Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi
Episode 69


__ADS_3

Malam hari pun tiba.


Mereka pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing - masing, karena matahari yang telah tenggelam itu.


" Kita pulang dulu yah...? Tolong jaga Ellena baik - baik, gw bakal usaha buat cari Erren sampai ketemu... " Kata Sherly pada Elyon itu.


" Hmm... Thanks Kak... " Kata Elyon dengan memasang wajah yang lesu itu.


" Tolong jaga Adek gw, gw takut nanti Ellena ngelakuin aneh - aneh kayak tadi... " Kata Ellen pada Elyon itu.


" Tenang ajah, Bang... Gw pastiin Lena bakal baik - baik ajah... " Kata Elyon pada Ellen itu.


" Hmm... Gw percaya sama Lo... " Kata Ellen sambil menganggukkan sedikit kepalanya itu.


Setelah itu mereka pun pergi menaiki mobil mereka dan pulang ke rumah masing - masing.


Sedangkan Elyon hanya bisa menghela nafas pasrah dan berjalan memasuki rumahnya itu.


Di kamar Erren.


CKLEK....


Suara pintu di buka itu.


Elyon pun memasuki kamar Erren dan menatap Ellena yang sedang tertidur di ranjang dekat tempat tidur Erren sambil memeluk erat boneka mobil - mobilan milik Erren itu.


Kemudian Elyon pun menghampiri Ellena yang sedang tertidur dan tanpa sengaja dia melihat ke arah foto Keluarga kecilnya yang berada di nakas dengan ranjang yang di tiduri oleh Ellena itu.


" Hufft... Nak kamu di mana sayang? Papa sama Mama sibuk mencari kamu... Papa harap kamu baik - baik ajah di sana yah... " Batin Elyon sambil memandangi foto yang terdapat gambar Elyon dan Ellena yang sedang menggendong Erren itu.


TRING....


Suara panggilan handphone itu.


Elyon yang melamun pun sadar saat mendengar suara handphone nya berbunyi.


Kemudian Elyon pun mengambil handphone yang berbunyi untuk mengeceknya dan Elyon berjalan pergi ke luar dari kamar Erren agar tak mengganggu tidur nyenyak Ellena itu.


Elyon pun pergi ke kamar nya dan Ellean untuk mengangkat telfon itu.


Mode Telfon On.


Elyon : Apa hasilnya?


.... : Maaf Tuan kami masih belum bisa


menemukan lokasi Tuan Muda Erren


sekarang ini.


Elyon : Saya tidak mau tahu cari keberadaan


anak saya secepatnya, cari anak


saya sampek ketemu. Bahkan jika


perlu cari anak saya sampai di luar


negeri, saya tidak mau tahu kalian


harus bisa kasih saya informasi


tentang anak saya besok.


Mode Telfon Off.


Dengan penuh emosi Elyon pun langsung membanting handphone nya ke lantai itu.


" Kamu di mana Erren... Papa kangen sama Erren... " Kata Elyon dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


" Akkk... ERREN KAMU DIMANA!!! PAPA HARUS CARI KAMU DIMANA LAGI ERREN!!! " Teriak Elyon dengan frustasi sambil mengacak - acak rambut nya dengan kasar itu.


Di sini lah Elyon yang sedang berada dalam titik terpuruknya itu.


Bagaimana tidak? Mana ada seorang ayah yang tak khawatir dan merasa bersalah di saat anak nya di culik dan entah di mana keberadaan nya sekarang.


" KALIAN, yang berani - beraninya menyentuh anakku... Aku akan membalas kalian semua berkali - kali lipat... " Kata Elyon dengan mata yang tajam serta aura menakutkan yang dia keluarkan itu.


Elyon pun mengepal kan tangannya dengan kuat hingga jari - jari kukunya memutih dan sambil menyumpah Serapi orang yang telah berani - berani nya menyentuh putranya itu.


Jiwa monster di diri Elyon pun mulai bangun dan jika Elyon mengetahui siapa penjahat yang telah berani - berani nya menyentuh dan menculik Erren, maka siap - siap siksa yang nereka akan menghampiri mereka.


Sedangkan di tempat lain.


" Boss... Kita akan apa kan anak ini... Sudah dua hari lebih anak ini bersama kita.... " Kata seorang Pria berpakaian serba hitam itu pada seorang perempuan yang sedang duduk santai sambil meminum segelas wine di tangannya itu.


