Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 36


__ADS_3

" Aduh sayang... Kenapa cuman segini jatah bulanan ku?" teriak Nina tidak terima begitu melihat notifikasi pesan yang masuk di ponsel nya.


" Ini nggak akan cukup untuk biaya Aku selama satu bulan full." imbuh nya terlihat sangat kesal sekali.


Adi yang tengah sibuk memasukkan semua baju-baju dan keperluan lain nya ke dalam koper merasa pusing mendengar celotehan Nina yang begitu melengking.melihat sikap Nina yang nampak tidak bersyukur seperti ini,membuat darah Adi sedikit meninggi dari pusat nya.namun sekuat tenaga pria ini berusaha menormalkan nya kembali.


" Bulan ini dan bulan besok Aku tidak mendapatkan bonus lagi sayang,itu semua karena Aku yang sering libur dan absen demi memenuhi permintaan aneh mu itu.jangan protes lagi dan terima saja sampai bulan depan nya lagi." ucap Adi merapikan koper besar yang akan menemani perjalanan dinas nya kali ini,dia sengaja tidak ingin menawarkan Nina untuk ikut dengan nya karena sudah pasti Nina akan menghabis kan banyak uang di kota Semarang dan tentunya akan berdampak pada saldo rekening yang kembali harus terkuras sia-sia.


" Kenapa Kamu nggak protes sih Sayang?Aku nggak mau kalau setiap bulan seperti ini terus.kebutuhan Aku itu banyak sekali sayang.dan Kamu tahu kan Aku melakukan semua perawatan itu untuk siapa?" ujar Nina tidak terima.


Wanita angkuh dan sombong ini terlihat sangat pintar menguasai emosi Adi yang masih labil meskipun usia nya sudah menginjak kepala tiga.


" Sabar sayang,ini cuman satu bulan aja kok dan nggak akan lama, setelah itu Kamu bisa bebas menikmati semua nya." Adi terus membujuk wanita berambut pirang ini.


Adi ikut duduk di samping wanita itu lalu membawanya ke dalam pelukan, berharap hati keras wanita liar ini bisa tersentuh dan mau menerima masa-masa sulit dalam hidup nya.secara tanpa sadar,Adi kembali teringat dengan Shella yang tidak pernah sedikitpun marah atau teriak jika uang bulanan yang di berikan oleh Adi kurang dan memaksa dia harus menjual semua perhiasan yang dia simpan dulu.wanita sabar yang bernama Shella itu begitu ikhlas menerima nya sampai suatu hari kesuksesan menghampiri kehidupan rumah tangga mereka berdua.


" Bulan depan harus lebih banyak dari ini ya sayang! Aku nggak mau tahu lagi pokok nya." ketus Nina tidak terima.


" Iya sayang,Aku janji." jawab Adi langsung mencium wajah Nina dengan lembut dan di balas dengan wajah Nina yang terlihat ogah-ogahan.


" Udah sayang,sana lanjutin dulu beres-beres nya .dan nanti pulang jangan lupa bawa oleh-oleh untuk Aku." usir Nina dan setelah melihat Adi sibuk dengan pekerjaan nya,Nina mengirim kan pesan kepada teman nya untuk mencari pelanggan yang akan dia temani malam ini.senyum Nina terlihat jelas saat teman nya memberikan balasan jika sudah ada 3 orang pria yang membooking diri nya malam nanti.


" Yeesss..Aku akan mengumpulkan pundi-pundi uang untuk diri ku sendiri.Mas Adi tidak akan tahu karena kesibukan nya keluar kota." batin Nina tersenyum puas.


Adi yang memang sedang sibuk tidak melihat jelas apa yang di sembunyikan oleh kekasihnya di dalam ponsel yang sudah menggunakan kata sandi untuk membuka nya.tanpa pria itu ketahui setelah kepergian nya nanti,Nina juga akan pergi ke tempat karoke menemui client besar yang akan menghasilkan banyak pundi rupiah untuk memanjakan diri nya.


Shella tersenyum ceria bermain dengan anak asuh Rivan yang menimba ilmu di rumah singgah nya.Shella membacakan cerita menarik dan sangat mendidik untuk anak-anak yang masih umur 4 tahun.anak- anak yang menggemaskan itu tertawa lepas mendengar nya.begitu juga dengan Shella yang merasa terharu melihat pemandangan indah ini.

__ADS_1


" Di balik hidup ku yang serba berkecukupan ternyata ada mereka yang susah payah mendapatkan kehidupan yang layak." batin Shella mengelus penuh kasih pipi seorang anak perempuan yang duduk tepat di samping nya.


