Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 38


__ADS_3

Shella yang sudah lelah di ganggu oleh sang Ibu mertua akhirnya memilih memblokir seluruh nomer milik keluarga Adi,tak ada satupun lagi yang bisa berkomunikasi dengan dia karena wanita ini sudah terlanjur sakit hati dengan perlakuan Adi, terlebih lagi Shella memilih diam karena tidak ingin salah berucap dan bisa mempengaruhi kesehatan sang Ibu Mertua.biarlah Adi sendiri yang akan menjelaskan meski ada kemungkinan Adi akan melimpahkan kesalahan itu kepada diri nya nanti.


" Kamu kenapa belum tidur Shel?" tanya Nindi ketika baru selesai membersihkan tubuh nya.


" Eh iya Nin,ini tadi Aku udah mau tidur tapi ponsel ku bunyi,maka nya Aku matikan dulu biar nanti nggak ganggu lagi." jawab Shella menyimpan kembali ponsel di atas nakas.malam ini Nindi kembali di paksa oleh Shella untuk menginap di rumah baru nya sedangkan Reni yang ada tugas piket malam merengek merasa iri tidak bisa bergabung dengan kedua sahabat nya


" Memang nya siapa yang menelpon Kamu malam-malam begini? Rivan?" tebak Nindi tajam.yang sudah bersiap-siap akan mengomeli Rivan yang dia pikir tidak kenal waktu.


" Nggak,ini Ibu nya Mas Adi." gumam Shella lirih membaringkan tubuh lelah nya di atas ranjang luas yang ada di kamar.


" Mau ngapain lagi? Pasti minta uang terus." ketus Nindi tidak terima.padahal wanita paruh baya itu sama sekali tidak ada hubungan nya dengan Nindi tetapi Nindi selalu merasa sensi kalau sudah membahas keluarga Adi di kampung sana.


" Kayak nya sih begitu, karena biasa nya kan tanggal segini Aku selalu mentransferkan uang bulanan untuk mereka di sana." bukan bermaksud ingin durhaka atau pun memutuskan silaturahmi dengan wanita paruh baya yang sebentar lagi menjadi mantan ibu mertua nya,tapi Shella hanya ingin menjaga jarak dan berhenti untuk perduli dengan orang-orang yang berhubungan dengan Adi.toh sudah cukup selama ini dia mengalah memenuhi kebutuhan keluarga mertua nya yang suka semena- mena jika uang bulanan yang di kirim oleh Shella tidak sesuai dengan ekspektasi mereka semua.selama ini Shella rela menyerahkan semua nya karena bakti nya kepada wanita yang sudah melahirkan sang suami,tapi nyata nya bakti Shella malah di balas seember air tuba oleh Adi dan juga kedua kakak nya.


" Terus sekarang Kamu masih mengirim mereka uang bulanan? Untuk apa Shella?" Nindi yang emosi mendengar kata uang bulanan yang keluar dari mulut Shella akhir nya sangat marah sekali dan tidak sadar sudah berteriak di depan wajah Shella.


" Dengerin dulu Nin! Sekarang udah nggak! Aku udah menyelesaikan semua nya di saat Mas Adi benar-benar ketahuan selingkuh,Aku juga nggak mau perempuan itu menikmati semua nya sedang kan Aku harus membiayai keluarga nya di kampung,enak banget hidup mereka berdua." balas Shella mengenang kembali bagaimana patuh dan nurut nya Shella kepada Adi selama ini.bahkan dia rela merogoh kocek dalam-dalam agar Ibu mertua nya cepat sembuh dan tidak melulu mengatasnamakan penyakit serius nya itu saat ingin meminta uang kepada mereka.semakin hari keluarga Adi bukan nya berusaha keras mendapatkan uang malah semakin ketergantungan kepada Adi dan juga Shella.


" Nomer nya juga udah Aku blokir! Malas berurusan sama mereka lagi." imbuh Shella memperlihat tanda blokir di layar ponsel nya.

__ADS_1


" Bagus! Jangan mau lagi terperdaya oleh keluarga toxic mereka,Aku nggak bakal biarin lagi Kamu mengorbankan semua nya demi permintaan aneh-aneh Ibu mertua mu itu." ketus Nindi ceplas-ceplos.


" Iya...Udah ayok tidur, besok pagi Kamu ikut kan nemenin Aku?" tanya Shella berharap banyak kalau Nindi mau menemani nya,karena memang hanya Nindi dan Reni lah keluarga yang dia miliki di ibu kota ini.


" Iya dong! Reni nanti juga ikut,kata nya dia bakal nyusul ke sana setelah selesai bertugas di rumah sakit." sahut Nindi tersenyum tipis.


" Makasih untuk kalian berdua.Aku harus bangun pagi-pagi besok.sidang nya akan di mulai pukul 08.00 wib."