" Bersabarlah, aku masih ingin menyisak perempuan itu karena telah kehilangan anak kesayangan... " Kata seorang Perempuan yang membawa segelas wine di tangannya itu sambil menghampiri ranjang yang terdapat seorang bayi berusia 5 bulan yang sedang tertidur pulang di ranjang itu.


" Heh... Ellena Mizella Carion Anggara... Kita tunggu tanggal mainnya... " Batin seorang perempuan itu sambil meneguk segelas wine yang berada di tangannya dan juga sambil menatap sinis bayi yang sedang tertidur pulas di rnajang itu.


Keesokan harinya, siang hari di rumah Elyon dan juga Ellena itu.


Teman - teman Ellena datang lagi ke rumah Ellena untuk menenangkan Ellena itu.


Di kamar Ellena.


" Heh... Ellena. Jangan cemberut terus dong... " Kata Ellina pada Ellena yang sejak tadi mengajak berbicara dengan Ellena itu.


Tetapi Ellena hanya melamun dan menghela nafas pasrah itu.


" Hufft... Gw masih merasa bersalah... " Kata Ellena dengan lirih sambil menundukkan kepalanya itu.


" Ini bukan salah lo... Ellena. Ini semua salah penjahat yang udah culik Erren, kalo kita tahu siapa penjahat itu... Udah gw jadiin geprek kalik... " Kata kananya untuk menghibur Ellena itu.


Sedangkan Ellena yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum kecil sambil menatap ke arah Kanaya yang seperti memasang muka ingin menggeprek penjahat itu.


" Nah... Gitu dong, senyum... Bukannya lesu muluk... " Kata Sherly sambil mengelus pipi Ellena itu.


Ellena pun hanya tersenyum kecil pada Sherly yang mengelus pipi nya denagn lembut itu.


Kemudian secara tiba - tiba pintu di kamar Ellena pun terbuka.


CKLEK...


Suara pintu terbuka itu.


Dan yang membukanya adalah Elyon itu.


Kemudian Elyon pun menghampiri Ellena yang sedang duduk dia tas kasur dengan teman - teman dan juga Kakak iparnya itu.


" Lena... Lyon pergi dulu sebentar ke markas sama yang lainnya yah? " Kata Elyon dengan mengelus pipi Ellena dengan lembut yang bermaksud meminta izin ke markas bersama dengan Erren, Gerio, dan juga Argara itu.


" Mau ngapain? " Tanya Ellena sambil mengelus tangan Elyon yang mengelus pipi nya itu.


" Ada sesuatu yang harus di kerjain... " Balas Elyon yang melepas tangannya dari pipi manis milik istrinya itu.


" Ya udah kalo gitu... Hati - hati yah... " Kata Ellena yang menatap suaminya sambil tersenyum kecil itu.


" Hmm... " Yang hanya di balas deheman oleh Elyon itu.


" Gw titip Lena sama kalian, kalo ada apa - apa bilang sama gw... " Kata Elyon pada yang lainnya itu.


" Tenang ajah, kita bakal jagain Ellena sampai Lo balik... " Kata Sherly pada Elyon itu.


Sedangkan Elyon hanya menganggukkan kepalanya sedikit itu.

__ADS_1


CUP...


Setelah itu dia pun mencium dahi Ellena dan kemudian pergi keluar dari kamar mereka itu.


" Hmm... Gabut. Kita ngapain gituh, biar ngak gabut... " Kata Ellina yang mersa bosan itu.


" Gimana kalo kita buat kue... " Saran Kanaya pada mereka itu.


" Boleh tuh... " Balas Sherly pada mereka.


" Gimana menurut Lo? " Tanya Sherly pada Ellena itu.


" Terserah kalian ajah... " Balas Ellena pada Sherly itu.


Kemudian Sherly pun menatap ke arah Ellina untuk meminta persetujuan itu.


" Gw sih... Yes - yes ajah. Kan bisa hibah juga... Udah lama gw ngak ngajak Ellena gibah bareng... " Kata Ellina sambil merangkul leher Ellena itu.


" Ya akan Ellena...? " Kata Ellina untuk meminta persetujuan pada Ellena sambil menarik - turunkan alis itu.


" Ini nih... Definisi temen membawa ilmu sesat... " Kata Kanaya pada Ellian itu.


" Dasar syaiton nirrojim... " Balas Sherly pada Ellina itu.


Sedangkan Ellena hanya melengkan kepaalnya sedikit sambil tersenyum kecil melihat tingkah teman - temannya dan juga Kakak iparnya yang minim akhlak itu.


