
Hubungan yang terjalin di antara Shella dan juga Bu Ela bukan lagi seperti calon menantu dan juga calon mertua,bahkan kedua nya terlihat seperti ibu dan anak perempuan nya.sangat akrab dan juga kompak sekali.
Sementara Rivan terus saja mengekor dari belakang bagaikan seorang bodyguard yang sedang bertugas mengawal kemana pun kedua wanita ini akan pergi.
Pria ini juga sempat ingin berjalan beriringan dengan Shella dan menggenggam tangan kekasih nya,namun belum sempat semua nya terjadi,Bu Ela sudah terlebih dahulu menghentikan aksi nya sambil melotot tajam.
" Kita kemana dulu nih sayang?" tanya Bu Ela meminta pendapat Shella.
" Terserah sama Tante saja." jawab Shella tersenyum tipis.
" Boleh nggak manggil nya jangan Tante lagi, sebentar lagi kan Kamu mau jadi calon menantu Mama,jadi panggil nya Mama saja ya, biar sama kayak Rivan." tutur Bu Ela yang risih mendengar Shella memanggil dia dengan sebutan Tante.
"Eh....Iya Tan." Shella nampak sangat gugup dan tidak percaya jika keluarga Rivan sangat welcome dengan kedatangan nya di tengah -tengah keluarga harmonis tersebut.
" Upps...Mama." beo Shella mengulang dengan benar.
" Nah gitu dong! Baru mantap,nanti panggil Papa juga ya sayang,jangan panggil Om lagi." titah Bu Ela merasa terharu mendengar Shella memanggil dia dengan sebutan Mama.
Shella lalu kembali mengangguk kepala sebagai tanda setuju.
" Mana kartu punya mu,Van?" Bu Ela menengadah kan tangan menunggu Rivan mengeluarkan dompet sakti nya.
Rivan yang mengerti dan tanpa berpikir panjang lagi langsung merogoh kantong celana kantor bagian belakang dan setelah itu mengeluarkan dompet yang sangat tebal.
" Nih !" seru Rivan meletakkan sebuah kartu hitam berukuran tipis di telapak tangan Ibu nya.
" Oke,ayok sayang! Kita beli tas dulu." ajak Bu Ela kembali menggandeng tangan Shella tanpa menoleh ke arah belakang lagi.
Rivan kembali mendengus kesal dan sedetik kemudian tetap mengayunkan kaki mengikuti kemana arah kedua wanita yang ada di depan nya.
"Kita harus menguras isi ATM ini,kapan lagi kita punya kesempatan untuk merampok harta anak yang pekerja keras itu." imbuh Bu Ela sambil berbisik di telinga Shella.
" Nanti Mas Rivan bisa marah Ma." sergah Shella merasa sungkan terlebih lagi di antara mereka belum ada hubungan yang mengikat.
" Kamu nggak perlu takut atau peduli dengan dia, walaupun kita habis kan semua isi saldo nya sekalipun,dia tidak akan berani marah." Bu Ela dengan semangat yang berkobar- kobar masuk ke dalam sebuah toko yang punya brand terbesar dan ternama di seluruh penjuru.
Shella kembali merasa bahagia dan tidak lupa mengucap kan rasa syukur nya.dia kembali teringat dengan kedua orang tuanya yang sudah lama pergi meninggalkan dia sendiri.
__ADS_1
" Bapak,Ibu! Shella kembali menemukan sosok yang penuh kehangatan pada diri Mama Ela,Bapak sama Ibu tidak perlu khawatir lagi dan doa kan Shella semoga hidup Shella kedepannya lebih baik lagi." Shella membatin sebelum ikut masuk ke dalam toko tersebut.
Bu Ela mulai berkeliling dan menatap dengan jeli semua yang terpajang di toko besar ini.dia bahkan sesekali meminta pegawai toko itu untuk mengambil beberapa tas pilihan nya.
" Kamu pilih yang mana aja sayang,yang penting Kamu suka dan tidak perlu melihat harga.karena kita akan memakai kartu ini." Bu Ela mengibaskan kartu yang di pegang di depan wajah Shella yang masih sangat gugup.Shella berusaha menoleh mencari keberadaan Rivan yang sempat berdiri di depan pintu masuk tadi,namun sayang nya ketika dia membutuhkan bantuan,pria pujian hati nya malah menghilang begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu.
