
Rivan sesekali mencuri pandang ke arah Shella dan juga Bu Ela yang nampak asyik mengobrol tanpa ada kecanggungan lagi di antara mereka.bahkan Bu Ela nampak merangkul mesra lengan Shella dan sesekali mereka juga tertawa kecil ketika membahas sifat lucu Rivan.
" Apa Kamu takut calon istri mu di monopoli oleh Mama mu? Sampai segitunya Kamu melihat ke arah mereka." tegur Pak Hasan mengingat kan Rivan yang kelihatan begitu khawatir sekali.
" Bukan begitu Pa,Aku hanya ingin memastikan jika Mama memperlakukan kekasihku dengan baik.itu saja." kilah Rivan cepat setelah itu langsung menggaruk kepala untuk menghilangkan rasa malu nya karena ketahuan oleh sang Ayah.
" Apa sampai sedalam itu kah rasa cinta mu kepada Shella? Bahkan selama ini Papa tidak pernah melihat Kamu seperti ini kepada kekasihmu yang dulu." Tanya Pak Hasan penuh selidik.
" Aku tidak bisa menjelaskan nya dengan kata-kata lagi Pa,yang jelas Aku selalu merasa nyaman dan tenang kalau berada di dekat nya." tukas Rivan kembali membayangkan bagaimana awal mula pertemuan yang mampu menggetarkan hati dan jiwa keras nya .sejak itu juga pria tegas ini mulai melunak dan terus berusaha mencari cara untuk melunakkan hati Shella.
" Ya..Ya..Ya.. Papa tahu itu,Papa harap Kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini lagi." ucap Pak Hasan kepada putra nya.
Pak Hasan dan Rivan lalu pindah masuk ke ruang kerja untuk membahas sesuatu hal yang sangat penting dan tidak boleh sampai terdengar oleh telinga Shella.
" Sayang,Aku tinggal sebentar nggak papa kan?" tanya Rivan ketika hendak mengikuti langkah kaki sang Ayah.
" Ya nggak masalah Mas! Memang nya Kamu mau kemana sih,pakai izin segala?" Shella menatap seksama wajah Rivan .
" Mau ke ruang kerja Papa sebentar,takut nya Kamu nggak nyaman kalau sama Mama dan Aku akan membawa Kamu ikut bersama ku." ujar Rivan lagi yang sengaja berbicara seperti itu karena ingin menggoda sang Ibu.
" Sudah sana kalau Kamu mau pergi! Kamu pikir Mama apaan sampai membuat Shella nggak nyaman.dasar anak durhaka."cecar Bu Ela menatap tajam Rivan sedang tersenyum usil ke arah nya.
__ADS_1
Hahahaha.... Sebelum menghilang dari pandangan mata Shella dan juga Bu Ela,Rivan mengecup kening Shella sehingga membuat sang Ibu menjerit bahagia.
Sepeninggalan Rivan dan juga ayah nya,Bu Ela dan Shella tetap duduk di tempat dengan banyak makanan yang ada di hadapan nya.kedatangan Shella ke rumah ini benar-benar di sambut dengan baik dan juga makanan yang berlimpah ruah.Shella sejujur nya sedikit merasa gugup sehingga membuat nya terus berdoa agar pertemuan pertama ini berjalan dengan lancar.
" Tante sangat bahagia sekali ketika mendengar Rivan mendeklarasikan jika dia sudah mempunyai seorang kekasih hati,kami memang sering menjodohkan dia dengan anak dari sahabat kami berdua,tapi nyata nya anak itu tidak pernah tertarik dan malah sering ingkar janji jika di ajak makan malam atau bertemu dengan calon wanita yang akan menjadi istri nya.Tante sangat berharap banyak kepada Kamu yang sudah mampu menyentuh ulu hati anak semata wayang Tante."ucap Bu Ela memulai membuka satu persatu tabir kehidupan putra nya.
" Kamu pasti tahu kan jika dia itu sangat sibuk sekali dan bahkan untuk berkumpul bersama kami saja dia selalu tidak bisa, karena alasan kesibukan nya itu lah wanita yang dulu pernah dekat dengan dia sering pergi dengan lelaki lain dan meninggalkan dia begitu saja.Tante mohon sama Kamu tolong nasehati dia dan kalau bisa minta dia untuk berhenti dari dunia hukum nya itu." imbuh Bu Ela lagi.
" Aku baru tahu nya beberapa hari yang lalu Tan,selama ini Mas Rivan nggak pernah menceritakan tentang pekerjaan nya,tapi waktu itu Reni tidak sengaja menceritakan semua nya kepada ku." jawab Shella santai tanpa merasa terbebani.
" Aku nggak mungkin bisa mendikte Mas Rivan sampai sejauh itu Tan, Aku nggak ingin melampaui batas kewajaran hubungan kami.Aku yakin Mas Rivan nanti bisa membagi waktu nya dengan baik,kalau pun tidak bisa ya tinggal jalani saja karena semua nya kan sudah menjadi ketetapan yang maha kuasa." sambung Shella lagi.
Bu Ela terenyuh mendengar Jawaban Shella,hati kecil nya mengatakan bahwa benar wanita di depan nya ini adalah calon menantu nya kelak.
