
Hari berganti begitu cepat sekali,tepat hari ini adalah hari ke 5 Rivan dan Shella berada di Bali.besok pagi mereka sudah harus kembali ke ibu kota karena Rivan yang tidak bisa berlama-lama meninggalkan segudang kesibukan nya.dua hari terakhir Shella dan Rivan selalu mengajak Lala dan Lili untuk ikut bersama mereka,tapi untuk hari ini kedua nya harus kembali bersekolah seperti biasa nya setelah cukup lama menikmati masa libur panjang.sebenar nya Shella keberatan tanpa kehadiran kedua adik angkat nya,tapi di juga tidak bisa egois karena memang belajar adalah tugas Lala dan Lili saat ini.
Hubungan di antara kedua nya semakin harmonis dan tak terlihat celah untuk pelakor bisa masuk ke dalam rumah tangga mereka.tak ada satu pun tempat wisata yang terlewati oleh Shella karena Rivan selalu berhasil membuat dia terpesona dengan keindahan Bali.
Setelah lelah berkeliling dari pagi hingga sore hari,malam ini Shella mengajak Rivan untuk mampir di toko oleh-oleh khas Bali.karena sampai detik ini Shella masih belum juga mengumpulkan oleh-oleh untuk kedua mertua nya dan juga para karyawan yang sudah rela berjibaku membuat toko kue nya semakin berkembang pesat.terkecuali kedua sahabat nya yang sama-sama baru pulang dari Bali jadi Shella tidak perlu lagi mencari oleh-oleh untuk mereka berdua.
" Mas mau ikut ke dalam kan?" tanya Shella memindai.
" Iya sayang." jawab Rivan dengan cepat karena sudah yakin di dalam toko itu pasti banyak laki-laki yang akan melirik istri cantik nya.mereka berdua keluar dari mobil secara bersamaan dan bergandengan tangan.
" Kalau Aku belanja nya lama Kamu nggak boleh marah loh Mas!" seru Shella mengaitkan jemari nya di jemari Rivan yang tidak memegang apapun.
" Memang nya selama ini Kamu pernah lihat Aku marah sama Kamu?" Rivan menghentikan langkah kaki nya dan menatap wajah Shella mencari jawaban.shella menggeleng kepala dengan perlahan sambil nyengir.
" Kamu memang nggak marah sih! Tapi bosan kan?" ucap Shella langsung mengajak kembali suami nya untuk masuk ke dalam sebelum toko ini di padati oleh pengunjung lain nya.
Rivan yang tahu pasti istri nya akan berbelanja banyak hal memilih mengambil troli terlebih dahulu dan mengikuti langkah kaki Shella dari belakang.baru 30 menit berkeliling toko yang sangat luas ini,troli yang di dorong oleh Rivan sudah penuh dengan berbagai cemilan dan juga kue kering lain nya.
" Sayang! Ini yakin mau beli oleh-oleh? Bukan mau buka toko di ibu kota kan?" tanya Rivan begitu kaget ketika melihat istri nya memasukan beberapa pack kue khas Bali.
Shella Langsung tertawa lebar mendengar ucapan suami nya berikut dengan ekspresi wajah kaget yang membuat wajah tegas nya tak terlihat lagi.
" Karyawan Aku kan banyak Mas! Kemarin pas kita bulan madu mereka nggak kebagian oleh-oleh karena lupa! Maka nya Aku mau menebus rasa bersalah itu sekarang dan membeli semua yang kelihatan nya enak-enak.ini juga untuk Mama sama Papa." Shella kembali mengajak suami nya menjelajahi isi toko itu hingga pada akhirnya Rivan harus kembali mengambil troli untuk yang kedua kali nya karena troli pertama sudah penuh.Rivan menghela nafas panjang nya kembali mengikuti Shella yang seperti nya sangat antusias sekali memilih oleh-oleh tanpa berpikir bagaimana cara membawa semua barang-barang nya pulang ke ibu kota.selesai dengan aneka cemilan .kini Shella berpindah ke area sebelah kanan di mana terdapat banyak pakaian unik dan juga pernak-pernik khas Bali lain nya.menyadari troli kedua sudah mau penuh kembali membuat Shella meringis sendiri menatap suami nya dengan wajah sangat bersalah.
" Mas!" rengek Shella ragu-ragu.
