Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 39


__ADS_3

" Santai dong sayang! Jangan gelisah seperti itu." tegur Rivan saat merasakan tangan Shella sudah berkeringat dingin dan tatapan mata gusar nya juga tidak bisa berbohong lagi.


" Aku takut Mas, kalau Mas Adi melakukan perlawanan bagaimana?" tanya Shella semakin di hantui rasa takut dan juga gagal.


" Dia tidak akan datang di sidang pertama ini.Aku pastikan Kamu akan memenangkan gugatan ini.apa Kamu tidak ingin menuntut harta gono-gini ini? Rumah misal nya?" tanya Rivan memastikan lagi.


" Nggak usah Mas! Bukan kah semua nya sudah kita bahas di awal pertemuan.terus dari mana Kamu tahu kalau dia tidak akan datang menghadiri sidang pertama ini?" tanya Shella curiga.


" Karena Aku lah yang sudah membuat dia pergi dari kota ini,bukan hanya sidang pertama tapi sidang berikutnya akan Aku pasti kan dia juga tidak akan bisa hadir di dalam ruangan ini." jawab Rivan dalam hati nya.


" Mas! Jawab dulu.malah senyum-senyum nggak jelas begitu." sergah Shella ketika melihat Adi terus mengulum senyum di bibir nya.


" Tadi pengacara nya yang bilang kepada ku.pokok nya Kamu tenang saja karena keputusan cerai itu akan keluar dalam hitungan hari saja." ucap Rivan yakin karena merasa sangat mudah untuk menekan Adi yang jauh berada di bawah nya.


Mobil milik Rivan akhirnya sampai di tempat tujuan,sebuah gedung tinggi yang terdapat sebuah logo di depan nya.


" Sudah sayang,Kamu ngapain dandan lagi, seperti ini saja sudah sangat cantik dan pasti banyak pria yang akan melirik mu nanti." tegur Rivan yang tidak suka melihat Shella berdandan berlebihan dan akan membuat sang kekasih semakin terlihat sempurna di luar sana.


" Aku hanya ingin merapikan nya saja Mas." balas Shella yang sibuk memoles wajah dengan make-up yang sengaja dia bawa dari rumah.


" Mas! Apa sudah sempurna?" tanya Shella kepada Rivan yang menatap ke arah nya sambil tersenyum tipis.


Meskipun mendengar pertanyaan yang di berikan oleh Shella,namun sayang nya pria datar ini memilih diam tanpa menjawab pertanyaan Shella.


Shella yang melihat Rivan diam langsung turun terlebih dahulu dengan meninggalkan Rivan yang sudah sejak tadi menunggu dirinya.


Rivan yang menyadari hal itu pun segera ikut turun dan mengejar langkah Shella dengan menahan pergelangan tangan wanita itu.


" Kenapa Aku di tinggal kan sih sayang? Kamu malu ya punya pacar seperti Aku ini?" tanya Rivan menghela nafas panjang.


" Ngaco deh Kamu ini,sudah ayok masuk kasihan Nindi dan Reni yang sudah menunggu Aku sejak tadi." Shella langsung menggandeng tangan Rivan agar lelaki dewasa ini tidak lagi berpikiran yang jelek terhadap diri nya.

__ADS_1


Shella yang melihat kedua sahabat nya sudah duduk manis menanti kedatangan nya langsung menghampiri kedua nya.


" Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk datang ke sini." ucap Shella lalu memeluk kedua sahabat nya dengan begitu erat.


" Kita itu sudah lama berteman Shel,semua yang terbaik untuk hidup mu akan kita dukung." balas Reni dengan mata yang berkaca-kaca.


" Jangan tinggalkan Aku setelah nanti Aku resmi menyandang status janda." rengek Shella menumpahkan air mata mengingat sebentar lagi status nya akan berubah menjadi status yang paling di hindari oleh setiap wanita.


" Husst...Mulai nggak beres Kamu ini! Udah ayok kita duduk lagi." ajak Nindi yang tidak suka mendengar ucapan Shella.


" Mau bagaimana pun bentuk dan status mu nanti,Kamu akan tetap menjadi sahabat terbaik kami berdua,selama nya." tutur Reni menguatkan Shella yang mulai terlihat gelisah.


"Terimakasih." balas Shella semakin menggenggam erat kedua tangan sahabat nya.


Sudah 10 menit mereka duduk di dalam ruangan mencekam ini,tapi Adi yang merupakan pihak tergugat belum juga menampakkan batang hidung nya kecuali dua orang pria berjas hitam yang di yakini Shella sebagai kuasa hukum nya.


" Kemana si bangsat itu? Kenapa dia belum datang juga?" gumam Nindi lirih terus menatap ke arah pintu menunggu Adi menampakkan diri nya.


