
Sepulang dari honeymoon, Rivan langsung memboyong Shella menuju kediaman orang tua nya.semua sudah hasil kesepakatan bersama dan mereka hanya tinggal sementara saja sampai Bu Ela siap melepas mereka untuk tinggal berdua di rumah mereka sendiri.cukup banyak kejutan yang Rivan dan Shella dapat kan selepas pulang bulan madu.mulai dari kematian Annisa,Adi yang nggak ada kapok nya mengejar Shella dan terakhir tentang rencana pernikahan Nindi dan juga Satria yang akan di laksanakan di pulau Dewata Bali.
" Ingat loh sayang! Jangan kemana-mana kalau lagi sendiri begini,Aku nggak mau si komedo hitam itu punya kesempatan untuk bertemu Kamu." titah Rivan sebelum dia berangkat bekerja.
" Iya Mas! Aku akan di rumah aja sama Mama karena kami mau bikin cemilan buat Kamu sama Papa." jawab Shella mencium punggung tangan suami nya dengan iklhas lalu Rivan juga ikut mencium kening shella dengan cukup lama.
" Mas! Nanti Aku boleh ya ngundang Nindi sama Reni kesini? Ada yang mau kami bicarakan sekalian Aku mau kasih oleh-oleh sama mereka." ucap Shella sebelum suami nya benar-benar pergi ke kantor.
" Boleh,asalkan jangan keluar rumah tanpa Aku di samping Kamu." ujar Rivan mengulas senyum setelah itu melambaikan tangan di ikuti dengan kaca mobil yang perlahan tertutup rapat.
Bu Ela yang baru selesai mengurus taman anggrek nya menatap lekat interaksi Rivan dan Shella yang begitu romantis.
" Mama.." Shella yang ingin berbalik badan merasa terkejut melihat keberadaan sang Ibu mertua yang sudah berada di belakang nya.
" Romantis banget sih kalian berdua." ledek Bu Ela sambil tersenyum lebar.
" Mama sama Papa juga sangat romantis,Shella aja kadang sampai iri melihat nya,rumah tangga Mama sama Papa tetap bertahan meski sudah berpuluh tahun lama nya mengayuh biduk rumah tangga." terang Shella yang memang sering memergoki kedua mertua nya bersikap romantis dan saling perhatian satu sama lain.
" Nanti rumah tangga kalian juga akan seperti kami,dan seharusnya lebih dari yang kami contohkan,inti nya saling jujur satu sama lain,saling memuaskan dan saling terbuka dengan komunikasi yang lancar." Bu Ela memberikan rahasia pernikahan nya yang masih awet, mempunyai menantu yang sangat cantik seperti Shella membuat Bu Ela merasa bersyukur melihat putra nya mendapatkan sosok istri yang begitu tepat untuk mendampingi nya.
" Terimakasih nasehat nya Ma,bagaimana kalau kita mulai saja memasak cemilan nya Sekarang?" tawar Shella ketika mereka sama-sama free.
" Boleh." Bu Ela langsung menyambut hangat ajakan menantu yang lebih mirip dengan anak nya sendiri.para pembantu di rumah itu menatap iri dengan pemandangan harmonis itu, karena selama ini Bu Ela bukan tipe orang yang mudah untuk dekat dengan orang asing dan tidak pernah bersikap baik kepada mantan kekasih Rivan.
Kedua nya dengan kompak mengaduk adonan kue kering yang merupakan kesukaan Rivan dan juga Pak Hasan.para asisten rumah tangga juga dilibatkan untuk mencetak adonan agar lebih cepat jadi nya.
Hingga jam makan siang sudah menyapa baru lah mereka berhenti.
Shella yang baru saja ingin melangkah kan kaki nya naik ke lantai atas di kaget kan dengan bunyi bel yang berbunyi dan di depan sana ada Bibi yang sudah membantu membukakan pintu utama.
" Non Shella." panggil Bibi ketika melihat Shella yang hendak masuk kedalam kamar nya.
" Iya Bi." jawab Shella menghentikan langkah lalu berbalik badan menghormati Bibi yang sedang mengajak dia berbicara.
" Itu ada teman-teman nya Non Shella yang datang." ucap Bibi memberitahu.
__ADS_1
" Oh iya makasih ya Bi,suruh mereka masuk aja dan jangan lupa beri minuman dan juga cemilan yang ada di dapur.Aku mau ganti baju dulu." Shella bergegas masuk ke kamar untuk mengganti baju yang sudah basah oleh keringat.tidak mungkin dia menemui sahabatnya dengan memakai baju yang sudah kotor tadi.
Setelah berganti pakaian Shella bergegas menemui teman-teman nya yang ternyata sedang mengobrol dengan Mama mertua nya.
" Tuh Shella nya Udah datang, Tante mau ke kamar ganti baju dulu ya .kalian lanjut aja ngobrol nya dan setelah ini wajib ikut makan siang di sini." Bu Ela langsung masuk ke kamar tanpa mendengar Jawaban dari Nindi maupun Reni.
" Ini buat kalian berdua." ucap nya sambil menyerahkan masing-masing satu paper bag penuh kepada teman-teman nya.
" Makasih Bu Rivano,nggak kaleng-kaleng nih oleh-oleh yang baru pulang dari Aussie." ledek Nindi menyimpan paperbag pemberian Shella dan memilih membuka nya setelah sampai di rumah.mereka kembali terlibat pembicaraan serius mengenai rencana Nindi yang akan segera di nikahi oleh Satria.
" Aku sama Mas Satria rencana nya mau nikah 2 Minggu lagi, kemarin pas orang tua Mas satria baru pulang dari umroh kami mengadakan pertemuan dan mereka minta agar pernikahan nya segera di percepat karena nggak mau ada fitnah yang terjadi di antara kami,secara kan kedua orang tua Mas Satria sangat taat agama." ucap Nindi menjelaskan.
" Yah...Aku kalah deh sama yang diam-diam menghanyutkan.padahal Aku dan Tomi yang merencanakan rencana indah itu terlebih dahulu,tapi nyata Nindi yang harus maju duluan." sahut Reni dengan bibir yang mengerucut sempurna.
" Jangan kayak gitu, pernikahan ini bukan ajang berlomba siapa duluan menikah itulah pemenang nya,tapi menikah itu untuk ibadah dan harus satu kali seumur hidup,jangan sampai kalian mengalami apa yang Aku alami dulu karena menganggap enteng pernikahan itu."Shella menasehati kedua teman nya agar tidak terlena dengan yang nama nya pernikahan,salah langkah sedikit saja pernikahan akan oleng dan bahkan bisa hancur lebur.
" Maaf!" ujar Reni merasa bersalah dan akhirnya sadar setelah mendengar penjelasan Shella.
" Nggak apa-apa,itu lah guna nya teman untuk saling mengingatkan sebelum orang yang kita sayang mengalami nasib seperti yang pernah kita alami." Shella tersenyum tipis menatap kedua sahabat nya.
" Oke Bu Satria Mandala." jawab mereka dengan senang hati.
"Kalian harus datang lebih awal di Bali, sekarang calon mertua Aku sudah mengurus semua nya karena ada banyak keluarga yang menetap di sana termasuk nenek dari Mas Satria. " ujar Nindi begitu serius dan tak nampak sosok aslinya.
" Oke....Kita akan datang sesuai dengan permintaan Anda." sahut Shella mengiyakan.
" Pernikahan nya sih nggak semewah pernikahan Kamu kemarin,hanya ada keluarga dan juga teman dekat." ucap Nindi lagi.
" Aku jadi nggak sabar melihat wanita bar-bar ini memakai baju pengantin dan berjalan dengan begitu anggun nya,awas saja kalau sampai kebablasan dan Aku nggak yakin kedua mertua mu mau menerima Kamu setelah itu." Reni memeluk Nindi yang menatap dia dengan tajam.shella yang tak mau ketinggalan juga ikut memeluk Nindi merayakan kebahagiaan ini.
" Ngapain harus nunggu besok, dua hari yang lalu aja mereka udah melihat nya dan ternyata Umi nya Mas Satria sama heboh nya sama Aku,beda nya beliau sudah dewasa bisa mengontrol diri dan juga taat beribadah.sangat berbeda jauh sama Aku yang acak-acakan." sungut Nindi tapi dalam hati nya sudah bertekad ingin berubah menjadi lebih baik lagi dan juga rajin beribadah.entah kenapa dia merasa malu sendiri melihat keluarga calon suami nya yang tidak pernah lupa meninggalkan kewajiban mereka meski sedang sibuk ataupun berkumpul bersama.
