Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 71


__ADS_3

Hari terakhir berada di kota Perth di habiskan Rivan hanya berada di kamar hotel sambil menggempur habis pertahanan Shella sampai membuat kedua nya lelah tak bertenaga lagi.Rivan terus saja mengajak Shella berolahraga sampai sore dan terlelap begitu saja serta melewati makan malam terakhir mereka di kota Perth.


Bulan madu kali ini sangat menguntungkan untuk Rivan yang bisa dengan bebas mengajak istri nya bercinta di manapun dan kapan pun dia mau tanpa ada yang mengganggu.


Sangking gencar nya mengejar project bikin baby,Shella bahkan sampai detik ini tidak ingat soal oleh-oleh khas negara dan kota yang dia kunjungi.


Di dalam kamar hotel ini,Rivan menggeliat begitu mendengar bunyi pesan yang masuk ke dalam ponsel nya.


" Siapa sih yang ganggu pagi-pagi begini." gerutu Rivan hingga membuat Shella juga ikut terbangun dan perlahan menggeliat membuka mata yang masih terasa begitu lengket.namun dalam hitungan detik kedua bola mata nya langsung terbelalak sempurna ketika melihat jam di ponsel nya sudah menunjukkan pukul 9 waktu perth.


" Aaaaa..." Shella sontak saja berteriak dengan wajah bingung nya,membuat Rivan yang sedang memegang ponsel nya ikut terperanjat kaget.


" Kenapa Kamu berteriak sayang?" tanya Rivan tak mengerti.


" Apa ada yang sakit?" imbuh nya sambil menelisik setiap inci tubuh sang istri.


"Udah jam 9 Mas, sedangkan satu jam lagi kita harus segera ke bandara,tapi Aku belum sempat membeli oleh-oleh untuk Mama dan juga teman-teman Aku." ujar Shella dengan wajah kecewa nya.


" Jangan sedih kayak gitu,nanti Aku temenin Kamu beli oleh-oleh nya,udah ayok kita mandi dulu." ajak Rivan begitu santai tanpa merasa di kejar oleh waktu.


"Waktu nya nggak akan cukup lagi Mas,udah Kamu mandi duluan saja,Aku nggak yakin mandi bareng sama Kamu akan menjadi lebih cepat,Aku mau membereskan barang-barang yang masih belum di rapikan ke dalam koper." Shella tidak ingin lagi suami nya kembali minta untuk mengulang kegiatan olahraga,mandi berdua sama saja masuk ke dalam kandang buaya darat batin Shella yang sedang di pusing kan oleh banyak nya pekerjaan yang menumpuk.


Rivan yang tidak ingin membuat mood istri nya lebih kacau lagi akhirnya melenggang dengan keadaan polos menuju kamar mandi,sedangkan Shella terus saja merutuki kesalahan nya yang entah kenapa bisa lalai seperti ini.


" Shella...Shella....Maka nya jangan terlalu santai.jadi gini kan." batin nya memunguti pakaian kotor dan menyiapkan baju bersih untuk dia pakai pulang ke tanah air.


Hanya 5 menit Rivan sudah selesai membersihkan tubuh nya dan di gantikan dengan Shella yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.sambil menunggu Shella mandi,Rivan mengetik sesuatu di layar ponsel nya dengan sangat serius hingga detik berikutnya terukir sebuah senyum miring yang tidak terbaca oleh siapapun.


Setelah menggulung rambut dengan handuk,Shella bergegas keluar memakai pakaian nya dan merias wajah yang masih bengkak karena baru bangun tidur.


Rivan sudah meminta sopir nya memasukkan koper ke dalam mobil dan diikuti oleh Rivan dan Shella dari belakang.


Untung lah jarak hotel yang mereka tempati dan bandara tidak terlalu jauh hingga 8 menit kemudian mereka sudah sampai di bandara dengan Rivan yang harus menyeret dua koper di tangan nya.


" Loh Mas? Kok ada 3 koper? Ini punya siapa?" tanya Shella bingung.

__ADS_1


" Punya kita juga." jawab Rivan santai.


" Tapi kan.." shella semakin pusing di buat nya.dia bahkan sudah memikirkan kata-kata permintaan maaf nya karena tidak bisa memberikan oleh -oleh kepada mertua nya,rasa bersalah itu kian bergemuruh di dalam hati nya kala mengingat betapa baik nya kedua mertua nya kepada Shella.


" Ini oleh-oleh yang Kamu cari itu sayang.Aku sudah meminta sopir kita tadi untuk mencari kan nya untuk mu.jangan cemas lagi karena semua nya sudah lengkap di dalam sini." tutur Rivan menatap Shella yang masih belum menunjukkan ekspresi apapun.


" Yakin?" tanya Shella gamang.


" Iya yakin lah sayang,ayok kita masuk ke dalam.tuh suara panggilan terakhir untuk kita." kedua nya bergegas menuju pesawat sebelum akhirnya benar-benar ketinggalan dan harus menunda kepulangan yang sudah di rencanakan.


Duduk di pesawat Shella mulai merasa tenang dengan detak jantung yang masih tak karuan.


" Huft...Huft.." Shella menarik nafas dalam-dalam lalu di keluarkan melalui mulut.


" Capek?" tanya Rivan merebahkan kepala Shella di pundak nya.


" Nggak,tapi lebih ke khawatir.ini semua gara-gara Kamu ya Mas! Main nya nggak pernah mau satu kali dan wajib ganti gaya.jadi kayak gini kan pagi ini, untung saja masih keburu." ujar Shella kembali memejamkan mata yang mulai terasa perih.


