Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 68


__ADS_3

Tepat pada pukul 15.00 WIB,kedua pengantin baru ini baru check out dari hotel tersebut dan langsung menuju kediaman orang tua Rivan,kalau bukan karena di telpon oleh Bu Ela yang mendesak mereka untuk segera pulang sebelum jam 6 sore, mungkin saat ini Rivan masih betah menyembunyikan Shella di dalam kamar hotel.sebelum keluar saja Rivan masih sempat-sempatnya mencuri satu ronde permainan yang berakhir menjadi 3 kali pelepasan.


" Bagaimana malam pertama kalian sayang? Apa dia menyakitimu atau bermain dengan kasar?"Bu Ela memeluk Shella dan mengajukan pertanyaan frontal yang cukup membuat Shella menunduk dengan rasa malu nya.


" Nggak kok Ma! Malah menantu Mama ini minta tambah terus." jawab Rivan asal,Shella yang tidak terima dengan ucapan suami nya langsung menjepit perut Rivan sehingga membuat pria ini meringis kesakitan.


" Awww...Sakit sayang! Nanti di kamar lagi kita main nya." Rivan semakin menjadi-jadi menggoda Shella yang sudah salah tingkah di depan kedua mertua nya.


" Jangan malu begitu sayang! Nggak apa-apa kok toh Mama juga pernah mengalami yang nama nya pengantin baru, sekarang ayok kita masuk ke dalam,kalian sudah di tunggu sama Papa." ajak Bu Ela menggandeng tangan Shella dan membiarkan saja Rivan berjalan sendirian menyeret koper di tangan nya.


Di ujung tangga nampak lah dia buah koper besar yang belum di ketahui siapa pemilik nya,Rivan dan Shella mendekat ke arah Pak Hasan lalu mencium punggung tangan pria paruh baya itu dengan di balas oleh Pak Hasan mengacak lembut rambut Shella.


" Bi koper ini simpan di kamar Rivan ya dan jangan lupa keluar kan baju kotor nya." titah Bu Ela kepada asisten rumah tangga nya.


" Baik Nyonya." jawab Sang asisten lalu membawa koper itu menuju lantai atas.


" Ini untuk kalian." Pak Hasan langsung mengeluarkan sebuah amplop putih yang belum di ketahui apa isi nya.


" Apa ini apa?" tanya Rivan curiga.


" Buka saja." titah Pak Hasan dengan wajah santai nya.sedangkan Shella yang duduk di samping mertua nya langsung berubah gugup ketika Rivan mulai merobek ujung amplop.


" Tiket bulan madu? Serius?" tanya Rivan memastikan.


" Hmm..." Pak Hasan berdehem lalu beralih menatap menantu nya.harapan terbesar pak Hasan dan istri nya adalah ingin segera memiliki cucu, untuk itu lah mereka sengaja memberikan kado khusus ini untuk anak nya agar Rivan bisa lebih cepat memproduksi cucu mengingat umur mereka yang sudah cukup rapuh.


" Sayang,kita nanti sore akan berangkat ke Melbourne." ucap Rivan memperlihatkan dua tiket pesawat kepada istri nya.


" Terimakasih Pa,Ma." ujar Shella kembali merasa terharu, seumur hidup nya Shella belum pernah merasakan jalan-jalan ke luar negeri.ini adalah kali pertama Shella melakukan perjalanan jauh dan itu berkat kebaikan kedua orang mertua nya.

__ADS_1


" Sama-sama Nak,jaga keluarga kalian dan sepulang dari bulan madu nanti jangan lupa kabari kami kabar baik itu." ucap Pak Hasan penuh harap.


Shella mengangguk pelan tidak yakin dengan usaha nya selama ini, bahkan selama 3 tahun pernikahan pertama nya saja Shella belum di karunia momongan, sedang kan ini baru awal masa pernikahan dia sudah di tuntut untuk segera hamil.


" Ya Allah semoga segala ikhtiar ku mendapatkan hasil yang terbaik,jangan biarkan rumah tangga ku hancur untuk yang kedua kali nya dan Aku mohon tetap jaga kedua hati mertua hamba agar tidak berubah jika kabar buruk itu tiba-tiba saja datang." Shella membatin dengan sekelumit beban pikiran.tanpa di ketahui oleh siapapun sebelum melangsungkan pernikahan nya Shella diam-diam mendatangi rumah sakit untuk mengecek kesuburan nya dan meminta dokter untuk memberikan dia obat terbaik.shella sudah sangat ingin memiliki keturunan dan berharap bersama Rivan dia bisa memujudkan keinginan nya itu.


" Tapi surat-surat Shella belum..." belum siap Shella menyelesaikan ucapannya namun sudah di potong oleh Mama mertua nya.


" Kalian hanya tinggal berangkat saja dan semua keperluan Kamu sudah Mama siapkan di dalam tas ini dan juga dua koper itu." jawab Bu Ela seraya memberi tas kecil berisi surat penting.