" Ya udah... " Balas Ellena yang setuju dengann renacana Kanaya yang ingin membuat kue itu.


Kemudian mereka pun ke dapur untuk membuat kue bersama dan juga di bantu Bik Inah itu.


Bik Inah yang melihat Nona muda nya tersenyum lagi pun merasa senang karena sudah tidak tertekan lagi tentang penculikan Erren itu.


" Semoga Tuan Muda Erren cepat di temukan... Agar Nona Muda bisa tersenyum manis seperti dulu... " Batin Bik Inah yang berdoa agar Eren cepat di temukan itu.


Malam harinya.


Setelah selesai membuat kue, mereka pun pergi untuk membersihkan diri dan menunaikan ibadah sholat mereka itu.


Setelah itu, mereka pun duduk di meja makan untuk mecicipi kue buatan mereka itu.


Karena terlalu menikmati membuat kue sambil gibah, mereka pun tak memperhatikan jam. Jika mereka sejak siang tadi membuat kue karena lupa waktu itu.


" Ngak nyadar gw, kalo sejak pagi kita bikin kue sampek sore gini... " Kata Ellina sambil menatap binar ke arah kue - kue yang mereka buat itu.


" Karena Lo gagal muluk bikin kue, kita jadi lupa waktu nih... " Kata Kanaya yang menyalahkan Ellian itu.


" Ini nih... " Kata Ellena sambil menunjuk - nunjuk Kanaya itu.


" Definisi, temen suka nindas temen... " Kata Ellian yang mengejek Kanaya karena tak amu di salahkan itu.


" Bodoamat... " Kata Kanaya dengan acuh sambil mengambil piring untuk mencicipi kue - kue buatan mereka itu.


" Kalian nginep di sini sekalian ajah yah...? " Tanya Ellena pada temen - temannya juga Kakak ipar nya itu.


" Boleh... Ini kan juga udah malem, gw juga males buat pulang... " Kata Sherly yang setuju dengan perkataan Ellena itu.


" Kalo kalian gimana? " Tanya Ellena pada yang lainnya itu.


" Gw sih, setuju ajah... Kalo suami macan Lo itu ngizinin... " Kata Ellina sambil memakan kue - kue buatan mereka itu.


" Pasti di izinin lha... " Kata Ellena yang meyakinkan Ellina itu.


" Oke berarti fiks kalian nginep di sini yah... " Kata Ellena dengan bahagia karean teman - temannya mau menginap di sini itu.


" Apapun kalo bahagia Ellena... " Tanya Kanaya dengan tulus pada Ellran itu.


" Emm... Kanaya so sweat banget deh... " Kata Ellena denagn nada dibuat semanis mungkin sambil tersenyum menggoda itu.


" Apaan sih Ellina? Nada suara Lo itu mirik *****, tau gak... Jijik gw dengernya " Kata Sherly yang jijik dengan perkataan yang di katakan oleh Ellina itu.


Kemudian mereka pun mulai makan dan berbicara hal ringan agar tak canggung itu.


TRING....


Suara pesan yang masuk itu.


Tetapi beberapa menit kemudian, perkataan mereka pun terhentik saat mereka mendengar suara handphone yang berbunyi itu.


" Handphone siapa yang bunyi? " Tanya Sherly sambil mengecek handphone nya itu.


Mereka pun mengecek handphone mereka itu.


" Itu handphone gw... " Kata Ellena sambil melihat layar handphone yang terdapat notifikasi pesan dari nomer tak di kenal itu.


" Ohh... " Kata mereka yang hanya ber-oh ria itu.


Kemudian Ellena pun mengecek notifikasi pesan itu.


081432××××××


VC


Atau anak lo dlm bahaya.


Sedang Ellena yang membaca pesan itu pun terkejut sambil mengerutkan keningnya bingung itu.


Setelah itu, dia pun mematikan handphonenya dan menormalkan raut wajahnya agar teman - teman dan juga Kakak iparnya tak curiga itu.


" Siapa...? " Tanya Kanaya pada Ellena itu.


" Bukan apa - apa... " Balas Ellena pada Kanaya itu.


" Gw izin ke kamar dulu yah? Mau ngangkat telfon... " Kata Ellena yang meminta izin pada mereka itu.


" Ohh... Ngak papa pergi ajah... " Kata Sherly tanpa curiga sedikit pun itu.


Setelah itu, Ellena pun langsung pergi menuju kamarnya denagn menaiki tangga dengan cepat seperti orang yang di kejar maling itu.


