Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 63


__ADS_3

" Apa yang membawa Kamu datang menemui Aku,Manto?" tanya Pak Hasan tanpa basa-basi,pria paruh baya ini sudah cukup jengah mendengar pengaduan dari istri nya.


" Aku yakin Kamu pasti sudah tahu maksud dari kedatangan ku ini? Kenapa Kamu mengganggu perusahaan ku dan bahkan sekarang perusahaan ku terancam bangkrut,dalam hitungan jam jika tidak di bayar maka semua aset milik keluarga ku akan di sita oleh pihak bank." ucap Pak Manto dengan nada cemas nya.tadi pagi Pak Manto di buat sesak nafas oleh kabar yang di berikan oleh anak buah nya di kantor,sudah berulang kali asisten dan juga sekretaris nya berusaha menyelematkan kondisi perusahaan,namun nyata tak ada satupun usaha yang berhasil karena yang mereka hadapi saat ini adalah Hasan bakri.pengusaha sukses yang punya cabang perusahaan di mana-mana dan juga kolega bisnis yang tidak terhitung jumlah nya.


" Aku nggak nyangka Kamu bisa sekejam itu kepada sahabat mu sendiri, apalagi kita sudah begitu lama saling mengenal dan bahkan sudah seperti saudara kandung." imbuh Pak Manto seolah-olah tidak punya salah atau pun masalah dengan Pak Hasan.


" Kejaman mana sama keluarga Kamu itu. Aku sudah cukup lama diam menahan diri untuk tidak membalas semua yang Kamu dan istri mu lakukan,bahkan Aku juga tahu jika Kamu sering mengintai rumah dan juga Toko milik menantu ku? Aku punya mata-mata di manapun itu Manto! Aku Hasan Bakri tidak akan pernah membiarkan siapapun itu merusak kebahagiaan keluarga ku.tergores sedikit saja kulit menantu ku,maka Kamu adalah orang pertama yang harus mempertanggung jawabkan nya.tidak ada saudara yang mau merusak kebahagiaan saudara nya sendiri.dan Aku baru melihat nya pada diri mu." ucap Pak Hasan lantang sehingga membuat siapapun yang mendengar nya menjadi takut, termasuk juga Pak Manto yang langsung tertunduk gemetaran di tempat nya.


Bu Ela yang melihat dari lantai atas hanya bisa tersenyum mengejek kepada Pak Manto.dia bahkan tidak perduli jika suami nya membunuh lelaki tua yang tidak tahu malu itu.


" Urusan kita sudah selesai,dari awal Aku tidak pernah menjanjikan putra ku menjadi menantu mu, tetapi Kamu sendiri yang terlalu bersemangat dengan ambisi mu itu,Aku tidak tahu apa yang Kamu dan keluarga mu cari yang penting saat ini Rivan sudah menolak mentah-mentah perjodohan itu dan biarkan dia hidup dengan pilihan nya sendiri,Aku beri kalian waktu untuk menyadari semua kekeliruan yang sudah terjadi,tapi nyata nya Kamu dan istri mu itu semakin menggila dan bahkan berani meneror istri ku melalui pesan singkat.Aku sudah sangat lelah dan silahkan pergi dari sini." Imbuh Pak Hasan yang langsung saja mengusir Pak Manto keluar dari rumah nya, sedikit pun dia tidak pernah menyesal kehilangan sahabat rakus seperti pria paruh baya ini,bahkan Pak Hasan akan sangat bersyukur jika dia pergi menjauh untuk selama-lamanya.


" Jangan seperti itu Hasan? Memang nya apa sih kelebihan janda itu di banding kan putri ku yang berpendidikan dan juga berasal dari keluarga terhormat dan kaya raya.bisnis kita bahkan bisa lebih maju lagi karena saling bersatu dan membuat banyak pengusaha yang ingin merapat kepada kita nanti nya." lagi-lagi Pak Manto bukan nya menyesali kesalahannya tapi malah semakin memperjelas kelakuan nya selama ini.


" Aku tidak butuh kerja sama dengan perusahaan kecil mu itu,tanpa bantuan mu pun perusahaan ku sudah maju di manapun karena dalam hal ini bukan Aku yang akan di untung kan melainkan Kamu dan keluarga mu itu,Kamu tanya apa kelebihan menantu ku itu? Baiklah akan Aku jawab sekarang juga supaya Kamu berhenti membanggakan putri mu yang diam-diam menghanyutkan itu." Pak Hasan bukan lagi membuktikan dengan berbicara sampai mulut berbusa-busa, melainkan menyuruh anak buah nya mengeluarkan laptop dan juga beberapa foto tentang aktivitas Anak Pak Manto selama berada di luar negeri.semua yang ada di atas meja kaca membuat Pak Manto terdiam dengan urat malu yang kembali menyatu sempurna sehingga membuat saraf otak nya sedikit lebih berfungsi dari pada semula.


" Menantu ku bekerja keras membangun usaha nya sendiri tanpa bantuan dari siapapun,bahkan dia punya berbagai aset hasil dari kerja keras nya sendiri,dia memang tidak berasal dari keluarga TERHORMAT yang seperti keluarga mu itu,tapi attitude dan tutur bahasa menantu ku jauh lebih TERHORMAT dari pada status yang Kamu banggakan itu.tidak masalah jika Shella adalah seorang janda,karena janda pun adalah manusia juga dan sama seperti kita ,dari pada putri mu yang belum pernah menikah tapi....Silahkan Kamu jawab sendiri." Pak Hasan mengibaskan tangan nya mengejek Pak Manto yang masih pucat pasi melihat kelakuan putri yang dia banggakan selama ini.bahkan untuk membalas tatapan mata dari Pak Hasan saja dia sudah tidak punya muka lagi.

