Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 40


__ADS_3

" Terimakasih sudah membantu Aku,Mas." ucap Shella di saat kedua nya sudah masuk ke dalam mobil.


Rivan tersenyum menatap wajah Shella.


" Sama-sama sayang,Aku akan melakukan apapun untuk membuat Kamu terlepas dari dia,dan setelah itu Kamu akan menjadi milik ku seutuhnya." Rivan mengedipkan sebelah mata demi menggoda Shella yang terlihat sangat serius sekali.


" Jangan ngawur Mas! Aku masih harus melewati proses yang begitu panjang nanti nya,ada masa Iddah yang harus Aku lewati lagi.dan kita tidak bisa langsung menikah begitu saja karena Aku juga belum bertemu dengan kedua orang tua mu." ujar Shella merasa penasaran ingin melihat seperti apa reaksi kedua orang tua Rivan menyambut kedatangan nya nanti.terlebuh lagi tentang kisah hidup yang sebatang kara dan janda muda.


" Secepat mungkin kalian akan bertemu, setelah persidangan ini selesai,Aku akan membawa dan memperkenalkan Kamu kepada mereka berdua.Aku nggak pernah main-main sayang,jadi tolong mulai lah berpikir panjang dan jangan pernah anggap ini masalah sepele." tukas Rivan yang tahu bahwa Shella masih belum mau di ajak langsung menikah.


" Iya,maafkan Aku." gumam Shella lirih.


Rivan menanggapi nya dengan tersenyum hangat , sebelah tangan nya menggenggam mesra tangan Shella dan sesekali dia kecup dengan penuh kasih dan sayang.


" Apa Kamu mau ikut Aku ke kantor pusat?" tanya Rivan secara tiba-tiba.


" Kantor pusat? Apa maksud mu ,Mas? Memang nya ada berapa kantor mu sebenarnya?" tanya Shella baru mengingat akan perkataan Reni beberapa hari yang lalu.


" Heem...Baiklah,Aku akan menceritakan semua,tapi kita sambil makan dulu ya sayang,perut Aku perih banget karena sejak tadi pagi belum makan nasi." ucap Rivan sengaja mengatakan itu supaya Shella mau menemani dia makan.


" Baiklah,kenapa Kamu sangat ceroboh sekali sih Mas? Kalau Kamu sakit bagaimana?" tanya Shella penuh perhatian.


" Kan ada Kamu yang merawat nya." goda Rivan kembali mengecup mesra punggung tangan Shella.


Lagi dan lagi, perlakuan manis itu membuat Shella semakin tersipu malu dan memilih membuang wajah nya ke luar jendela mobil.

__ADS_1


Mereka berdua saat ini sudah sampai di sebuah rumah makan yang merupakan langganan Rivan dan juga kedua orang tua nya.hanya Rivan yang memesan makanan sedang kan Shella hanya memesan minuman dingin karena perut nya masih terasa sangat kenyang sekali.


" Apa yang ingin Kamu ketahui tentang Aku,sayang?" tanya Rivan memulai obrolan serius dan tidak ingin menutupi semua identitas diri nya kepada Shella yang akan menjadi pendamping hidup nya nanti.


" Semua nya! Dan Aku harap Kamu tidak lagi merahasiakan itu dari ku.sangat sakit kalau harus tahu kenyataan tentang pasangan kita dari mulut orang lain,Aku harap tidak ada kebohongan yang tercipta di antara kita berdua karena Aku sudah cukup trauma dengan kata kebohongan itu." sergah Shella cepat dan sangat tegas.


" Aku tidak akan membohongi Kamu walaupun hanya secuil saja,semua ini Aku lakukan tanpa sengaja karena Kamu memang sedari awal sudah mengetahui profesi ku sebagai seorang pengacara.selain itu! Aku juga seorang pengusaha yang melanjutkan bisnis kedua orang tua ku.semua nya Aku kerjakan secara bersamaan karena Aku merupakan putra tunggal dan hanya Aku yang bisa menerus kan perusahaan itu.Aku harap nanti Kamu bisa memaklumi kesibukan ku yang tiada ujung nya,dulu Aku pernah menjalin hubungan dengan beberapa wanita,tapi nyata nya mereka malah pergi dari hidupku dengan alasan kesibukan ku yang terlalu menyita waktu dan tidak pernah bisa menemani mereka kapan pun itu,Aku tidak ingin berjanji kepada mu,tapi akan Aku usaha kan semampu yang Aku bisa,tidak banyak tapi secara perlahan Aku akan mengurangi kesibukan ku itu dan akan memprioritaskan Kamu dalam hidupku.maafkan Aku jika nanti sewaktu-waktu Aku harus keluar kota dan keluar negeri untuk menghandle perusahaan cabang yang tidak bisa Aku wakilkan kepada orang lain,termasuk asisten pribadi ku sekalipun." ucap Rivan panjang lebar yang tidak ingin kegagalan masa lalu nya kembali terulang terhadap hubungan nya dengan Shella yang begitu spesial dalam hidup nya.mungkin selama ini dia dengan mudah menerima kenyataan kepergian kekasih nya itu, karena dia masih berusaha mencoba mencintai wanita masa lalu nya,tapi untuk Shella rasa nya tidak mungkin dia melepaskan begitu saja wanita yang mampu mengalihkan perhatian dan juga seluruh dunia nya.


