
"Kapan Kamu mau bertemu dengan kedua orang tua ku,sayang?" tanya Rivan yang sengaja mengajak Shella keluar malam-malam agar bisa mengobrol serius tentang hubungan mereka berdua.Rivan tidak rela jika nanti Shella di ambil oleh orang lain karena pergerakan nya yang terlalu lamban.
" Mas! Aku baru satu minggu resmi bercerai dari mantan suami ku,Aku mohon jangan bahas tentang ini dulu,beri Aku waktu untuk menyelesaikan masa Iddah ku." Shella yang tidak ingin di anggap sebagai wanita yang nggak bener memilih mengenyampingkan tentang hubungan nya untuk saat ini.bukan nya tidak mau memiliki hubungan serius tetapi dia merasa ini belum saatnya dan dia masih butuh waktu untuk memantapkan hati nya.
" Aku akan menunggu sampai semua nya beres,tapi ini hanya sekedar perkenalan saja karena Aku ingin kedua orang tua ku tahu kalau Aku sudah punya kekasih,bukan hanya halusinasi semata,Aku mohon sama Kamu,mau ya sayang!" pinta Rivan yang memang sudah berjanji kepada kedua orang tua nya untuk segera mengenalkan sosok pacar yang dia akui sebagai calon istri nya nanti.
" Jangan sekarang Mas! Aku masih butuh waktu." Jawab Shella belum siap.
" Satu minggu lagi! Aku harap Kamu tidak lagi mengulur waktu yang sudah Aku berikan." tegas Rivan terburu-buru.
Shella memejamkan mata melihat Rivan yang kekeuh ingin membawa dia berkunjung ke rumah nya.
" Bagaimana jika nanti kedua orang tua mu tidak menyetujui hubungan kita?" Shella memastikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada hubungan mereka nanti.
Status yang sudah berubah menjadi janda membuat Shella semakin merasa minder sendiri dengan pasangan nya saat ini.
" Di sini Aku yang akan menikah,semua tergantung dengan keputusan ku,jika mereka menolak pilihan ku itu berarti mereka juga menolak kehadiran ku di samping mereka,tidak perlu memikirkan hal yang belum pasti terjadi karena Aku yakin kedua orang tua ku bukan orang yang haus dengan harta ataupun kekuasaan." Rivan memegang bahu Shella untuk meyakinkan wanita nya.seumur hidup nya sampai sekarang genap berusia 30 tahun,Rivan belum pernah melihat dan mendengar kedua orang tua nya merendahkan orang lain hanya karena harta dan status.
Shella membuang nafas nya dengan kasar,padahal dia benar-benar merasa malu untuk bertemu dengan kedua orang tua Rivan,dan jika boleh meminta dia lebih baik tidak bertemu untuk menghindari sebuah pertengkaran.
" Baiklah! Aku mau bertemu mereka,tapi Kamu harus janji satu hal Mas." Jawab Shella yakin.
" Apa itu?" tanya Rivan bingung.
" Jika nanti mereka tidak mau menerima kehadiran ku,Aku harap Kamu juga bisa menerima nya karena Aku tidak ingin melihat ada sebuah perselisihan yang terjadi di antara Kamu dan kedua orang tua mu,mau bagaimana pun juga mereka tetap lah orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkan Kamu,dan sudah pasti mereka menginginkan yang terbaik untuk putra tunggal mereka." Shella dengan berani membalas tatapan mata Rivan yang terasa tajam menghunus ke dada nya.
__ADS_1
" Aku tidak akan berjanji apapun sayang! Aku akan meyakinkan mereka sampai mereka merestui hubungan kita." Rivan mengusap lembut rambut Shella sehingga membuat wanita itu kembali membeku dengan jantung yang ketar-ketir di tempat nya.
Sedang kan di tempat yang berbeda, setelah selesai menyantap makan malam, kedua orang tua Rivan sedang bingung memikirkan cara untuk menolak perjodohan yang di tawarkan oleh rekan bisnis nya.mereka sudah menyerahkan semua nya kepada Rivan karena tidak ingin membuat Rivan tertekan dan semakin menjauh dari jangkauan mata mereka sebagai orang tua.
"Siang tadi Manto kembali menghubungi Papa,Ma!"ucap Pak Hasan Bakri yang merupakan ayah kandung dari Rivan Bakri.
" Dia menghubungi Kamu lagi Pa? Jadi ini yang membuat Papa betah berada di dalam ruang kerja?"tanya Bu Ela.
" Iya Ma! Dia mengajak kita untuk kembali bertemu untuk membahas sesuatu."ucap Pak Hasan.
