Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 79


__ADS_3

Elyon yang melihatnya pun langsung menghampiri sang istri sambil menggendong putra mereka itu.


" Heyy, jangan nangis. Maaf, ini cumak prank... " Kata Elyon sambil menghapus air mata yang masih mengalir di pipi istri kesayangnya itu.


Sedangkan Ellena hanya menatap Elyon dengan mata yang masih mengeluarkan air mata itu.


" Happy Anniversary Lena... " Kata Elyon kembali sambil tersenyum kecil itu.


" Apy... Anipelseli... Ma... " Kata Erren yang tersenyum senang dengan kata yang masih belum jelas itu.


Ellena yang sudah tak dapat menahan isak tangisnya pun langsung memeluk suaminya erat sambil menangis terisak - isak itu.


" Kamu jahat... " Kata Ellena yang menangis dalam pelukan Elyon sambil memukul - mukul dada bidang Elyon itu.


Sedangkan Erren hanya bisa menatap sang Mama aneh karena menangis disaat hari bahagia nya itu.


Elyon yang mengerti situasi pun melirik Ellen memberi kode untuk menggendong Erren, agar dia bisa menenangkan Ellena itu.


Ellen yang mengerti pun langsung berjalan menghampiri Elyon fan mengambil alih Erren dalam gendongannya Elyon itu.


" Angkel... Mama napa? " Tanya Erren pada Ellen itu.


" Ngak kenapa - kenapa... " Balas Ellen yang tersenyum kecil sambil mengecup sayang pipi gembul Erren itu.


Sedangkan Erren hanya tertawa kecil karena merasa geli saat Ellen mengucap pipi gembul nya itu.


Mama Emely dan Adelina pun berjalan menuju Ellen itu.


" Erren sayang, main sama Oma yuk? " Ajak Mama Emely pada cucunya itu.


" Oma, yuk... " Kata Erren yang bersemangat sambil mengulurkan kedua tangannya ingin di gendong itu.


" Mau di gendong siapa nih? " Tanya Mama Adelina pada Erren sambil mengelus lembut pipi gembul milik cucunya itu.


" Oma Lina... " Balas Erren pada kedua Neneknya itu.


" Ya udah sini Oma Lina gendong... " Kata Mama Adelina yang mengambil alih Erren dari gendongan Ellen itu.


Lalu mereka pun mengajak cucu mereka bermain balon yang menempel di dinding untuk dekorasi itu.


Di sisi lain.


Elyon berusaha menenangkan Ellena yang masih menangis dan membuat Elyon merasa bersalah. Dia tak tahu jika Ellena kan se takut dan se trauma ini itu.


" Maaf, aku ngak tahu kalo kamu se takut ini..." Kata Elyon yang setia mengelus punggung Ellena dengan lembut itu.


Setelah beberapa menit kemudian, Ellena pun tenang dan melepaskan pelukannya pada Elyon itu.


Elyon pun lega Ellena akhirnya mulai tenang dan Elyon pun menghapus jejak mata di pipi cantik Ellena itu.


" Jadi jelek deh... " Kata Elyon yang tak suka melihat mata Ellena yang memerah dan sebam karena menangis itu.


" Bodoamat, ini kan juga karena kamu... " Kata Ellena yang masih marah karena di prank oleh Elyon dan Kakaknya itu.


Lalu Elyon pun tertawa gemas menatap muka Ellena yang lucu karena sehabis menangis itu.


" Udah dong nangisnya, gw pulang dari bulan madu cuma mau buat rayain hari Anniversary kalian bukan drama kalian... " Kata Ellina pada Elyon dan Ellena itu.


" Sewot Lo. Bilang ajah mau pamer habis pulang bulan madu... " Kata Ellena dengan kesal pada Ellina itu.


" Ihh... Iri bilang suhu... " Kata Ellina yang meledek Ellena itu.


" Siapa yang iri babi... " Kata Ellena yang di buat sangat kesal oleh Ellena itu.


"Sutt... Ellena di jaga bicaranya. Ada anak kamu di sini, maluk... " Kata Papa Erlando sambil menatap tajam putrinya itu.


" Maaf Pa. Ngak sengaja... " Kata Ellena yang menunduk karena merasa bersalah itu.