" Aku mohon jangan pergi meninggalkan Aku setelah Kamu mendengar kan semua nya." imbuh Rivan menggenggam kedua tangan Shella dengan tatapan mata yang begitu menyejukkan jiwa.


Shella lantas tersenyum menanggapi permintaan aneh Rivan itu.


" Aku bukan anak kecil yang selalu menuntut Kamu terus berada di samping ku,apa Kamu lupa kalau Aku pernah di tinggal berbulan-bulan lama nya oleh pria itu,Aku akan terus bertahan jika hubungan itu sehat dan tidak ada kebohongan atau pun pengkhianatan di dalam nya.apa Kamu mulai meragukan Aku?" tanya Shella tersenyum tipis menatap wajah Rivan.


Dengan cepat pria ini menggeleng kan kepala nya.


" Dan satu lagi, perusahaan tempat pria itu kerja adalah perusahaan ku.apa Kamu punya rencana untuk membalas dia ?" tanya Rivan menyipit kan kedua mata menunggu keputusan Shella.


" Nggak usah Mas! Aku ikut alur cerita saja dan biarkan dia tetap bekerja di sana kalau memang dia berhak mendapatkan pekerjaan itu." balas Shella yang memang sudah bisa di tebak oleh Rivan yang tidak akan pernah tega mematikan rezeki orang lain.


" Kamu melewati batas kesabaran seorang wanita loh sayang,dan Aku bangga mendapatkan Kamu dalam hidupku." puji Rivan yang dengan sengaja memeluk Shella meskipun di sekeliling mereka ada banyak pengunjung rumah makan yang sedang menyantap makanan di meja mereka masing-masing.


Sebelum mengantar kan Shella pulang ke rumah nya,Rivan terlebih dahulu memesankan banyak makanan untuk di kirim ke rumah singgah milik nya.Shella yang melihat kejadian itu sontak saja memeluk erat lengan Rivan karena merasa sangat bahagia bertemu dengan sosok sebaik Rivan.


" I love you." ucap Shella lirih.

__ADS_1


" I'm yours forever." balas Rivan menatap penuh cinta sosok wanita idaman nya.


Di dalam rumah baru milik Shella,Bi Evi terus saja berceloteh ria dengan Bi Anum yang merupakan teman baru nya.meskipun berasal dari kota yang berbeda tetapi kedua nya tampak begitu akrab mengurus rumah mewah dan cukup luas ini.tawa kedua nya terdengar menggema riuh di dalam rumah ini, sampai- sampai kehadiran Shella di tengah mereka berdua pun tidak ada yang menyadari nya.


" Asyik banget sih ceritanya,lagi pada ngomongin apaan?" tanya Shella langsung ikut bergabung setelah beberapa kali mengucapkan kata salam tapi tidak ada yang menjawab nya.


" Astaga Bu Shella." kedua wanita paruh baya ini terjingkat kaget dengan kehadiran Shella yang tersenyum lebar menatap mereka.


" Ibu kapan sampai nya? Kenapa kita berdua tidak mendengar suara mobil milik Ibu?" tanya Bi Evi penasaran.


" Aku tadi di antar sama Mas Rivan, Aku juga udah ngucapin salam beberapa kali,tapi karena sangking asyik nya mengobrol Bibi malah tidak mendengar nya." sindir Shella duduk di kursi santai yang menghadap langsung ke arah taman belakang.


"Aduh maafkan kita berdua ya Bu! Mulut ini kalau sudah bercerita tentang kampung halaman pasti nggak ada capek-capek nya." ujar Bi Anum merasa bersalah.


" Iya nggak papa Bi! Gimana,Bibi betah nggak tinggal di sini?" tanya Shella lagi.


" Alhamdulillah betah banget Bu! Beda sekali dengan suasana di tempat kerja Bibi yang dulu." ujar wanita ini tampak mulai berkaca-kaca.


" Memang nya kenapa dengan tempat kerja Bibi yang lama?" tanya Shella penasaran.


" Itu Bu! Majikan nya suka menyiksa pembantu nya, apalagi ada pria tua yang tinggal di rumah itu dan sering memaksa mereka para pembantu untuk memijat dan menemani beliau di dalam kamar,kalau mereka menolak maka para bodyguard berbadan besar akan menghukum mereka semua.untung nya Bi Anum ini bisa cepat kabur sehingga belum pernah di sentuh oleh pria tua bangka itu." sahut Bi Evi angkat bicara saat melihat Bi Anum hanya terdiam tidak sanggup lagi membayangkan kisah masa lalu nya yang begitu pahit.


" Ya ampun! Kok ada ya manusia yang seperti itu.Bibi nggak usah khawatir lagi, saat ini Bibi sudah aman dan kalau nanti ada yang datang mencari Bibi,Aku akan menghadang nya." Shella lalu memeluk tubuh rapuh Bi Anum yang mulai terisak.


" Terimakasih Bu! Semoga saja mereka tidak pernah mencari Bibi lagi,Bibi nggak akan pernah sudi lagi kembali ke rumah itu.selain itu kami para pekerja juga sering di bikin lapar karena tidak di izinkan untuk memakan makanan yang ada di dalam rumah itu,sedangkan untuk keluar rumah mereka melarang keras.akhir nya kami hanya bisa minum beberapa gelas air putih sebagai pengganjal perut lapar kami yang sudah lelah bekerja seharian penuh."

__ADS_1


" Iya Bi,semoga saja mereka segera mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang telah mereka lakukan kepada orang lain."


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2