Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 69


__ADS_3

Rivan dan Shella berangkat ke Bandara dengan penampilan Shella yang terlihat berbeda sore hari ini,wanita itu terpaksa menggunakan syal hitam di leher nya karena sepuluh menit sebelum mobil berjalan meninggalkan rumah mertua nya,Rivan kembali berulah dengan menyerang habis dia sampai tak bisa berkutik lagi bahkan Shella yang ingin menghindar di paksa terdiam dengan kedua tangan Shella yang sengaja di tahan di atas kepala nya.


" Nggak usah manyun kayak gitu sayang." tegur Rivan yang gemes melihat bibir Shella yang sudah maju.rasa nya ingin sekali dia menyergap bibir itu sampai habis tak berdaya.


" Habis nya Aku kesal sama Kamu! Udah tahu waktu nya mepet,lah tadi masih di tambah lagi dengan mesum mu itu.mau nutupin ini juga sudah nggak sempat lagi karena semua alat makeup sudah Aku masuk kan ke dalam koper." gerutu Shella menatap tajam Rivan yang masih sempat-sempatnya mengulum senyum di tengah kerepotan nya.


" Hahahaha...Tapi Kamu tetap cantik kok sayang.apalagi leher mu ini! Wanita di bandara ini saja sudah pasti menginginkan tato seperti yang Kamu miliki."Rivan mengusap kepala Shella lalu menggandeng nya menuju ruang tunggu.


Setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih 7 jam,kedua pasangan pengantin baru ini sudah sampai di Melbourne, Australia.


Begitu keluar dari Bandara ada adik angkat ayah Rivan yang menjemput mereka dan mengantar kan mereka langsung menuju hotel mewah sebagai tempat mereka untuk bulan madu.


" Apa kabar Om?" tanya Rivan sambil berjabat tangan.

__ADS_1


" Alhamdulillah baik,Om baru saja bersandar disini 2 jam yang lalu,1 jam lagi akan kembali berlayar ke Maroko." ujar nya memberitahu.kesibukan nya di dunia laut membuat Andrian jarang pulang dan bahkan belum menikah di usia yang sudah sangat matang,dulu Andrian hanya lah pengamen jalanan yang berbaik hati menyelamatkan Pak Hasan dari kejaran para preman yang ingin merampas dompet serta ponsel genggam nya.akibat ketangguhan dan pertolongan dari Andrian akhirnya Pak Hasan bisa selamat dan detik itu juga langsung di bawa pulang ke rumah orang tua nya oleh Pak Hasan yang masih muda.mendiang kakek dan nenek Rivan ternyata menerima dia dengan baik dan mulai di sekolah kan lagi setelah sempat putus sekolah.Andrian yang bercita-cita menjadi pelaut akhirnya memutuskan untuk melanjutkan sekolah nya di pelayaran dan menolak tawaran orang tua angkat nya untuk mengurus perusahaan.


" Kenal kan istri ku nama nya Shella,Om." ujar Rivan memperkenalkan istri nya kepada pria matang tersebut.shella menjabat tangan Andrian sambil tersenyum manis dan di balas oleh Andrian dengan tak kalah manis nya.


" Om titip ini buat rumah singgah,Om belum tahu kapan bisa merapat ke sana lagi.pekerjaan Om ini seolah nggak ada habisnya tapi sangat menyenangkan untuk Om." Andrian memberikan sebuah kartu kredit nya kepada Rivan untuk di berikan kepada Anak rumah singgah.biasa nya Andrian akan datang sendiri kesana dengan membawa beberapa kebutuhan anak-anak berikut dengan keluarga mereka di rumah.


" Kenapa nggak Om sendiri saja yang memberikan ini kepada mereka,pulang lah Om walaupun hanya sebentar,Papa sangat merindukan Om dan bahkan sering sakit kalau mengingat bagaimana perjuangan Om di laut ini." ujar Rivan pelan agar Om nya mau ikut dia pulang ke tanah air.


