Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 67


__ADS_3

Suara dengkuran halus milik Rivan terdengar bergema menemani tidur Shella mulai malam hari ini, usai olahraga panas tadi malam,kedua nya langsung tertidur pulas dengan Shella yang berada di dalam pelukan Rivan.bahkan untuk membalikkan badan saja Shella tidak di izin kan apalagi untuk pergi membersihkan badan nya.


" Kamu mau kemana?" tanya Rivan ketika merasakan Shella yang menggeliat kan badan nya.


" Aku mau ke kamar mandi dulu Mas,udah kebelet banget." rengek Shella melepas perlahan tangan Rivan yang masih tetap melingkar di perut nya.


" Jangan lama-lama sayang." ucap Rivan menatap Shella sekilas setelah itu kembali menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya.


" Iya Mas." jawab Shella berlari kecil karena merasa malu dengan keadaan polos nya.


Setelah selesai menuntaskan kegiatan nya di dalam kamar mandi,Shella bergegas keluar dan langsung masuk kembali ke dalam selimut yang sama dengan suami nya pakai.


Rivan tersenyum lembut menyambut kedatangan istri nya,dan tidak lupa mengecup bibir Shella yang selalu membuat pusaka nya turun on jika sudah menyangkut benda kenyal itu.


" Mas!"Pekik Shella ketika merasakan ada benda panjang yang menusuk bagian intim nya.


" Dia bangun lagi sayang,pengen ketemu teman nya." ucap Rivan begitu nakal di lanjutkan dengan menggigit nakal telinga dan juga bahu Shella yang sudah di penuhi oleh banyak maha karya nya.


Cumbuan Rivan menjalar ke arah belakang telinga Shella,menjilati leher hingga turun menyesap benda kenyal dengan begitu rakus nya.


Kepala Rivan bergerak mencari sesuatu di bawah sana hingga tubuh Shella menggelinjang hebat.


" Ahhh...Mas.." suara Shella mendayu dengan tangan kanan meremas rambut Rivan sementara tangan kiri nya sibuk mencari pegangan lain yang bisa membantu dia melawan badai kenikmatan surga dunia.


Permainan lidah dan juga jari Rivan begitu sempurna sehingga membuat Shella tak mampu berkutik lagi.


Hingga beberapa menit kemudian Shella berhasil mencapai pelepasan pertama nya


" Ronde berikutnya." bisik Rivan menyeringai nakal.


Shella mengangguk kan kepala begitu pasrah dan penuh damba.


" Uhhh.." erangan Rivan terdengar jelas ketika pusaka nya kembali berhasil masuk mengobrak abrik gawang Shella yang sudah becek.

__ADS_1


Malam ini Rivan melakukan nya berkali-kali hingga membuat tubuh kedua nya kelelahan dengan bermandikan keringat.


Shella tak lagi menolak dan menyambut nya dengan penuh suka cita. hingga pukul 4 pagi baru lah mereka kembali menyambung kantuk yang sempat terhenti oleh aktivitas yang sangat menyenangkan.


Pasangan pengantin baru ini sama sekali tidak berniat untuk bangun ketika ayam sudah berkokok.mereka baru saja terlelap beberapa jam yang lalu,di tambah lagi dengan pesta satu harian kemarin yang cukup menguras tenaga dan juga sangat melelahkan.


Shella dan Rivan masih tertidur meskipun cahaya matahari sudah mulai menyelinap masuk ke dalam kamar hotel tersebut.


Shella mulai terbangun ketika Perut nya sudah terasa sangat perih dan harus di isi dengan makanan.Shella berusaha bergerak dengan tubuh remuk nya.sangat lemas dan rasa pegal di mana-mana.


Setelah berhasil lepas dari tawanan pria yang sudah menjadi suami nya,Shella berjalan tertatih menuju kamar mandi dan berniat untuk membersihkan tubuh nya dari rasa lengket yang sangat meresahkan.


Shella sengaja mandi dengan air dingin yang dia masuk kan ke dalam bathtub dan merendam kan tubuh nya supaya terasa lebih segar dan fresh lagi.


