Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 87


__ADS_3

2 bulan sudah berlalu,kini usia kehamilan Shella sudah memasuki bulan ke enam.perut yang semakin membesar dan membulat sempurna tak lagi membuat Shella bebas bergerak sesuka hati nya.setiap hari Shella selalu menggunakan lift jika ingin turun dari kamar mereka yang ada di lantai dua.banyak drama lucu dan menguras emosi yang mereka lalui bersama.kedua nya sama-sama berkontribusi dalam masa mengidam. tapi untuk yang lebih dominan di rasakan oleh Rivan.


Setelah menghabiskan waktu selama satu jam untuk lari pagi,Rivan kembali masuk ke dalam rumah untuk mencari istri nya.pagi ini Shella kebetulan tidak ikut berolahraga bersama dia, karena semalam mengeluh tidak enak badan dan juga sedang malas bergerak.


" Sayang! Lagi apa?" tanya Rivan yang langsung menghampiri istri nya di depan meja makan.


" Mau siapin Teh hangat untuk Kamu." jawab Shella sambil tersenyum.tubuh langsing yang dulu terbentuk indah kini berganti dengan tubuh berisi yang membuat Shella syok ketika melihat hasil timbangan nya.namun semua itu tidak berlangsung lama karena dia sangat menyadari seperti ini lah perjuangan seorang Ibu demi mendapatkan buah hati.


" Tidak usah sayang,lebih baik Kamu duduk saja biarkan Bibi yang membuat nya.kalau tidak biar Aku saja,supaya sekalian membuat susu untuk Kamu dan anak-anak kita." tawar Rivan mengambil alih gelas dari tangan Shella lalu mulai meracik teh kesukaan nya.Shella langsung di tuntun untuk duduk di kursi meja makan dan hanya di boleh kan sebagai penonton saja.selesai menyiapkan segelas teh hangat untuk diri nya,kini Rivan beralih mengambil wadah susu yang di keluarkan oleh Bibi dan mulai memasukkan sesuai dengan takaran nya.


" Gimana enak kan susu buatan Aku, sayang?" Rivan menggoda sang istri yang memang ketagihan meminum susu hasil racikan tangannya.


" Enak Mas." jawab Shella sambil meletakkan kembali gelas yang sudah kosong di hadapan suami nya.Rivan lalu mengelus puncak kepala Shella dan setelah itu bergantian mengelus ketiga anak nya.


"Aku mandi dulu ya sayang,habis ini baru kita sarapan bersama." ucap Rivan sebelum meninggal kan Shella yang nampak betah bersandar di kursi.


" Aku juga belum mandi loh Mas! Hari ini Aku bolehkan ikut Kamu ke kantor.bosan kalau di rumah terus.lagian Mama kan lagi ke puncak menemani Papa." Shella berucap dengan nada manja nya membuat Rivan yang hendak menolak akhirnya gamang tak tahu harus berkata apa.


" Memang nya badan Kamu sudah enakan? Tidur dan istirahat di rumah lebih nyaman loh sayang,hari ini jadwal Aku padat di kantor.takut nya nanti Kamu bosan lagi." jawab Rivan yang sebenarnya tidak ingin istri nya ikut bersama dia karena kondisi kehamilan yang sudah sangat besar dan rentan terjadi sesuatu.


Mendengar penolakan dari mulut suami nya membuat Shella langsung berkaca-kaca dengan bibir yang mencebik kesal.


" Kamu udah nggak sayang lagi sama Aku? Udah nggak mau dekat -dekat lagi gitu? Malu ya punya istri gendut seperti ini?"


Hiks..Hiks..Hiks...


Shella menangis sesenggukan membuat Rivan dan semua asisten rumah tangga melongo tak percaya.Rivan memegang kepala nya sambil mencari cara untuk merayu Shella.


