
Beberapa menit kemudian, Elyon dan Ellena pun akhirnya sudah sampai di rumah sakit tempat di rawatnya Erren itu.
Di Rumah Sakit.
Ruang Inkubator Erren.
" Assalamualaikum... " Salam Ellena sambil memasuki ruang inkubator Erren dan di ikuti Elyon di belakang Ellena itu.
" Wa'alaikumsalam Non... " Balas Bik Inah yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Bik... bagaimana Erren...? " Tanya Elyon pada Bik Inah itu.
" Masih sama Tuan Muda... sejak tadi Tuan Muda Erren masih tertidur... " Jelas Bik Inah yang menjawab pertanyaan dari Elyon itu.
" Humph... " Suara Elyon yang sedang menghela nafas sambil menatap anaknya yang masih terbaring di kotak inkubator itu.
Sedangkan Ellena pun langsung mendekatkan diri nya di kotak inkubator Erren itu.
" Sayang... ayok cepet bangun... nanti Mama ajak Erren main... jadi jangan tidur terus Mama ngak punya temen lho... " Kata Ellena yang matanya sudah berkaca - kaca karena terlalu tak tega melihat Erren yang masih terbaring di kotak inkubator dengan alat - alat yang masih menempel di tubuh bayi mungil Itu.
Kemudian Elyon pun mendekatkan diri nya pada Ellena yang masih menatap Erren yang terbaring di kotak inkubator sambil mengelus - elus kotak kaca kotak inkubator itu.
" Sabar... " Kata Elyon yang menguatkan Ellena itu.
" Lyon... gimana ini sejak kemarin Erren masih terbaring lemah di kotak ini... apalagi keluarga kita yang kayaknya ngak setuju kita adopsi Erren... Hiks... " Kata Ellena yang menangis sambil masih menatap Erren yang terbaring lemah di kotak inkubator itu.
" Lyon yakin... Erren akan bangun... Erren kuat seperti Mama nya... " Kata Elyon yang langsung memeluk Ellena itu.
Sedangkan Ellena pun menangis di pelukan suaminya itu sambil masih menoleh dan menatap ke arah kotak inkubator Erren dan Elyon pun memeluk Ellena sambil mengelus rambut hitam panjang Ellena untuk menguatkan nya itu.
Dan Bik Inah yang melihat itu pun hanya bisa menatap mereka dengan sendu karena Bik Inah tau perasaan seorang Ibu yang melihat anak nya terbaring lemah seperti ini, pasti Ellena sangat terpukul melihat anaknya yang masih terbaring lemah di kotak Inkubator itu.
Beberapa detik kemudian, tiba - tiba Erren membuka matanya dengan perlahan itu.
Ellena yang melihat itu pun terkejut dan langsung melepas pelukan dari Elyon itu.
" Ada apa? " Tanya Elyon pada Ellena dengan bingung karena melepas pelukannya itu.
" Erren... " Kata Ellena yang menunjuk tangannya ke arah kotak inkubator Erren dan sambil masih memasang wajah yang terkejut melihat Erren membuka matanya perlahan - lahan itu.
Elyon yang melihat Ellena menunjuk ke arah kotak inkubator Erren pun, Elyon langsung menoleh ke arah kotak inkubator Erren.
Kemudian Elyon pun juga ikut terkejut saat melihat Erren membuka matanya perlahan - lahan itu.
" Lyon... Erren membuka mata nya... " Kata Ellena dengan bahagia sambil menutup mulutnya karena saking bahagia nya itu.
Kemudian beberapa detiknya, Erren tiba - tiba menangis dengan kencang itu.
OEK... OEK... OEK...
Suara bayi yang sering menangis.
" L-Lyon... Erren menangis... " Kata Ellena yang masih tak percaya itu.
" Aku keluar dulu panggil dokter yah... " Kata Elyon yang sambil langsung keluar dari ruang inkubator Erren untuk memanggil dokter itu.
Sedangkan Ellena pun langsung mendekat ke arah inkubator Erren itu.
" Cup... Cup... Cup... Sayang jangan nangis yah... Hmm... " Kata Ellena sambil mengelus - elus kotak inkubator itu untuk menenangkan Erren yang sedang menangis dengan kencang itu.
