dia ngak kabur... " Jelas Gerio lagi sambil meminum minuman soda kaleng nya itu.


" Baik boss... " Kata mereka serempak dan kemudian pergi meninggalkan Gerio dan Argara itu.


" Yok tidor, gw ngantuk banget... Huaa... " Kata Gerio yang menguap karena sudah merasa mengantuk itu.


" Hmm... " Yang hanya di balas deheman oleh Argara itu.


Kemudian mereka pun pergi ke kamar mereka di markas M-GA dan tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang letih itu.


Keesokan harinya.


Mereka semua pun bangun dan sarapan bersama itu.


" Gw udah suruh asisten Lo dan perusahan mereka di ambil oleh Lo sekarang... " Kata Argara sambil memakan rotinya itu.


" Gw ngak cuma mau perusahaan... " Kata Elyon dengan senyum smrik nya itu.


Kemudian Ellen, Gerio, dan Argara pun menoleh ke arah Elyon yang seperti merencanakan sesuatu itu.


" Apa jangan - jangan lo juga mau pabrik narkoba milik orang tua ****** itu... " Tebak Gerio pada Elyon itu.


" Bukan cuma itu gw juga mau pabrik itu hancur hingga menjadi abu dan gw mau mereka di tangkap hingga di beri hukuman mati... " Kata Elyon dengan enteng sambil memakan rotinya itu.


GLEK...


Semua orang yang ada di ruang makan itu pun hanya bisa menahan nafas karena aura mencekeram yang di keluarkan Elyon dan juga meneguk slavina mereka susah payah itu.


" Lo bener - bener dalem mode iblis Yon... " Kata Gerio yang hanya bisa menggelengkan kepalanya karena Elyon yang sangat berbeda dari biasanya itu.


" Gw bakal urus soal itu... " Kata Ellen sambil memakan rotinya untuk sarapan paginya itu.


" Lo paling ngerti gw Bang... Gw mau masalah ini selesai sampai ke akar - akarnya... " Kata Elyon yang lalu meminum segelas susu hangat miliknya itu.


" Terus ****** itu perlu kita basmi jugak? " Tanya Gerio pada Elyon itu.


" Basmi ajah sekalian. Gw udah ngak peduli lagi sama sampah itu, yang gw amu dia pergi jauh - jauh dari keluarga gw... " Kata Elyon sambil mengelap bibirnya setelah makan dengan tisu itu.


" Oke deh... Gw bakal jadiin peliharaan gw... " Kata Gerio yang bercanda itu.


Kemudian mereka pun langsung melotot ke arah Gerio yang memberi isyarat tak setuju dengan perkataan dari Gerio itu.


" Lo gilak. Apa jangan - jangan Lo selama ini ngak serius dengan hubungan Lo sama Ellina... Gilak Lo Ger... " Kata Argara yang memarahi Gerio karena tak terima Gerio menyakiti hati perempuan itu.


" Heh... Ngak gitu maksud gw. Gw cumak bercanda ajah kok, gw bakal bawa ****** itu ke ruamh sakit jiwa. Buat apa gw pelihara dia yang sampah itu, mending gw sama Bebeb Ellina gw yang paling cantik... " Kata Gerio yang muali memuja - muja kekasihnya kembali itu.


" Mulai deh... " Kata Ellen yang sudah sanagt malas mendengar perkataan Gerio yang terus memuja - muja Ellina dengan kata - kata yang sama setiap waktu itu.


" Terserah Lo apad mau apain tuh sampah. Gw ngak peduli... " Kata Elyon yang beranjak dari duduknya dan berjalan pergi keluar markas untuk menuju ruamh sakit tempat putranya di rawat itu.


" Mau kemana tuh anak...? " Tanya Gerio sambil meantap punggung Elyon yang mulai berjalan keluar dari markas itu.


" Ke rumah sakit... " Jawab singkat Ellen pada perkataan Gerio itu.


" Dasar Papa iblis, di tinggal semalam doang udah kangen ajah sama anaknya... " Kata Gerio yang melanjutkan kembali acara sarapan nya yang tertunda tadi itu.


" Hubungan Ayah dan anak itu kuat, tanpa hubungan darah pun mereka tak akan terpisahkan... " Kata Argara sambil memainkan handphone nya itu.


Di Rumah Sakit.


CKLEK...


Suara pintu yang di buka itu.


Elyon pun masuk ke kamar inap putranya dan tersenyum mendapati Ellena yang tertidur di kursi dekat brankar Erren dengan tangannya di lipat untuk di jadikan banyak kepalanya sambil menggenggam tangan kecil Erren yang masih tertidur pulas itu.


Kemudian Elyon pun menutup pintu pintu dengan pelan agar tak membangun kedua oarng tercintanya dan berjalan pelan menghampiri mereka itu.


" Cantik... " Batin Elyon sambil mengelus kepala Ellena yang masih tertidur dengan lelap itu.


Lalu karena angin tirai jendela di ruangan itu pun sedikit terbuka dan sinar matahari pun sedikit menerobos masuk dan menerpa wajah cantik Ellena itu.