" Iya Aku minta maaf sayang." Rivan tak ingin membantah dan dengan gentleman mengakui kesalahannya.


" Brukk..Bruk..." truk yang ada di hadapan Annisa juga ikut menabrak pengendara mobil sedan yang ada di depan nya hingga terjadi lah tabrakan beruntun yang memakan banyak korban.


" Annisa...." teriak Pak Manto dengan wajah tegang nya.dengan mata nya sendiri Pak Manto melihat tubuh Annisa terlempar jauh dan terluka parah.


Tubuh Annisa langsung di angkat oleh anak buah Pak Manto ke dalam mobil dan bergerak cepat menuju rumah sakit, sedangkan untuk korban yang ada di jalan saat ini juga di urus oleh anak buah Pak Manto sampai tuntas dan untuk yang luka juga di bawa ke rumah sakit yang sama seperti yang Annisa tempati.


Rasa bersalah kian besar menyelimuti hati Pak Manto, terlebih lagi jika terjadi sesuatu kepada putri nya yang masih menjalani hukuman dari dia dan juga istri.


" Ma! Datang ke rumah sakit sekarang juga ." titah Pak Manto di sambungan telepon.


Satu persatu korban lakalantas yang di akibatkan oleh Annisa mulai berdatangan ke rumah sakit dengan di dampingi oleh anak buah Pak manto.pria tua ini terduduk lemas di kursi tunggu dengan wajah pucat nya.


" Pa...Ada apa?" tanya Bu Mala ketika baru sampai di rumah sakit.


" Annisa.... Kecelakaan Ma." kedua nya saling berpelukan memberikan kekuatan satu sama lain.di sana ikut juga nenek dari Annisa dan juga keluarga dekat nya yang kebetulan sedang menginap di rumah mereka.

__ADS_1


Semua anggota keluarga menangis sesenggukan ketika mendengar penjelasan yang Keluar dari mulut Pak Manto.saling menguatkan satu sama lain adalah jalan terbaik meski harus siap menerima kabar apapun yang akan di katakan oleh dokter.


Tak berapa lama tim medis pun keluar dari ruang IGD dengan wajah datar nya.


Mereka sudah berusaha menyelamatkan wanita muda itu dengan sepenuh hati.tapi nyata nya tuhan berkehendak lain dan lebih menyayangi Annisa untuk kembali ke pangkuan nya.


" Maaf Pak,apa anda keluarga dari pasien yang ada di dalam?" tanya Pak Dokter lirih.


" Iya Dok, bagaimana keadaan anak Saya, Dok? Saya mohon lakukan yang terbaik dan berapapun biaya nya akan Saya bayar sekarang juga." ujar Pak Manto kalut.


" Kami sudah berusaha dengan semaksimal mungkin Pak,tapi Putri Bapak terlalu banyak menghabiskan darah dan terdapat luka fatal yang ada di kepala nya.bahkan seluruh tubuh nya tidak merangsang lagi saat kami pasang alat medis. takdir berkata lain Pak.Saya turut berbelasungkawa." Ucap Dokter dengan mengatupkan kedua tangan di dada.


Hancur sudah hati keluarga Annisa mendengar kabar buruk ini,anak perempuan satu-satunya di keluarga Manto harus pergi lebih cepat dan secara mengenaskan.bukan hanya Annisa saja yang menjadi korban dalam kecelakaan ini,tapi ada 3 orang lain yang juga sudah di nyatakan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit ini.


Suasana duka begitu kentara terasa,Bu Mala menangis sejadi-jadinya mengingat putri kesayangan nya yang tak lagi bisa menemani hari-hari nya.


Semua administrasi rumah sakit termasuk untuk para korban lain nya sudah di urus oleh anak buah Pak Manto. berikut juga dengan santunan kepada pihak keluarga yang di tinggal kan oleh almarhum atau almarhumah.


Melihat jenazah Annisa yang sudah tertutup kain.membuat Bu Mala kembali histeris ketika menyadari anak nya sudah terbujur kaku.


Selesai proses mengurus jenazah Annisa,keluarga Pak Manto mengantarkan jenazah Annisa ke peristirahatan terakhir.


meskipun berat menerima,tapi nyata nya semua sudah menjadi takdir sang ilahi, siapapun tidak bisa menolak takdir yang sudah di garis kan oleh tuhan.


Dan kini tibalah saat nya Tubuh Annisa di masuk kan ke liang kubur lalu di timbun hingga tak terlihat lagi.tubuh Bu Mala kembali merosot tak berdaya karena kedua kaki nya terasa begitu lemas dan tak sanggup lagi untuk berdiri.


Begitu pemakaman selesai,satu persatu pelayat yang datang berpamitan kepada Pak Manto.sedangkan untuk Bu Mala sudah di bawa pulang terlebih dahulu karena sudah pingsan tak sanggup lagi menerima kenyataan yang begitu pahit.


Pak Hasan dan juga Bu Ela yang baru mengetahui kabar duka ini merasa sangat syok sekaligus tak percaya.karena tadi pagi Annisa masih mengirim pesan singkat berisi tentang pernikahan Rivan dan juga Shella.


" Ini beneran ya Pa?" tanya Bu Ela kaget.


" Iya Ma,jenazah nya sudah di makam kan dan mungkin saja saat ini mereka sudah kembali ke rumah, nanti sore saja kita melayat ke sana Ma.Papa masih harus mengganti kan Rivan meeting dengan client terlebih dahulu."


" Iya Pa." jawab Bu Ela sekena nya karena masih kepikiran dengan kematian Annisa yang menurut nya begitu mendadak.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2