" Rasain. Di marahin kan Lo... " Kata Ellina yang tersenyum kemenangan itu.


" Lo... " Kata Ellena yang terpotong itu.


" Sudah - sudah. Tidak perlu bertengkar, lebih baik kita mulai pestanya..." Kata Papa Devan yang melerai pertengkaran mereka itu.


Lalu Elyon dan Ellena pun berjalan menghampiri mereka itu.


Kemudian mereka pun berdoa sebelum meniup lilin pertamanya untuk hari istimewa nya setelah menjadi seorang nyonya Gorneo Aditiya, istri dari seorang Elyon Derren Gorneo Aditiya, dan seorang ibu dari putra kecil mereka yang bernama Erren Aghanta Gorneo Aditiya itu.


" Semoga keluarga kami akan selalu bahagia seperti ini. Di tempat ini, awal pertemuanku dengan nya setelah sekian lama terpisah oleh takdir... " Batin Ellena yang menutup matanya untuk berdoa itu.


" Aku Ellena akan selalu berada di samping Elyon hingga maut memisahkan... " Batin Ellena kembali itu.


Sedangkan Elyon juga sama, menutup matanya untuk berdoa sambil menengadahkan keduanya tangannya, sebelum meniup lilin pertamanya dengan pendamping hidupnya yang takdir pertemukan kembali pada pasangan hidupnya setelah takdir juga yang memisahkan mereka itu.


" Aku akan selalu menjadi pendamping dan penguat Ellena. Di saat dia susah maupun senang... " Batin Elyon dengan setulus hati itu.


Kemudian mereka pun membuka mata dan menatap satu sama lainnya selama beberapa detik, serta menggenggam tangan satu sama lainnya dengan senyum tulus yang mereka ukir itu.


HUHHH...


Suara tiupan itu.


Mereka pun meniup lilin tersebut, dengan mengamini doa mereka dalam hati itu.


Setelah acara tiup lilin mereka, kemudian mereka pun memotong kue tersebut bersama - sama itu.


Lalu mereka pun saling menyuapkan kue satu sama lain dan juga tak lupa membagikan, serta menguapi kue tersebut kepada keluarga dan teman - teman mereka itu.


" Selamat yah sayang. Mama beruntung dapat mantu seperti kamu... " Kata Mama Adelina sambil mengelus kepala Ellena dengan lembut itu.


" Ellena juga beruntung dapat ibu mertua yang sayang banget sama Ellena... " Kata Ellena sambil memeluk sayang Ibu mertua nya itu.


" Lho mana Erren, mah? " Tanya Ellena dengan bingung sambil melepas pelukannya pada Mama Adelina itu.


" Ini sama Mama sayang... " Kata Mama Emely yang menghampiri Ellena sambil menggendong Erren itu.


" Sini Erren nya Mah, Ellena kangen... " Kata Ellena sambil mengulurkan kedua tangannya pada Erren berniat untuk menggendong nya itu.


Kemudian Mama Emely pun memberikan Erren pada Mamanya itu.


" Maa... Ndak oleh Angis... " Kata Erren yang teringat akan Mamanya yang tadi menangis di pelukan Sanga Papa, sambil mengelus pipi Mamanya itu.


" Mama ngak nangis kok... " Kata Ellena pada Erren sambil menggesek - gesekkan hidungnya dengan hidung mungil milik Erren itu.


Sedangkan Erren hanya bisa tertawa karena kegelian akibat ulang Mamanya itu.


Lalu Erren pun menatap kagum kue yang berada di depan matanya dengan tatapan yang berbinar itu.


" Elen... Au... ue... " Kata Erren sambil menunjuk ke arah kue besar yang berada di depannya setelah Ellena menghentikan aksinya tadi itu.


" Ndak boleh. Nanti gigi Erren sakit lagi... " Kata Ellena yang tak memperbolehkan Erren memakan kue yang banyak sekali krim dan coklat itu.

__ADS_1


" Aaa... Elen au... Ue... " Kata Erren yang mulai merengek ingin permintaan di turuti itu.


Sedangkan semua orang yang melihat interaksi mereka pun hanya bisa tersenyum kecil karena tingkah menggemaskan Erren saat akan menangis itu.


