Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 92


__ADS_3

" Mereka ternyata mirip sekali dengan Kamu Mas." ucap Shella yang kembali memberikan asi untuk anak-anak nya.


" Mungkin mereka tahu siapa yang paling tulus dan berkorban banyak untuk mereka.gen yang Aku miliki bekerja dengan sangat baik untuk membuktikan itu semua.terlebih lagi Aku lah orang yang selalu bekerja keras setiap malam nya." Rivan meringis mendapatkan cubitan panas di pinggang nya dari tangan kanan Shella.Bu Ela yang menyadari bahwa ketiga cucu nya sangat mirip sekali dengan putra mereka hanya bisa tertawa sambil mendengarkan pembelaan menantu nya.


" Ngaco Kamu Mas! Aku juga turut andil dalam proses pembuatan mereka ya! Tapi entah kenapa anak-anak Mama ini tidak mau mewarisi gen Mama sedikit pun." ucap Shella pura memasang wajah sedih nya.


" Tenang saja sayang, nanti kita cetak yang lebih banyak lagi dan semoga saja nanti Kamu beruntung." pinggang Rivan kembali mendapat kan cubitan keras dari tangan sang Ibu.


" Jangan macam-macam deh Rivan! Mereka bertiga masih butuh kasih sayang dari Kamu dan Shella.kalau mau punya anak lagi nanti tunggu setidak nya satu tahun atau dua tahun lagi.awas saja Kamu kalau sampai melewati batas.kasihan anak perempuan Mama dan juga cucu Mama dong." tegur Bu Ela yang sedang menimang Alvin Cucu pertama nya.sedangkan cucu kedua sedang bersama sang Opa yang memilih duduk di sofa karena tidak ingin membuat menantu nya merasa sungkan untuk memberikan asi kepada cucu mereka.


" Mama ini! Anak sendiri nggak di pikirkan nasib nya.mentang- mentang sudah punya menantu dan cucu.Aku sudah seperti anak angkat saja dalam keluarga ini." sindir Rivan yang kembali mendapat tatapan mata tajam dari sang istri dan juga Ibu nya.


" Rivan."


" Mas." ucap Shella dan Bu Ela secara bersamaan.


" Tapi memang seperti itu kenyataan nya sayang,Mama!" seru Rivan tanpa ekspresi.


" Terserah Kamu saja lah,yang harus kita bahas sekarang bagaimana cara mencari baby sitter untuk membantu Shella merawat ketiga anak-anak kalian." ucap Bu Ela membuat Shella dan Rivan saling berpandangan satu sama lain.


" Untuk sekarang belum Ma! Nanti saja kalau mereka sudah agak besar sedikit." jawab Rivan mengambil kembali bayi perempuan nya yang sudah tertidur dan langsung memindahkan ke dalam box bayi mereka.

__ADS_1


" Rivan! Kamu jangan keterlaluan seperti ini.pelit sekali Kamu jadi suami.mau enak nya saja terus giliran repot Kamu serahkan semua nya kepada anak Shella.apa Kamu sudah bangkrut sampai tidak sanggup lagi untuk membayar gaji baby sitter?" pekik Bu Ela dengan suara tertahan nya.jika tidak mengingat saat ini Alvin sedang berada di gendongan nya mungkin sudah sejak tadi Bu Ela mengumpat putra kandung nya dengan kata kasar.


" Sabar Ma! Ini di rumah sakit dan kasihan anak ku bisa tertekan batin nya melihat sikap Mama itu,tanya kan sendiri sama anak kesayangan Mama ini, semua yang Aku lakukan atas permintaan anak kesayangan Mama dan harus sesuai tanpa mau menerima penolakan." Rivan sengaja menekan setiap kata untuk menyadarkan sang Ibu.Shella yang mendengar kata yang keluar dari mulut suami nya hanya bisa mengulum senyum di bibir nya.


" Benar seperti itu sayang?" tanya Bu Ela lembut dan berbeda sekali dengan nada bicara saat bersama Rivan tadi.


" Benar Ma! Mereka masih terlalu kecil untuk berada di tangan baby sitter.kamar kami juga sangat luas sekali dan mereka akan tetap tidur di kamar kami hingga beberapa bulan ke depan.selain itu di rumah juga ada banyak asisten rumah tangga yang akan membantu Shella.Mama tidak perlu khawatir karena Shella yakin bisa merawat mereka dengan baik.Mas Rivan benar, mungkin nanti Shella akan menggunakan baby sitter kalau mereka sudah semakin aktif dan Shella sudah tidak bisa mengawasi mereka satu persatu.kan ada Mama yang selalu ada di samping Shella." ucap Shella membuat Bu Ela akhirnya mau menerima alasan dari menantu kesayangan nya.Bu Ela sebenarnya juga takut jika nanti ketiga cucu kesayangan nya mendapatkan baby sitter yang tidak tepat dan juga jahat.