" Sejujur nya iya Tan,Aku waktu itu meminta tolong kepada Reni untuk mencari kan pengacara hebat yang akan menemani Aku di pengadilan untuk melayangkan gugatan cerai kepada mantan suami ku, Reni menyarankan untuk memakai jasa Mas Rivan.dan kami saling berkenalan lalu setiap hari bertukar pesan karena harus membahas berkas perceraian yang masih kurang." jawab Shella yang tidak ingin menutupi semua nya.dia sangat yakin bahwa perjalanan hidup nya akan berjalan mulus jika di awali dengan sebuah kejujuran.
" Jadi Kamu sudah pernah menikah sayang?" tanya Bu Ela setengah kaget.
" Iya Tante dan baru 2 Minggu ini resmi bercerai, sebenarnya Aku sudah menolak permintaan Mas Rivan yang ingin mengajak Aku ke sini karena Aku sadar masih ada tanggung jawab yang harus Aku selesaikan terlebih dahulu sebelum menjalin hubungan dengan lelaki lain.tapi Mas Rivan nya tetap maksa dan akhirnya Aku sampai di rumah Tante." jawab Shella apa ada nya.
" Aku juga anak yatim piatu karena kedua orang tua ku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu,Aku hanya seorang wanita biasa yang punya usaha roti Shella bakery dan bukan berasal dari keluarga kaya atau konglomerat tajir seperti keluarga Tante." imbuh nya lagi semakin membuka semua jati diri nya sehingga membuat Bu Ela terperangah tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
"Jadi Kamu yang punya usaha roti enak itu? Tante sama Om sangat suka sekali semua roti yang ada di toko mu,dan Tante hampir setiap hari mampir membeli cemilan lezat di sana." ucap Bu Ela ketika baru sadar bahwa roti yang setiap hari dia makan adalah roti milik calon menantu nya.
Shella mengangguk sambil tersenyum tipis.
" Iya Tan,Aku bisa melihat nya kok di atas meja makan tadi." ujar Shella yang memang juga terkejut ada roti buatan toko nya di rumah mewah ini.
" Boleh Tante tahu kenapa Kamu memilih bercerai dari suami mu? Bukan karena kehadiran Rivan kan?" tanya Bu Ela menatap intens wajah Shella yang memang terlihat sangat cantik dan seperti belum pernah menikah.
Shella mengangguk dengan yakin dan setelah itu menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai bercerita kisah masa lalu yang sebenarnya ingin dia kubur dalam-dalam.
" Kami sudah menjalani rumah tangga selama 3 tahun lama nya,tapi tanpa Aku sadari Lelaki itu ternyata sudah bermain api dengan selingkuhannya selama 2 tahun terakhir dan sudah sering tidur bersama dan bahkan hampir setiap hari menginap di tempat selingkuhan nya itu,lalu..."Shella terus melanjutkan cerita hidup nya tanpa ada yang dia tutupi sedikit pun.
" Syukur lah jika perpisahan itu bukan karena kehadiran Rivan.semoga nanti kehidupan Kamu bisa bahagia dengan pasangan baru mu nanti,jujur saja Tante kaget mendengar status mu yang sudah pernah menikah,tapi...Percaya lah bahwa kami sekeluarga tidak pernah memandang seseorang dari status maupun harta dan kedudukan seseorang.semua nya bisa di cari dan di temukan setelah menikah nanti,tapi saat ini kami membutuhkan wanita yang setia dan mau mendampingi Rivan seumur hidup nya.hidup bersama membina rumah tangga tanpa ada pengkhianatan di antara kalian.itu saja dan semua nya kami serahkan kepada Rivan,jika dia sudah merasa nyaman dan yakin untuk meminang Kamu sebagai istri nya ,maka Tante dan Om akan mendukung seratus persen dan tidak akan pernah ikut campur.bahkan sahabat Om pernah datang ke sini meminta kami untuk menerima tawaran perjodohan yang dia berikan beberapa waktu yang lalu.tapi balik lagi semua nya Rivan yang menjalani dan jika dia bilang tidak mau maka kami pun tidak akan memaksa nya sampai kapan pun." ujar Bu Ela menggenggam tangan Shella yang sedikit bergetar menahan rasa takut nya.
" Percaya lah Nak,di balik sifat tegas dan pekerja keras nya itu ada sebuah rasa kepedulian yang begitu besar dan dia juga sangat sayang keluarga." imbuh nya untuk membuat Shella yakin dengan putra tunggal nya.
" Iya Tante,Aku percaya itu karena Aku sudah melihat sendiri dengan mata dan kepala ku." jawab Shella membenarkan.
" Tante mohon tetap lah berada di samping dia apapun yang akan terjadi nanti nya, karena Tante sangat yakin bahwa dia begitu mencintai dan menggilai diri mu.semua nya bisa terlihat dari cara dia menatap Kamu sejak tadi."ujar Bu Ela yang beberapa kali memang sempat memergoki cara Rivan menatap Shella.
" Aku akan tetap bertahan jika di antara kami tidak ada kebohongan ataupun perselingkuhan." tegas Shella yang memang membenci yang nama nya perselingkuhan.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