" Terimakasih Ma." Shella tiada henti menggumamkan kata tersebut.


" Besok pagi Aku ada meeting penting loh Pa." sahut Rivan yang baru ingat jadwal nya.


" Semua nya sudah Papa atur,kalian hanya tinggal berangkat saja dan untuk urusan di ibu kota ini biar Papa yang menggantikan Kamu selama Kamu pergi berbulan madu." tegas Pak Hasan yang memang tanggung jawab mengurus semua nya sampai ke akar-akarnya.


" Baiklah,ayok kita bersiap -siap sayang." ajak Rivan menggandeng tangan Shella menuju kamarnya sewaktu lajang dulu.


" Sepulang dari bulan madu nanti kita akan langsung pindah ke rumah baru." ucap Rivan yang mengerti isi kepala istri nya.


" Loh kenapa harus pakai rumah baru Mas? Rumah yang Aku tempati kan ada,terus memang nya Mama mengizinkan kita untuk tinggal terpisah dari mereka?" tanya Shella tidak mengerti dengan jalan pikiran suami nya.


" Nanti akan kita bicarakan sama Mama,kalau menurut Kamu bagaimana sayang ,jika nanti Mama tetap ngotot meminta kita untuk tinggal di sini?"


" Ya terserah Kamu saja,tapi jangan lama-lama ya Mas,Aku juga ingin kita bisa hidup sendiri dan mengatur sendiri rumah tangga kita." jawab Shella yang sebenarnya sedikit keberatan jika harus menetap selama nya di rumah mertua nya,jika untuk sementara waktu mungkin Shella bisa memaklumi.


" Baiklah, nanti Aku akan bersikap tegas jika Mama menahan kita di sini. Dan untuk rumah mu biar lah menjadi aset milik mu atau bisa di sewakan kepada orang lain, Aku tidak ingin di anggap lelaki yang tidak bertanggung jawab yang hanya bisa menumpang pada istri nya.Aku sudah menyiapkan rumah untuk kita,Kamu mau kan?" Rivan langsung memeluk Shella dari belakang dengan tangan kanan yang mulai merayap kemana-mana.


Shella yang tahu bagaimana maniak nya suami nya memilih menjauh sebelum pertempuran itu kembali terjadi.

__ADS_1


" Mas! Ingat setengah jam lagi kita harus ke bandara." tukas Shella menghentikan langkah kaki Rivan yang sudah kembali menghampiri nya.


" Cuman pegang doang sayang,nggak lebih kok." jawab Rivan asal dimana tangan nya sudah sibuk memainkan benda kenyal itu.membuat Shella harus bekerja keras untuk tidak mengeluarkan ******* yang akan membuat suami nya khilaf.


" Pegang tapi junior mu sudah turn on." ledek Shella merapikan kembali surat itu ke dalam tas yang dia pakai.


Kedua sahabat Shella yang mengetahui jika Shella akan berbulan madu seketika berjingkrak riang di dalam ruangan kerja masing-masing.


" Kok mendadak sih Shel! Kamu nggak pengen apa ngajak kita berdua untuk ikut kesana." Nindi membalas pesan Shella di grup mereka.


" Kalau ngajak kita bukan bulan madu dong nama nya, Kamu ini ada-ada aja deh Nin, Pengantin baru malah boleh di ganggu karena mereka sedang hangat-hangatnya. Nanti Kamu pergi sendiri saja sama si satria dan jangan ngarepin gratisan mulu." Reni.


" Suka banget sih ngeledek Aku,awas saja kalian nanti nggak Aku bawakan oleh-oleh ." Shella.


" Nanti Aku minta langsung saja sama Pak pengacara, karena dia masih punya hutang sama Aku yang sudah berhasil mendekat kan kalian berdua bahkan sampai menikah seperti ini." Nindi.


" Enak aja,ini juga karena kita berdua yang suka sama suka,dan perjuangan mu itu nggak ada artinya." balas Shella meledak nindi.


" Jahat banget sih Shel! Pokok nya Aku tetap ingin meminta hadiah yang di janjikan oleh suami mu itu,awas saja kalau dia sampai ingkar janji,akan Aku suruh si Adi menghajar nya." Nindi.


" Udah nggak waras Kamu ya Nin,bantuin teman harus pakai imbalan segala,teman macam apa itu? Ya udah kalau gitu Aku juga minta imbalan buat Aku yang sudah mempertemukan Kamu dengan yayang beb mu itu." Reni.


" Ngeselin." Nindi langsung keluar dari grup percakapan itu meninggalkan Shella dan juga Reni yang terus saja meledek nya.


" Ngambek deh anak perawan nya Pak Mustafa." Reni.


" Iya tuh,udah Aku berangkat dulu ya Ren! Titip salam damai untuk anak perawan nya Pak Mustafa." Shella.


" Iya Shel,take care nyonya Rivano." Reni.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2