Di Kamar Elyon dan Juga Ellena.


BRAK...


Suara pintu yang di banting itu.


Setelah Ellena sampai di kamarnya, di pun langsung menutup pintu dengan keras dan mengunci nya itu.


Kemudian dia pun menatap layar handphone nya untuk mengajak Vidio call nomor handphone orang tak di kenal yang mengirimkan pesan ke handphone nya tadi itu.


TUT... TUT... TUT...


Beberapa detik kemudian, sambungan Vidio Call pun terhubung dengan nomor handphone orang tak di kenal itu.


Setelah itu, terpampang lah jelas di layar handphone milik Ellena yang terdapat seorang bayi yang sedang tertidur pulas di atas ranjang itu.


" Hallo Ellena... " Suara orang dari layar handphone milik Ellena itu.


Sedangkan Ellena pun menutup mulutnya yang terkejut karena manayap layar handphone nya yang terdapat seorang bayi laki - laki mungil yang sedang tertidur pulas itu.


" Er-rren... " Kata Ellena dengan lirih sambil menatap terkejut ke arah layar handphone nya itu.


" Kenapa kaget yah? " Tanya suara orang dari layar handphone milik Ellena itu.


Tanpa dia sadari air mata Ellena pun menetes saat menatap layar handphone nya yang terdapat bayi laki - laki mungil yang sejak dua hari kemarin dia rindukan itu.


Yah bener? Bayi yang berada di alayr handphone milik Ellena adalah Erren, putranya itu.

__ADS_1


" Hahaha... " Suara tawa orang dari layar handphone milik Ellena itu.


" Gw seneng bisa ngeliat Lo nangis kayak gini... " Lajut suara orang itu lagi.


" Siapa Lo? " Tanya Ellena dengan wajah yang murka tetapi masih menetes air mata itu.


" Hahaha... Gw adalah pencabut nyawa lho..." Kata suara orang itu lagi.


" Kalo lo punya masalah sama gw, lawan gw dan bukan anak gw. Lo ngak akan jadi pengecut kan dengan nyakitin bayi yang tak berdosa... " Kata Ellena yang meremehkan orang itu.


" Tujukin wajah Lo, kalo lo bukan oarng pengecut... " Kata Ellena lagi untuk memancing orang itu agar mau menunjukkan wajahnya di dalam layar handphone nya itu.


" Hahaha... Gw nagk bodoh kayak dulu Ellena... " Suara orang itu lagi.


" Damn it... Siapa sih dia? Suara dia ngak jelas, jadi gw ngak tahu dia itu siapa? " Batin Ellena yang marah karena tak bisa mengenali suara orang yang menculik putranya itu.


" Apa mau Lo? " Tanya Ellrna denagn nada suara yang murka itu.


" Hahaha... Tenang Ellena cantik, gw cumak mau Lo datang ke Campus Galaksi. Kalo lo mau anak Lo selamat... " Kata orang itu dengan nada yang meremehkan itu.


" Tapi inget Lo haru dateng SENDIRIAN... " Kata orang itu dengan menekan kata " sendirian " itu.


" Damn it... Dasar pecundang... " Kata Ellena yang emosi sudah tak terkontrol itu.


Kemudian Ellena pun langsung mematikan sambungan Vidio Call mereka itu.


Setelah itu, dia pun keluar dari kamar nya dan tak lupa mengambil kunci mobilnya untuk turun menuju garasi mobilnya itu.


" Sayang tunggu Mama, Mama akan menyelamatkan mu Erren... " Batin Ellena yang terus merapalkan doa agar anaknya baik - baik saja itu.


Saat teman - teman Ellena dan juga Kaka Iparnya melihat Ellena menuruni tangga denagn tergesa - gesa, mereka pun langsung berdiri dengan memasang wajah yang bingung itu.


" Ada apa...? " Tanay Sherly denagn wajah yang bingung itu.


" Jangan ikutin gw... " Kata Ellena denagn langsung berlari ke luar rumahnya untuk pergi ke garasi mobilnya itu.


Sedangkan yang lainnya pun langsung mengikuti Ellena yang berlari dengan wajah mereka yang bingung dan khawatir itu.


Saat mereka sudah berada di teras rumah Elyon dan Ellena, mereka melihat Ellrna yang sudah mengendarai mobilnya denagn kecepatan tinggi dan berjalan ke luar dari pekarangan rumahnya itu.


" ELLENA!!! " Teriak Sherly yang melihat Ellena sudah mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi itu.


