Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 84


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu,kini usia kandungan Shella sudah memasuki minggu ke 8.Bu Ela beserta Pak Hasan dengan antusias menyusul menantu nya ke rumah sakit untuk mengikuti perkembangan cucu mereka.


" Sayang." teriak Bu Ela ketika melihat Rivan dan Shella sudah hendak masuk ke lorong rumah sakit.


Rivan dan Shella menghentikan langkah kaki mereka sambil melihat arah belakang.


" Mama." balas Shella sambil melambaikan tangan.


" Kalian baru sampai juga? Mama sama Papa nggak telat kan sayang?" tanya Bu Ela ricuh.


" Belum Ma, kita juga belum masuk ke ruangan dokter nya.ini kita langsung ke sana saja ya Ma,soal nya asisten Mas Rivan sudah membuat janji dengan Dokter Mulia."ajak Shella berpindah memeluk lengan mertua nya tapi rupa nya Rivan tidak ikhlas berpisah dari istri nya sehingga mereka harus berjalan beriringan dan meninggalkan Pak Hasan yang mengikuti mereka sendirian dari belakang.


" Rivan Kamu mengalah kenapa sih? Biar Shella jalan sama Mama saja." tegur Bu Ela mendengus kesal.


" Rivan nggak bisa jauh-jauh dari istri Rivan Ma.lebih baik Mama temanin Papa saja di belakang.kasihan Papa nanti diculik sama gadis muda loh." ejek Rivan membuat Bu Ela mendelik tajam ke arah nya.


" Mas!" tegur Shella ikut menatap tajam suami nya.


" Iya sayang,Aku cuman bercanda." bisik Rivan hanya bisa di dengar oleh Shella.


Perdebatan mereka terpaksa harus berhenti karena saat ini mereka sudah sampai di depan pintu ruangan pemeriksaan dan seorang suster langsung mempersilahkan mereka masuk ketika Rivan menunjuk kan bukti pendaftaran nya.Dokter mulia sudah duduk menunggu kedatangan mereka sejak tadi.beruntungnya ruangan Dokter Mulia cukup luas sehingga kedua orang Rivan bisa leluasa ikut masuk ke dalam.


" Silahkan berbaring di sini Bu Shella,kita periksa dulu ya." ucap Dokter Mulia lembut sambil tersenyum.


" Iya Dok. "jawab Shella dengan Rivan yang sigap membantu istri nya untuk naik ke atas brankar dan suster langsung sigap menutup gorden agar Shella tidak merasa malu.hanya Rivan yang boleh masuk ke dalam sedang kan kedua orang tua nya hanya melihat dari monitor besar yang di gantung di dinding rumah sakit.


" Maaf Ya Buk." ucap Suster ketika hendak mengoles gel di Perut Shella.


" Iya sus." jawab Shella mempersilahkan dan Rivan hanya memperhatikan saja karena dia tidak paham dengan urusan yang seperti ini.


" Sebelum nya Saya mohon maaf Bu Shella, Pak Rivan, sebenarnya dari kemarin Saya sudah melihat sebuah keanehan tapi hari ini Saya semakin yakin karena semua nya sudah terlihat sempurna tidak bersembunyi lagi.coba Bapak sama Ibu lihat ke layar monitor di mana di sana terdapat 3 kantung janin dan usia nya kini tepat 8 Minggu."tutur Dokter menjelaskan sambil mengarahkan alat USG di perut Shella.


Tes..Tes..Tes..Shella langsung menangis bahagia bercampur haru.di dalam rahim nya saat ini ada nyawa yang sedang berjuang untuk tumbuh besar agar bisa bertemu di dunia.

__ADS_1


" Apa itu artinya saya hamil anak kembar Dok?"tanya Shella dengan suara tertahan.


Dokter Mulia dengan cepat menganggukkan kepala seraya tersenyum hangat.


" Di dalam perut Ibu bukan hanya ada dua, tetapi ada 3 janin sekaligus.apa sebelum nya Ibu berasal dari keluarga yang punya gen kembar?" tanya Dokter Mulia ingin tahu.


" Saya nggak punya keluarga yang terlahir kembar Dok." jawab Shella yang memang mengingat bahwa Keluarga Ibu dan Ayah nya tidak memiliki seorang pun yang kembar begitu juga dengan sang suami.


" Sebenar nya tidak harus berasal dari Gen kembar saja Buk.mungkin saja tuhan sudah menggariskan takdir ibu sebagus ini.di mana banyak orang tua yang melakukan program hamil tapi belum di karunia buah hati juga.tapi nyata nya tuhan menitipkan kepada Ibu tanpa harus melalui program hamil sekali pun." Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut merasa sangat bahagia mendengar penjelasan dokter.bahkan Rivan yang tidak pernah menangis selama ini tanpa sungkan lagi menitikkan air mata di hadapan dokter Mulia.


" Terimakasih sayang, terimakasih sudah menjaga mereka untuk Aku." bisik Rivan menyatukan kening nya dengan kening Shella yang masih berbaring.


Di luar tirai tersebut ada Bu Ela dan juga Pak Hasan yang saling berpelukan dengan air mata yang juga ikut berjatuhan membayangkan rumah mereka sebentar lagi akan ramai dengan kehadiran 3 cucu sekaligus dan seperti nya masa tua mereka akan terlihat begitu bahagia dan ramai.


Setelah pemeriksaan selesai,Rivan tanpa aba-aba langsung menggendong istri nya untuk duduk di depan Dokter Mulia.meskipun Shella tak menyukai apa yang di lakukan oleh suami nya.tapi dia berusaha bersikap tenang tak ingin berdebat di hadapan orang lain.


" Apa hamil kembar sangat berbahaya Dok?" tanya Rivan memastikan.


" Apa ada keluhan Bu Shella di kehamilan 8 Minggu ini?" tanya Dokter Mulia.


" Nggak ada sih Dok, seperti kemarin Saya lebih mudah mengantuk dan ...Saya juga sudah tidak merasa mual lagi di pagi hari.tetapi nafsu makan Saya juga ikut berkurang dan berbeda sekali dengan suami Saya yang terlihat begitu nafsu untuk menyantap makanan apapun."tutur Shella lagi.


" Itu normal untuk semua ibu hamil Bu,yang penting ada asupan makanan yang masuk dan jangan sampai ketinggalan mengkonsumsi susu hamil,vitamin, buah-buahan dan juga sayur-sayuran yang sehat dan yang paling utama dan harus di hindari adalah jangan sampai stress dan banyak beban pikiran karena bisa saja berakibat pada kehamilan anda."


" Baik Dok.terimakasih untuk hari ini." ucap Rivan dan di belakang mereka sudah ada Bu Ela dan juga Pak Hasan yang bersiap ingin memeluk menantu nya.


Bu Ela langsung memeluk tubuh Shella sambil mengelus perut Shella yang kian hari kian membesar padahal kandungan nya masih sangat muda sekali.


" Terimakasih ya sayang,Mama bahagia sekali mendengar nya." ucap Bu Ela.


" Iya Ma." jawab Shella ikut larut dalam kebahagiaan keluarga nya.


" Jaga kesehatan Kamu ya Nak,di dalam rahim Kamu bukan hanya ada satu cucu Papa,tapi 3 sekaligus.terimakasih sudah membawa kebahagiaan yang luar biasa untuk kami."Pak Hasan mengelus kepala Shella penuh kasih sayang meski pun berasal dari keluarga berbeda dan belum mengenal kedua orang tua Shella sama sekali.tapi mereka begitu menyayangi Shella seperti putri mereka sendiri.status Shella yang awal nya seorang janda tidak membuat mereka menjauh dan malah semakin dekat dengan Shella yang terbiasa hidup mandiri.

__ADS_1


" Mas lebih baik Aku jalan saja ke mobil nya." ucap Shella yang sudah jengah melihat tingkah suami nya.