" Jangan sekarang makasih nya,nanti aja setelah semua nya selesai dan Kamu kembali menemukan kebahagiaan mu.segera lah menikah dengan Rivan biar Aku dan Reni bisa secepat nya menyusul Kamu." ucap Nindi terdengar meledek oleh Shella ,tapi sebenernya apa yang di ucapkan oleh Nindi tulus dari hati nya yang paling dalam.


" Nindi! Cerai aja belum,masa udah mikir nikah.ngaco deh Kamu ini.lebih baik Kamu aja yang menikah ketimbang nyuruh Aku seperti ini." Shella langsung menyerang Nindi dengan bantal kecil yang ada di samping nya.sedangkan Nindi yang mendapat timpukan bantal malah tertawa lebar sambil memegang perut yang terasa kram.


Adi yang sudah dari kemarin sampai di kota Semarang langsung di sibukkan dengan segudang agenda yang di susun oleh staf cabang yang ada di sana.bahkan untuk mengabari Nina aja dia tidak sempat lagi melakukan nya karena harus menghadiri banyak meeting penting, sejujurnya Adi sedikit merasa heran dengan tugas yang dia lakukan saat ini.semua yang dia kerjakan sudah keluar dari jalur utama.tetapi Adi tetap mengerjakan demi mengembalikan kepercayaan sang Bos kepada diri nya.


"Apa itu penting?" tanya Adi mengernyit heran.


" Sangat penting Pak, karena biasa nya Bos juga selalu menghadiri nya karena tidak ingin hubungan bisnis terputus oleh penolakan yang kita lakukan." jawab staff itu menjelaskan.semua yang dia tulis dan sebut kan kepada Adi, tentunya sudah atas izin bos besar yang juga mendapat kan dorongan dari seseorang.


Adi sengaja mereka buat sesibuk mungkin dengan semua pekerjaan penting sehingga dia tidak punya banyak waktu lagi untuk mengatur strategi pembatalan gugatan cerai.

__ADS_1


" Baiklah,Kamu atur saja semua nya,dan jangan lupa laporan nya di kirim ke kantor pusat." titah Adi sibuk mengetik salinan berkas di layar laptop nya.


" Baik Pak, Saya pamit keluar dulu." staff wanita ini langsung keluar dari ruangan yang di tempati oleh Adi.alasan ada kegiatan meeting dengan rekan bisnis baru di jadikan sang Bos untuk menjerat Adi dan menekan dia untuk menerima perintah nya.bahkan dia sengaja mengiming-imingi Adi dengan bonus besar bulan depan jika Adi mau menggantikan diri nya untuk terbang ke kota Semarang.Adi yang ingin nama baiknya kembali pulih akhirnya menyetujui permintaan bos besar dengan merelakan jadwal sidang pertama nya dengan Shella.


Staff wanita ini lalu mengeluarkan ponsel nya ketika melihat keadaan sudah aman.dia terlihat mengetik sesuatu di layar ponsel nya dan kembali menyimpan ponsel setelah memastikan pesan yang dia kirim sudah di baca oleh orang yang berada di sebrang sana.


" Kerja yang bagus Mara! Pastikan dia harus lembur dan jangan biarkan dia terbebas dari pekerjaan." pinta seseorang dari sebrang sana.


" Baik Bos! Akan Saya lakukan." Mara.


Sedangkan Nina terhitung sudah dua hari sejak kepergian Adi tidak pernah lagi kembali ke apartemen dan memilih tinggal satu atap dengan kekasih baru nya yang juga merupakan pria beristri.entah kenapa wanita ini begitu menggilai pria beristri padahal dia sudah tahu betul bagaimana sakit nya di ceraikan oleh pasangan yang begitu kita cintai.


Nina terus menjilat benda Pusaka itu dengan membayangkan ice cream yang ada di depan mata nya saat ini.tubuh mereka berdua yang sudah lembab oleh keringat tidak membuat kedua nya menyerah dan malah semakin gencar melakukan goyangan yang akan memuaskan mereka berdua.


Beberapa jam kemudian,Nina akhirnya terkulai lemas di atas lantai setelah pria berbadan tinggi itu meminta dia melakukan nya di atas lantai keras dan sangat dingin sekali.Nina yang juga sudah ingin menuntaskan hasrat nya mengikuti permintaan gila itu meskipun harus merelakan tubuh mulus nya kesakitan beradu dengan lantai keras.


" Kamu sangat pintar cantik.ini bayaran mu siang ini dan Aku harap mulai malam nanti Kamu sudah tidak lagi tinggal di sini." ucap pria itu memakai asal pakaian nya dan melempar kan sejumlah uang ke tubuh Nina yang nampak tidak berdaya lagi.


Setelah semua terlihat rapi dan bersih,pria ini meninggalkan Nina dan melewati nya dengan cara melangkahi tubuh Nina yang masih terlentang seolah-olah permainan mereka tadi tidak berkesan untuk menyentuh hati CEO PT semen itu.

__ADS_1


Nina yang sudah sangat lelah tidak mempermasalahkan nya dan malah sibuk tertatih-tatih mengumpulkan helai demi helai uang yang berserakan di atas lantai.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍😍


__ADS_2