" ELLENA BERHENTI!!! " Ellina dan juga Kanaya dengan raut wajah yang cemas itu.


Sedangkan Ellena mengacuhkan mereka dan mengendarai mobilnya untuk menuju Campus Galaksi itu.


Sedang di markas M-GA.


Elyon dan yang lainnya masih mencari jejak keberadaan Erren itu.


" Saya sudah mendapatkan lokasi mereka... " Kata seorang pria berbaju hitam yang berada di depan komputer nya untuk melacak keberadaan Erren itu.


" Di mana? " Tanya Elyon denagn wajah yang tak sabar dan sambil berjalan menghampiri pria itu.


" Lokasinya berada di Campus Galaksi, Campus milik Tuan Ellen... " Kata Pria itu sambil menatap layar komputer nya itu.


" APA!! Campus Galaksi... " Kata Gerio dengan terkejut itu.


" Bagaimana bisa mereka masuk ke Campus Galaksi, kalo kunci itu berada di tangannya Ellen dan santan yang menjaga campus itu?" Tanya Gerio dengan bingung itu.


" Sepertinya mereka menerobos campus kita... " Kata Argara pada mereka itu.


" Damn it... " Umpat Elyon dengan amarah yang akan meledak itu.


Sepertinya mereka melakukan hal yang sangat fatal, dengan membangun kan monster yang sedang tertidur.


" Tenang Elyon, gw jamin mereka ngak akan bisa nyelakain Erren kalo mereka berada di Campus Galaksi... " Kata Ellen pada Elyon sengan menepuk pundaknya untuk menenangkan itu.


Sedangkan Elyon hanya mengeluarkan aura mematikannya dan mengepal tangan nya denagn kuat itu.


Jika sampai Erren terluka, maka Elyon bisa saja dia mengobrak - abrik dunia ini itu.


DRET... DRET... DRET...


Suara telfon yang masuk itu.


Tetapi tiba - tiba handphone Ellen berbunyi dan membuat percakapan mereka terhenti itu.


Kemudian Ellen pun mengecek handphone nya berbunyi dan ternyata yang menelponnya adalah istrinya tercintanya itu.


Saipa lagi jika bukan Sherly William Adijaya istri tercinta yang lima bulan lalu menyandang gelar Nyonya Ellen Andana Axell Carion Anggara itu.


Mode Telfon On.


Ellen : Hallo, By. Ada apa?


Sherly : Hallo By. Gawat, gawat By.


Ellen : Tenang dulu, By. Gawat kenapa?


Sherly : Gawat, tadi Ellena pergi dengan


ngak tahu kemana By?


Ellen : APA!!! Terus Ellena pergi kemana.


Sherly : Nah... Itu dia By. Dia ngak bolehin


kita buat ikutin mobil dia, karena itu


kita ngak tahu dia kemana.


Ellen : Oke tenang By. Kita bakal cari Ellena


kamu di rumah Ellena ajah yah,


tunggu kabar dari kita.


Sherly : Iyah By, kamu hati - hati yah...


Ellen : Iyah kamu tenang ajah By...


Mode Telfon Off.


Setelah itu, Ellen pun langsung mematikan sambungan telfonnya dengan istrinya itu.


" Ellena kenapa Bang? " Tanya Elyon denagn wajah yang cemas karena sejak tadi dia mendengar pembicaraan Ellen dan juga Sherly di telfon itu.


" Tenang dia bakal baik - baik ajah... " Kata Ellen sambil menepuk pundak Elyon untuk menenangkan nya itu.


" Kita langsung ke Campus Galaksi, pasti Ellena ada di sana... " Tanya Argara yang menatap ke arah komputer nya itu.


Elyon yang sudah mengerti maksud Aragara pun langsung memerintahkan para mafia M-GA untuk pergi ke Camogs Galaksi itu.


" Ayok kita bergerak dan bunuh orang yang sudah dengan berani mengusik ketenangan keluarga ku... M-GA Let's go... " Kata Elyon yang berjalan keluar dari markas M-GA itu.


Setengah anggota M-GA pun mengikuti Elyon dkk di belakang mereka itu.


" Ellena... Erren... Tunggu Papa. Papa akan menyelamatkan kalian... " Batin Elyon yang berjalan menuju mobilnya itu.


Kemudian dia pun langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan di ikuti oleh yang lain di belakangnya itu.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like, comment, vote, follow, and share. Yahh...😊💜

__ADS_1


__ADS_2