Ingatan Shella kembali berputar pada kejadian tadi malam di mana Rivan yang tidak pernah mengenal kata lelah dan bosan untuk menggempur tubuh nya, permainan yang awal nya berjalan dengan lembut pada akhirnya berubah menjadi kasar ketika hasrat nya sudah kian membuncah tinggi.


Tangan Shella kembali menyentuh setiap inci tubuh yang dijadikan Rivan sebagai mainan nya.hingga pada akhirnya berakhir pada ujung bagian paha yang masih terasa begitu perih dan juga sakit ,Shella tak bisa memungkiri nya jika malam tadi Rivan berhasil membuat dia terbang melayang hingga beberapa kali.


Shella menyelesaikan mandi nya dengan terburu-buru supaya dia bisa secepat mungkin bertemu nasi.


Grep...


Shella yang hendak keluar dari kamar mandi langsung terjingkat kaget dengan ulah suami nya yang tiba-tiba saja mengagetkan dia.padahal tadi saat dia tinggal ke kamar mandi Shella sangat yakin kalau Suami nya masih tertidur dengan pulas.


" Kenapa Kamu nggak bangunin Aku sayang? Harus nya kita bisa mandi bareng dan Aku akan menunjukkan kepada Kamu permainan indah ketika berada di dalam kamar mandi." bisik Rivan nakal dan mengecup leher Shella yang masih lembab.


" Mas! Apaan sih,udah sana mandi dulu." usir Shella dengan tatapan mata tajam nya.


" Sayang! Please...Satu kali lagi." rengek Rivan yang mulai kecanduan dan masih ingin mengulang kembali meski sudah bermain sangat lama sejak malam tadi.


Krucuk...Krrukkkk...


Bukan Shella yang memberi kan jawaban, melainkan perut nya sendiri yang langsung protes ketika Rivan yang ingin kembali menarik Shella masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


" Kamu lapar?" tanya Rivan memastikan.dan di balas anggukan kepala oleh Shella.Rivan mengusap kasar wajah nya ketika menyadari kesalahan yang sudah di perbuat dan tega membiarkan istri nya kelaparan.


Rivan lalu berjalan meraih gagang telepon untuk meminta layanan hotel agar mengantar kan makan pagi sekaligus makan siang ke dalam kamar mereka.


" Sudah siap." gumam Rivan lirih.


" Aku mandi dulu ya sayang, nanti kalau ada yang memencet bel Kamu buka aja dan jangan memakai pakaian minim seperti itu." titah nya ketika melihat Shella yang hanya memakai celana jeans pendek yang sangat pas di bokong nya dan di padukan dengan tank top hitam minim.


" Iya udah sana Kamu cepetan mandi nya." Shella mendorong paksa Rivan masuk ke dalam kamar mandi sebelum lelaki itu kembali menyentuh nya.


5 menit kemudian Rivan sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk dan juga rambut yang masih basah.


" Udah di antar ya sayang makanan nya?" tanya Rivan memastikan.


" Sudah tuh.ini pakai baju Kamu dan sini duduk dulu biar Aku bantu." perintah Shella yang langsung di ikuti oleh Rivan.


" Mau ngapain?" tanya Rivan.


" Duduk di sini." Shella lalu membantu mengeringkan rambut suami nya dengan menggunakan hair dryer yang sengaja dia bawa dari rumah.


" Ternyata enak banget ya punya istri,tahu kayak gini mungkin sudah dari dulu Aku ngajak Kamu nikah." ujar Rivan nyengir.


" Dari dulu kan kita belum bertemu Mas! Ada-ada saja Kamu ini." Shella mencebik dan tetap melanjutkan aktivitas nya.


Sedangkan dua sahabat Shella sejak pagi tadi terus saja menatap ke arah lorong hotel berharap Shella keluar menyusul mereka untuk sarapan bersama.


" Kayak nya pengantin baru nggak bakal keluar deh Ren! Udah jam 9 begini aja belum muncul juga." sungut Nindi yang sebenarnya penasaran ingin mewawancarai Shella.


" Biarkan saja lah Nin,mungkin mereka masih kelelahan dan baru tidur pagi tadi.habis ini kita langsung pulang aja ya ,soal nya Aku kedapatan shift siang." ucap Reni mengingat kan.


" Oke." jawab Nindi kembali melahap makanan nya yang terasa sangat lezat.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2