
Setelah beberapa kali mengikuti jalan nya persidangan yang begitu serius dan mencekam.akhir nya Adi di jatuhkan hukuman seumur hidup dan denda sebesar 10 miliar rupiah.Adi yang hanya di dampingi oleh pengacara yang di sediakan oleh pihak kepolisian terlihat pasrah karena semua bukti mengarah langsung kepada dia.bahkan bukti transaksi penjualan barang haram juga menampakkan wajah nya secara utuh tanpa ada celah sedikitpun.
Pukul 13.15 WIB sidang akhir nya di tutup dengan hakim yang mengetuk palu .Adi berdiri dengan lemas dari kursi kesakitan nya dan langsung di bawa kembali menuju sel penjara.tanpa ada nya keluarga ataupun orang terdekat yang menemani dia sejauh ini membuat pria ini semakin hancur dan terpaksa pasrah menjalani kehidupan di dalam sel penjara.
" Kemana Kamu ?Ketika Aku di jatuhkan hukuman seberat ini saja Kamu tidak kunjung juga datang menemui Aku! Apa hanya sebatas itu rasa cinta mu terhadap ku yang pernah hidup bersama dengan mu? Shella...." Adi membatin dengan wajah di sembunyikan kan di sela kedua kaki nya.
Panas nya tembok penjara tak membuat Adi menyesal atau bahkan berusaha mengubah sikap nya,nyata nya pria ini bersikeras ingin meminta Shella kembali ke pelukan nya seperti dulu lagi.
Sebelum berangkat ke tempat pernikahan sahabat nya,Shella terlebih dahulu menikmati indahnya suasana laut dari jendela kamar nya,hingga tanpa sadar kedua tangan suami nya sudah melingkar di leher nya dengan begitu hangat.
" Mas! Sudah selesai meeting nya?" tanya Shella menengadah kan kepala menatap wajah suami nya yang juga sedang menatap ke arah nya.
" Sudah! Maaf kan Aku yang masih selalu sibuk dengan pekerjaan, padahal kita sedang pergi liburan di sini." ucap Rivan dengan rasa bersalah nya,mau kemanapun pria ini pergi dan seberapapun lama nya dia pergi dari perusahaan, tetap saja Kehadiran Rivan sangat di butuhkan di dunia bisnis dan dunia hukum.pria ini tidak akan bisa menikmati sedikit pun hidup bebas dan selalu saja kedua asisten nya akan menggangu dia dengan segudang kesibukan mendadak.
" Nggak papa Mas! Masih bersyukur Kamu di berikan pekerjaan,lihat lah di luar sana banyak yang sedang menganggur dan kesusahan mencari pekerjaan, mudah-mudahan kerja keras mu ini juga bisa membantu mereka yang masih membutuhkan pekerjaan di luar sana." kedewasaan Shella membuat Rivan selalu nyaman untuk mengeluarkan kegelisahan dan juga tanpa sungkan meminta pendapat dari istri nya.
" I love you my wife." Rivan semakin menundukkan wajahnya untuk mengecup dan mencium bibir Shella dengan begitu lembut.
" I love you too My sunshine." balas Shella ketika Ciuman itu terlepas dan Rivan sudah memeluk kembali istri nya dengan begitu posesif.
" Mau berangkat jam berapa nanti sayang?" tanya Rivan lagi.
" Mmm....Gimana kalau jam 13.00 siang aja Mas! Aku masih pengen di sini dulu." jawab Shella yang sebenarnya juga bingung mau mengerjakan apa di sana karena semua nya sudah di bantu oleh mertua dan juga sepupu dari calon suami Nindi.
" Baiklah...Kamu mau minum apa sayang? Nanti biar Aku minta Bibi untuk mengantar kan ke sini." Rivan duduk di samping Shella masih dengan tangan yang selalu memeluk erat tubuh istri nya.
" Jus jeruk aja deh Mas!" Rivan langsung mengambil ponsel dan mengetik sesuatu di layar ponsel nya . namun saat dia hendak menaruh kembali ponsel ke atas meja kayu yang ada di hadapan mereka,sebuah pesan dari anak buah nya yang memantau jalan nya persidangan masuk ke layar ponsel nya.
" Rasakan tuh!" gumam Rivan lirih sehingga membuat Shella mendelik tajam ke arah nya.
" Kamu ngatain Aku ya Mas?" tanya Shella memastikan.
__ADS_1
" Nggak sayang! Ini Aku lagi baca pesan yang di kirim tim Aku yang ikut mengawal persidangan si Adi itu! Kata mereka Adi di jatuhkan hukuman seumur hidup dan denda yang cukup besar." Rivan memperlihatkan layar ponsel kepada istri nya sehingga membuat Shella yakin dan tidak lagi mencurigai diri nya.
Shella hanya diam tidak tahu harus berekspresi seperti apa,jika di tanya senang tentu saja dia merasa senang karena tidak akan ada lagi orang yang mengganggu pikiran dan juga kenyamanan hidup nya.tapi dia juga turut prihatin dengan nasib hidup mantan suami nya yang harus menghabiskan sisa umur di dalam penjara yang begitu sempit dan juga pengap.
Di saat kedua nya sedang mengobrol santai, tiba-tiba suara ketukan pintu membuat pembicaraan itu terhenti karena Rivan harus membuka kan pintu dan mengambil minuman yang di antar oleh pembantu nya.
" Terimakasih La." ucap Rivan ketika melihat yang mengantar minuman bukan lah Bibi melainkan putri sulungnya.
"Iya Bang." jawab Lala tersenyum canggung lalu pamit kembali turun ke lantai bawah.
Segar nya hembusan angin di sekitar Villa ini membuat Rivan dan Shella tanpa sadar sudah duduk berdempetan dengan keadaan tubuh yang sudah polos.Shella yang baru tersadar dengan ulah jahil suami nya bergegas menarik tali tirai penutup sehingga membuat tubuh mereka terlindungi dari tatapan orang lain.
" Mas! Kenapa baju Aku Kamu lepaskan semua nya?" Shella mendesah kesal tapi dia juga mengakui bahwa permainan suami nya begitu memabukkan sehingga membuat dia lupa akan segala nya.
" Sekali-kali merasakan suasana berbeda sayang." Rivan tersenyum devil dan langsung merangkak naik ke tubuh istri nya.namun Shella malah menahan aksi nya itu sehingga membuat Rivan mengernyit heran.
" Kenapa sayang?" tanya Rivan heran.
" Hahahaha..." Rivan tertawa kecil melihat tingkah lucu istri nya.tangan kanan nya terulur menarik tali tirai hingga menutupi tubuh mereka secara utuh.
" Sudah aman dan tidak akan ada yang bisa menonton adegan dewasa ini." Rivan langsung menerkam bibir Shella dan di balas dengan baik oleh istri nya.Awal nya Shella mengira jika tirai ini hanya ada satu bagian saja, tetapi Rivan malah menunjukkan kecanggihan lain nya sehingga semua tirai keluar dan membuat tubuh mereka berdua terkurung sempurna di dalam nya.pagi menjelang siang ini Rivan benar-benar mengajak Shella bermain dengan suasana baru,derit suara sofa santai ini semakin menambah kesan romantis dalam penyatuan mereka.bahkan Rivan juga tak sungkan meminta Shella berganti gaya sehingga membuat kedua nya merasa sangat puas sekali.
3 jam lebih memadu kasih di tempat terbuka membuat Shella kelelahan dan dengan cepat Rivan langsung memindahkan tubuh Shella untuk beristirahat di atas ranjang supaya bisa beristirahat dengan nyaman dan aman.
" Sayang! Bangun." bisik Rivan ketika menyadari bahwa mereka harus segera berangkat menuju ke tempat pernikahan Nindi.
" Sudah jam berapa Mas?" tanya Shella yang malah semakin mengerat kan pelukan nya di dada polos suami nya.