"Ingat loh sayang! Kamu bukan hanya sedang hamil satu anak saja,tapi ada 3 anak yang Kamu bawa kemana-mana.mulai hari ini kalau Kamu ingin keluar harus menggunakan kursi roda dan tidak boleh berjalan terlalu lama dan juga jauh." Bu Ela juga ikut mengangguk kan kepala membenarkan ucapan Rivan.mengetahui Shella sedang hamil saja mereka sudah sangat posesif apalagi setelah mendengar dengan seksama jika Shella sedang hamil triplet.otomatis semua anggota keluarga nya akan semakin posesif dan protektif dalam menjaga Shella.


" Nanti biar Mama yang memesan kursi roda untuk Shella,ayok bawa istri mu ke mobil Van! Dia harus banyak istirahat dan nggak boleh kecapean." Bu Ela membantu membawakan vitamin untuk Shella dengan Rivan yang setia menggendong istri nya sampai ke mobil dan meletakkan dengan begitu pelan agar tidak menimbulkan rasa sakit sedikit pun.


" Kami langsung pulang ya Ma, terimakasih sudah menemani Shella cek kandungan." ucap Shella yang bersandar di kursi bagian belakang.


" Iya sayang,nanti sore Mama mampir ke rumah kalian ya.Kamu mau Mama bawakan apa?" tanya Bu Ela yang selalu saja ingin membuat menantu nya senang.


" Shella lagi nggak pengen apa-apa Ma? Mungkin Mas Rivan?" Shella menatap suami nya yang akhir-akhir ini selalu punya permintaan aneh yang membuat para asisten rumah tangga kelabakan memenuhi permintaan nya.bahkan Rivan juga pernah membangun kan mereka untuk membuat godok pisang di kasih coklat di tengah nya di waktu tengah malam dan mereka semua sedang beristirahat.


" Bawa pisang goreng sama bakwan jagung saja Ma! Entah kenapa-kenapa Rivan tiba-tiba saja ke pengen makan yang berminyak." pinta Rivan dengan mata berbinar.


" Baiklah.demi cucu Mama akan Mama buatkan untuk Kamu." ujar Bu Ela pasrah.


" Yang iklhas dong Ma! Kalau bukan karena Rivan yang perkasa,Mama nggak akan mungkin mendapatkan 3 cucu sekaligus." sungut Rivan ketika melihat sorot mata sang Ibu yang nampak tidak suka memenuhi permintaan nya.


" Mas.." tegur Shella kaget.


" Rivan." Bu Ela berteriak ingin menjewer telinga Rivan tapi sudah terlebih dahulu di pisahkan oleh Pak Hasan yang merasa malu melihat tingkah istri dan juga anak nya.


" Sudah sana kalian pulang duluan.pelan-pelan bawa mobil nya Pak, menantu Saya sedang hamil." titah Pak Hasan kepada sopir pribadi Rivan.


" Siap Tuan besar." Mobil yang di tumpangi oleh Rivan dan juga Shella melaju terlebih dahulu meninggalkan Bu Ela yang masih kesal mendengar ucapan putra nya.


" Kenapa juga Papa menahan tangan Mama tadi,Mama nggak akan mau memenuhi permintaan nya lagi karena Mama masih kesal." gerutu Bu Ela berjalan menuju mobil mereka.


" Mengalah saja kenapa sih Ma! Shella itu lagi hamil jangan kalian buat pusing dengan tingkah kalian berdua yang selalu berdebat di depan dia.Mama masih ingat dengan penjelasan dokter tadi yang meminta Rivan untuk menjaga kesehatan mental istri nya? Terserah Mama jika tidak ingin memenuhi permintaan Rivan.tapi nanti kalau cucu Mama lahir ileran jangan salah kan orang lain karena Oma nya yang tidak ingin memenuhi permintaan ayah nya." ucapan Pak Hasan berhasil menampar Bu Ela yang sama keras kepala nya dengan Rivan.mau tak mau meskipun sedang kesal Bu Ela akhirnya terpaksa memenuhi permintaan putra nya dan begitu sampai di rumah langsung meminta Bibi untuk menyiapkan semua bahan-bahan yang di butuhkan.


Betapa besar pun marah seorang Ibu jika mengingat seorang cucu pasti akan luluh kembali begitu juga dengan Bu Ela yang sudah sangat lama mendambakan kehadiran seorang cucu di tengah keluarga mereka.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2