" Hm...Sudah di pastikan mereka akan membahas tentang Rivan,ingat loh Pa! Kita sudah berjanji kepada Rivan bahwa tidak ada lagi perjodohan karena Rivan akan segera memperkenalkan kekasih nya kepada kita secara langsung." ujar Bu Ela mengingat kan suami nya agar tidak menjilat ludah yang sudah terlanjur dia keluar kan.
" Iya Ma! Papa masih ingat dengan janji itu, Jangan khawatir Papa akan menepati janji Papa."jawab Pak Hasan yang memang merupakan tipe suami penurut.
" Kita tunggu saja kapan dia akan membawa kekasih nya ke rumah ini, selama ini Rivan tidak pernah suka ingkar janji kepada kita." Bu Ela yang sudah ke pengen memiliki menantu terus berusaha menjodohkan Rivan dengan anak dari teman nya,bahkan sudah puluhan wanita cantik yang dia kenalkan kepada Rivan tapi tidak ada satu pun yang nyangkut di hati sang putra.
" Aku minta tolong Mas! Jangan lagi membahas anak Manto itu di hadapan Rivan.Aku tidak ingin lagi melihat kalian berdua selalu berselisih paham.biarkan Rivan yang menyelesaikan urusan percintaan nya dan kita berdua hanya tinggal menunggu waktu saja."pinta Bu Ela kepada suami nya yang langsung di balas anggukan kepala.
" Nanti Papa akan meminta mereka untuk langsung menikah saja,dan apapun atau bagaimana pun bentuk wanita itu asalkan dia baik dan bukan merupakan wanita nggak benar,Kamu harus menerima nya Ma.Papa yakin Rivan tidak mungkin salah dalam memilih wanita yang akan menjadi pendamping hidup nya kelak." sepasang suami istri paruh baya ini terdengar melakukan sebuah penawaran menarik agar mereka secepat mungkin bisa mendapatkan seorang menantu perempuan.
Bu Ela yang ingin memastikan kapan Rivan akan datang menemui nya langsung bergegas mengambil ponsel dan mencoba menghubungi sang putra yang begitu sibuk sekali.
Ponsel yang berdering membuat Rivan menghentikan acara makan malam nya dan memilih menerima panggilan yang ternyata datang dari nomer sang Mama.Rivan tetap duduk di tempat nya agar Shella bisa ikut mendengar apa yang sedang mereka bahas saat ini.
" Halo Ma." Rivan.
__ADS_1
"Halo Vin,Kamu lagi ada di mana? Apa Kamu masih lembur di kantor? Kapan Kamu akan membawa calon menantu Mama ke sini,Mama harus tahu waktu nya supaya bisa menyiapkan makanan enak nanti nya." Bu Ela.
Shella yang sayup-sayup mendengar suara itu sekilas mengukir senyum bahagia,akan kah mereka benar-benar menerima kehadiran nya dengan segala kekurangan yang ada dalam hidup nya saat ini.
" Minggu depan Rivan akan mengajak dia ke rumah,Aku harap Mama menghargai keputusan Aku." Rivan.
" Asalkan Kamu bahagia Mama tidak pernah akan ikut campur lagi,awas saja kalau sampai Kamu berani membohongi Mama dan juga Papa.apa Kamu sudah makan malam?" Bu Ela.
"Ini Rivan lagi makan malam sama dia." Rivan menggenggam mesra tangan kiri Shella.
" Oh ya..Boleh Mama ngomong sebentar dengan calon menantu Mama, please Van! Mama hanya ingin mendengar suara nya saja." Bu Ela.
Shella langsung menggeleng kan kepala nya sehingga membuat Rivan mengerti maksud dari pergerakan itu.
" No! Ini harus menjadi surprise nanti nya,lagian calon menantu Mama sangat pemalu sekali dan saat ini dia belum siap menghadapi sikap cerewet Mama itu." Rivan.
" Jangan macam-macam Rivan! Nanti dia malah takut sama Mama kalau Kamu ngomong kayak gitu.pokok nya jangan lupa datang Minggu depan jika Kamu masih menganggap Mama sebagai Ibu mu."Bu Ela.
" Iya Mama ku sayang,udah Jangan ganggu acara kencan kami." Rivan.
" Iya..Iya..Titip salam Mama sama calon menantu Mama itu."
Shella yang masih mendengar isi pembicaraan yang terjadi di antara Rivan dan juga ibu nya hanya bisa tersenyum tipis,dari apa yang dia dengar tadi, seperti nya Ibu Rivan adalah sosok Ibu yang baik dan tidak suka mendikte anak nya.
" Minggu depan Kamu harus siap sayang,Mama sudah tidak sabar lagi ingin bertemu Kamu." goda Rivan tersenyum hangat dengan terus menatap lekat wajah Shella yang menurut pandangan mata nya semakin hari semakin bertambah cantik.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍😍