Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 58


__ADS_3

Hari ini adalah merupakan hari pertunangan antara Rivan dan Shella.acara pertunangan mereka di adakan di ballroom hotel besar milik keluarga Bakri.


Shella keluar dengan di dampingi oleh kedua sahabat nya,harus nya dia di dampingi oleh keluarga nya ,sayang nya kedua orang tua Shella sudah pergi terlebih dahulu sebelum sempat menyaksikan pernikahan anak perempuan mereka,sedangkan untuk keluarga yang ada di kampung pun mereka tidak ada yang bisa datang karena kondisi Bibi Shella yang sudah sakit parah dan tidak bisa melakukan perjalanan jauh.


Rivan tidak bisa berkedip saat melihat Shella berjalan ke arah nya.bukan hanya Rivan saja termasuk para tamu undangan yang hadir juga ikut terpesona dengan kecantikan Shella hari ini.apalagi gaun indah yang melekat di tubuh nya membuat semua orang menatap takjub dan tak berhenti berdecak kagum.


" Santai Shel,tarik nafas dalam-dalam lalu keluar kan perlahan dari mulut mu." bisik Nindi ikut menenangkan Shella yang tampak gugup sampai gemetaran.


" Iya Shel, bayangkan yang indah-indah saja dan jangan terlalu over thinking lagi." sambung Reni menimpali.


Shella mengayunkan dagu nya mengangguk dengan sangat pelan sekali.di dalam ruangan ini hadir banyak tamu penting yang merupakan sahabat dari mertua nya.kedua orang tua Reni juga turut hadir memberikan selamat kepada mereka berdua.


Rivan terus saja menatap intens Shella dan saat ini juga ingin rasa nya dia berlari memeluk tubuh calon istri nya sambil berbisik kata-kata pujian yang tertahan di bibir nya.


" Lihat nya biasa aja Van! Nanti bola mata Kamu lepas dari tempat nya." ledek Bu Ela yang membuat Rivan semakin salah tingkah.


Acara pertunangan pun akhirnya di mulai,Shella dan Rivan saling menyematkan cincin di jari mereka masing-masing.kedua nya tak henti saling menatap sambil melukis senyum di wajah masing-masing.tamu undangan yang melihat semua nya itu langsung bersorak gembira dan meminta Rivan untuk segera mencium kening Shella.


" Cium..."


" Cium..."


" Cium.."teriak para tamu undangan termasuk Reni dan juga Nindi yang sedang berdiri di samping pasangan mereka masing-masing.


" Nanti kita bikin yang kayak gini juga ya Mas." rengek Nindi bergelayut manja di lengan Satria yang tersenyum kecil melihat tingkah bar-bar pacar nya dan sangat berbanding terbalik dengan dia yang begitu kalem dan tidak suka banyak bicara.


" Iya sayang! Setelah ini giliran kita lagi." jawab Satria yang sebenarnya juga merasa iri dengan apa yang dia lihat saat ini.


" Jangan lama-lama Mas! Nanti Aku di ambil brondong baru tahu rasa Kamu." celetuk Nindi begitu percaya diri sehingga membuat Satria tidak tahan ingin menarik hidung nya.


" Lewati dulu mayat ku baru mereka bisa mendapatkan Kamu." balas Satria terdengar dingin dan sangat tajam.


Sedangkan di sebelah mereka ada pasangan kekasih lain yang tak kalah hebohnya dari Nindi.Reni terus saja membisikkan Konsep pernikahan yang tiba-tiba saja muncul di kepala nya dan membuat Tomi menahan tawa yang ingin pecah, bagaimana tidak,Reni yang seorang dokter umum ternyata ingin mengadakan pernikahan di atas gunung salju dan tamu undangan nanti nya akan di angkut menggunakan helikopter.bukan nya pernikahan yang mereka dapatkan melainkan masuk angin dan penyakit lain nya.


Teriakan dari para tamu undangan semakin heboh ketika melihat Kedua pasangan itu masih betah saling menatap satu sama lain.


" Bagaimana? Boleh nggak Sayang?" Rivan meminta izin terlebih dahulu.


Shella mengangguk kan kepala nya dengan malu-malu.