"Serius? Berarti kalian cocok dong! Ingat ya Nin,Kamu harus berubah dari hati bukan karena terpaksa atau hanya untuk sekedar menutupi jati diri mu dari mertua mu itu.lakukan semua nya dengan ikhlas supaya Kamu tidak merasa terbebani,nggak papa lambat tapi yakin.dari pada terburu-buru dan malah menyiksa Kamu yang belum sepenuhnya siap." Reni mengeluarkan kata bijak nya untuk sahabat seperjuangan dan terasa seperti saudara kandung sendiri.
" Iya Dokter Reni! Terimakasih wejangan nya,tumben anda lebih bijak sekarang ini?" ledek Nindi yang langsung mendapat kan timpukan keras dari Reni.Shella tertawa puas melihat kelakuan Sahabat nya.
__ADS_1
Mereka mengobrol sambil menikmati cemilan yang di siapkan langsung oleh Shella dan juga Ibu mertua nya.dan ternyata Nindi diam-diam sudah menyiapkan gaun untuk kedua sahabat nya di butik tempat Shella memesan baju kemarin,dia memilih menggunakan ukuran kemarin karena yakin kedua sahabat nya masih cukup langsing dan belum ada yang berubah drastis.begitu juga untuk pasangan mereka masing-masing yang juga akan memakai kemeja senada dengan warna para wanita.
Di sisi lain,Adi yang sengaja mengikuti kemana pun Rivan pergi sejak pagi tadi mendadak panas ketika mendengar percakapan yang terjadi antara Rivan dan juga Shella.dia yang lebih dulu mengenal Shella namun harus kehilangan wanita itu karena kesalahan nya sendiri.
Rivan yang hendak kembali ke kantor nya di kaget kan dengan suara seseorang yang memanggil dia dari belakang.sontak saja Rivan,Aldi dan juga Yusuf menghentikan langkah kaki mereka dengan gerakan memutar badan secara bersamaan.
" Hei Rivan." teriak Adi berlari menghampiri mereka bertiga.
" Lepaskan Shella dan biarkan dia kembali kepada ku." ucap Adi tanpa kenal yang nama nya malu.
Aldi dan Yusuf mendengar kata itu langsung tersenyum mengejek kepada Adi.
" Kamu benar-benar nggak tahu diri Adi! Menyesal Aku mempertahankan Kamu di perusahaan milik Rivan." gumam Aldi dengan rasa tak percaya nya.
Sedang kan Rivan hanya menatap Adi dengan wajah datar nya dengan kedua tangan yang terkepal kuat di saku celana nya.
" Jika hanya karena bualan gila mu itu Kamu menghentikan waktu ku yang terlalu berharga ini, lebih baik Kamu pergi saja karena waktu ku terlalu berharga untuk meladeni Kamu yang sudah tidak waras ini.Aku peringat kan sekali lagi untuk jangan lagi berniat menemui istri ku ataupun datang ke toko nya sebelum Kamu menyesal nanti nya." ancam Rivan dengan sorot mata penuh kebencian.
" Kamu terlalu sombong dan sayang nya Aku tidak pernah takut dengan orang-orang munafik seperti kalian ini." Adi berdecak sinis.
" Lebih baik munafik dari pada menjadi pembunuh seperti mu." geram Rivan tersenyum miring.
" Bughh..." Aldi yang sudah tidak tahan lagi ingin menghajar Adi langsung melayang kan gumpalan tangan nya di perut Adi.
" Sudah Di! Jangan melayani pria culas seperti dia." Yusuf menahan pergerakan Aldi yang ingin menghabisi Adi.
Adi hanya bisa menyeringai sambil mengusap perut nya yang terasa sakit bercampur perih.
" Ingat Adi! Aku sudah mengantongi bukti jika Kamu lah yang sudah menyirami tubuh simpanan mu itu menggunakan air keras , berikut juga dengan kekerasan fisik yang Kamu lakukan kepada dia.Aku akan melaporkan tindakan mu itu kepada pihak berwajib." Setelah mengatakan itu Rivan langsung meninggal kan Adi begitu saja dan di ikuti dengan Aldi dan Yusuf yang malah sengaja menonjok pelan perut Adi.
Tubuh Adi mematung,dia pikir Rivan tidak akan tahu dan tidak akan mau ikut campur dengan urusan nya selama ini, ternyata dia salah besar dan diam-diam musuh nya itu sudah menyiapkan semua nya.
" Bagaimana ini." Adi semakin gelisah bercampur takut.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍
__ADS_1