
Setelah berganti pakaian,Shella langsung mengeluarkan semua oleh-oleh nya dan memasukkan kedalam sebuah tas besar untuk di kirim kan ke toko kue nya.mengingat suami nya yang tidak memberikan izin jika dia pergi langsung ke toko tersebut,Shella memutuskan untuk menitipkan semua oleh-oleh itu kepada sopir nya. para asisten rumah tangga serta penjaga yang ada di gerbang depan juga ikut kebagian oleh-oleh yang Shella bawa dari Bali.kini hanya tertinggal oleh-oleh untuk mertua nya dan rencananya akan dia antar langsung nanti malam setelah mereka selesai beristirahat dengan cukup.
Melihat istri nya yang sudah terlelap dengan begitu damai nya,Rivan yang sedang ada meeting dengan client penting memilih pindah ke ruang kerja agar tidak menggangu tidur istri nya yang kelihatan sangat lelah sekali.Rivan mengecup pelan kening Shella sebelum akhirnya menutup pintu kamar dengan sangat pelan sekali agar tidak menimbulkan bunyi yang begitu kuat.
Nindi yang masih berada di Bali untuk menikmati masa sebagai pengantin baru, meminta cuti khusus kepada Shella selama 3 Minggu lama nya untuk menyesuaikan dengan cuti yang di dapat kan oleh suami nya dari rumah sakit tempat dia bertugas.beruntung nya ada Ririn pegawai kasir yang bisa di andalkan untuk mengambil alih tugas Nindi sementara waktu sampai wanita itu kembali menjalankan tugas nya.
" Mas! Kita kembali ke kamar ya,tapi gendong Aku." rengek Nindi begitu manja sambil merentangkan kedua tangan di udara.
" Oke." jawab Satria singkat membuat Nindi berdecak kesal karena suami nya tidak pernah bisa manis seperti opa-opa yang pernah dia lihat di drama kesukaan nya.terlebih lagi saat melihat Satria sudah berjongkok bersiap menyambut kedatangan istri nya.
" Mas!" teriak Nindi memukul pelan lengan suami nya.
" Loh kata nya mau gendong? Nggak jadi nih?" tanya Satria nggak peka.
" Mau gendong nya di depan saja Mas biar lebih romantis! Jangan di belakang kayak gitu,jatuh nya Aku kayak karung beras aja deh." sungut Nindi membuat Satria mendesah gusar tidak habis pikir dengan tingkah lakunya yang selalu berhasil mengaduk kesabaran nya.
" Di depan sama belakang kan sama saja sayang! Toh masih Aku juga yang menggendong Kamu." sanggah satria dengan dahi yang mengernyit heran.
" Ya beda lah Mas! Kalau gendong di depan kan kita bisa bermesraan seperti ini." Nindi langsung menarik tengkuk suami nya memberikan contoh secara langsung agar suami nya tak lagi banyak tanya yang akan membuat mood nya berantakan.
Satria yang mulai memahami maksud dari isi kepala sang istri akhir nya tersenyum mesum ikut melahap bibir istrinya seraya berjalan masuk ke dalam kamar yang mereka tempati.setiba nya di dalam kamar yang cukup besar ini,Satria langsung menduduk kan tubuh nya di atas sofa dengan Nindi yang masih berada di atas dengan posisi bibir yang menyatu ganas.sedetikpun Satria tak membiarkan istri nya lolos setelah berhasil memancing hasrat nya untuk mengulang kembali malam pertama dan siang kedua yang begitu berkesan sekali.
" Sudah siap sayang?" tanya Satria menggesekkan pusaka yang sudah mengeras ke paha Nindi yang entah sejak kapan sudah polos dan tidak tertutup oleh apapun.
" Siap dong." balas Nindi dengan begitu manja dan bergegas membantu melepaskan kaos polos yang di pakai oleh suami nya.
Satria lalu membaringkan tubuh istri nya di atas kasur agar lebih leluasa melakukan goyangan panas.sedikit pun Nindi tidak merasa ngeri melihat benda panjang itu.malahan wanita ini semakin tertantang untuk membuat pusaka itu layu di bawah goyangan nya.tangan Nindi terulur untuk meraba nya hingga membuat Satria melenguh panjang dengan mulut yang menganga lebar.
" Sayang! Kamu nakal sekali." ujar nya dengan sorot mata penuh gairah.
" Baru tahu ya ..." ledek Nindi lebih nakal lagi dan semakin bernyali membuat suami nya takluk di bawah kuasa tangan mulus nya.
__ADS_1
Suara merdu mulai menggema di kamar villa ini sehingga membuat cuaca sore ini kembali terasa panas untuk kedua insan yang sedang meneguk manis nya menjadi pasangan suami istri.meskipun masih merasakan sakit dan tidak nyaman di bawah sana.tapi perlakuan lembut dari suami nya membuat Nindi ikut menikmati setiap hentakan yang di hasilkan oleh suami nya.kedua nya sama-sama terkulai lemah setelah 2 jam lebih saling memanjakan dengan peluh yang membasahi seluruh tubuh mereka.
Begitu terjaga dari tidur lelap nya,Shella langsung bangkit untuk membersihkan diri supaya bisa menemui mertua nya dengan membawa oleh-oleh yang dia bawa dari Bali.Rivan yang juga sudah selesai membersihkan tubuh nya langsung menggandeng tangan Shella menuju mobil yang terparkir di teras depan.