" Kening saja Mas dan nggak boleh belok ke arah lain." tukas Shella sebelum Rivan bertindak jahil kepada nya.


" Kalau yang lain nanti saja saat kita sedang berduaan kan sayang?" goda Rivan yang membuat Shella menatap tajam ke arah nya.


Rivan mengulum senyum mengabaikan peringatan tajam dari Shella dan beralih memegang kedua tangan shella dengan begitu hangat, setelah itu dia langsung memberikan kecupan kening yang begitu hangat dan cukup lama sehingga membuat pelupuk mata Shella basah oleh genangan air mata bahagia nya.dan wanita ini sangat berharap jika pria ini akan menjadi pendamping hidup nya untuk selamanya.


Semua tamu undangan kembali bersorak


Setelah melihat adegan romantis tadi,kecuali sahabat dari ayah Rivan dan juga keluarga nya yang menatap penuh benci kepada Shella yang mereka anggap sudah mengacaukan sistem perjodohan yang akan mereka laksanakan.

__ADS_1


Tidak hanya itu saja,dalam pertunangan ini Pak Hasan Bakri yang merupakan ayah dari Rivan juga mengumumkan bahwa pernikahan kedua nya akan di laksanakan secepat mungkin karena menurut nya lebih cepat lebih baik.Rivan dan Shella lagi-lagi terdiam terjebak di dalam permainan kedua orang tua Rivan yang kebelet pengen punya mantu.pengumuman mendadak ini kembali membuat sahabat ayah Rivan yang bernama Sumanto atau sering di panggil Manto kembali menatap tajam penuh dendam kepada Shella dan juga Rivan.


" Aku tidak akan membiarkan ini terjadi Hasan! Anak ku yang seharusnya menjadi menantu mu dan bukan wanita sialan itu." kecam Manto pelan tapi mampu di dengar oleh istri nya yang juga menaruh rasa benci di dalam dada nya.


" Pa,Ma! Bagaimana ini...Kata nya kalian akan menggagalkan pertunangan ini ? Tapi apa? Pokok nya Aku nggak mau tahu lagi,besok Aku yang harus menjadi calon istri Mas Rivan dan bukan janda miskin itu." sungut Annisa anak dari Pak Manto dan juga Bu Mala.


Kedua orang tua nya hanya bisa mendesah gusar karena merasa tidak mungkin menjalankan rencana di saat banyak pasang mata termasuk para pengawal yang menjaga keamanan di sini,mereka pikir rencana yang sudah di susun dari rumah tadi akan berjalan lancar dan Shella tidak akan bisa hadir di hotel ini,namun sayang sekali rencana itu terpaksa harus di gugur kan akibat ada beberapa penjaga yang mengawal ketat pintu Kamar yang di tempati oleh Shella.


" Selamat ya Shel! Sebentar lagi Kamu akan menjadi ratu di istana nya Bapak pengacara terkaya ini." ucap Reni memeluk serta mencium pipi Shella dengan gemas nya.


" Aku bahagia banget melihat Kamu kembali menemukan sosok lelaki yang bisa mendampingi mu,semoga semua nya berjalan lancar sampai hari h nanti." timpal Nindi bergantian memeluk tubuh Shella.


" Terimakasih sudah menemani Aku sampai sejauh ini.Aku doain semoga kalian berdua segera menyusul." balas Shella dengan menggenggam tangan kedua sahabat nya.


" Pasti." jawab kedua gadis itu dengan kompak.


Sedangkan di samping mereka ada ketiga pria yang juga sedang berpelukan sambil mengobrol biasa.


" Selamat ya Pak pengacara! Semoga bahagia selalu." ucap Tomi yang merupakan pacar dari Reni.


" Thanks Pak Dokter Bedah." balas Rivan ikut meledek dengan menambah profesi Tomi di akhir kata yang dia ucapkan.


" Selamat Bro..." timpal Satria yang merupakan pacar dari Nindi Sahabat dari Shella.


" Thanks Bro." balas Rivan lagi.


Rivan dan Shella masih sibuk menyapa tamu undangan yang hadir,mereka semua turut bahagia dan mendoakan agar rencana baik mereka berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.