Ellena pun berusaha membujuk Erren agar tak memakan kue karena dia takut gigi putranya akan berlubang karena kebanyakan makan kue, apalagi di umurnya yang masih satu tahun. Dia masih belum di bolehkan mengonsumsi makanan berat itu.


" Erren, nurut sama Mama yah... " Bujuk Ellena lagi itu.


" Ndak au... Elen au... Ue... Haaa... " Suara Erren yang menangis sambil kakinya dia tendang - tendangkan di udara itu.


Elyon yang melihat pun mengambil alih Erren dari gendongan Ellena dan mencoba membujuk putranya yang amat keras kepala itu.


Lalu Elyon pun menjauh sambil menggendong Erren yang masih menangis kencang agar tak mengganggu para tamu yang berada di pesta Anniversary nya itu.


" Hufftt... Sebenarnya sifat siapa yang di tiru anak itu? " Tanya Ellena yang lelah dengan sikap Erren yang keras kepala itu.


" Dasar ngak introspeksi diri, sifat Erren nurun dari Lo, Ellena... " Kata Sherly yang menghampiri Ellena bersama dengan Ellina dan Kanaya itu.


" Masak sih Kak? Perasaan sifat aku ngak kayak gitu deh... " Kata Ellena dengan muka yang sungguh tak tahu apa - apa itu.


" Ahh... Terserah Lo ajah lah. Capek ngomong sama orang yang ngak pernah introspeksi diri... " Kata Sherly yang mulai kesal pada Ellena itu.


" Hilih... Siapa juga yang mau ngomong sama Kak Shely? PD banget... " Kata Ellena yang tak mau di salahkan itu.


" Yuk baku hantam, gw dukung... " Kata Ellina yang malah mendukung pertengkaran tak berfaedah Ellena dan Sherly itu.


" TEMEN LAKNAT!!! " Kata Ellena dan Sherly secara bersamaan pada Ellina itu.


Sedangkan Ellina hanya bisa nyengir kuda dengan jari tangan yang membentuk huruf V itu.


" Mangap suhu... " Kata Ellina dengan masih posisi yang sama itu.


" MAAP!!! " Kata Ellena dan Sherly dengan nada yang ketus itu.


" Iyah - iyah. Dasar tukang ngegas... " Kata Ellena yang mencibir kesal pada Ellena dan Sherly itu.


Kemudian Ellena pun berjalan pergi denganmukak yang di tekuk karena kesal dengan Ellena dan Sherly itu.


" Btw kak. Tante sama om di mana? " Tanya Ellena pada Sherly itu.


" Tuhh lagi ngobrol sama yang lainnya... " Kata Sherly sambil menunjuk orang tuanya yang sedang mengobrol ria dengan besannya itu.


" Ellena... " Panggil Kanaya sambil menghampiri Ellena dan Sherly itu.


" Heii... Kanaya. Apa kabar? " Kata Ellena sambil memeluk rindu Kanaya itu.


" Baik. Btw, happy Anniversary yah... " Kata Kanaya dengan senyum manis khasnya itu.


" Nihh... Hadiah dari gw sama Ellina.... " Kata Kanaya sambil menyodorkan dua kotak hadiah pada Ellena itu.


" Ohh... Thanks yah. Tapi kok hadiah Ellina ada di Lo...? " Tanya Ellina setelah mengambil alih kotak hadiah dari tangan Kanaya itu.


" Biasalah. Lagi ngambek Ellina sama Lo... " Balas Kanaya pada Ellena itu.


" Ohh... Ya udah biarin ajah. Nanti jugak baik sendiri tuh orang... " Balas Ellena yang seperti sudah mengerti akan sifat asli Ellina itu.


" Ohh yah. Mana ponakan ganteng gw... ?" Tanya Kanaya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru tempat acara itu.


" Sama Papanya. Biasa lagi keras kepala... " Balas Ellena sambil meletakkan hadiah tersebut di tempat khusus menaruh hadiah - hadiah yang di terimanya itu.


" Ohh... Ya udah. Gw ke Argara dulu yah, biasa dia ngak bisa di tinggal lama - lama " Kata Kanaya sambil menyengir pada Ellena itu.


" Haha. Iyah sana, nanti ngambek tuh tunangan Lo, thanks sekali lagi buat hadiahnya yah. Jangan lupa kasih tahu Ellina juga... " Kata Ellena setelah tertawa kecil itu.