"Shella nggak usah beli tas aja Ma! Shella udah punya banyak tas." kilah Shella sengaja supaya tidak lagi mendapatkan paksaan dari calon mertua nya.
Bu Ela terdengar menghembuskan nafas berat nya,ternyata apa yang di ucapkan Rivan tentang Shella benar ada nya,dan wanita ini sama sekali tidak tertarik dengan yang nama nya shopping.lagi-lagi sifat Shella ini mengingatkan Bu Ela kepada kejadian beberapa tahun yang lalu saat dia berbasa-basi mengajak mantan Rivan untuk menemani nya berbelanja dan ternyata wanita itu malah merespon dengan cepat dan juga gesit, wanita itu bahkan sampai menghabiskan isi ATM Rivan sampai ratusan juta.
" Sayang! Jangan sungkan seperti itu,Kamu juga anak Mama dan sini biar Mama yang bantu pilihkan tas yang cocok untuk Kamu pakai ke acara resmi, sebentar lagi kalian akan menikah dan otomatis Kamu akan lebih sering menemani Rivan bertemu dengan clien atau pergi ke acara makan malam dan lain nya." ujar Bu Ela menjelaskan agar calon menantu nya tidak lagi melakukan penolakan.
" Baiklah,tapi satu aja ya Ma." jawab Shella dan membenarkan apa yang di ucapkan oleh calon ibu mertua nya.
" No! Harus banyak dan Kamu harus terlihat sempurna di depan wanita yang akan menggoda suami mu nanti." jawab Bu Ela tetap fokus mencari apa yang dia inginkan.
Bu Ela yang gelap mata mengambil 7 macam tas branded yang harga nya sangat fantastis sekali,Shella sampai membulat kan mata saat mendengar jika semua tas yang di dipilih kan oleh calon ibu mertua nya adalah untuk dia semua.
" Ma! Ini kebanyakan dan harga nya juga sangat mahal sekali." ucap Shella memberanikan diri membantah keputusan wanita paruh baya itu.
" Ini belum seberapa sayang! Saldo ATM Rivan tidak akan habis jika membeli semua ini." jawab Bu Ela tersenyum lebar menekan pin yang di minta oleh kasir toko.
Begitu keluar dari toko tas,kedua nya kembali melanjutkan langkah kaki masuk ke dalam toko baju dan setelah itu kembali masuk ke dalam toko sepatu dan juga sendal branded.
Di saat kedua nya sedang mengantri ingin membayar total belanjaan yang sudah mereka kumpulkan,Shella tak sengaja mendengar dua orang wanita yang sedang membahas nama seseorang yang cukup familiar di telinga nya.dari yang dia dengar dan dia tangkap bahwa benar nama yang sedang mereka bahas adalah nama perempuan yang sudah merusak rumah tangga nya dulu.Shella tersenyum getir semakin menajam kan telinga mendengar setiap kata yang mereka ucapkan.
" Separah itu ternyata! Wanita baik-baik tidak mungkin mau mengambil punya orang lain.dan itu belum seberapa dibandingkan dengan perbuatannya."batin Shella lalu kembali fokus dengan calon mertua nya.
Kedua tangan wanita ini sudah penuh dengan paper bag belanjaan yang ukuran nya sangat besar dan sudah pasti berat juga untuk di tenteng.
" Kita beli kalung dulu untuk Kamu ya sayang." ajak Bu Ela tanpa mau mendengar penolakan yang keluar dari mulut Shella.
" Tapi Ma! Ini sudah sangat cukup dan Shella sama sekali nggak butuh perhiasan untuk saat ini." sergah Shella kembali membantah dengan cepat.
" Kali ini pakai kartu Mama,anggap saja ini sebagai hadiah dari Mama karena Kamu sudah mau menjadi kekasih dan juga calon istri untuk putra Mama yang sangat tegas dan juga dingin itu."kedua nya langsung masuk meninggalkan begitu saja belanjaan yang sudah menumpuk di atas sofa yang ada di dekat pintu masuk.
