
Beberapa kali Shella sudah mencoba menghubungi suami nya,tapi nyata nya masih tak tersambung dan bahkan Rivan juga sekali pun tak mencoba menghubungi dia kembali.
Entah sudah berapa kali dia bolak balik naik turun lantai atas ke bawah demi memeriksa jika suami nya sudah pulang atau belum, tapi nyata nya mobil milik Rivan belum nampak ada di garasi depan.kedua mertua nya sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar karena memang malam sudah semakin pekat dan hanya dentingan suara jam yang terdengar memecah keheningan malam yang sunyi ini.
" Apa Aku susul ke kantor nya aja ya? Perasaan Aku kok jadi nggak karuan begini ya?" Shella terlihat gelisah sekali dan akhirnya memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar.tidak mungkin dia keluar dengan mengendarai mobil sendirian saat kondisi seperti ini, terlebih lagi jika dia nekat menggunakan taksi online itu sama saja dia tidak patuh dengan perintah yang suami nya berikan.
Shella memutuskan untuk berbaring di atas ranjang sambil menunggu suami nya pulang.
Jam hampir saja menunjukkan pukul 22.00 WIB, akhirnya yang sejak tadi Shella tunggu-tunggu pun pulang juga dengan wajah gusar nya.
" Mas! Kamu dari mana saja?" Shella berlari menghampiri suami nya.
" Sayang." balas Rivan ikut mencium kening Shella dan memeluk nya begitu dalam.
" Maaf ya Aku nggak sempat menghubungi Kamu,seharian ini Aku sibuk meeting dengan client perusahaan dan juga pengguna jasa di firma hukum ku.Aku juga kehabisan baterai ponsel dan lupa di charger ulang." ucap Rivan menjelaskan, semenjak publik mengetahui jika Rivan adalah pemilik perusahaan besar tersebut,maka sejak itu pula lah banyak kolega bisnis yang ingin meeting di hadiri langsung oleh Rivan dan tidak mau menerima perwakilan lain.begitu juga dengan pihak yang ingin menggunakan jasa nya sebagai pengacara.apalagi tadi Rivan sempat membantu Yusuf mengurus semua bukti kejahatan Adi dan begitu semua di nyatakan lengkap mereka bergegas ke kantor polisi agar pria tidak tahu diri itu segera di ringkus dan tak berniat lagi menjadi saingan nya.
" Kali ini Aku maafkan,tapi tidak untuk lain kali,beri tahu Aku jika Kamu akan pulang terlambat dan Aku nggak perlu khawatir seperti ini." Shella melepas terlebih dahulu pelukan nya dan beralih membantu membuka satu persatu kancing kemeja suami nya.
" Iya sayang,maaf." Rivan tersenyum bahagia melihat Shella yang bisa mudah mengerti kesibukan nya,bahkan wanita ini juga bisa bersikap tenang tanpa harus menggebu-gebu melampiaskan rasa kesal kepada nya.sungguh sangat beruntung sekali Rivan bisa menikah dengan istri nya sekarang.dan dia tidak akan pernah rela jika Shella kembali di miliki oleh Adi yang mana sekarang merupakan musuh bebuyutan nya.Rivan tahu jika saat ini istri nya pasti menunggu dia pulang.untung saja dia menolak ajakan client nya untuk mengobrol di club yang sudah lama tidak pernah dia datangi lagi.
" Mas mandi dulu ya,Aku akan siapkan air hangat untuk Mas mandi." Shella tersenyum manis lalu beralih mengambil tas kerja suami nya dan menyimpan di tempat yang seharusnya.
" Terimakasih sayang,maaf jika Aku terlalu sibuk." ucap nya kembali memeluk tubuh Shella yang sudah keluar dari kamar mandi.
" Kamu boleh sibuk dan Aku tidak akan melarang nya,tapi harus ingat waktu dan juga jaga kesehatan Kamu,Aku nggak butuh uang yang banyak Mas! Aku hanya ingin kita bahagia dan menikmati keindahan rumah tangga ini bersama-sama." jawaban yang keluar dari mulut Shella membuat Rivan terharu dan kembali melabuhkan kecupan sayang nya dia kening Shella.pria ini cukup sadar untuk tidak mencium bibir istrinya yang sudah bersih sedang kan dia baru pulang dari luar.
