
" Wawww... Kekuatan dan upaya suami ku benar- benar luar biasa,Manto si raja rakus itu saja bisa langsung tunduk di hadapan Papa." Bu Ela bertepuk tangan di depan suami nya yang sedang mengotak -atik layar laptop.
" Itu belum seberapa Ma! Aku masih berbaik hati memberikan dia nafas untuk hidup,tapi lihat saja nanti jika dia berani menyentuh kulit menantu ku,maka Aku akan berbuat lebih jauh dari hari ini." ucap Pak Hasan berapi-api,sejak mendengar pengaduan yang di berikan oleh istri nya kemarin sore, membuat Pak Hasan langsung naik pitam dan tanpa pikir panjang langsung mengirim email kepada asisten nya untuk menarik semua saham yang ada di perusahaan milik Pak Manto,bukan hanya saham milik perusahaan mereka tapi juga saham milik kolega lain nya yang membuat perusahaan pak Manto langsung oleng di tempat.
" Sebenar nya Aku kurang setuju dengan rencana Papa ini,tapi nggak papa lah,nanti kalau si Mala itu kembali bertingkah Aku akan langsung meminta Rivan menghancurkan perusahaan nya." Walaupun merasa belum puas dengan keputusan suami nya yang memilih memberi satu kali kesempatan lagi kepada musuh nya itu,tapi Bu Ela harus tetap menghargai nya karena dengan itu mungkin keluarga rakus itu tidak akan berani lagi menganggu keluarga mereka.
Sedang kan di dalam rumah keluarga Pak Manto yang cukup kaya tapi tidak sebesar rumah milik keluarga Bakri ini sedang terjadi perselisihan hebat,kedua pipi Annisa bahkan sudah berubah berwarna merah dan terdapat jejak tangan Pak Manto yang masih tertinggal di sana.
" Sudah Pa! Jangan di sakiti lagi anak kita... Kasihan dia." Bu Mala terus saja membela putri nya yang berkelakuan tidak baik itu, meskipun suami nya sudah memaparkan bagaimana busuk nya pergaulan putri mereka selama ini, tetapi Bu Mala tetap bergeming dan tidak mau bertindak apa-apa kepada putri nya.
" Dia memang pantas mendapatkan semua nya,dan mulai saat ini dan detik ini juga, semua kartu debit mu Papa sita dan akan di beri uang jajan perhari,bukan lagi perbulan seperti biasa nya." Pak Manto merampas paksa dompet berikut kunci mobil dari tangan putri nya.dia terpaksa melakukan ini semua demi menghindari pembalasan yang lebih berat yang akan di berikan oleh sahabatnya nanti.
" Dan untuk Kamu! Jangan pernah memberikan dia tambahan uang jajan atau pun mobil yang ada di rumah ini.dia harus menjalani hidup seperti biasa sampai batas waktu yang belum Aku tentu kan.siapapun di antara kalian yang melanggar aturan ini! Maka itu artinya kalian juga siap untuk menerima hukuman yang lebih parah dari ini." kecam Pak Manto berkacak pinggang menatap satu persatu anggota keluarga yang sedang berkumpul di ruangan kerja nya,termasuk juga kepada sang Ibu.
Semua nya diam tak berani membantah lagi,pun demikian dengan Annisa yang memilih diam dari pada hukuman nya semakin di perparah dari sebelumnya.
" Jangan pernah lagi mengusik hidup Rivan dan calon istri nya,biarkan mereka menjalani kehidupan mereka dan jangan pernah berniat untuk merusak hubungan mereka lagi jika masih tetap ingin hidup serba berkecukupan." pinta Pak Manto sebelum memberikan perintah agar semua nya keluar dan hanya menyisakan dia dan sang istri di dalam ruangan penuh rahasia ini.
" Kenapa Papa tiba-tiba saja berubah pikiran seperti ini? Bukan kah dari awal Papa sudah mengetahui semua nya,terus kenapa Papa juga meminta Annisa untuk mundur dari perjuangan nya?" tanya Bu Mala merasa bingung.