Di kelas bagian depan,ada Rivan yang sedang mengajar kan anak- anak yang berusia 7-8 tahun pelajaran matematika.Rivan menjelaskan secara detail dan sangat pelan agar semua yang dia ajarkan bisa sampai ke anak-anak asuh nya.sedangkan ketiga guru tetap di rumah singgah ini mengajar di kelas mereka masing-masing dengan jumlah murid yang begitu lumayan banyak.


" Hei...Kenapa Kamu menangis sayang?" tanya Rivan mendekati Shella yang terisak di sela tangis nya.


" Ehh...Van.Aku nggak papa kok! Cuman terharu aja melihat semangat belajar yang di miliki oleh adik-adik ini." jawab Shella tersenyum manis.


" Terimakasih sudah mau mampir kembali ke tempat mereka,Aku senang melihat Kamu mau berbaur dengan dunia luar ku." Rivan mengusap pelan pucuk kepala Shella yang sangat berbeda dengan beberapa wanita yang pernah singgah di hidup nya.


Kebanyakan dari wanita itu selalu menolak dengan keras dan bahkan tidak sudi ikut masuk kedalam rumah singgah yang susah payah di bangun oleh Rivan sampai membuat dia bersujud meminta bantuan sang Papa.pilihan Rivan kali ini yang memilih serius dengan Shella ternyata tidak salah dan mereka terlihat saling mendukung satu sama lain nya.


" Nggak perlu berterima kasih seperti itu Van, seharusnya Aku yang mengucapkan kata itu,di sini lah Aku bisa mengerti kata perjuangan hidup yang sebenarnya, masalah yang Aku hadapi belum seberapa dengan keras nya kehidupan mereka semua. " Shella kembali menatap lekat anak-anak yang terlihat bersemangat melukis pemandangan alam yang sedang terik ini.peluh keringat yang membasahi wajah mereka semua tidak pernah menyulut kan keinginan mereka untuk meraih pendidikan yang layak.air mata haru Shella kembali jatuh tanpa di komando oleh siapapun.


" Kamu akan terlihat sangat jelek kalau menangis seperti ini." ledek Rivan mengusap lembut air mata yang membasahi wajah cantik dan teduh milik Shella.


" Hmmm.." Rivan berdehem dengan di iringi gelak tawa renyah nya.shella yang merasa di kerjain oleh Rivan lalu membalas mencubit gemas pipi Rivan yang mengembang karena menertawai diri nya.


Hening sesaat.


Kedua mata mereka saling bersitatap dalam. menyalurkan rasa cinta dan sayang dari hati mereka masing-masing.


" I love you calon istri ku." ucap Rivan lirih.


" Aku belum sah bercerai dari dia Van! Jangan seperti ini." elak Shella dengan wajah tersipu malu.


" Aku akan menunggu sampai waktu itu datang, sebentar lagi dan hanya hitungan hari saja." balas Rivan menggenggam erat kedua tangan Shella dengan posisi masih menatap satu sama lain.

__ADS_1


" Balas sayang." pinta Rivan dengan rasa gugup yang perlahan menyerang dirinya.


" Apa nya?" tanya Shella tidak paham.


Rivan menggaruk kepala dengan satu tangan dan kembali mengucapkan kata cinta yang akan membuat wanita manapun yang mendengar nya akan merasa bahagia dan senang.


" I love you sayang." Rivan kembali mengulang kata romantis nya.


" I love you too Mas Rivan." balas Shella tersenyum manis.


Kedua nya berpelukan erat dengan rasa was-was takut ketahuan oleh anak-anak yang sedang belajar di dalam sana.Rivan berulang kali mengecup mesra kening dan puncak kepala Shella sehingga membuat Shella merasa begitu tersanjung dan luluh begitu saja.


" Besok pagi sidang perceraiannya akan di mulia,jangan gugup karena Aku akan selalu menemani mu." ucap Rivan mengingat kan.


" Iya Van.terimakasih sudah membantu Aku sampai sejauh ini." balas Shella lagi.


" Kenapa panggilan nya di ubah lagi? Aku menyukai panggilan yang Kamu berikan tadi dan Aku harap Kamu mau menggunakan panggilan itu mulai dari sekarang hingga seterusnya nanti."


" Panggilan yang mana?" tanya Shella pura-pura tidak mengingat.


" Jangan bercanda sayang,kalau nggak...Aku cium nih." ancam Rivan tersenyum miring.


" Eitts..Banyak anak-anak Mas Rivan,jadi di larang mempertontonkan adegan dewasa yang tidak layak untuk mereka lihat." sergah Shella dengan cepat mengucapkan apa yang di minta oleh Rivan.pria itu pun tersenyum hangat dengan mengangguk tanda setuju.


" Ingat ya sayang,nggak boleh di ubah lagi." titah nya menarik manja ujung hidung Shella.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2