" Aku janji akan selalu mengingat pesan mu ini." Rivan akhirnya pamit masuk ke kamar mandi sebelum pusaka yang bersentuhan dengan paha istri nya semakin mengeras dan menuntut untuk masuk ke gawang nya.
Selesai mandi,Shella sudah menyiapkan pakaian tidur untuk suami nya,namun sayang nya sang suami malah memilih menarik handuk yang dia pakai dan langsung memeluk erat tubuh Shella dalam kuasa nya.
" Aku kangen sayang,kita harus kejar target dulu malam ini." bisik Rivan dengan sorot mata penuh gairah.
Shella mengangguk dengan pelan dan memilih pasrah dengan tugas nya sebagai seorang istri.
__ADS_1
Rivan langsung melepas gaun tidur yang di gunakan oleh istri nya.Shella mulai mendesis ketika suami nya terus saja menciumi setiap inci tubuh Shella yang sudah sangat candu untuk nya .Shella bahkan tak berhenti mendesis merasakan aliran panas yang di ciptakan suami nya di sekujur tubuh polos nya.
" Arghhhhh....Mas." Shella menekan kepala Rivan agar lebih dalam lagi.tubuh Shella semakin meliuk-liuk tidak tahan lagi dengan sensasi yang luar biasa ini.
Rivan menyunggingkan senyuman melihat istri nya yang terlihat begitu menikmati sentuhan yang dia berikan.
Shella yang juga tidak ingin kalah dari suami nya, langsung mendorong tubuh Rivan hingga telentang di atas ranjang.Shella lalu berpindah duduk di atas tubuh suami nya dan mulai memberikan sentuhan dari atas hingga ke bagian bawah.
" Shella Anggraini...Ini enak banget,Mas suka sayang." racau Rivan dengan nafas ngos-ngosan.
Shella memain-mainkan milik suami nya.dia sentuh dengan begitu nakal dengan menggunakan tangan dan juga lidah nya.Rivan malah semakin menggila dengan mencuri cara meremas gundukan kenyal milik istri nya yang masih begitu kencang seperti anak perawan.Rivan yang tidak ingin kalah terlebih dahulu dari istri nya kembali mengambil alih permainan dan bergegas menancapkan pusaka yang sudah sejak tadi mengeras besar.
" Mas..." Shella mengigit bibir bawah nya merasakan bagian bawah yang sudah terasa begitu penuh.
Rivan kembali melahap bibir istrinya sambil bergerak erotis dengan wajah memerah penuh hasrat.******* keluar dari mulut kedua nya sehingga memenuhi ruangan kamar yang begitu luas ini.Rivan terus saja mengajak berganti gaya dan bahkan tidak lelah untuk berganti tempat sekalian.meski sudah lelah beraktivitas seharian di luar rumah,tidak membuat Rivan menyerah dan malah semakin bersemangat mengejar project bikin anak.
" Sayang..." Rivan kembali meracau pertanda jika sudah berhasil meraih kembali surga dunia untuk yang kesekian kali nya.
" Terimakasih sayang." ucap Rivan usai percintaan panas yang mereka lakukan malam ini.
Kedua nya tidur saling berpelukan dan malah tangan Rivan memeluk nya dengan sangat erat seolah tidak ingin kehilangan Shella sedetik pun.
Keesokan pagi nya,Shella mengerjapkan mata nya kala merasakan hangatnya sinar sang Surya yang sudah mengusik tidur lelap nya.merasakan ranjang di sebelah nya sudah dalam keadaan kosong dan tangan yang biasa melingkar di perut nya tak ada lagi, Membuat Shella dengan terpaksa membuka lebar-lebar kedua mata nya.
Samar-samar dia mendengar suara sang suami yang sedang menelpon dari arah balkon di sertai dengan derap langkah kaki yang semakin mendekat.
" Kamu sudah bangun sayang?" tanya Rivan yang hanya memakai boxer pendek tanpa ada kain yang menutupi dada polos nya.
" Iya Mas,Aku kesiangan dan Kamu malah nggak bangunkan Aku? Kamu nggak ke kantor?" Shella mencebik kesal menahan selimut untuk tetap melingkar di tubuh polos nya.
" Ya nggak papa, Kamu begini juga karena ulah Aku,mau mandi bareng nggak? Habis ini Aku mau langsung ke kantor firma hukum karena ada yang mau Aku urus." Rivan mengeratkan pelukan nya di tubuh Shella dengan jarak yang semakin dekat.