Rivan yang mengerti maksud dari tingkah istri nya langsung mendekat dan memeluk Shella dengan begitu mesra.
" Sudah siap belanja nya atau masih mau nambah lagi?" tanya Rivan lembut.
" Ini maksud nya Kamu lagi nyindir Aku atau memang tulus nanya dari hati?" Shella melepas pelukan tangan suami nya dan beralih menatap wajah Rivan mencari jawaban atas pertanyaan yang dia berikan.
"Sejak kapan Aku suka menyindir Kamu,sayang? Aku nanya sudah siap apa belum? Biar langsung di hitung semua nya...Begitu." tutur Rivan menjelaskan sebelum wanita nya terlanjur salah paham.
__ADS_1
" Oooo..Udah sih! Tapi maaf ya Mas! Aku belanja nya kebanyakan." ucap Shella lirih.
" Nggak papa sayang! Udah Kamu duluan masuk ke mobil saja biar Aku yang ngantri bayar nya."ucap Rivan karena melihat banyak para pria yang berbaris di barisan antrian,dia tidak akan tega melihat istri nya menjadi pusat perhatian orang lain.
" Tapi Mas..." sebelum Shella melanjutkan ucapan nya,Rivan sudah terlebih dahulu memotong nya pembicaraan nya.
" Aku nggak suka di bantah loh sayang." tegas Rivan dengan wajah serius.shella akhirnya mengalah karena tidak ingin membuat suami nya marah dan mengeluarkan tanduk ganas nya.
" Ini ATM nya Mas." Shella memberikan sebuah ATM untuk membayar semua belanjaan nya meskipun ATM itu juga merupakan pemberian suami nya.
" Bawa saja sayang! Aku bawa dompet kok." tolak Rivan menunjuk saku celana yang menggembung karena dompet tebal nya.tidak mungkin seorang Rivano prasaja Bakri memakai ATM istri nya untuk membayar belanjaan yang tidak seberapa ini.
Shella bergegas mengambil kunci mobil dari tangan suami nya dan berjalan dengan cepat supaya bisa duduk nyaman di dalam mobil.melihat istri nya sudah menjauh dari para lelaki yang menatap genit ke arah nya membuat Rivan menghela nafas panjang dan berjalan semakin maju saat troli nya sudah berada di barisan paling depan.
Setelah membayar semua nya,Rivan dengan di bantu oleh karyawan pria toko tersebut langsung membawa belanjaan menuju ke mobil dan menyimpan dengan rapi di bagasi belakang.
" Mau aku bantuin nggak Mas?" tanya Shella setengah berdiri di atas kursi nya.
" Nggak perlu sayang! Ini sudah mau siap." Rivan lalu menutup pintu bagasi mobil setelah beberapa kantong tersusun rapi dan membuka pintu bagian belakang untuk menyimpan sisa belanjaan yang tidak muat di bagasi belakang.
Pagi hari nya,mereka berdua sudah berada di Bandara,selama perjalanan kembali ke ibu kota.Shella memilih beristirahat karena memang semalam mereka harus begadang membereskan koper-koper dan juga akibat ulah Rivan yang selalu menuntut mengejar proyek dedek bayi.
" Loh ini kita mau kemana lagi Mas! Seingat Aku jalan menuju ke rumah Mama itu lewat tol kanan kan?"tanya Shella yang merasa aneh dengan jalan yang ditempuh oleh sopir pribadi Rivan.jalan yang mereka lewati sekarang bukan jalan menuju kediaman mertuanya.
" Kita langsung pulang kerumah kita sayang! Aku sudah minta izin sama Mama dan juga Papa.mulai hari ini kita akan tinggal di rumah kita sendiri dan memulai hidup mandiri.Kamu mau kan sayang?" tanya Rivan yang memang sengaja menyiapkan kejutan ini untuk istri nya.rumah yang di beli dari hasil kerja keras nya sudah berdiri kokoh lengkap dengan furniture yang sudah tertata rapi di dalam nya.awal nya Bu Ela menolak mentah-mentah permintaan putra nya tapi berkat bujukan dan nasehat yang di berikan oleh suami nya akhirnya Bu Ela mengizinkan mereka untuk tinggal terpisah dengan catatan harus sering-sering menginap di rumah utama.