" Hasan sudah mengetahui semua nya, Perusahaan kita..." Pak Manto terpaksa mengatakan yang sebenarnya kepada sang istri supaya istri nya juga bisa menjaga Mulut dan perilaku nya untuk tidak lagi mengganggu keluarga Hasan,dia yang cukup lihai di dunia bisnis saja masih gemetaran menghadapi Hasan apalagi keluarga nya yang tidak ada tandingannya dengan keluarga Hasan.
" Untung nya perusahaan kita masih di berikan kesempatan dan sekarang sudah kembali normal seperti biasa nya,Aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi jika Hasan bersikeras mengambil semua aset kita dan pihak bank juga ikut menyita apa yang kita miliki.untuk itu Aku ingat kan kepada mu sekali lagi dan untuk terakhir kali nya,jangan pernah lagi mengganggu keluarga Hasan dan berhenti meneror istri Hasan.lebih baik Kamu mengurus putri mu yang sudah tidak perawan itu dan cari cara supaya dia kembali seperti anak gadis lain nya,Aku takut calon suami nya kelak akan kecewa dan pergi meninggalkan dia sebelum sempat membina rumah tangga." Pak Manto terlihat sangat kecewa ketika mengetahui jika putri nya sudah sering bergonta-ganti pasangan selama menimba ilmu di luar negeri,bahkan dari sejumlah bukti yang sahabat nya berikan,Annisa juga terdeteksi pernah beberapa kali bergabung dengan kelompok pecandu barang haram dan ikut terlibat di dalam nya.
Bu Mala hanya mengangguk pelan tanpa mengeluarkan suara.hidup miskin tanpa mobil mewah dan barang branded lain nya akan membuat dia di rendah kan oleh sahabatnya,bahkan mungkin mereka tidak akan pernah mau lagi berteman dengan dia jika tahu kalau perusahaan milik suami nya sudah gulung tikar.
" Kamu kok diem aja sih sayang?" tanya Satria ketika melihat Nindi yang biasa nya banyak bicara dan tukang ribut kini malah berubah menjadi hening tanpa suara.
__ADS_1
Nindi hanya menghela nafas nya ketika teringat jika para lelaki memang suka bermain wanita dan tidak pernah cukup hidup dengan satu wanita saja.pengalaman hidup Shella membuat dia kembali bergidik ngeri.seberapa heboh dan pecicilan nya dia sebagai wanita pasti akan merasa terluka jika cinta sejati nya berpaling kepada wanita lain.
Satria yang belum mendapatkan Jawaban dari sang kekasih memilih menepikan sejenak mobil nya di tepi sungai yang membentang indah di tengah ibu kota.Nindi melirik sejenak sebelum kemudian kembali memalingkan wajah keluar jendela.
" Kenapa kita kesini Mas? Tadi kata nya Kamu mau cepat-cepat kembali ke rumah sakit?" tanya Nindi tanpa berniat menatap ke arah Satria yang ternyata sudah sejak tadi menatap ke arah nya.
" Kalau lagi ngajak ngomong tuh ! Di lihat orang nya,jangan malah melihat ke arah lain,Itu nama nya nggak sopan." sindir Satria yang bergerak menarik paksa dagu Nindi agar mau menatap wajah nya.
" Kamu kenapa?" tanya Satria lagi.
" Aku nggak papa kok,udah ayok cepetan jalankan mobil nya sebelum nanti Kamu benar-benar terlambat datang ke rumah sakit." jawab Nindi tak bersemangat.
" Aku bukan cenayang yang bisa menebak isi hati mu,jangan salah kan Aku jika nanti kalau Aku tidak peka dan tidak tahu Kamu ingin nya apa,dan bagaimana bisa Aku bisa fokus bekerja sementara Kamu aja masih cemberut seperti ini." ucap Satria dengan wajah serius nya,kedua tangan nya sudah menggenggam tangan Nindi yang awal nya menolak untuk diperlakukan seperti adegan yang ada di film yang pernah dia tonton.