" Kamu mandi duluan aja Mas,Aku mau siapin sarapan Kamu dulu." ujar Shella yang sebenarnya sungkan untuk turun ke bawah karena malu sudah bangun kesiangan.tapi demi menjalankan tugas nya sebagai seorang istri yang berbakti dia harus turun dan menyajikan sarapan untuk suami nya sebelum berangkat kerja.
__ADS_1
" Ada bibi sama Mama,nggak perlu malu lagi karena Mama juga paham kenapa kita bangun telat.ayok mandi berdua." Rivan menggendong istri nya ke dalam kamar mandi dan seperti dugaan Shella jika suami nya pasti akan mengajak dia untuk olahraga pagi sampai 2 jam lama nya.
Setelah membersihkan tubuh dari hasil keringat panas yang mereka hasilkan tadi malam dan di sambung lagi pagi ini,Shella menggandeng tangan suami nya untuk segera turun ke lantai bawah sebelum lelaki itu kembali mengajak dia bercinta untuk yang kesekian kali nya.
" Sarapan dulu sayang, nanti di sambung lagi bertempur nya." ledek Bu Ela menahan senyum di bibir nya.
Shella yang mengerti maksud dari ucapan Ibu mertua nya hanya tertunduk dengan rasa malu.
" Ma! Jangan kayak gitu,nanti Shella jadi nggak mau lagi Aku ajak bergadang,jangan di ganggu terus istri ku." tegur Rivan yang mengetahui jika istri nya masih merasa malu.
" Astaga...Mama minta maaf ya sayang,jangan kapok kalau di ajak bergadang sama Rivan supaya dedek bayi nya cepat keluar." Bu Ela mengedipkan sebelah mata kepada Shella dan langsung menghindar menarik salah satu asisten rumah tangga untuk ikut berbelanja dengan dia ke supermarket.
Shella melayani suami nya dengan baik hingga deringan di ponsel menghentikan acara sarapan yang sudah sangat telat ini.
Bola mata Shella membulat sempurna kala melihat pesan yang di kirim oleh sahabat nya Nindi.
" Mas! Ini?" Shella memperlihat kan layar ponsel yang masih menyala kepada sang suami yang masih berada di samping nya.
" Syukur lah langsung di tangkap." kata Rivan begitu selesai membaca isi pesan tersebut dan tidak nampak wajah terkejut atau kaget dari lelaki yang memiliki pahatan wajah begitu sempurna di mata Shella.
" Kamu sudah tahu? Apa Kamu juga yang..." tanya Shella yang belum selesai mengucapkan apa yang ada di pikiran nya ,malah langsung mendapat kan acungan jempol dari suami nya.
" Aku nggak suka mendengar dia yang terus saja meminta Kamu untuk kembali menjadi istri nya,dia pikir Aku lelaki macam dia yang suka meninggalkan istri karena orang lain.Aku sengaja melaporkan dia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada simpanan nya yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.dia harus mendapat kan hukuman yang setimpal atas apa yang sudah di lakukan selama ini,dia pikir dunia ini punya dia yang bisa seenaknya saja mengambil sikap.biar dia jera dan bisa mengambil hikmah dari semua yang sudah dia lakukan dalam hidup nya."ucap Rivan panjang lebar dan pagi ini sudah mengutuskan orang kepercayaan nya untuk segera mengurus kasus Adi.
" Kamu benar Mas! Dan Aku sudah bisa bebas pergi kemanapun Aku mau tanpa merasa takut." Shella bersorak kegirangan sebelum jepitan di hidung nya membuat dia terdiam dan kembali duduk di kursi nya.
" Ya nggak boleh gitu juga sayang,harus izin sama Aku dulu." tegas Rivan yang tidak rela melepas istri nya keluar sendirian tanpa ada pengawasan.
" Oke Pak suami." canda Shella mengecup pipi Rivan agar negoisasi nya semakin di permudah.
" Yang ini belum sayang!" seru Rivan menunjuk seluruh wajah yang belum mendapatkan asupan vitamin dari kekasih halal nya.
Tak menunggu lama Shella langsung memenuhi permintaan suami nya yang begitu mesum,tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat keromantisan yang sedang mereka lakukan.Pak Hasan tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anak nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