Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 42


__ADS_3

" Gimana jalan nya sidang kedua kalian kemarin Shel?" tanya Reni yang memang waktu itu tidak bisa menemani sahabat nya.saat ini mereka berdua tengah duduk santai di halaman belakang rumah Shella.lebih tepat nya menemani Shella yang tidak di perbolehkan untuk keluar dari rumah oleh Rivan.


" Alhamdulillah semua nya berjalan lancar Ren,pokok nya sesuai dengan apa yang Aku harapkan.Mas Adi tetap belum menampakkan wajah nya di persidangan itu dan dengan bukti yang di bawa oleh Mas Rivan kami berhasil membungkam segala macam kebohongan yang mereka ciptakan di sana.Aku kadang heran dengan Mas Adi itu,sudah Aku beri jalan agar dia bisa bersama dengan wanita nya malah dia sendiri yang menutup akses jalan itu.aneh memang tapi mau bagaimana lagi Aku tetap akan melewati semua nya."ucap Shella tersenyum getir melihat Adi yang sama sekali tidak berniat menyelamatkan rumah tangga ini dan malah sibuk mengumbar kan kebaikan yang tidak layak seorang suami pamerkan di depan orang lain karena itu memang sudah menjadi tugas dan kewajiban nya sebagai seorang kepala rumah tangga.bahkan hal yang dia banggakan itu belum seberapa dengan penghasilan nya sebagai seorang manager perusahaan besar.dan terlebih lagi beberapa bulan terakhir ini Adi sering memangkas uang bulanan nya dan sudah pasti untuk dia berikan kepada wanita simpanan nya itu.shella sebenarnya tidak mempermasalahkan itu semua karena dia juga punya banyak uang untuk menutupi kebutuhan nya,tapi perubahan sikap Adi yang begitu cepat membuat Shella kecewa karena dengan mudah nya lelaki itu melupakan suka duka yang sudah mereka lewati bersama.


" Syukur lah Shel, berarti Kamu tinggal menunggu sidang putusan aja kan?"tutur Reni tidak menyangka bahwa persidangan yang awal nya dia pikir akan berjalan alot akhirnya mulus tanpa ada hambatan sedikit pun.wanita itu sekaligus bertanya karena tidak sabar lagi melihat Shella benar-benar lepas dari bajingan yang menurut mereka sangat tidak pantas untuk Shella.


" Benar Ren! Dan Aku harus kembali menyiapkan mental yang kuat untuk bertemu dengan dia nanti di persidangan,itupun kalau dia masih tertarik untuk menghadiri nya.atau mungkin saja dia lebih tertarik ingin menghabiskan waktu bersama wanita nya itu." jawab Shella yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi nanti di sidang terakhir nya.


" Ja-ngan sampai luluh sama bujuk rayu pria busuk itu,dan Kamu nggak boleh terlihat lemah saat berhadapan langsung dengan dia besok." ucap Reni mengingat kan karena merasa sangat khawatir dengan kelemahan Shella yang sering luluh melihat tangisan buaya milik Adi.


" Nggak akan! Dan Kamu nggak perlu cemas begitu." ucap Shella menenangkan Reni yang begitu perduli dengan diri nya.


Shella dan Reni yang sudah bosan duduk di halaman belakang akhirnya pindah ke kamar Shella untuk menyalakan televisi menonton drama Korea terbaru yang merupakan kesukaan mereka berdua.


" Ya ampun sedih banget sih nasib itu cewek." gumam Reni mengusap air mata yang terus saja berjatuhan di pipi nya.


" Seperti duplikat kisah hidup ku.sudah sebatang kara dan lebih miris nya lagi gagal dalam urusan rumah tangga." sahut Shella ikut sesenggukan dan terdengar begitu menyesakkan dada.


" Hiks..Hiks...Ini lah alasannya kenapa Aku menolak perjodohan yang bokap tawar kan kemarin,Aku takut semua yang Aku lihat benar-benar terjadi dalam hidupku." Reni kembali melepaskan sesak di dada nya kala tayangan di depan mata nya terus mempertontonkan adegan pilu yang begitu menyayat hati setiap orang yang melihat nya.


" Jangan kayak gitu Ren! Kalau belum mencoba Kamu tidak akan tahu apa artinya sebuah perjuangan.terima saja dan mungkin itu akan membuat kedua orang tua mu bahagia." di sela kesibukan mereka menonton televisi,kedua wanita ini malah terdengar asyik saling curhat satu sama lain.bahkan Isak tangis mereka berdua semakin kencang terdengar saling bersahutan-sahutan di dalam kamar yang begitu luas.


Drt...Drt...Drt..

__ADS_1


Suara ponsel berdering di samping tempat duduk nya membuat Shella dengan cepat menghapus paksa air mata nya meski mata sembab tak lagi bisa dia tutup dari orang yang melihat nya nanti.


" Bentar ya Ren! Mas Rivan nelpon." Shella memperlihat nama Rivan di layar ponsel nya dan di balas dengan anggukan kepala oleh Reni yang kembali memilih melanjutkan acara menonton nya yang terpotong.


Shella langsung bergeser menjauh dan memilih duduk di atas sofa yang ada di ujung kamar nya.


" Halo assalamualaikum Mas." Shella.


" Wa alaikum salam sayang." Rivan.


"Ada apa dengan suara mu dan mata mu juga terlihat bengkak?" Rivan mulai curiga.


" Nggak papa Mas,Kamu sedang apa?" tanya Shella sengaja memberikan pertanyaan lain karena malu mengatakan penyebab dari mata bengkak nya.


"Ta-di Aku habis nonton drama Korea sama Reni,dan ternyata drama nya sangat sedih sekali sehingga membuat kami berdua menangis sesenggukan." Shella terlihat malu menceritakan semua nya.dia bahkan sengaja mengarahkan kamera ponsel ke arah Reni supaya sang kekasih tidak mengkhawatirkan kondisi nya.


"Ya ampun sayang! Aku pikir kenapa? Sudah jangan lagi menonton drama itu,lagian apa bagus nya drama itu sampai membuat kalian berdua begitu menggilainya.matikan sekarang juga." titah Rivan tegas.


" Tanggung Mas, sebentar lagi juga selesai." sungut Shella tidak terima.


" Sayang! Nanti kalau Kamu sakit bagaimana? Aku yang matikan ke sana atau Kamu yang matikan sendiri?" Rivan mulai mengancam saat melihat Shella bersikukuh tetap melanjutkan aktivitas yang tidak di sukai nya.


" Mas! Tapi gimana sama Reni,Aku nggak tega matikan nya.sepuluh menit lagi ya." tawar Shella karena memang durasi film yang mereka tonton itu akan habis dalam waktu yang dia sebut kan itu.

__ADS_1


"Aku nggak mau tahu sayang! Cepat matikan sekarang juga sebelum Aku pulang dan masuk ke kamar mu itu." Rivan terdengar begitu menyeramkan untuk Shella.


" Iya...Iya." jawab Shella pasrah dan ternyata Reni yang ikut mendengar perdebatan itu sudah terlebih dahulu mematikan televisi yang ada di depan nya.sebelum Rivan benar-benar mewujudkan ucapan nya.


" Tuh ! Udah di matikan sama Reni.udah sana Kamu kerja aja lagi.Aku sama Reni mau tidur siang dulu." Shella.


" Jangan bohong loh sayang! Dosa hukum nya membohongi calon suami."goda Rivan.


" Sampai bertemu besok calon istri ku, selamat tidur siang." Rivan tersenyum tipis menatap wajah bengong Shella yang begitu kentara di layar ponsel nya.


Shella yang tidak lagi bisa mengontrol detak jantung nya langsung mematikan sambungan telepon itu sebelum Rivan kembali mengeluarkan jurus maut nya yang akan membuat hati nya meleleh tak berbentuk lagi.


Adi yang merasa nasibnya sudah tidak jelas lagi semakin gusar menjalani kehidupan nya.terlebih lagi dia seperti pria pengecut yang tidak bisa mempertahankan rumah tangga yang sangat ingin dia pertahankan dari sebuah kehancuran.nasib menjadi seorang bawahan membuat Adi kehilangan banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu demi bisa mempertahankan Shella tetap berada di samping nya.


" Semoga saja besok Aku bisa menghadiri sidang putusan dan Aku harus bertemu dengan Shella." gumam Adi menatap kosong ke arah depan.


Berbeda dengan Nina yang selama kepulangan Adi dari luar kota memilih mengistirahatkan tubuh dan memulihkan stamina nya sebelum kembali bekerja di luar sana.ponsel nya bahkan setiap hari selalu ramai oleh pelanggan yang menanyakan tentang kabar tentang diri nya.tapi Nina yang tidak ingin ketahuan oleh Adi memilih mematikan ponsel nya dan memblokir sementara nomer pria yang sudah tersimpan atas nama wanita di layar ponsel nya.


" Kenapa ini Aku masih terasa sakit ya? Padahal Mas Adi belum meminta jatah nya selama dia berada di sini?" gumam Nina mulai khawatir dengan bagian intim yang terasa semakin perih jika tersentuh oleh tangan ataupun air.


" Awww... Bukan nya sembuh tapi malah semakin parah begini?" Nina masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air hangat untuk mengurangi rasa perih yang membuat dia semakin merasa tidak nyaman.belum lagi pagi besok dia sudah punya rencana ingin kembali bekerja karena tidak ingin terlalu meninggalkan ladang uang nya.


" Sebaiknya Aku tidak perlu melayani Mas Adi dulu, supaya pagi besok bisa bekerja dengan baik." Nina tersenyum licik menemukan ide yang akan dia gunakan untuk mencegah Adi yang kemungkinan akan menyentuh tubuh nya nanti malam.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2