Kemudian Kanaya pun berjalan menghampiri tunangan yang sedang mengobrol dengan Ellen, Gerio, dan Ellina itu.


" Kak gw pergi ke Elyon dulu yah? Dari tadi Elyon belum balik, takut Erren kenapa - Napa lagi... " Kata Ellena pada Kakak iparnya itu.


" Ya udah. Kakak ke yang lainnya dulu yah..." Kata Sherly, lalu berjalan menyusul Kanaya itu.


" Dan hadiahnya gw sama Ellen nanti nyusul... " Kata Sherly kembali itu.


Ellena pun hanya membalas perkataan Sherly dengan mengacungkan jempol kanannya itu.


Setelah itu, Ellena pun pergi mencari Elyon yang sedang menenangkan putra mereka itu.


Beberapa menit kemudian, Ellena pun bernafas lega melihat Elyon yang duduk di salah satu bangku taman sambil menepuk - nepuk punggung putra mereka yang mulai tertidur berada di pangkuannya itu.


Lalu Ellena pun menghampiri mereka dengan langkah yang di pelankan agar tak mengganggu tidur sang putra itu.


" Erren tidur? " Tanya Ellena dengan suara yang di pelankan setelah duduk di samping sang suami yang sedang menatap intens wajah putra mereka yang tertidur pulas itu.


" Ehh... Sejak kapan kamu di sini... " Kata Elyon yang baru sadar akan kedatangan istrinya itu.


" Haha... Sejak tadi, tapi kamu terlalu fokus natap putra kita... " Kata Ellrna sambil tertawa kecil itu.


" Aku cuma memperhatikan wajah polos nya tanpa beban ini... " Kata Elyon lirih sambil menatap kembali wajah putranya itu.


" Aku masih bersyukur sampai sekarang. Karena Tuhan mempertemukan kita dengan malaikat kecil ini... " Kata Ellena sambil mengelus halus lengan mungil putranya itu.


" Aku gagal.... " Kata Elyon yang hampir tak terdengar tapi masih bisa di dengar oleh Ellena itu.


Ellena yang mengerti akan perkataan suaminya pun hanya tersenyum menatapnya dengan tatapan yang tulus itu.


" Kamu Papa terhebat di dunia ini... " Kata Ellena sambil mengelus tangan Elyon yang berada di punggung putra mereka dengan halus itu.


Tanpa sadar Elyon pun menjatuhkan air matanya itu.


" Aku takut... " Kata Elyon yang serak karena berusaha menahan tangisnya itu.


Ellena yang mengerti jika suaminya sekarang membutuhkan kekuatan pun langsung meletakkan kepalanya di bahu sang suami sambil masih mengelus - elus telapak tangan kiri suaminya itu.


" Di tempat ini juga aku merasa gagal menjadi seorang mama... " Kata Ellena sambil menatap sendu balkon yang dulu menjadi saksi hampir melayangnya nyawa putranya itu.


" Kamu sudah menjadi Mama yang hebat. Aku yang salah, aku tidak menjaga putranya denagn baik... " Kata Elyon yang dengan hatinya yang mulai merasuki rasa bersalah itu.


" Lyon... Kamu sudah menjadi Papa yang hebat untuk Erren. Erren pasti tahu jika Papa sangat menyayangi nya lebih dari apapun... " Kata Ellena pada Elyon itu.


Kemudian Ellena pun mengangkat kembali kepalanya dari bahu Elyon, lalu menatap intens Elyon yang sedang menunduk agar Ellena tak melihatnya dalam kondisi terpuruknya itu.


" Kamu Papa yang hebat. Bayangkan jika kamu ngak datang tepat saat itu, aku ngak apa yang akan terjadi dengan putranya kita... " Kata Ellena setelah mengangkat kepalanya Elyon itu.


" Erren pasti bangga mempunyai Papa seperti kamu... " Kata Ellena sambil menghapus jejak air mata Elyon itu.


Sedangkan Elyon hanya bisa menatap sendu pada Ellena, di saat seperti ini dia tidak akan bisa lagi menyembunyikan kesedihannya yang telah dia pendam beberapa bulan terakhir itu.


" Udah jangan nangis. Malu lho di lihat sama Erren. Masak pahlawan Erren cengeng, ihh... Ngak cocok... " Kata Ellena sambil membentuk senyum di bibir suaminya itu.