Berbeda dengan Bu Ela yang menanggapi dengan tenang dan tersenyum kecil.


" Aku tahu itu! Dan Aku lah yang lebih berhak menentukan pantas atau tidak pantas nya wanita yang akan menjadi pendamping hidup Rivan,dia wanita yang baik-baik dan juga mandiri,lebih tepat nya janda terhormat yang mungkin lebih berharga di banding kan para gadis di luar sana,yang hanya status saja masih gadis tapi sudah kebobolan sama lelaki yang belum sah menjadi suami nya.terimakasih sudah datang ke pertunangan anak Saya Bu Mala! Silahkan nikmati pesta nya dan jangan pernah berpikir untuk berulah di sini, karena Saya tidak akan tinggal diam jika kalian berani mengacaukan acara penting untuk keluarga Saya ini." Bu Ela langsung pergi meninggalkan Bu Mala yang mencak-mencak di tempat nya.niat hati ingin menghasut mantan calon besan nya,tapi apa boleh buat ternyata Bu Ela bukan tipe orang yang mudah termakan oleh hasutan.


Pak Hasan yang sudah mendengar semua nya dari mulut sang istri memilih diam dan baru akan bertindak jika mereka sudah melampaui batas.


Setelah acara pertunangan selesai,Rivan mengantarkan Shella dan juga kedua asisten rumah tangga nya ke rumah Pribadi milik Shella, sebelum nya mereka sudah berpamitan kepada Bu Ela dan juga Pak Hasan tentu nya.


Bu Ela semakin bangga melihat kerendahan hati Shella yang begitu bijaksana memperlakukan asisten rumah tangga nya,bahkan kedua wanita paruh baya ini juga di beli kebaya yang semakin membuat mereka terlihat cantik di usia yang sudah tidak muda lagi.


" Hati-hati bawa mobil nya Van." teriak Bu Ela melambaikan tangan kepada calon menantu nya.


" Iya Ma." balas Rivan menginjak pedal gas dan melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah nya.


Begitu sampai di depan gerbang rumah Shella,Rivan hanya turun membuka pintu mobil untuk Shella dan setelah itu berdiri di depan mobil sambil memastikan jika Shella aman sampai ke dalam rumah nya.pria ini cukup tahu betul batas jam bertamu apalagi mereka juga sama-sama kelelahan mengikuti rangkaian acara yang begitu menguras banyak tenaga.


" Terimakasih ya Mas." teriak Shella ketika melihat Rivan hendak menutup pintu mobil nya.


" Iya sayang." balas Rivan yang selalu berbicara lemah lembut kepada Shella.


" Hati-hati." teriak wanita itu merasa tidak rela jika harus berjauhan.

__ADS_1


" Siap Ibu negara." ledek Rivan dan pergi meninggalkan rumah Shella dengan kecepatan mobil yang di atas rata-rata.


Sedang kan Nindi saat ini malah merengek kepada pujian hati nya untuk membeli jajanan gulali yang mereka temui di pinggir jalan.dokter ortopedi ini begitu posesif jika menyangkut makanan yang akan masuk ke dalam mulut Nindi.


" Mas Aku kepengen banget loh,udah lama Aku nggak pernah makan gulali warna pink itu,sama es potong nya juga ya." pinta Nindi dengan wajah penuh harap.


" No sayang! Itu nggak sehat dan nggak cocok di makan saat malam hari." tolak Satria tidak mau termakan oleh rayuan Nindi.


" Mas...Nanti Kamu boleh cium Aku deh sebagai reward nya." celetuk Nindi yang memang selalu terkenal bar-bar di depan mata Satria.


Cup..Cup..


" Tuh udah! Ngapain juga harus pakai penawaran kayak gitu,Aku tetap pada keputusan ku ,sekali nggak ya enggakkkk sayang..." Satria menarik tangan Nindi untuk menjauh dari tempat itu supaya Nindi berhenti menatap gerobak yang sedang ramai pembeli itu.ini lah kenapa dia bersikeras menolak keinginan Nindi untuk mampir di pasar malam ini, karena sudah pasti wanita ini akan jajan sembarangan tanpa menimbang baik ataupun buruk nya terlebih dahulu.