Sedangkan Ellena pun mulai menggeliat karena merasa terganggu dengan sinar matahari yang menerpanya itu.


" Emm... " Suara Ellena yang muali terganggu dengan terpaan sinar mataharinya yang menerpa wajahnya itu.


Dengan sigap Elyon pun langsung menghalangi sinar matahari itu dengan telapak tangannya agar sinarnya tak menerpa wajah cantik istri tercintanya itu.


" Emm... " Dengan perlahan Ellena pun membuka matanya karena terusik tadi itu.


Sedangkan Elyon hanya tersenyum kecil sambil menatap Ellena yang membuka mata ya dan meantapnya dengan cengo karena nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya itu.


Setelah nyawa Ellena mulai penuh, Ellena pun langsung meliruskan tubuhnya denagn kaget karena suaminya yang tiba - tiba berada di depan matanya itu.


" Lho Lyon kok kamu di sini...? " Tanya Ellena dengan wajah yang masih kaget itu.


" Liat istri cantik aku tidur... " Jawab Elyon dengan entengnya sambil tersenyum kecil itu.


" Ihh apaan sih? Jangan mulai deh " Kata Ellena yang memukul lengan Elyon sambil memalingkan wajahnya karena salthing itu.


CUP...


" Good morning my beautiful wife... " Kata Elyon setelah mengecup bibir Ellena sekilas tadi itu.


" Hmm... Too... " Kata Ellena sambil tersenyum malu - malu itu.


" Dasar pemalu... " Kata Elyon sambil mengelus rambut Ellena dengan gemas itu.


" Ihh... Apaan sih? GJLS " Kata Ellena sambil menekan kata " GJLS " itu.


" GJLS?? " Tanya Elyon dengan bingung pada Ellena itu.


" NGAK JELAS GELAS " kata Ellena dengan penuh penekanan sambil berjalan menuju kamar mandi di ruang inap putranya itu.


" Lyon tlong jagain dulu Errennya, aku mau mandi... " Kata Ellena yang langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan tak lupa mengambil paper bag di sofa untuk baju gantinya itu.


" Dasar... " Kata Elyon sambil menggeleng - gelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil karena melihat tingkah istri kecil tersayangnya itu.


Kemudian Elyon pun duduk di dekat brankar yang di tiduri Erren itu.


" Maafin Papa yah jagoan, karena ngak bisa jagaian Erren dengan baik... " Kata Elyon yang mengelus rambut putra yang masih tertidur lelap dengan lembut dan dengan raut wajah yang penuh akan penyesalan itu.

__ADS_1


" Papa akan berusaha lebih baik lagi untuk jaga kamu sayang... " Kata Elyon yang memandang putranya dengan tatapan lembut dan penuh rasa bersalah itu.


Tiba - tiba terdapat sebuah tangan yang berada di atas bahu kanan Elyon dan langsung membuat Elyon menoleh ke arah pemilik tangan itu.


" Erren pasti bangga sama kamu sebagai Papanya, Lyon. Kamu pahlawan untuk Erren... " Kata Ellena yang tersenyum manis pada Elyon itu.


" Tapi seharusnya aku sebagai kepala rumah tangga bisa menjaga keluarganya dengan baik... " Kata Elyon yang menundukkan kepalanya karena merasa bersalah telah lalai dalam menjaga istri dan anaknya itu.


" Ini bukan salah kamu, kamu kan pernah bilang sama aku kalo ini udah takdir kita ngak bisa menghindar dari takdir... Jadi jangan salahkan diri kamu untuk hal ini..." Kata Ellena yang mencoba menghibur Elyon itu.


" Kita sama - sama belajar dari masa lalu yah? Supaya kita bisa lebih baik lagi untuk menjaga jagoan kecil kita ini... " Kata Ellena sambil mengelus kepala putra yang masih tertidur dengan lelap itu.


Kemudian Elyon pun menganggukkan kepalanya dengan mantap atas perkataan dari istrinya itu.


Lalu Ellena pun memeluk Elyon untuk memberikan kekuatan agar adapat siap menghadapi masalah di masa mendatang nanti.


Sedangkan Erren yang tertidur pulas pun mulai terganggu karena argumen Mama dan Papa, kemudian Erren pun terbangun dan menoleh ke arah orang tua nya yang sedang berpelukan satu sama lain itu.


" Mpah... " Kata Erren yang melihat ke arah orang tuanya yang sedang saling berpelukan satu sama lainnya itu.


Kedua insan yang sedang berpelukan pun langsung melepaskan pelukan mereka dan menoleh ke arah Erren itu.


" Ehh... Anak Papa udah bangun " Kata Elyon sambil mengangkat Elyon untuk mendudukannya di pangkuannya itu.


" Mpah... Enn... " Kata Erren yang tak jelas sambil memeluk leher Papanya itu.


Sedangkan Ellena yang mengerti perkataan Erren pun hanya tersenyum kecil sambil mengelus kepala putra dengan penuh kasih sayang itu.