__ADS_1


Sebuah senyum mengejek tercipta di bibir Pak Hasan yang baru saja selesai meneguk kopi hitam buatan tangan istrinya.


Hening tak ada pembicaraan lagi karena kedua paruh baya ini sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


" Aku menyesal telah melakukan semua itu Hasan,maafkan Aku dan tolong kembalikan perusahaan ku seperti semula,Aku tidak pernah menyangka jika putri ku bisa berbuat seperti itu padahal dia Aku didik dengan sangat baik dan juga materi yang berlimpah. Tolong kembalikan perusahaan ku Hasan.keluarga ku juga akan ikut hancur jika aset kami hilang." Pak Manto tiba-tiba saja bersujud di kaki Pak Hasan dengan merengek tanpa memperlihatkan wajah penyesalan nya.Pak Hasan yang sudah tahu bagaimana watak pria ini memilih diam sampai dia merasa lelah sendiri.


" Aku tidak butuh kata maaf dan sujud mu seperti ini Manto!Akan Aku kembali kan semua nya,Tapi kendali kan Istri dan juga anak mu untuk tidak lagi mengganggu keluarga ku terutama menantu KESAYANGAN KU,sejengkal saja kalian datang masuk ke rumah kami atau pun menantu ku, siap-siap lah untuk pindah dari bumi ini karena Aku tidak akan mentolerir sebesar apapun kesalahan kalian lagi.pulang lah dan urus anak mu itu yang sekarang sedang berteriak ingin masuk ke dalam perusahaan putra ku." ucap Pak Hasan panjang lebar dan tidak terdengar main-main.


" Dan satu lagi Manto! Anak yang terlahir kaya belum tentu terjamin kualitasnya.justru mereka yang terlahir dari keluarga biasa saja itu lah yang selalu bisa membanggakan orang tua nya." sindir Pak Hasan yang tiada henti mengganggu kenyamanan hati musuh nya.


" Baiklah,Aku janji akan mengurus mereka berdua dengan baik,Aku permisi dulu." Pak Manto bergegas pergi dari kediaman Hasan Bakri lalu meminta sopir untuk segera pulang kerumahnya,dengan perusahaan yang di kembalikan seperti semula saja Pak Manto sudah sangat bersyukur dan dia tidak akan pernah mau lagi bermain dengan sahabat nya yang terkenal sangat sadis di kalangan pengusaha sukses.


Sudah beberapa kali Pak Manto mencoba menghubungi nomer putri nya,namun nyata nya satu pun tak ada yang di terima dan malah suara operator wanita yang menjawab panggilan nya.


" Kemana anak ini? Jangan sampai dia berbuat nekat di kantor Bakri." geram Pak Manto putus asa menghadapi kelakuan putri nya sendiri.


" Putar ke kantor Bakri,Tisan! Aku harus menjemput putri ku." titah Pak Manto setelah itu mengusap kasar wajah nya yang sudah sangat kusut sekali.

__ADS_1


10 menit kemudian,mobil yang di tumpangi oleh Pak Manto berhenti tepat di samping Annisa yang masih berteriak sambil melempar apapun ke dalam gerbang perusahaan Bakri,banyak nya pasangan mata yang melihat kelakuan absurd nya tidak membuat gadis cantik ini merasa malu sedikit pun dan malah semakin menjadi-jadi mengumpat dengan kata kasar dan sesekali berteriak kencang memanggil nama Rivan.


" Annisa...Apa yang Kamu lakukan disini? Pulang sekarang juga dan jangan bikin Papa malu." bentak Pak Manto murka dan berusaha mendorong tubuh putri nya masuk ke dalam mobil.


Namun sayang nya Annisa yang sudah buta oleh cinta tetap nekat memberikan perlawanan dan kekeuh tidak ingin pergi meskipun dia di larang keras untuk masuk ke dalam perusahaan raksasa itu.


" Aku nggak mau Pa! Aku harus bertemu Rivan untuk menjelaskan semua nya,biar dia bisa membuka mata nya lebar-lebar dan membatalkan pertunangan yang sudah terjadi,Aku bisa melakukan nya sendiri tanpa bantuan dari kalian semua."


Plakk...


Annisa yang bersikeras ingin masuk ke perusahaan itu langsung mendapatkan tamparan keras di pipi kanan nya oleh Pak Manto yang sedang emosi.bahkan urat-urat syaraf lelaki tua ini sudah menonjol keluar karena merasa sangat di permalukan sendiri oleh putri kandung nya.


" Masuk dan jangan membantah lagi jika tidak ingin semua fasilitas mu Papa tarik." ancam Pak Manto yang berhasil membuat Annisa diam membeku memegang pipi yang terasa sangat panas.


" Papa..Kenapa Papa tega melakukan semua nya kepada Aku...Aku cinta sama Rivan Pa! Aku harus dapatin dia sekarang juga." ucap Annisa di sela Isak tangis nya.


" Kita bicarakan semua nya di rumah dan sekarang cepat masuk ke dalam mobil Papa,nanti akan ada sopir yang menjemput mobil mu." Pak Manto terlebih dahulu masuk ke dalam mobil nya dan 5 menit kemudian di ikuti oleh Annisa yang berjalan seperti siput.

__ADS_1


jangan lupa like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2