Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 48


__ADS_3

Sejak semalam Shella sudah rempong sendiri dengan segala persiapan diri nya untuk bertemu dengan kedua orang tua Rivan,bahkan Reni dan Nindi di buat pusing dengan tingkah nya yang sangat luar biasa ,bahkan dulu saat ingin bertanya dengan keluarga Adi,Shella tidak pernah ribet seperti ini dan selalu terlihat santai dan juga tenang,tapi malam ini untuk sekedar tidur pun Shella masih tidak bisa memejam kan kedua mata nya karena terus saja di hantui rasa gelisah.


" Tidur Shel! Jangan sampai kedua mata mu terlihat seperti panda ketika ketemu camer besok siang." goda Reni ketika merasa sudah lelah meladeni sikap aneh Shella.


" Aku nggak bisa tidur Ren! Udah Kamu tidur duluan aja,besok pagi Kamu juga ada dinas kan?" Shella lalu beranjak dari atas ranjang meninggalkan Reni dan Nindi yang sudah terlebih dahulu tertidur.


" Yakin nggak mau di temenin?" tanya Reni memastikan.dan hanya di balas anggukan kepala oleh Shella yang sedang duduk di atas sofa.


" Ya udah,Aku tidur duluan ya,jangan sampai bunuh diri kalau Kamu semakin merasa gelisah." Reni kembali menggoda Shella seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


" Emang nya untuk apa Aku bunuh diri? Aneh Kamu tuh." balas Shella melempar boneka kecil ke arah Reni yang terdengar sedang cekikikan di dalam selimut.


Belum puas rasa nya Shella menikmati tidur lelap nya, tetapi terik nya sinar sang Surya memaksa dia untuk segera bangun dari peraduan nya.sedangkan Reni dan juga Nindi sudah tidak terlihat lagi batang hidung nya.


" Sudah jam berapa ini?" gumam Shella lirih melirik jam weker yang ada di atas nakas.


" Astaga....Sudah jam 11.00." teriak Shella tidak percaya dan dengan cepat membuka satu tirai yang sengaja belum di buka oleh kedua teman nya.setelah itu wanita ini langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya.sangking nyenyak dan enak nya tidur nya pagi ini sehingga membuat Shella melupakan janji nya kepada Rivan yang akan menjemput nya setengah jam lagi.


" Aku harus cepat,masa baru pertama kali bertemu sudah telat dan membuat masalah baru." gumam Shella dengan cepat menggosok seluruh tubuh nya dan kemudian membilas hingga bersih tanpa noda sedikitpun.


Rivan yang sudah setengah jam menunggu di lantai bawah terlihat sangat santai tanpa merasa bosan sedikit pun,dia bisa memahami bagaimana perasaan Shella saat ini,sudah pasti calon istri nya itu ingin terlihat sempurna di mata calon mertua nya.


" Maaf ya Mas,tadi Aku bangun nya telat." gumam Shella begitu sampai di depan Rivan.


Rivan yang terhipnotis dengan penampilan Shella siang ini hanya bisa tersenyum tipis,dan tanpa sadar mulut nya bahkan sampai menganga lebar melihat Shella yang begitu cantik sekali dengan rambut hitam yang tergerai indah dari kepala nya.


" Nggak papa sayang,Mama pasti bisa mengerti nya.kita jalan sekarang?" tanya Rivan saat melirik jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukkan pukul 12.15 WIB.


" Boleh Mas." jawab Shella kembali memperhatikan penampilan nya dari atas sampai ke bawah.

__ADS_1


" Ayok sayang." Rivan menggandeng mesra tangan Shella sampai masuk ke dalam mobil nya.pria ini tidak berhenti mengukir senyum karena merasa sangat bahagia sekali, berbeda dengan Shella yang terlihat begitu gugup bercampur takut.


Beberapa menit kemudian,sopir yang mengendarai mobil Rivan sudah membukakan pintu untuk kedua majikan nya.


" Ayok turun sayang." ajak Rivan mengulur kan tangan kepada Shella.


" Sebentar dulu Mas! Penampilan ku masih rapi nggak?" tanya Shella sambil membenarkan dress selutut yang dia kenakan siang ini.


" Masih sangat cantik dan akan selalu terlihat cantik sayang." tutur Rivan lembut menatap lekat sosok wanita pilihan nya dan terus melempar senyum terindah nya.


" Mas! Kamu ini nggak nyambung banget deh! Di tanya apa malah jawab nya apa? Aku jadi tambah gugup lagi." ketus Shella cemberut.


