
Adi semakin jauh menyeret tubuh Nina hingga berada tepat di samping mobil nya,Adi sengaja menahan pergelangan tangan Nina menggunakan satu tangan nya, sedangkan satu tangan lagi sibuk membuka bagasi belakang di mana ada sebuah jerigen putih berukuran besar yang di dalam nya terdapat sesuatu yang lebih mirip dengan air.
Adi mengurung kan niat nya untuk memberikan air itu kepada sahabat yang menitipkan pesan kepada nya tadi malam.melihat wajah menyeringai yang di tampakkan oleh Adi membuat Nina merinding gemetaran dengan tungkai kaki yang terasa sangat lemah tidak bertenaga lagi.
" Jangan sayang." mohon Nina merayu Adi yang nampak ingin mengikat kedua tangan nya .namun sayang nya semanis apapun bujukan yang di berikan oleh Nina tidak akan mampu meredakan emosi yang sudah terlanjur membuncah tinggi.meski mulut nya masih terasa sangat perih dan terluka parah,Nina masih tetap memohon kepada Adi untuk melepas kan diri nya dan tidak bisa dia bayangkan lagi apa yang akan di lakukan Adi kepada diri nya setelah ini.
" Wajah dan tubuh mu ini sudah membuat banyak lelaki tergoda dan bahkan rela meninggalkan pasangan sah nya demi mengejar Kamu yang sebenarnya tidak pernah ada spesial nya dalam segi apapun,Aku akan membuat Kamu menyesali perbuatan mu yang sudah berani bermain di belakang ku, sedetik pun Kamu tidak bisa lagi bersikap angkuh karena mulai detik ini juga Kamu akan mendapatkan balasan yang sangat setimpal dengan apa yang sudah Kamu lakukan selama ini.Jalangggg!" bentak Adi kalut dan langsung membuka tutup jerigen tersebut dengan sangat kasar.
Nina yang tidak tahu harus melakukan apa lagi hanya bisa pasrah dengan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuh nya.
" Byur..Byur..Byurrr..."semua isi jerigen itu sudah di siram habis oleh Adi kepada Nina,mulai dari wajah hingga ke seluruh tubuh nya.sekeras apapun wanita ini mencoba menghindari nya tapi malang sekali semua air itu sudah menempel dan masuk ke dalam pori-pori kulit nya.rasa panas bercampur perih membuat Nina menjerit kuat ketika cairan putih itu mulai menampakkan fungsi nya.
" Apa yang sudah Kamu lakukan Adi." teriak Nina mengibas kan tangan untuk menghentikan rasa perih di sekujur tubuh nya.
" Aaaaaaa.... " teriak nya lagi ketika rasa panas itu kian menyiksa diri nya.
" Itu balasan untuk Kamu yang terlalu bangsat." umpat Adi masih mendendam dan kembali menarik keras rambut Nina.teriakan sakit yang keluar dari mulut Nina tidak membuat lelaki itu iba ataupun merasa Kasihan,malah dia semakin memandang jijik wanita yang sudah sering dia pakai untuk menemani malam panjang nya.
" Tubuh seksi ku.....Hiks..Hiks..Wajah ku..." teriak Nina sehingga mengundang banyak orang untuk mendekati mereka berdua.
" Lepaskan dia bro...Jangan seperti itu." tegur seorang pria bertato mengingat kan Adi.
" Jangan halangi Aku! Kalian tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan kami.wanita ini harus mendapatkan balasan yang sama seperti apa yang telah terjadi dalam hidupku." geram Adi kembali menarik ulur rambut Nina sehingga membuat wanita ini sesenggukan di tengah rasa panas yang dia rasakan.
" To...oolongggg." pekik Nina dan pada akhirnya hilang kendali dan jatuh ke aspal panas dalam kondisi tidak sadar kan diri.
Tidak ada satu orang pun yang berani mendekati kedua manusia ini,Adi yang sudah merasa lega setelah melampiaskan rasa kecewa nya langsung menancap gas mobil nya meninggalkan Nina yang sudah tergeletak di parkiran mobil.
__ADS_1
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel nya membuat Adi terhenyak dan memberhentikan mobil nya secara mendadak di tepi jalan nya.
" Sial! Aku sampai harus melewatkan meeting penting gara-gara ngurus ****** itu." kecam Adi mengusap dagu mempertimbangkan segala kemungkinan buruk yang akan terjadi kepada diri nya nanti.baru satu bulan ultimatum keras di berikan kepada diri nya ,tapi nyata nya Adi kembali berulah dan bolos kerja begitu saja tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.kehadiran Nina dalam hidup nya benar-benar membuat hidup Adi hancur berantakan dan tak bisa di selamatkan lagi.
Adi menancapkan gas mobil nya menuju rumah yang dulu pernah dia tempati bersama Shella.Adi menyusun semua baju nya ke dalam sebuah koper besar lalu memasukkan ke dalam bagasi mobil nya.dia harus segara menyendiri untuk menghilangkan jejak atas apa yang sudah dia lakukan kepada Nina beberapa jam yang lalu.