OEK... OEK... OEK...
__ADS_1
Suara bayi yang sedang menangis.
Dan Erren pun masih tetap menangis dengan kencang itu dan sedang Ellen pun langsung panik karena Erren yang tak berhenti menangis itu.
" Cup... Cup... Sayang jangan nangis yah... Kita tunggu Papa dulu panggil dokter yah... " Kata Ellena dengan panik dan cemas sambil menangis karena tak tega melihat Erren yang menangis dengan kencang dan tak mau berhenti itu.
" Lyon mana sih... Kok lama banget... " Kata Ellena yang sudah panik dan cemas karena takut terjadi sesuatu pada Erren yang masih menangis dengan kencang dan tak mau berhenti itu.
Bik Inah pun langsung mengelus punggung Ellena untuk menguatkannya agar tidak panik pada Erren yang sedang menangis kencang itu.
Beberapa detik kemudian, Elyon dan dokter yang merawat Erren pun memasuki ruang inkubator Erren dengan tergesa - gesa itu.
" Dok... tolong periksa Erren Dok... Sejak tadi Erren tak berhenti menangis... " Kata Ellena dengan panik pada Dokter yang merawat Erren.
" Tenang Nona... Saya akan merawat anaknya Nona dengan baik... " Kata Dokter itu untuk menenangkan Ellena itu.
Setelah itu Dokter itu pun langsung memeriksa keadaan Erren yang masih ada di kotak inkubator itu.
Sedangkan Ellena masih di pelukan Elyon karena khawatir dengan keadaan Elyon itu.
Kemudian Dokter itu pun langsung menghampiri Elyon dan Ellena, setelah memeriksa keadaan Erren tadi itu.
" Gimana keadaan anak saya... " Tanya Ellyon pada dokter itu.
" Keadaannya baik - baik saja... " Kata Dokter itu pada Elyon itu.
" Gimana baik - baik ajah Dok... lihat Erren Bahkan masih menangis dengan kencang Dok... " Kata Ellena dengan emosi pada Dokter itu karena terlalu khawatir pada Erren itu.
Kemudian Elyon pun langsung mengelus punggung Ellena untuk menenangkan nya itu.
" Tenang Nona... Anak Nona baik - baik saja... hanya saja Anak anda lapar karena itu anak Nona menangis... " Jelas Dokter itu pada Ellena yang sedang emosi karena sangat mengkhawatirkan Erren itu.
" Jadi Erren baik - baik aja...? " Tanya Ellena untuk memastikan perkataan Dokter itu.
" Anak Nona baik - baik saja... tapi Anak Nona masih sangat lemah, jadi harus di rawat intensif di ruang inap... " Kata Dokter itu menjelaskan pada Ellena dan Elyon itu.
" Terima kasih... " Kata Elyon pada Dokter itu.
" Apa saya bisa menggendong Erren...? " Tanya Ellena pada Dokter itu.
" Silahkan... " Kata Dokter itu sambil mengangkat Errendari dalam kotak inkubator setelah melepaskan dan menyerahkan Erren pada Ellrna itu.
OEK... OEK... OEK...
Suara bayi yang sedang menangis.
Kemudian Ellena pun langsung mengambil Erren dari tangan Dokter itu dan menggendongnya Erren denagn hati - hati itu.
" Utututu... Jangan nagis sayang... " Kata Ellena sambil menimang - nimang Erren dalam gendongannya itu.
" Kalau tidak ada yang di butuhkan lagi... Saya permisi dulu... " Kata Dokter itu pada Ellrna dan Elyon.
" Silahkan... Terima kasih... " Kata Elyon dengan singkat pada Dokter itu.
Kemudian Dokter itu pun langsung ke luar dari ruang inkubator Erren.
" Utututu... Erren jangan nangis yah sayang..." Kata Ellena untuk menenangkan Elyon itu.
" Bik tolong siapkan susu untuk Erren... " Kata Elyon pada Bik Inah itu.
" Baik Tuan Muda... " Kata Bik Inah sambil langsung pergi keluar dari Ruang Inkubator Erren untuk menyiapkan susu untuk Erren itu.
