Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 52


__ADS_3

Sudah hampir 4 bulan Shella resmi bercerai dari mantan suami nya yang bernama Adi itu,Rivan langsung terang-terangan memperlihatkan hubungan mereka di hadapan publik,bahkan membuat sahabat orang tua nya menaruh benci yang teramat sangat kepada Rivan yang sudah berani menolak anak perempuan mereka yang di akui begitu cantik oleh mereka sendiri.


Tak ayal desas-desus tentang hubungan mereka pun mencuat di media sosial dan membuat para pemburu berita terus mengejar Rivan dan juga Shella.


" Mas! Aku nggak nyaman kalau di ikuti terus sama pemburu berita." ucap Shella ketika mereka sedang duduk santai di halaman belakang rumah Shella.


" Biarkan saja Sayang! Toh nanti kalau Kamu mau keluar ada bodyguard yang akan menjaga Kamu." tutur Rivan yang sebenarnya juga merutuki kecerobohan nya yang sudah membuat Shella di hantui rasa takut.niat hati ingin memberikan pelajaran kepada wanita yang berusaha mendekati nya malah dia menggali sendiri lobang untuk calon istri nya nanti.


" Untuk sementara waktu Aku nggak akan pergi kemana-mana dulu,lebih baik Aku di rumah saja ketimbang meladeni mereka semua." ujar Shella ketus karena merasa tidak ada yang spesial di dalam hidup nya yang harus mereka korek sampai begitu ngotot nya.


" Ya nggak bisa gitu dong sayang,besok Mama meminta Kamu untuk datang kerumah." ucap Rivan menyampaikan pesan yang di titipkan oleh sang Mama.


" Ada apa Mas? Apa Tante Ela juga ikut terganggu dengan berita tentang hubungan kita?" tebak Shella merasa takut.


" Mama malah senang melihat nya dan terlihat nggak punya beban sama sekali,pokok nya jam 10.00 besok Aku sendiri yang akan menjemput Kamu." tutur Rivan menggenggam tangan Shella berharap wanita nya bisa sekuat baja menghadapi apapun yang ada di depan mata mereka.


" Baiklah." jawab Shella pasrah dan tidak berani menolak jika sudah Bu Ela yang memberikan perintah.


Rivan tersenyum hangat menatap sosok bidadari cantik yang ada di depan mata nya.


" Apa lelaki itu pernah datang dan menghubungi Kamu,sayang?" tanya Rivan memastikan.

__ADS_1


" Nggak pernah sama sekali,Aku juga nggak tahu di mana keberadaan nya saat ini.bukan kah kata Mas kemarin rumah lama itu sudah di jual oleh dia kepada orang lain?" tanya Shella yang memang sudah putus kontak dengan mantan suami nya.bahkan lelaki itu juga tidak membagi hasil penjualan rumah kepada Shella.termasuk juga mobil mewah yang ada di garasi rumah itu.


" Bagus lah sayang!Aku berharap wanita simpanan nya yang sedang terbaring sakit itu segera sembuh dan melaporkan semua kejahatan nya ke kantor polisi." ucap Rivan yang sangat yakin jika Adi masih bebas berkeliaran maka sewaktu-waktu lelaki itu pasti akan datang mengganggu Shella.


"Terserah mereka saja lah Mas! Aku malas berhubungan lagi dengan mereka berdua." Shella lalu mengalihkan pembicaraan ke arah lain dari pada terus membahas sesuatu yang tidak ingin lagi dia bahas dalam hidup nya.


Sedangkan di dalam rumah sakit di tengah-tengah Ibu kota ini,Nina masih terbaring lemah tak berdaya di atas brankar, sekujur tubuh yang sudah melepuh membuat siapapun yang melihat nya akan merasa sangat jijik dan tak jarang akan muntah langsung di hadapan nya.untuk itu Nina selalu menolak jika di ajak berjemur di depan ruangan nya oleh para perawat dan memilih tetap bertahan di dalam kamar tanpa ada siapapun yang melihat nya.uang yang susah payah dia kumpul kan bahkan harus habis dalam sekejap mata demi membiayai pengobatan yang tidak bisa di bilang sedikit dan perlu biaya besar untuk menutupi semua nya.lebih parah nya lagi bagian intim nya juga ikut terbakar parah akibat waktu itu hanya menggunakan dalaman saja sehingga membuat tak ada lagi benda berharga yang bisa dia bangga kan kepada orang lain.gunung kembar yang biasa menjuntai tinggi kini sudah menghitam tak berbentuk disertai ada kotoran yang menempel di sana, Begitu juga dengan nasib bagian intim nya yang sering mengeluarkan darah akibat kelamaan duduk dan juga bergesekan dengan paha bagian dalam nya.sehingga banyak bakteri jahat yang mengumpul di sana ,semakin di bersih kan maka bakteri jahat itu semakin banyak keluar dari lubang yang sudah menganga lebar.


" Arghhhhh...." teriak Nina tertahan dan suara yang dia keluarkan juga tidak terlalu jelas akibat luka bakar yang juga ikut merenggut kebebasan mulut nya, wanita ini melempar piring dan sendok yang ada di samping brankar nya.