" Ada waktu nya Van! Dan tentunya belum sekarang,Om masih ingin berkelana di laut lepas ini menghabis kan sisa tenaga dari pulau ke pulau dan antar samudra." tutur Andrian yang sebenernya juga sangat merindukan Abang angkat nya yang selalu baik dan perhatian kepada dia.meski mereka tidak berasal dari rahim yang sama. Tapi Andrian di perlakukan sama rata seperti Hasan.tak ada perbedaan sehingga membuat Andrian merasa sangat beruntung bisa bertemu keluarga baik ini.


Selama 1 jam penuh Andrian dan Rivan menghabiskan waktu bersama menceritakan kisah lucu yang terjadi di tanah air,termasuk dengan bagaimana kesuksesan dia menjadi seorang pengacara.berbeda dengan Shella yang memilih beristirahat karena masih merasakan capek yang teramat menyiksa.


Setelah kepergian Andrian,Rivan juga ikut merebahkan tubuh nya di samping Shella sambil berpelukan tentu nya.

__ADS_1


Sedangkan di tanah air,Annisa yang masih begitu ngotot ingin memiliki Rivan,justru mengabaikan semua ancam dan pesan yang pernah di ucapkan oleh sang ayah.diam-diam wanita cantik ini masuk ke dalam kamar orang tua nya dan mencuri uang dari dompet sang Mama termasuk juga dengan sebuah kunci mobil untuk menjalankan misi nya.semua penjaga yang tidak merasa curiga dengan kata-kata yang Annisa ucapkan memilih membuka pintu gerbang dengan lebar-lebar agar Annisa bisa dengan mudah mengeluarkan mobil yang sudah 1 bulan tidak pernah dia sentuh lagi.


" Sial! Aku udah mengeluarkan uang banyak tapi obat nya ternyata palsu." Annisa tiada henti mengomeli diri nya sendiri yang mudah saja tertipu oleh penjual obat keras yang baru satu hari dia kenal dari sosial media.semua uang curian nya termasuk juga sisa uang hariannya sudah habis terkuras untuk membeli obat perusak rahim yang ketika di buka bungkus nya malah di isi oleh penipu itu dengan bubuk kopi hitam yang memiliki bau yang begitu khas dan juga identik.


" Gimana ini? Begitu sampai di rumah pasti Aku habis deh kena gebukin sama Papa." Annisa ketakutan memikirkan bagaimana cara dia pulang,niat hati ingin mencelakai Shella malah dia sendiri yang terjebak dengan rencana jahat yang sudah dia susun,bukan nya untung yang ada wanita muda ini malah apes sejauh-jauhnya tanpa bisa berkutik lagi.


Cukup lama dia mengitari jakarta dengan sisa bensin yang ada di dalam mobil nya,ingin pulang tapi dia belum siap untuk mendapatkan hukuman yang tentunya tidak terbayangkan lagi oleh nya.ingin kabur sejauh mungkin tapi dia sama sekali nggak pegang uang lagi sehingga membuat dia pusing sendiri menentukan jalan hidup nya yang sudah seperti seorang tawanan.


" Apa? Bagaimana bisa?" seru Pak Manto sangat geram,di tambah lagi dengan cerita sang istri yang tiba-tiba saja kehilangan sejumlah uang cash yang di simpan di dalam dompet nya.baru saja ingin masuk ke dalam ruangan nya,Pak Manto harus mendapat kan kabar tentang kepergian putri nya dengan mengendarai mobil.


" Bodoh! Kenapa anak itu bisa lolos dari pengawasan kalian semua? Apa seperti ini kerja kalian selama ini?" bentak Pak Manto memijit pelipisnya.bukan apa-apa lagi,Pak Manto hanya khawatir jika putri nya kembali berbuat nekat sehingga merugikan keluarga besar nya.


" Lacak sekarang juga,Aku tidak mau lagi mendengar alasan bodoh kalian itu.begitu Aku pulang nanti dia sudah harus ada di dalam rumah."Pak Manto bergegas masuk ke dalam ruangan nya untuk menyelesaikan pekerjaan yang terbengkalai di atas meja kerja.begitu semua nya selesai,dia pun akan ikut mencari putri nya dan memberikan hukuman atas kenekatan nya itu.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2