__ADS_1
" Duduk dulu Lena... " Kata Elyon pada Ellrna yang masih menenangkan Erren yang masih menangis itu.
Kemudian Elyon pun langsung menuntun Ellena yang sedang menggendong Erren untuk duduk di sofa yang berada di Ruang inkubator Erren itu.
Elyon pun cemberut dan kesal karena Ellena yang masih menenangkan Erren dan tak memperdulikan Elyon itu.
" Terus aja cuekin Lyon... " Kata Elyon yang kesal pada Ellena karena tak mempedulikan nya dan malah asyik bermain dengan Erren itu.
" Utututu... jadi Lyon nya Lena cemburu nih... sama Erren... " Goda Ellena yang menoleh ke arah Elyon sambil menoel - noel pipi Elyon itu.
" Bodo... " Kata Elyon yang masih kesal pada Ellena dan tak mau menoleh ke arah nya itu.
" Sayang... kayaknya Papa kamu cemburu deh... sama Erren... " Kata Ellena lagi pada Erren sambil menggoda Elyon yang masih kesal padanya itu.
" Kata siapa... " Kata Elyon dengan kesal itu.
" Ihh... dasar pemarah... " Kata Ellena pada Elyon itu.
" Hadap sini dong... " Kata Ellena pada Elyon lagi agar mau menoleh ke arahnya itu.
" Ngak... " Kata Elyon yang menolak perkataan dari Ellena itu.
" Ya udah kalo ngak mau... Lena main ajah sama Erren... " Kata Ellena lagi untuk memanas manasi Elyon lagi itu.
Elyon yang mendengar itu pun, langsung menyahuti perkataan dari Ellena itu.
" Kenapa sih...? " Tanya Elyon yang langsung menoleh ke arah Ellena dengan nada suara yang masih kesal itu.
CUP....
Saat Elyon sudah menoleh ke arah Ellena, tiba - tiba Ellena mencium bibir Elyon sekilas itu.
Sedangkan Elyon yang terkejut pun , langsung mematung karena serangan Ellena yang mendadak itu.
" Masih marah nih...? " Tanya Ellena setelah mencium bibir Elyon sekilas tadi itu.
Sedangkan Elyon masih menatap kosong ke arah Ellena itu dan tiba - tiba jantung Elyon pun berdetak dengan kencang karena serangan Ellena yang mendadak tadi itu.
" Sialan... Kenapa harus serangan mendadak... " Batin Elyon yang pipi nya sudah merah karena salthing itu.
" Lho... Lyon kok pipi kamu merah banget... Lyon sakit yah... " Kata Ellena sambil menempelkan tangannya di dahi Elyon untuk mengecek suhu tubuhnya itu.
" N-ngak... " Kata Elyon yang sadar dari lamunannya sambil menepis tangan Ellena yang di tempelkan di dahinya itu.
" Ekhm... L-Lyon ke kantin dulu, buat cari makan untuk k-kamu... " Kata Elyon dengan gugup sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah itu.
Kemudian Elton pun langsung bergegas keluar dati ruangan inkubator Erren, jika dia terus berlama - lama di sana maka jantungnya tak akan terselamatkan karena serangan mendadak dari Ellena tadi itu.
" Dasar Jantung sialan... " Batin Elyon yang malu karena terciduk oleh Ellena saat dia sedang salthing tadi itu.
Sedangkan Ellena yang melihat tingkah laku Elyon yang terciduk olehnya saat sedang salthing pun, Ellena langsung tertawa kemenangan karena berhasil membuat Elyon baper dengan serangan dadakannya itu.
" Hahaha... " Tawa kemenangan Ellena setelah berhasil membuat Elyon baper itu.
" Sayang lihatlah Papa mu Erren... Hahaha... sangat lucu... " Kata Ellena dengan tertawa sambil berbicara pada Erren yang masih dia gendong itu.
Sedangkan Erren yang sudah sejak tadi tangisan nya berhenti itu pun, sekarang sedang tersenyum kecil saat melihat Ellena menertawakan Papa nya Erren itu.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜
__ADS_1
Annyeong... 👋👋👋