" Sayang,jangan nangis kayak gini.kalau Kamu mau ikut ! Ayok kita mandi dulu setelah itu baru berangkat ke kantor.Aku nggak pernah malu punya Kamu dan anak kita.wanita hamil sudah biasa dengan bentuk tubuh yang berubah.jangan berkecil hati dan merasa nggak percaya diri seperti ini.Kamu dan anak kita segala nya untuk Aku.kapan perlu Aku akan mengumumkan kepada dunia bahwa wanita yang sedang hamil ini adalah istri nya Rivano prasaja Bakri." ucap Rivan membantu menghapus air mata Shella yang sejak tadi membasahi pipi nya.


Bi Evi dan ke empat teman nya menatap haru interaksi mereka berdua.bahkan tanpa sengaja Bi Evi yang sudah ikut lama dengan Shella juga ikut menitikkan air mata melihat cara Rivan memperlakukan Shella begitu lembut.


" Tapi tadi Kamu ...." Rivan dengan cepat meletakkan jari telunjuk nya di depan mulut Shella lalu berjongkok di hadapan istri nya.


" Aku melarang bukan berarti Aku tidak suka ataupun malu.Aku hanya tidak ingin Kamu kelelahan dan juga merasa sesak di ruangan kerja Aku yang tidak seluas rumah kita." jawab Rivan terus berusaha meredam emosi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

__ADS_1


" Gimana? Mau mandi sekarang atau Aku yang duluan mandi nya?" imbuh Rivan menggenggam tangan shella.


" Mmm....Mandi bareng aja Mas! Nanti sekalian tolong gosokkan punggung Aku yang entah terasa sangat gatal sekali." ucap Shella membuat semua asisten rumah tangga mengulum senyum.tidak ingin ketahuan oleh sang majikan. mereka segera membubarkan diri sebelum kepergok mentah-mentah dan membuat ibu hamil kembali mengeluarkan drama aneh nya.


" Baiklah,Aku akan melakukan apapun yang Kamu inginkan,asalkan jangan meminta Aku untuk meninggalkan Kamu dan anak-anak kita." goda Rivan membuat Shella mendelik tajam.


Kedua nya langsung naik ke lantai atas menggunakan lift.sesuai permintaan sang Istri tercinta,Rivan hanya membantu menggosok punggung Shella sampai bersih tanpa melakukan kegiatan panas lain nya.waktu yang sudah mepet serta situasi yang tidak kondusif membuat Rivan mati-matian mengontrol hasrat nya agar tidak sampai memakan sang istri di dalam kamar mandi ini.


Susah payah Rivan meredam rasa ingin nya.pada akhirnya begitu sampai di dalam kamar mereka.pertahan itu runtuh juga dengan gerakan Rivan yang menarik Shella agar duduk di atas pangkuan nya yang tidak lagi memakai handuk ataupun kain penutup lain nya.Shella yang juga hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya langsung mengalungkan kedua tangan di leher suami nya.


Di kamar yang luas dan nyaman ini,Rivan kembali mengawali pagi nya dengan berolahraga panas sampai membuat kedua nya mengerang nikmat.bibir kedua nya tidak berhenti saling menyesap dan menarik satu sama lain. membuat udara yang sejuk kian terasa panas dan membakar.sejak mengetahui jika sang istri hamil anak kembar.Rivan selalu bermain dengan sangat hati-hati dan mencari posisi yang aman serta nyaman untuk tubuh dan juga perut Shella yang sudah membesar.


" Terimakasih sayang." ucap Rivan mengecup bibir dan seluruh wajah istri nya.Shella hanya mengangguk karena dia juga sangat menikmati permainan sengit suami nya pagi ini.


Kedua nya kembali mandi bersama dan setelah itu langsung bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan Rivan terlebih dahulu.meeting yang sudah di rencanakan akan di laksanakan pagi ini terpaksa harus di tunda 2 jam lama nya karena sang pemilik perusahaan sedang memadu kasih bersama istri tercinta nya.