" Kata nya sih dia nggak bakal datang." jawab Shella pelan takut mengundang kebisingan.


" Nggak tahu juga! Aku dengar dari Mas Rivan." jawab Shella yang langsung mendapat sorot mata penuh tanya dari kedua sahabat nya.


Shella yang merasa malu akhirnya menundukkan wajahnya sambil meremas ujung kemeja yang dia gunakan saat ini.


" Sejak kapan?" tanya Reni penasaran.


" Apa nya?" tanya Shella tidak paham.


" Rivan menjadi Mas Rivan mu?" ledek Nindi menimpali.


" Udah ah nggak usah bahas itu lagi,sejak kapan nya biar kan hanya Aku dan dia yang tahu." tukas Shella yang tidak ingin membuat kedua sahabat nya semakin panjang lagi meledek dia dan juga Rivan.

__ADS_1


" Nggak asyik ah..Aku ngambek." Nindi melipat kedua tangan di dada berpura-pura acuh dengan bujukan shella.sedangkan Reni yang duduk di samping kiri Shella sedang sakit perut menahan tawa yang ingin meledak keluar.


Di meja depan sana,Rivan yang mendengar nama nya di sebut-sebut hanya bisa menahan senyum dengan tetap menampilkan wajah serius nya.


Beberapa hakim dan jaksa melangkah secara perlahan masuk ke dalam ruang persidangan.


" Apa sidang nya sudah bisa kita mulai?" tanya hakim kepada semua anggota sidang.


Pengacara Adi langsung menjawab dengan cepat.akhir nya sidang perdana perceraian Shella dan Adi pun di mulai meskipun tanpa kehadiran Adi sebagai tergugat.


Di kota Semarang saat ini.


Wajah Adi menjadi semakin pucat kala mengingat kalau pagi ini adalah sidang perceraiannya dengan Shella.malam tadi Adi sudah menghubungi pihak pengacara nya untuk mengusahakan agar dia lah pemenang nya nanti, bagaimana pun cara nya akan Adi tempuh demi bisa kembali hidup berdua dengan Shella,sudah dua meeting yang dia ikuti, tetapi tidak ada satu pun yang nyangkut di kepala nya karena saat ini fokus nya teralih kan dengan layar ponsel yang menghubung langsung ke suasana sidang.tubuh Adi memang berada di kota Semarang,tapi tidak dengan hati,batin dan juga kepala nya yang sudah terbang jauh ke ibu kota.


Adi terus memijit pelipisnya ,kepala nya mendadak terasa pusing saat dia ingin melanjutkan kegiatan nya ke agenda berikutnya.dia tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menghentikan persidangan ini kecuali hanya bisa pasrah menerima semua nya.


" Shella." gumam Adi tersenyum cerah ketika sang pengacara memperlihatkan wajah Shella yang semakin terlihat cantik dari biasa nya.


Ketika kamera ponsel bergantian menyorot ke arah Rivan,Adi langsung terdiam karena merasa cukup familiar dengan wajah pria yang dia lihat walau hanya sekilas.


" Itu kan pengacara hebat Rivano!" gumam Adi lirih.


" Ternyata Kamu sudah mempersiapkan semua nya untuk mengakhiri rumah tangga kita,apa segitu sedalam itu kah rasa benci mu kepada ku sehingga membuat Kamu berubah menjadi jahat seperti ini." Adi terus mengelus wajah Shella yang muncul di layar ponsel nya.setitik demi setitik air mata Adi kembali jatuh tanpa bisa di cegah lagi.tidak ingin ketahuan oleh rekan bisnis nya,Adi mengusap kasar air mata itu menggunakan punggung tangan nya.


" Aku juga pernah beberapa kali melihat Pengacara Rivano datang ke kantor, untuk apa dia datang dan masuk ke ruangan khusus Presdir?" Adi membatin kala menemukan sebuah kejanggalan yang sulit untuk dia pecah kan.


Akhirnya siang perdana berjalan dengan lancar,dan akan di lanjutkan minggu depan nya lagi.


" Selamat sayang nya Aku, sebentar lagi Kamu akan berpisah dari buaya keparat itu." ujar Nindi memberikan kata selamat kepada Shella.


" Semoga saja Minggu depan dia kembali tidak hadir dan sidang akhir nya di nyatakan selesai." Reni melompat bahagia melihat persidangan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikit pun.

__ADS_1


" Aku akan mewujudkan doa mu itu Ren! Akan Aku kirim lelaki itu ke pelosok negeri supaya tidak bisa menghadiri persidangan penting ini." sahut Rivan dalam hati nya.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2