"Baiklah,Mama dengan senang hati akan membantu merawat mereka bertiga.nanti kalau Kamu sudah merasa lelah dan butuh baby sitter jangan sungkan untuk meminta nya kepada suami Kamu ataupun kepada Mama.kita harus selektif dalam mencari baby sitter agar tidak terjadi marabahaya kepada baby triplet." Rivan langsung mencebik kan bibir nya melihat sang Ibu yang begitu manis nya dalam bertutur bahasa.sedikit pun tak ada nada sumbang yang terdengar dan selalu lembut dan mendayu.


" Iya Ma."jawab Shella.


Semua anggota keluarga menyambut dengan gembira kabar baik tersebut,seluas apapun ruangan yang di tempati oleh Shella tetap saja mereka merasa jika di rumah lebih baik dari segala nya.hanya satu orang yang terlihat biasa saja karena masih mengkhawatirkan kondisi istri nya.


" Apa Dokter sudah yakin dengan keputusan Dokter tadi?" tanya Rivan memastikan.


" Yakin seratus persen Pak, semua nya sudah kembali normal begitu juga dengan bekas operasi nya yang sudah mengering tanpa perlu takut terluka lagi." jawab Dokter Mulia membuat Rivan dengan ragu-ragu menyetujui nya.


Bu Ela akhirnya terpaksa harus turun tangan untuk membuat putra nya yang Overprotektif ini yakin dan mau menerima keputusan yang Dokter berikan.


Sementara itu di dalam apartemen Nindi.sudah beberapa hari ini Nindi sudah tidak pernah lagi menyiapkan sarapan dan bekal untuk suami nya.bau tajam dari bawang membuat Nindi terasa ingin muntah dan sampai lemas tak berdaya lagi.Satria yang sangat khawatir dengan kondisi istri nya terpaksa meminta asisten rumah tangga mereka untuk menginap 24 jam di apartemen yang mereka tempati.dia tidak akan bisa tenang bekerja jika meninggal kan Nindi seorang diri menghadapi masa hamil muda nya.

__ADS_1


Keesokan harinya.Satrai benar-benar di buat kelimpungan karena Nindi tiba-tiba saja mengeluh kedinginan.apalagi ketika Satria mengecek bahwa suhu tubuh istri nya sangat tinggi sekali.


"Kita kerumah sakit ya sayang." ucap Satria yang langsung menggendong tubuh istri nya untuk keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian yang lebih tertutup lagi.


Nindi dengan cepat menggeleng kan kepala sambil mengendus bau tubuh suami nya yang belum sempat mandi pagi karena sibuk mengurus dia yang sejak tadi bolak-balik ke kamar mandi.


" Aku hanya butuh istirahat Mas! lagian malas banget kalau harus pergi ke rumah sakit dan mencium bau obat-obatan yang sangat tajam di sana." jawab Nindi sambil terus memejamkan mata dan memeluk leher suami nya untuk lebih dekat lagi.


Satria mendesah gusar tapi dia juga tidak bisa membiarkan istri nya harus kembali muntah jika di paksa di bawa ke rumah sakit.


" Kamu siap-siap saja dulu Mas,bukan kah Kamu kebagian shift pagi." sahut Nindi mengingat kan suami nya yang masih betah mengelus perut nya.


" Aku akan cuti beberapa hari kedepan untuk menemani dan merawat Kamu sampai sembuh.maafkan Aku yang sering tidak punya waktu untuk menemani Kamu melewati masa sulit ini." Satria tidak akan bisa bekerja dengan tenang ketika melihat kondisi istri nya semakin memburuk dan selalu mengeluh lemas setelah perut nya benar-benar kosong tak berisi lagi.


" Aku sudah menelepon Dokter Mulia untuk datang kesini,Aku khawatir terjadi sesuatu kepada Kamu dan anak kita.sebenarnya Aku ingin mengambil alih tugas Dokter Mulia, tapi sungguh Aku tidak punya kuasa untuk melakukan nya." imbuh Satria terus setia menemani istri nya untuk berbaring, karena memang aroma tubuh nya yang bisa mengurangi rasa mual yang di rasakan oleh istri nya.


" Baiklah! Tapi janji jangan pergi setelah Aku tertidur nanti ya Mas." pinta Nindi yang berharap bisa terlelap dengan di temani oleh suami nya.


" iya sayang, tidur lah sebentar sambil menunggu Dokter mulia datang." Satria terus menggosok punggung istri nya agar sang istri lebih mudah menjemput kantuk yang sejak tadi dia tahan.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2