" Sakit sekali rasa nya hidup seperti ini,setiap harus menahan rasa gatal dan juga panas yang muncul secara bersamaan,tapi penyakit ini tidak juga kunjung sembuh." teriak Nina dengan suara tidak jelas nya dan kembali mengacaukan ruangan yang dia tempati saat ini,tak ada satupun sanak saudara yang datang mengunjungi dia selama di rawat di rumah sakit, hari-hari nya di habiskan dengan di temani oleh para perawat dan juga Dokter yang mengontrol nya.


Bahkan dalam jangka waktu 3 hari kedepan,Nina kemungkinan akan keluar dari rumah sakit ini karena kekurangan biaya.


" Jika Aku kau buat terbakar seperti ini,maka Kamu pun akan menjadi arang nya atau bahkan hancur lebur seperti abu yang bertebaran dimana-mana." imbuh nya dengan pandangan mata kosong.


Lelaki yang sering menggunakan jasa nya juga tidak pernah datang memberikan support atau pun bala bantuan,mereka hanya menginginkan tubuh mulus nya dan tidak perduli dengan penderitaan yang di alami oleh Nina saat ini.


Sejak kejadian penyiraman yang dia lakukan secara sadar kepada Nina,sejak itu pula lah Adi sudah tidak bekerja lagi di perusahaan milik Rivan,dia di pecat secara tidak terhormat karena kelalaiannya sendiri yang mengabaikan acara meeting penting perusahaan dan bahkan tidak mendapatkan pesangon sama sekali karena sudah membuat perusahaan rugi besar.Adi benar-benar menghilang bagai ditelan bumi.semua mobil sudah dia jual dan di ganti dengan mobil baru yang belum di ketahui oleh siapapun.


" Sudah cukup lama Aku bersembunyi di sini,Aku harus segera pulang ke kampung halaman melihat kondisi Ibu.tapi bagaimana jika nanti Nina melaporkan Aku ke polisi dan saat ini Polisi masih mencari tahu keberadaan ku." gumam Adi lirih mondar-mandir di dalam kamar kecil berukuran sempit yang jarak nya cukup jauh dari Ibu kota.

__ADS_1


Pria ini terus berpikir keras mencari cara untuk mendapatkan informasi tentang Nina.cukup lama dia berpikir dan cukup banyak pula emosi dan tenaga yang terkuras sehingga dia berhasil mendapatkan ide cemerlang.Adi lalu mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang yang cukup mengenal dekat sosok Nina.


" Rian! Ini Aku Adi." Adi.


" Apa kabar bro? Kemana saja selama ini?" Rian.


" Aku nggak kemana-mana ,hanya pergi sejenak untuk menenangkan diri." Adi.


" Parah Lo bro! Nina sakit Lo tinggalkan begitu saja,sampai saat ini belum ada yang mengetahui siapa pelaku nya karena Nina masih tutup mulut dan dia juga sudah cukup lama di rawat di rumah sakit tapi tidak juga kunjung sembuh dan malah semakin parah,naas nya si Nina udah nggak secantik dulu lagi Bro! Udah bau banget dan sangat menjijikkan jika di lihat dengan mata." ujar Rian panjang lebar tanpa mengetahui jika Adi memang sedang membutuhkan informasi itu,bahkan dia juga tidak tahu jika Adi adalah pelaku utama dari penyerangan air keras itu.


Nina yang tidak ingin merasa malu untuk bertemu banyak orang memilih tutup mulut dari pada harus bolak-balik ke kantor polisi menceritakan kejadian yang cukup memalukan untuk dia.selain itu mulut nya juga tidak bisa bergerak bebas seperti dulu untuk mengucapkan kata-kata yang dia inginkan,untung saja waktu kejadian itu tidak ada anak-anak alay yang berada di TKP dan netizen maha bijak yang suka merekam kejadian dari pada menolong korban.sehingga membuat dia dan Adi masih cukup aman tanpa harus pusing memikirkan video yang sudah menyebar luas.beda hal nya jika hanya tubuh nya saja yang terluka mungkin Nina masih punya nyali untuk datang kekantor polisi mengadukan kekerasan yang sudah dia alami.


" Aku udah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama dia Bro! Kamu kan tahu sendiri seperti apa wanita liar itu,capek Aku ngadapin dia yang nggak ada beres nya.dan rumah tangga ku juga sudah hancur karena kehadiran nya."jawab Adi lagi.


" Ohh..Gitu,maka nya main cantik kayak gue dong bro! 5 tahun punya simpanan tapi sekali pun nggak pernah ketahuan,lo sih main nya kurang jauh." ledek Rian.


" Aku doain istri mu cepat sadar dan mengetahui kelakuan bejat mu itu,udah lah Aku tutup dulu ya,tapi benarkan Nina masih di rumah sakit dan nggak bisa kemana-mana?" tanya Adi untuk yang terakhir kali nya.


" Iya bro, mungkin selama nya nggak akan pernah bisa jalan,udah dulu ya bro, cewek gue udah datang." sambungan telepon itu terputus secara sepihak meninggalkan Adi yang masih tersenyum puas.


Adi mulai mengemasi barang-barang yang dia bawa ke sini dulu,dan setelah merasa tapi dan bersih tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.Adi lalu memindahkan semua nya ke dalam bagasi mobil.dia juga tidak lupa pamit kepada pemilik kost -kosan yang sudah bersedia menampung diri nya selama masa pelarian nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like ,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2