Sedangkan untuk Nina sendiri sudah di bawa ke rumah sakit oleh sahabatnya yang kebetulan baru keluar dari room karaoke.sementara orang yang berkerumun tadi sudah menjauh dari TKP karena tidak ingin menjadi saksi ataupun menolong tubuh tak berdaya Nina yang sudah hancur terbakar.
" Kamu benaran lagi dekat sama si Tomi anak nya Pak Hugo?" tanya Nindi kepada Reni yang sedang mampir di toko kue.
" Hmm..Dia udah mengungkapkan perasaan nya kepada ku,tapi belum Aku kasih jawaban." jawab Reni ogah-ogahan.
" Jawaban apa yang belum Kamu kasih Ren?" tanya Shella penasaran yang tiba-tiba saja sudah berdiri di dekat pintu ruangan Nindi.
" Nih anak di tembak sama si Tomi malah gayaan pakai di pending segala, padahal kita kan tahu gimana dulu keras nya dia ingin mengejar cinta Tomi si cowok cool di kampus." ledek Nindi setengah kesal melihat sikap penuh gengsi dari Reni yang jelas-jelas sudah sejak lama memiliki perasaan kepada cowok tersebut.
" Beneran Ren?" tanya Shella memastikan dan di balas anggukan kepala oleh Reni.
" Aku tahu itu! Aku cuman nggak mau terlihat murahan aja di depan dia,biar dia ada perjuangan nya gitu deh." elak Reni sambil nyengir dan di balas toyoran di kepala nya oleh Nindi.
" Reni...Reni! Udah tua tapi masih aja pakai perjuangan,Aku doain si Tomi itu keburu kepincut sama wanita lain,biar Kamu di jodohkan sama pilihan orang tua mu." ucap Nindi terdengar sangat sadis dan berhasil membuat Reni menatap tajam ke arah nya.
" Jahat banget sih doa Kamu untuk hidup Aku Nin! Jangan dong Nin! Kasihanilah Aku." rengek Reni mengotak-atik ponsel nya dengan cepat lalu menekan tombol kirim ke nomer Tomi.
Shella dan Nindi langsung mengulum senyum melihat tingkah Reni yang bucin abis tapi masih kekeuh dengan ego dan juga gengsi nya yang terlalu tinggi.
" Nanti malam dia ngajak Aku makan malam nih! Pokok nya Aku harus segera memberikan jawaban sebelum doa jahat Nindi di dengar oleh semesta." Reni memperlihatkan isi chat antara dirinya dan juga Tomi kepada kedua sahabat nya.
__ADS_1
" Ya cepetan tancap gas,jangan lemot terus." goda Nindi mengulum senyum.
" Temenin Aku perawatan kecantikan yuk." ajak Reni yang ingin terlihat cantik di acara makan malam yang begitu spesial untuk hidup nya.
" Ya ampun Ren! Ini hanya makan malam biasa Reni! Bukan nya malam pertunangan ataupun perjodohan." tegur Nindi menahan geram.
" Mau malam apa lah itu pokok nya Aku wajib tampil cantik dan memukau di depan mata Tomi,supaya lelaki itu tidak pernah berpaling ke lain hati." jawab Reni tersenyum tipis mengingat bagaimana hubungan nya dengan Tomi akhir-akhir ini.
" Aku setuju,Aku juga pengen ikutan perawatan.Kamu gimana Nin? Masih banyak kerjaan nggak?" tanya Shella memastikan karena besok malam dia juga akan datang mengunjungi rumah orang tua Rivan.
" Nggak sih! Ya udah deh Aku ikut." Nindi hanya bisa pasrah menemani kedua sahabat nya yang sedang kasmaran akut.dia yang masih jomblo merasa sedih sendiri dengan nasib hidup nya yang tak kunjung bahagia.
" Nggak usah cemberut kayak gitu! Kemarin Tomi bawa teman nya waktu datang ke rumah Aku, profesi nya sama seperti Tomi dan mereka juga bekerja di rumah sakit yang sama." ujar Reni ketika mengingat kalau rekan gebetan nya masih ada yang jomblo dan mungkin saja itu merupakan jodoh nya Nindi.
" Bilang sama Tomi jangan lupa kenalkan sama Nindi,Ren ! Kali aja jodoh Nindi keselip sama Kamu." goda Shella tersenyum tipis.
" Oke.lusa kita jalan bareng aja Shel! Ajak Rivan juga ." tutur Reni memberi kan ide bagus.
" Boleh, nanti Aku kasih tahu sama dia." balas Shella lagi.
" Ganteng nggak sih teman nya si Tomi itu?" tanya Nindi penasaran.
" Ganteng banget Nin, mirip artis Korea yang Kamu sering nonton itu." jawab Reni memperlihatkan foto pria dewasa yang memakai jas putih di tubuh nya.
" Oh maigotttt! Opa Aku..." teriak Nindi histeris sehingga membuat Shella dan Reni menertawai diri nya.
" Besok jangan lupa minta nomer ponsel lelaki itu Ren,pokok nya dia harus menjadi milik ku." gumam Nindi lirih memeluk tubuh nya sendiri sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
" Oke sip! Jadikan perawatan nya?" tanya Reni memastikan dan langsung di jawab anggukan kepala dengan cepat oleh Nindi yang tampak bersemangat.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