" Senyum dong... " Kata Ellena yang mencoba menghibur Elyon itu.


Elyon pun tersenyum kecil, karena tak ingin kembali terlihat lemah di depan pasangan hidupnya itu.

__ADS_1


" Nah gini dong. Kan gantengnya jadi nambah... " Kata Ellena yang kemudian memeluk lengan kiri Elyon sambil meletakkan kembali kepalanya di bahu suaminya itu.


" Aku cemburu lho sama kamu... " Kata Ellena sambil menatap putranya yang masih tertidur pulas di pangkuan sang Papa itu.


" Kenapa?" Tanya Elyon yang bingung dengan perkataan istrinya itu.


" Saat kamu ke kantor, pasti Erren akan bilang. Papa kapan pulang? Erren mau jadi kayak Papa, jadi pahlawan untuk membantu orang yang kesusahan... " Kata Ellena yang menceritakan obrolannya dengan putranya itu.


" Bahkan Erren pernah cerita, saat di taman dia pernah cerita. Kalau dia pernah denger kata orang - orang yang memuji kamu. karena menerima pekerja tanpa memandang status dan gelar, bahkan kamu selalu membantu orang - orang yang kesusahan... " Kata Ellena yang menatap putranya dengan tatapan bangga, di umurnya yang masih balita dia sudah mengerti akan perbuatan baik yang di lakukan Papanya itu.


" Kamu pasti ngarang... " Kata Elyon yang menatap putranya dengan tatapan yang masih tak percaya, jika bibir mungil itu mengatakan hal yangseharusnya belum dia mengerti di usianya yang masih belia itu.


" Aku ngak maksa kamu buat percaya. Tapi perlu kamu ingat, kamu ngak pernah gagal untuk jadi Papa yang terhebat buat Erren. Karena tanpa kamu sadari Erren sudah bangga menjadikan kamu Papa dan pahlawan nya..." Kata Ellena sambil menghapus air matanya yang tanpa pamit mengalir di atas pipinya itu.


" Huh... Aku jadi semangat bikin adik buat Erren... " Kata Elyon yang menoleh menatap Ellena dengan tatapan mesumnya itu.


" Apaan sih kamu? " Kata Ellena yang langsung mengangkat kepalanya karena tatapan Elyon yang menandakan bahaya baginya itu.


" Yuk buat adik untuk Erren. Aku udah puasa lho selama setahun buat ngak nyentuh kamu... " Kata Elyon dengan mukanya yang mulai di tekuk itu.


" Ya udah oke. Tapi pakek pengamanan, aku masih mau tunggu Erren besar dulu buat kasih adik... " Balas Ellena yang merasa sudah waktunya dia memberikan hak biologis pada suaminya itu.


" Sipp... " Kata Elyon yang wajah sumringahnya itu.


Lalu Elyon pun berdiri dari duduknya sambil menggendong putranya dengan perlahan agar tak mengganggu tidur jagoannya itu.


" Tapi Erren gimana? " Tanya Ellena pada Elyon yang teringat jika putra mereka tak akan bisa lepas dari Papanya itu.


" Kita titipkan pada Mama Emely... " Balas Elyon dengan senyum lebar yang tak luntur dari bibirnya itu.


" Tapi... " Kata Ellena yang terpotong itu.


" Udah ngak papa. Kamu janji lho, bakal memberikan hak biologis aku... " Kata Elyon dengan muka yang dibuat sedih itu.


" Hufftt... Terserah kamu ajah... " Kata Ellena setelah menghembuskan nafasnya pasrah itu.


Kemudian wajah Elyon pun kembali sumringah dan berjalan menuju ibu mertuanya dengan hati yang gembira itu.


Di sisi lain.


Keluarga serta teman - teman Elyon fan Ellena sedang mengobrol ria sambil sesekali tertawa bersama itu.


" Mah... " Panggil Elyon yang menghampiri ibu mertuanya dengan menggendong Erren yang masih terlelap dalam tidur nyamannya itu.


" Kenapa? " Tanya Mama Emely yang bingung pada memantunya itu.


" Mah, Lyon sama Lena titip Erren sebentar yah... " Kata Elyon sambil memberikan Erren pada gendongan ibu mertuanya dengan perlahan agar tak membuat putranya terbangun itu.