" Tidak perlu dandan secantik itu sayang! Make up nya jangan tebal-tebal, Aku nggak mau ya melihat Kamu menjadi pusat perhatian karyawan laki-laki." kata Rivan yang tidak menyukai jika sang istri sudah berdandan, perawan sekalipun akan lewat jika sudah berhadapan dengan Shella yang kecantikan nya sangat alami.


" Aku dandan untuk Kamu, Mas! Supaya Kamu tidak kecantol sama karyawan muda dan gadis lain nya.kali aja banyak setan yang lewat untuk menggoda mu nanti."begitu riasan wajah nya terlihat sempurna dan tidak ada celah sedikitpun.Shella langsung mengajak suami yang masih ingin menolak dandanan nya untuk segera turun ke lantai bawah.


" Kamu nggak boleh jauh-jauh dari Aku loh sayang,ingat Kamu sudah punya suami dan sedang hamil."imbuh nya terdengar sangat posesif sekali.


" Iya Maaf! Sudah ayok sarapan dulu." Shella selalu membantu suami nya untuk mengambil sarapan meskipun Rivan selalu menolak dan melarang nya.tapi Shella selalu membantah dan tetap ingin melayani suami nya.


Kedua nya berangkat menuju kantor dengan di antar oleh sopir pribadi Rivan.pasangan suami istri ini mengisi perjalanan mereka dengan berkomunikasi bersama ketiga anak mereka.Rivan bahkan tanpa malu melantunkan sebuah lagu anak-anak karena di minta langsung oleh sang istri dengan alasan permintaan bayi mereka.


Tanpa curiga dan tidak ingin membuat mood istri nya memburuk,Rivan bernyanyi dengan lantang membuat Shella bersorak bahagia.pak sopir di kursi depan juga ikut tertawa pelan karena tidak mau ketahuan oleh majikan nya.


Di sebuah kamar apartemen mewah yang berada tidak jauh dari rumah sakit,Nindi yang juga baru bangun langsung menyibak tirai dengan malas-malasan, seluruh tubuh nya terasa sangat lelah sekali setelah di gempur habis-habisan oleh sang suami yang baru pulang dinas tengah malam tadi.


" Sayang! Berangkat jam berapa?" tanya Nindi dengan mata yang masih mengantuk.


" Aku masuk siang Sayang,sini tidur lagi aja." ajak Satria menarik Nindi agar kembali berbaring di samping nya.Nindi yang juga merasa masih butuh istirahat langsung menerima tawaran suami nya dan kembali terlelap dengan begitu nyenyak nya.


" Ya ampun Mas! Sudah Jam sebelas." teriak Nindi yang sudah kebablasan.entah sudah berapa kali dia bolos kerja dan terlambat selama menjadi istri Satria.Nindi hanya bisa menebalkan telinga nya ketika pegawai toko kue Shella meledeknya habis-habisan.

__ADS_1


" Jangan teriak-teriak sayang! Baru juga jam sebelas sudah heboh begitu? Di Bali dulu kita malah pernah bangun jam 4 sore." goda Satria masih dengan menutup mata nya.


" Itu kan beda cerita nya Mas! Sekarang Aku harus kerja dan pasti nanti bakal kena ledek sama anak-anak." sungut Nindi melepas paksa rangkulan tangan suami nya yang masih betah memeluk tubuh nya.


" Maka nya Kamu resign saja sayang! Aku sudah sering meminta nya.Kamu seperti orang yang kekurangan uang jajan saja.padahal suami mu ini masih mampu membiayai kehidupan Kamu dan calon anak kita nanti." Satria akhirnya juga ikut bangun dan langsung menggendong tubuh istri nya yang polos tanpa sehelai benang pun.


" Jangan bergerak sayang,nanti kita jatuh." ucap Satria membuat Nindi dengan terpaksa mengalungkan kedua tangan di leher suami nya.