" Lah kan memang Kamu selalu terlihat cantik di mata ku sayang,nggak perlu gugup segala karena Aku akan selalu berada di samping mu." ucap Rivan mengecup tangan Shella yang terasa sangat dingin.


" Udah lah Mas! Lebih baik kita turun sekarang juga, kasihan Mama Kamu yang sudah menunggu kita terlalu lama." ajak Shella lalu turun terlebih dahulu dari dalam mobil.


Belum juga sampai di dekat pintu,Shella sudah kembali menghentikan langkah kaki nya dan beralih menatap wajah Rivan yang juga sedang menatap ke arah nya.


" Aku lupa beli buah tangan Mas! Ini semua gara-gara rasa gugup ini,gimana dong Mas? Sebaik nya kita keluar dulu sebentar untuk mencari roti atau pun makanan lain nya." Sangking nervous nya Shella yang ingin berkunjung ke rumah Rivan sehingga membuat rencana matang nya buyar di tengah jalan akibat konsentrasi yang terpecah belah.


" Nggak perlu sayang,di dalam sudah ada banyak makanan,lagian cuman ada kita berempat doang dan nggak ada orang luar yang ikut dalam acara pertemuan ini." tukas Rivan tidak setuju dengan rencana Shella.


" Tapi Mas..."


" Sudah sayang,nih Mama sudah menghubungi Aku lagi." Rivan memperlihatkan layar ponsel yang tertulis nama sang Ibu yang sedang menelpon nya.


" Iya Ma."seru Rivan begitu mengangkat sambungan telepon dari sang Ibu.


" Kenapa kalian belum masuk juga, padahal kata Bibi mobil mu sudah ada di garasi depan." ucap Bu Ela bingung.

__ADS_1


" Kami sudah di depan pintu Ma,dan sebentar lagi akan masuk ke dalam." jawab Rivan dan kemudian langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.


Shella yang melihat Rivan hendak membuka pintu rumah nya kembali menarik nafas secara dalam untuk menghilangkan rasa gugup yang semakin banyak menghinggapi diri nya.


" Ya Rabb....Kuat kan Aku dan tolong berikan Aku kekuatan untuk menghadapi semua nya."ucap Shella dalam hati kembali mengaitkan jemari halus di jemari kekar milik Rivan.


" Tenang saja sayang,mereka pasti menyambut mu dengan baik." bisik Rivan menenangkan Shella yang semakin mengeratkan genggaman tangan nya.


Rivan berjalan terlebih dahulu dan di susul oleh Shella yang bersembunyi di balik punggung nya,dia terus mengekor seperti anak ayam kepada Rivan.


" Siang Ma,Pa." ucap Rivan sembari mencium punggung tangan kedua orang tua nya.


" Siang juga Nak,apa ini calon menantu Mama?" tanya Bu Ela terlihat tidak sabaran.


"Iya Ma." jawab Rivan mengangguk yakin.sedangkan kedua orang tua nya langsung saling menatap satu sama lain.


Rivan segera berbalik dan meminta Shella untuk ikut mendekat,Shella berusaha menegakkan tubuh nya dengan yakin dan berjalan sambil tersenyum ke arah Pak Hasan dan juga Bu Ela.


" Mama,Papa, perkenalkan ini adalah Shella kekasih ku dan akan segera menjadi istri ku." ucap Rivan dengan tegas dan langsung merangkul pinggang Shella dengan begitu erat.


Shella pun mengulurkan tangan nya kepada Pak Hasan dan juga Bu Ela, Shella lalu mencium kedua tangan pasangan paruh baya itu.


Pak Hasan dan Bu Ela kembali saling menatap sambil mengukir senyum bahagia,sontak saja pemandangan ini membuat Rivan merasa tenang karena kedua orang tua nya terlihat menyukai Shella.


" Terimakasih sudah mau datang ke sini sayang." ucap Bu Ela membelai lembut rambut dan punggung Shella.


" Sama-sama Tante,harus nya Shella yang berterima kasih karena sudah di undang ke rumah Tante."ujar Shella sopan masih dengan tangan dingin nya.


"Jadi seperti ini sosok wanita yang sudah membuat putra ku bergetar,wanita yang sudah berhasil mencuri hati putra ku dan membuat seorang Rivano prasaja Bakri jatuh cinta?"batin Pak Hasan ketika melihat wajah teduh Shella untuk yang pertama kali nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2