" Emang mau kemana Lo? " Tanya Sherly pada adik iparnya itu.


" Mau unboxing... " Balas Elyon dengan wajah yang masih sumringah itu.


" Selamat bro. Akhirnya unboxing jugak... " Goda Gerio setelah menepuk pundak tekannnya itu.


" Awas kalo adik gw lecet... " Ancam Ellen dengan tatapan tajamnya pada Elyon itu.


Sedangkan Elyon hanya mengajungkan jempolnya untuk membalas perkataan Ellen itu.


" Jangan sampek pagi. Lo kan tahu, anak Lo ini ngak bisa di tinggal Papanya sebentar ajah... " Kata Ellina pada Elyon itu.


" Ya udah sana cepetan pergi, biar ngak sampek malem mainnya. Jangan lupa cepet jadiin biar Erren cepet punya dedek... " Balas Mama Adelina yang menggoda putranya itu.


" Elyon pergi dulu. Assalamualaikum... " Kata Elyon sambil menyalami tangan Mama dan mertuanya itu.


Sedangkan Papa Devan dan Papa Erlando sedang metting dadakan di acar Anniversary nya itu.


Sedangkan Ellena masih menunggu Elyon di bangku taman tadi itu.


" Maaf lama.... " Kata Elyon yang menghampiri Ellena itu.


" Ngak papa kok... " Kata Ellena sambil beranjak dari duduknya itu.


Tanpa aba - aba Elyon pun langsung menggendong Ellena ala bridal style itu.


" Akhh... Lyon. Kaget tauk... " Kata Ellena yang terkejut karena aksi Elyon yang tiba - tiba itu.


" Kita pulang Lena sayang... " Kata Elyon yang berbisik di telinga kiri Ellena dengan nada bicara yang berat itu.


Sedangkan Ellena hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, untuk menutupi pipi nya yang sekarang sudah berubah menjadi kepiting rebus itu.


" Kenapa Lyon jadi cool, gini sih... " Batin Ellena yang sedang berbunga - bunga itu.


Elyon yang melihatnya pun tertawa kecil melihat istri kesayangnya yang sedang dalam mode salthing itu.


Kemudian Elyon pun berjalan menuju mobil dengan posisi Ellena yang masih menenggelamkan wajahnya karena saking salthing nya itu.


Di Rumah Elyon dann Ellena.


Elyon pun memasuki rumah mereka dan berjalan menuju kamar mereka dengan Ellena yang dalam gendongannya itu.


CKLEK...


Suara pintu yang terbuka itu.


Elyon pun membuka pintu kamar mereka dan menutupnya dengan kakinya dan tak lupa menguncinya agar tak ada yang memganggu ritual mereka itu.


Kemudian Elyon pun membaringkan tubuh Ellena di atas kasur itu.


Ellena pun hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan Elyon dengan jantungnya yang berdetak kencang sejak tadi itu.


Sedangkan Elyon menatap Ellena seperti menemukan mangsa sambil melepas jas dan kancing kemejanya hingga menampilkan roti sobeknya itu.


Lalu Elyon pun mulai menindih tubuh mungil Ellena yang sedang menatap nya gugup itu.


" Kita mulai Byy... " Bisik Elyon tepat di telinga kiri Ellena dan tak lupa suara beratnya yang sukses membuat jantungnya berdetak kencang itu.


Ellena pun hanya bisa menutup matanya untuk menahan gejolak di dalam tubuhnya itu.


Lalu Ellena pun menganggukkan kepalanya atas perkataan Elyon itu.


Elyon pun tersenyum smrik dan mulai meraba - raba tubuh istrinya itu.


Ellena pun hanya bisa pasrah sambil menikmati sentuhan Elyon pada tubuhnya itu.


Kemudian mereka pun mulai bercumbu dan saling memberikan kenikmatan satu sama lainnya itu.


Dan di kamar itulah yang akan menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka itu.


Malam ini pula adalah malam yang di tunggu - tunggu oleh Elyon sejak mereka menikah, karena malam ini akan menjadi malam untuk Elyon agar membuat Ellena menjadi miliknya seutuhnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahhh... 😊💜


Annyeong...👋👋


__ADS_2