" Pilih sayang." titah Bu Ela lembut.
__ADS_1
" Jangan Ma! Shella merasa nggak enak sama Mama dan juga Papa." sanggah Shella dengan tatapan mata memohon.
Tiba-tiba dari arah belakang datang lah seseorang yang membuat kedua nya menghentikan perdebatan dan kompak menoleh ke sumber suara.
" Ada apa Ma, sayang?" tanya Rivan mendekati mereka dan merangkul bahu kedua wanita yang sangat dia sayangi dalam hidup nya untuk saat ini dan sampai nanti.Rivan yang baru saja datang setelah sempat berdiskusi melalui sambungan telepon dengan client yang akan memakai jasa nya di buat tak mengerti dengan sang Ibu dan juga pacar nya,bukan nya memilih perhiasan yang ada di depan mata ,kedua nya malah terlihat sedang berdebat kecil dan sesekali saling tarik menarik antara mau keluar dan tetap berada di dalam toko ini.
" Mama pengen beli perhiasan untuk Shella,tapi dia nya nggak mau karena takut Kamu marahin." tutur Bu Ela sengaja menambahkan bumbu cerita agar Rivan mau berpihak kepada nya.
Baru saja Rivan ingin menyahut,tapi dua orang pria berseragam hitam sudah menghampiri nya terlebih dahulu.
" Permisi Tuan,ada yang bisa kami bantu?" tanya pria itu dengan tegas dan ramah.
" Hmmm...Tolong bawa semua belanjaan ini ke dalam mobil ya.simpan di mobil kalian saja dan setelah ini kalian boleh pulang karena Mama dan Shella akan pulang bersama ku."titah Rivan yang selalu mencurahkan perhatian kepada Shella.
" Baik Tuan." jawab mereka segera melaksanakan perintah dan bergegas menuju mobil yang mereka kendarai ke mall.
Bu Ela terus saja memegang lengan Shella meminta wanita cantik ini yang tak lain adalah calon menantu nya untuk segera menentukan pilihan.
" Pilih saja sayang! Hitung-hitung buat investasi dan nanti bisa kita jual kalau sedang mendesak." tutur Rivan mengusap punggung Shella yang terlihat tidak terlalu bersemangat mencari perhiasan yang dia inginkan.
" Mama gimana? Udah ketemu belum"? Tanya Rivan bergantian menatap ke arah sang Ibu.
Bu Ela kembali menggelengkan kepala nya dan tersenyum tipis menatap wajah Shella.
" Ayok kita pilih sama-sama sayang,kekasih mu ini pasti punya kegiatan lain lagi." Bu Ela sudah bisa menebak gelagat yang Rivan tampil kan saat ini dan sama persis seperti Papa nya masih muda dulu.
" Ta.." Shella yang ingin berbicara di bungkam paksa oleh Rivan menggunakan kecupan singkat di bibir nya.semua karyawan yang melihat adegan romantis itu hanya bisa merasa iri karena tak menemukan sosok pendamping seperti Rivan.
" Mas!" tegur Shella yang ingin mencubit pinggang Rivan namun sayangnya aksi nya sudah di tebak duluan oleh Rivan yang berhasil menangkap tangan nya.
" Pilih sayang! Kita harus segera pulang karena Aku harus kembali ke kantor sekarang juga." Rivan lalu membantu Shella mencari kalung yang menurut nya sangat bagus dan sangat cocok jika di pakai oleh kekasih nya.
" Kalau yang ini gimana?" tanya Shella meminta pendapat Rivan.dan di balas acungan jempol dan juga anggukan kepala dari Rivan.
" Sama yang ini juga ya Mbak." pinta Rivan menunjuk kan jari nya ke arah satu set perhiasan yang begitu mewah dengan bertabur berlian.
" Mas!" sanggah Shella cepat dan kembali mendapat kan penolakan dari Rivan.sedangkan Bu Ela tersenyum lebar tanpa merasa iri atau pun kesal melihat apa yang di lakukan oleh putra nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