" Sudah Aku bilang kan kalau Aku nggak papa,ya udah sana Kamu berangkat kerja aja." ketus Nindi semakin menjadi-jadi.
" Aku ke rumah sakit untuk kerja loh sayang,bukan untuk melakukan yang aneh-aneh seperti yang ada di pikiran mu saat ini,semua yang Aku lakukan demi Kamu dan masa depan kita.apa lagi sih yang mengganggu pikiran mu sampai membuat Kamu diam seperti ini? Ha?" tanya Satria dengan lembut, menghadapi Nindi dengan urat syaraf tidak akan pernah menyelesaikan masalah kecuali wanita ini akan berakhir mengeluarkan air mata.
" Ya udah pergi sana." sahut Nindi masih ketus.
" Tapi Kamu senyum dulu dong,atau Kamu ikut Aku dinas aja , bagaimana?" ujar Satria memberi solusi terbaik ,bekerja dengan di temani oleh pacar mungkin akan seru juga dan selama ini belum pernah dia lakukan kepada kekasih nya terdahulu.
" Emang nya boleh?" tanya Nindi antusias.
Satria mengangguk kan kepala dengan cepat melihat Nindi yang sudah kembali seperti semula.
" Tentu saja boleh,tapi Kamu harus ikut masuk berdiam di dalam ruangan istirahat ku,nanti Aku juga akan sesekali meninggalkan Kamu karena harus memantau beberapa pasien." ucap Satria tapi langsung di balas anggukan kepala oleh Nindi.
__ADS_1
" Aku mau Mas! Ayok kita ke rumah sakit sekarang juga.Aku juga mau melihat seperti apa perawat dan dokter yang ada di sana, berani jadi pelakor dalam hubungan kita maka jangan salah kan Aku yang akan bertindak tegas nanti nya." jawab Nindi sehingga membuat Satria tertawa kecil.
" Lah malah ketawa,kenapa takut ketahuan ya." Sindir Nindi dan kembali mendapat jitakan kecil di kening nya.
" Kamu belum nikah tapi udah kdrt begini." ucap Nindi dengan manja sambil menggosok kening nya .
" Supaya kepala mu tidak overthinking lagi,lebih baik kita berangkat sekarang juga dan Kamu bisa melihat sendiri bagaimana Aku bekerja setiap hari nya." Satria melajukan mobil nya menuju rumah sakit, sedangkan Nindi terus mengulum senyum ketika apa yang dia inginkan di sambut dengan baik oleh sang pacar.
" Kita nikah aja yok sayang." ajak Satria dengan wajah serius dan juga tegang.
" Kamu lagi melamar Aku atau bagaimana ini Mas?" tanya Nindi gagal paham.
" Iya,memang nya Kamu nggak mau menikah dengan ku." wajah Satria selalu terlihat serius tanpa ada senyum sedikit pun.
Nindi yang melihat Satria yang mengajak dia menikah dengan wajah tanpa ekspresi hanya bisa mendesah gusar.
Gagal sudah khayalan yang pernah dia impikan seperti drama yang pernah dia tonton selama ini,bahkan untuk mendapatkan perlakuan romantis saja harus Nindi yang meminta meskipun sesekali pria ini juga sering menunjukkan sifat manis nya.
" Mas! Kalau ngajak nikah itu setidak nya bawa cincin dan temui orang tua ku,jangan seperti ini yang tidak punya kesan apapun." jawab Nindi memberitahu.
" Baiklah,nanti akan Aku ajak kedua orang tua ku menemui orang tuamu,tapi tunggu mereka selesai umroh dulu ya sayang." Satria akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak Rivan dan Shella supaya Nindi tidak lagi menaruh rasa curiga yang berlebihan kepada nya.
" Oke sayang ku." sahut Nindi sangat bahagia.
" Beuhhh....Kalau udah gini baru aja di panggil sayang ku,coba aja tadi! Wajah cemberut mu itu membuat Kamu semakin terlihat jelek." ledek Satria di iringi gelak tawa renyah nya sehingga membuat Nindi memukul lengan nya.
Jangan lupa Like ,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1