Selama perjalanan menuju kediaman orang tua nya,Shella dan juga Rivan tidak berhenti bercanda satu sama lain sehingga membuat kedua nya tertawa geli dengan isi pembicaraan mereka berdua.
" Tuh Mama udah nungguin Kamu loh sayang! Aku udah nggak ada artinya untuk mereka berdua." goda Rivan tersenyum miring.
" Isshh...Masa sama istri sendiri cemburu sih Mas? Kamu nggak suka kalau Mama menerima Aku dengan baik?" tanya Shella dengan wajah cemberutnya.
" Ya suka lah sayang, cuman Aku aneh aja kenapa Mama bisa melupakan Aku dan memperlakukan Kamu dengan begitu manis layak nya anak sendiri." tegas Rivan melepas seatbelt yang melingkar di tubuh nya dan setelah itu membantu istri nya yang lupa melepaskan seatbelt nya sendiri.
" Nggak ada yang aneh Mas! Udah ayok turun sebelum Mama menggedor kaca mobil mu." Shella lantas turun terlebih dahulu sambil menenteng paperbag yang berisi penuh dengan oleh-oleh. Setelah itu di ikuti oleh Rivan dengan mengunci pintu mobil nya.
" Sayang! Terimakasih sudah mau mampir kesini lagi." Bu Ela langsung memeluk menantu nya dan mengabaikan Rivan yang hanya bisa tersenyum miris melihat perlakuan ibu nya.
" Ini Shella ada sedikit oleh-oleh untuk Mama sama Papa." ucap Shella.
" Nggak repot kok Ma! Shella di bantu sama Mas Rivan untuk membeli nya." ujar Shella sengaja menyebut nama suami nya agar sang mertua mau menatap wajah suami nya yang sedang memeluk Pak Hasan.
" Sudah jangan di ajak bicara terus Shella nya Ma! Ayok kita pindah ke dalam." tegur Pak Hasan karena adzan Maghrib sudah mulai berkumandang.
" Ehh iya Mama lupa.ayok kita ke dalam saja sayang." ajak Bu Ela langsung menuntun Shella menuju meja makan yang sudah di hidangkan berbagai jenis makanan kesukaan Shella dan juga Rivan.
" Bagaimana sayang? Apa kah sudah ada tanda-tanda nya?" bisik Bu Ela yang hanya bisa terdengar oleh mereka berdua saja.
Shella yang mengerti maksud ucapan ibu mertua nya langsung menggeleng dengan rasa bersalah karena memang dia belum mengalami tanda-tanda kehamilan seperti wanita hamil pada umumnya.
" Tidak apa-apa sayang! Nanti malam jangan lupa usaha terus ya.lagian pernikahan kalian kan baru 3 bulan dan masih punya banyak waktu untuk memperbaiki semua nya." balas Bu Ela menyemangati menantu nya.
" Iya Ma! Maafkan Shella yang belum bisa mewujudkan impian Mama." ujar Shella lirih.
__ADS_1
" Jangan menyerah sayang! Kalian masih punya banyak waktu untuk usaha lagi.Mama tidak kecewa dan selalu bangga punya menantu seperti Kamu." bisik-bisik yang mereka lakukan berdua membuat Rivan dan Pak Hasan menjadi curiga dan menatap Bu Ela dengan tanda tanya besar.
" Ma! Apalagi yang Mama ajarkan kepada istri ku?" tanya Rivan to the point.
" Mama nggak ngajarin apa-apa.kami hanya membahas tentang perawatan wanita." elak Bu Ela tak mau mengakui.
" Benar begitu sayang?" tanya Rivan memastikan.
" Benar Mas." jawab Shella berbohong supaya tak terjadi perdebatan panjang di meja makan ini.
" Kalau Mama sama Kamu udah bersatu nggak ada lagi orang yang bisa melawan nya."ucap Rivan membuat pak Hasan menahan tawa nya.
" Sudah tahu nggak akan bisa menang tapi masih saja Kamu lawan,sudah ayok kita mulai makan malam nya sebelum menantu Mama kelaparan karena kelelahan menghadapi Kamu yang banyak mau nya."Bu Ela mengambil nasi untuk suami nya dan di ikuti oleh Shella yang juga melayani suami nya dengan baik.
" Walaupun banyak mau nya tapi istri ku menyukai dan selalu menempel sama Aku."ucap Rivan begitu santai.
" Mas! Ayok di makan makanan nya.nggak usah di jawab terus ucapan Mama nya." tegur Shella secara halus.
" Awas saja kalau Kamu berani menyakiti menantu Kesayangan Mama dan mendua kan dia dengan wanita lain.habis Kamu di tangan Mama." ancam Bu Ela membuat Rivan merasa seperti anak tiri di keluarga nya sendiri.
" Siap Nyonya besar.Hamba tidak akan berani menyakiti anak nyonya.puas Mama." geram Rivan dengan wajah kesal nya.
" Mas! Udah." Shella melotot kepada suami nya yang masih ingin menyerang ibu nya.
" Iya sayang." jawab Rivan akhirnya mengalah karena permintaan istri tercinta.
" Mama pegang kata-kata Kamu!"
" Ma! Udah ayok makan nasi nya." kali ini Pak Hasan yang menjinakkan istri nya yang terus saja menggerutu seperti burung yang sedang mencari makanan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰
__ADS_1