Elyon yang bingung pun hanya menatap Istrinya dengan penuh tanda tanya itu.


" Maksud Erren, dia kangen sama Papa " Kata Ellena yang menerjemahkan ucapan putranya itu.


Elyon yang mendengarnya pun tersenyum senang sambil mengelus punggung putranya yang memeluknya itu.


" Papa juga kangen saam Erren... " Kata Elyon pada Erren itu.


" Ren.. Ut... Te... At... " Kata Erren yang tak jelas pada Elyon sambil memeluk erat tubuh Papanya itu.


Sedang Ellena yang mengerti pun langsung berjongkok dan menatap wajah Erren yang di letakkan di bahu suaminya itu.


Elton yang bingung pun hanya mengamati pergerakan Ellena itu.


" Erren jangan takut, Tante itu ngak akan jahat lagi sama Erren... " Jelas Ellena pada putranya yang seperti ingin menangis karena takut itu.


Sedangkan Elyon yang muali mengerti perkataan putarnya pun hanya bisa menahan amarahnya pada Luciana yang telah membuat putar kecilnya ketakutan itu.


" Erren tenang ajah yah, ada Papa yang akan jagain Erren oke... " Kata Elyon pada Erren itu.


Kemudian Erren pun langsung melepaskan pelukannya dari Papanya dan menatap ke arah Papanya itu.


" Mpah... Nji... " Kata Erren sambil memberikan jari kelingkingnya pada Papanya itu.


" Hahaha... Iyah Papa janji sama Erren oke..." Kata Elyon sambil menyatukan jari kelingkingnya dengan milik putarnya itu.


Kemudian Elyon dan Erren pun berpelukan dengan penuh kasih sayang itu.


Sedangkan Ellena yang melihat Ayah dan Anak berpelukan pun hanya bisa tersenyum bahagia itu.


" Ya Allah ku harap keluarga kecilku akan terus seperti ini aminn... " Batin Ellena yang penuh harap jika keluarga kecilnya dapet melewati semua cobaan yang ada itu.


Kemudian Ellena pun muncul sebuah ide cemerlang di otak cantiknya, lalu Ellena pun langsung mengambil handphone nya dan memfoto Ayah dan Anak yang sedang berada dalam mode saling berpelukan itu.


CKREK...


Suara foto yang di tangkap.


Kemudian Elyon pun menoleh ke arah Ellena yang memfotonya dengan sang anak sambil memasang wajah yang bingung itu.


" Nambah - nambah kenangan. Hehehe... " Kata Ellena sambil cengengesan itu.


Sedangkan Elyon punya hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah sang istri itu.


" Erren ayok mandi, biar wangi... " Kata Ellena yang bermaksud memandikan Erren itu.


" Ndak... Uuu... " Kata Erren yang menggeleng - gelengkan kepalanya sambil memeluk lebih erat Papanya karena ternyaman itu.


" Ngak boleh gitu dong, tuh... Papa ajah udah wangi masak Erren masih bau acem sih... " Kata Ellena yang masih membujuk Erren untuk mengajak mandi itu.


" Ren... Ngi... " Kata Erren yang masih menolak perkataan Mamanya karena masih terlalu nyaman dengan di pelukan Papanya itu.


" Erren ngak boleh gitu, ayok di ajak Mama mandi dulu. Nanti setelah mandi kita main sama Pap yah... Kita beli mainan... " Bujuk Elyon pada putarnya itu.


Kemudian Erren dengan semangat pun langsung melepas pelukannya pada Papanya itu.


" Mpah... Uuu... Ain... " Kata Erren dengan semangat pada Papanya itu.


" Iyh, nanti kita beli mainan yang banyak oke... Tapi Erren mandi dulu yah... " Kata Elyon sambil menggesek - gesekkan hidungnya pada pipi gembul milik putarnya itu.


" Hihii... Hahaha... " Tawa Erren yang kegelian karena perlakuan Papanya itu.


Erren pun terus memberontak menjauhkan wajah Papanya yang menggesek - gesekkan hidupnya pada pipi gembul milik nya itu.


" Udah Lyon, kasian anak kamu kegelian tuh... " Kata Ellena yang memarahi tingakh konyol suaminya itu.


" Habisnya jagoan Papa pipinya tembem banget... Jadi gemesss... Sih... " Kata Elyon yang menghentikan aksinya tadi itu.


Sedangkan Ellena hanya menggelengkan kepalanya karena kelakuan suaminya yang sangat gemas denagn putranya itu.


" Emah... Diiii.... " Kata Erren yang merentang kedua tangannya bermaksud meminta gendong Mamanya untuk pergi mandi itu.


" Sini - sini Mama gendong. Mam mandiin Erren oke... " Kata Ellena sambil mengangkat tubuh kecil Erren dalam gendongannya itu.


" Ayok kita mandi Go... Go... Go... " Kata Ellrna yang langsung membawa pergi Erren kedalam kamar mandi itu.


Sedangkan Erren hanya tertawa bahagia sambil bertepuk tangan itu.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜


Annyeong...👋

__ADS_1


__ADS_2