" Aaahhhh....Kamu kok curang sih Mas,mencium seorang wanita tanpa izin itu nama nya pelecehan." sungut Nina memalingkan wajah ke arah lain.


" Terus Kamu mau nuntut Aku begitu konsep nya? Lah tadi yang nawarin duluan siapa? Terus kenapa Kamu malah jadi ngambek begini?" Satria menarik pelan dagu Nindi agar bisa menatap wajah nya.


"Tau akhhhh...Kamu ngeselin." Nindi menjerit kesal dan berlalu mencari makanan enak tanpa mengajak Satria yang sedang menertawai diri nya dari belakang.


" Mas....Ganteng banget sih Mas." puji beberapa anak gadis remaja yang menatap kagum Satria dan mengerubungi nya sampai merasa sesak.


Nindi yang melihat semua nya itu mendadak panas dingin, sebenarnya gengsi nya lebih besar dari apapun itu,tapi melihat calon imam masa depan nya di goda oleh pelakor cilik tentu saja membuat darah Nindi semakin mendidih ingin tumpah keluar.


" Misi...Misi." Nindi membelah kerumunan itu dengan sangat kasar dan langsung melingkar kan tangan nya di leher Satria.


" Maaf ya adek-adek yang masih kecil! Ini suami Saya,jangan jadi bibit pelakor kepada sesama wanita ya.lebih baik kalian pergi dari sini karena suami Saya suka menggigit orang kalau lagi kesal." ketus Nindi menggebu-gebu.Satria yang melihat drama baru yang di buat oleh Nindi langsung menyembur kan tawa nya ketika melihat para anak gadis sudah pergi meninggalkan dia.


" Kamu kalau lagi cemburu kocak juga ya sayang." ucap Satria ikut melingkar kan tangan nya di pinggang Nindi.


" Kamu kenapa nggak usir mereka dari hadapan mu? Oh...Jangan -jangan Kamu sangat menikmati ya kehadiran mereka semua." tuduh Nindi mengacungkan jari telunjuk ke wajah Satria.


" Ngaco Kamu ini...Mau bagaimana pun pacar Aku tetap Kamu,paling cantik dan paling sempurna dari apapun." tukas nya sebelum wanita bar-bar ini meruntuhkan tembok peperangan.


" Udah pintar ngegombal ya sekarang dokter Satria,awas saja kalau ketahuan Kamu menggombal sama pasien dan juga perawat yang ada di rumah sakit.Aku gantung Kamu di pohon cabai." Nindi berjalan terlebih dahulu menyeret paksa Satria yang menertawakan diri nya menuju ke tempat pedagang martabak mini.


"Ini bolehkan sayang?" tanya Nindi dengan mendayu-dayu.bahkan dia rela mengubah panggilan kepada Satria demi keinginan nya supaya terpenuhi.


" Sayang..Sayang..Kalau ada mau nya aja baru di sayangi,beuh...kalau lagi galak udah macam Mak tiri aja." ledek Satria geleng-geleng kepala.


" Udah nggak usah nyindir gitu Mas! Boleh ya." mohon Nindi tidak peka.


" Kan berubah lagi? Mau dapat izin apa nggak?" goda Satria yang sebenarnya lebih suka jika Nindi memanggil dia dengan sebutan sayang.


" Maaf sayang,Aku lagi pengen banget loh,anak kita minta nih." Nindi sengaja memegang perut nya seperti seseorang yang sedang hamil dan tengah mengidam .


" Harus kayak gitu terus manggil nya dan nggak boleh..." Nindi dengan cepat memotong pembicaraan kekasih nya karena sudah gregetan sejak tadi.


" Jangan kelamaan sayang! Nanti antrian nya tambah panjang lagi." rengek Nindi dengan bibir cemberut nya.

__ADS_1


" Iya.. Sabar dong sayang.nih! Boleh nya cuman satu aja dan nggak boleh lebih dari itu." Satria mengeluarkan dompet dari saku celana nya dan di terima dengan senang hati oleh Nindi yang kebetulan tidak punya uang cash.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2