" Jam setengah dua siang,ayok kita mandi bareng supaya lebih cepat." ajak Rivan menarik selimut agar Shella segera membuka mata nya.
" Kamu mandi duluan aja Mas! Aku masih harus menyiapkan keperluan kita dulu." ujar Shella terpaksa membuka mata nya.
__ADS_1
" Baiklah! Langsung bangun ya." Rivan mengecup kening Shella dan bergegas masuk ke kamar mandi,dia sebenarnya ingin mandi bersama sambil berpelukan di bawah dingin nya air shower, melihat wajah lelah istri nya membuat Rivan tidak tega untuk memaksa kan kehendak nya terlebih lagi setelah ini mereka harus segera berangkat menuju acara pernikahan sahabat mereka.
Shella segera beranjak dengan memakai handuk yang melingkar di tubuh nya,wanita ini terlebih dahulu menyiapkan pakaian suami nya berikut dengan sepatu yang akan dia gunakan ke pesta nanti.di samping baju Rivan sudah ada gaun pesta milik nya yang senada dengan gaun punya Reni.
Jumat sore ini,Satria dan Nindi sudah selesai mengucapkan ijab kabul dengan begitu khidmat dan juga haru.sekarang mereka berdua sudah menjadi pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan juga negara.
Rivan dengan begitu gagah nya membimbing Shella yang sudah cantik dengan riasan nya dan nampak kesulitan berjalan mengenakan kebaya ungu.mereka beriringan dengan Reni dan juga pasangan nya untuk menghampiri Pengantin baru tersebut.
" Selamat Bro...Semoga langgeng." ucap Rivan memeluk tubuh satria ala lelaki dewasa.
" Terimakasih Bro...Doa yang sama juga untuk kalian berdua." balas Satria.
Shella dan Reni juga bergantian mengucapkan selamat kepada Nindi yang sudah tidak lagi jomblo akut dan sudah punya teman untuk tidur dan juga jalan-jalan.membuat Nindi cemberut karena kedua nya masih saja asyik meledek dia yang harus tetap bersikap ramah di hadapan tamu dan juga kedua mertua nya.
" Awas kalian berdua! Akan Aku balas semua nya nanti." bisik Nindi penuh ancaman sehingga membuat kedua nya tertawa geli.
Di momen bahagia ini,tidak lupa Nindi meminta kepada fotografer untuk mengabadikan momen penting ini, setelah selesai dengan seluruh keluarga nya,Nindi tampak memanggil kedua sahabat nya berikut juga dengan pasangan mereka masing-masing.
Semua tamu undangan yang hadir larut dalam suasana bahagia ini yang terkesan sangat romantis. Nindi yang sedang menjadi ratu sehari terus saja melukis senyum bahagia di wajah nya dan tidak henti -henti nya mengagumi ketampanan pria yang sudah sah menjadi suami nya.
" Kamu kok semakin tampan aja sih Mas?" goda Nindi ketika Satria juga ikut menatap ke arah nya.
" Jangan gombal sayang! Dari dulu Aku sudah seperti ini,maka nya Kamu sampai klepek -klepek nggak mau pisah dan selalu saja menempel pada ku." balas Satria semakin memeluk pinggang Nindi dengan erat.
" Kamu ya yang ngejar-ngejar Aku duluan! Tapi kalau untuk urusan menempel sih benar ada nya." Nindi tersenyum malu mengingat bagaimana sikap random nya akhir-akhir ini.
" Nanti malam Kamu akan Aku buat semakin menempel dan tidak akan bisa jalan kemanapun lagi.pokok nya kita akan bermain sampai pagi dan sampai puas." bisik Satria dengan begitu frontal nya.
" Mas!" Nindi Meringis membayangkan bagaimana nasib tubuh nya malam nanti.ingin mengelak tapi Nindi takut dosa dan tidak ingin suami nya malah mencari pelampiasan kepada wanita lain di luar sana.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1