" Terus Mama nggak marah kan Mas? Aku belum sempat pamitan sama Mama dan juga Papa, barang-barang kita juga masih di tempat Mama semua nya." Shella bersyukur suami nya bergerak lebih cepat dari yang dia bayangkan selama ini.dan dia tidak perlu capek-capek menuntut terlalu banyak lagi.
" Kamu tenang saja sayang! Semua barang-barang Kami sudah tersedia di rumah kita.besok kan Kamu masih bisa bertemu dengan Mama.di rumah kita Mama juga sudah menyiapkan beberapa asisten rumah tangga yang akan membantu Kamu dan dua orang security yang berjaga di gerbang depan.di tambah lagi Papa menitipkan anak buah nya untuk menjaga menantu kesayangan nya dari musuh yang tidak terlihat oleh mata nya." ujar Rivan tersenyum tipis membayangkan bagaimana perhatian nya kedua orang tua kandung nya kepada Shella yang hanya berstatus sebagai menantu di keluarga mereka.
" Harus nya nggak perlu Mas! kenapa banyak sekali asisten rumah tangga nya?" tanya Shella heran.
" Nanti Kamu tanyakan saja Mama,sudah ayok turun." ajak Rivan setelah mobil mereka masuk ke dalam pekarangan rumah besar yang begitu luas dengan di kelilingi taman yang luas di samping rumah nya.
__ADS_1
" Mas Ini besar sekali." ucap Shella tak percaya.
Di saat Shella masih sibuk menelisik setiap ukiran yang tergores di dinding mewah rumah nya.tiba-tiba saja pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang sudah mengabdi sangat lama pada diri nya.
" Bi Evi...Bi Anum.." teriak Shella semakin kaget.
" Iya Bu! Bapak memindah kan kami berdua ke rumah ini supaya bisa menemani Ibu." ucap Bi Evi membalas pelukan dari Shella.
" Akhirnya kita ketemu lagi Bi! Maafkan Shella yang belum sempat berkunjung ke rumah lama." ujar Shella bergantian memeluk Bi Anum.
" Tidak apa-apa Bu! Mari Bibi bantu masuk ke dalam." sangking terharu nya Shella bisa bertemu kembali dengan asisten rumah tangga nya dulu, wanita ini bahkan sampai melupakan keberadaan suami nya yang mengikuti mereka dari arah belakang.
" Bawa ke kamar utama saja Bi!" titah Rivan ketika melihat Bi Evi kebingungan.
" Baik Pak." Bi Evi dan Bi Anum langsung naik ke lantai atas membawa masing-masing dua koper di tangan mereka.
" Silahkan di minum Ibu ,Bapak." ucap seorang wanita paruh baya lagi yang baru keluar dari dapur dan di ikuti dua orang lain nya yang Shella belum kenal.
" Terimakasih Bi! Taruh di meja ruang televisi saja." balas Rivan menggenggam tangan Shella untuk duduk di ruang televisi.
" Sayang! Perkenalkan mereka bertiga ini asisten rumah tangga baru yang di cari oleh Mama.bukan di cari sih tapi di pindahkan Mama dari rumah kakek dulu." kata Rivan menjelaskan.
Shella hanya mengangguk kan kepala seraya tersenyum manis menatap bergantian ketiga asisten rumah tangga nya.
" Semoga Bibi betah kerja di sini.maaf Saya belum tahu nama Bibi semua ." ucap Shella lembut.
"Seperti nya Kami akan betah Bu! Karena kata Bi Evi dan juga Bi Anum,Ibu orang yang baik dan tidak pernah menuntut apa-apa.oh ya Bu! Perkenalkan nama Bibi markonah atau biasa di panggil konah,kalau yang di samping kanan Bibi nama nya Saroh dan di samping kiri nama nya Tuti." ucap Bi Konah memperkenalkan kedua rekan nya.
" Bi Konah! Bi Saroh dan Bi Tuti." beo Shella mengulang sembari mengingat kembali.
" Iya Bu!"
" Bibi boleh kembali ke belakang lagi, terimakasih untuk minuman nya." Shella langsung meneguk habis teh hangat di depan mata nya dan langsung mengajak suami nya untuk segera pindah ke dalam kamar.
__ADS_1
Tubuh yang sudah gerah memaksa Shella harus segera mandi meninggalkan suami nya yang masih sibuk dengan layar laptop dan kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya.
Jangan lupa like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