Tanpa Nindi duga sebelumnya, di dalam bathtub yang terisi air hangat,Satria kembali mengajak Nindi untuk mengulang kembali adegan panas tadi malam. membuat Nindi hanya bisa pasrah sambil menikmati setiap hentakan yang di lakukan oleh suami nya.sungguh sangat perkasa sekali suami nya yang tidak pernah mengenal lelah untuk menggempur tubuh nya.


" Aku kasih Kamu waktu dua minggu untuk menyelesaikan semua pekerjaan mu di toko sayang, setelah itu Kamu harus menjadi ibu rumah tangga yang menyambut suami nya ketika pulang bekerja.Aku tidak mau mendengarkan bantahan apapun lagi." ucap Satria ketika kedua nya sudah keluar dari kamar mandi.


Nindi terdiam sambil memikirkan semua nya.tangan nya mengambil baju kemeja dan celana bahan untuk suami nya.tapi tidak dengan otak nya yang masih menimbang permintaan suami nya.Nindi menghela nafas sambil menutup kedua mata nya.


" Mungkin sudah saatnya." batin Nindi iklhas.


Kedua nya menyantap sarapan yang sudah sangat telat ini.untung saja Bibi yang bekerja di apartemen mereka inisiatif memasak karena melihat Nindi yang belum juga keluar dari kamar sejak pagi tadi.


" Aku akan mengurus semua nya hari ini juga Mas.Aku akan mengabdikan hidupku untuk keluarga kita." ujar Nindi mengambil keputusan dan membuat suami nya langsung tersenyum bahagia.


" Tapi awas ya kalau Kamu macam-macam setelah Aku hanya di rumah saja.Aku bukan wanita lemah seperti yang lain nya.yang hanya bisa pasrah ketika para suami menduakan mereka dengan rekan kerja atau pun wanita karir lain nya." kata-kata yang keluar dari mulut Nindi membuat suami nya tersedak makanan yang sedang dia kunyah.sungguh istri nya ini sangat unik sekali dan berbeda sekali dengan wanita yang pernah dia kenal, meskipun penampilan nya feminim dan Curly,tapi jiwa nya sangat Maco dan juga bar-bar sekali.


" Aku tidak akan macam-macam sayang, kecuali hanya satu macam dan itu pun hanya sama Kamu seorang." ucap Satria membuat Nindi tersenyum malu.


" Ini Kamu boleh pegang semua kartu milik Aku dan juga tabungan untuk kita nanti.dan yang ini hasil dari usaha minimarket sebagai pegangan untuk makan dan juga beli bensin Aku." Satria menyerahkan semua kartu debit nya untuk di pegang oleh sang istri.meskipun berprofesi sebagai dokter di sebuah rumah sakit.tapi diam-diam Satria ternyata punya penghasilan lain yang cukup menggiurkan.5 kartu debit itu langsung dia taruh di depan Nindi membuat Nindi tersenyum tipis.


" Bagus! Kalau Kamu nggak punya uang.kesempatan untuk jajan di luar sangat tipis sekali.tapi jika ada pelakor yang datang menggoda Kamu nanti nya,Kamu harus menolak dan jangan pernah lepas kan cincin nikah kita ya Mas." tutur Nindi panjang lebar membuat Satria dengan cepat mengangguk kan kepala sambil tertawa kecil.


" Ini semua halal kan Mas?" imbuh Nindi membuat Satria menyentil kening nya menggunakan jari telunjuk.


" Awww...Sakit Mas." rengek Nindi sambil mengelus kening nya.


" Jangan drama sayang! Ini tidak terlalu sakit.Kamu pikir Aku lelaki macam apa yang menafkahi istri dan keluarga nya dari hasil mencuri atau perbuatan haram lain nya.Aku punya usaha bisnis kecil-kecilan dengan sahabat-sahabat dan juga sering ikut memainkan saham." jelas Satria membuat Nindi tersenyum manis.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2