
Saat ini Shella sedang menikmati jajanan yang di beli oleh suami nya.awal nya Shella merasa bahagia menunggu suami nya datang membawakan cimol yang banyak untuk dia dan dedek bayi yang ada di dalam perut nya.mood wanita hamil ini tiba-tiba saja berubah ketika melihat kantong plastik yang di bawa oleh suami nya hanya terisi beberapa Potong cimol tanpa ada bumbu nya.dengan setengah hati Shella melahap cimol tersebut dari pada tidak sama sekali.
" Entah berapa harga makanan ini!Melihat mobil dia begitu mewah, yang ada pedagang itu mikir nya dia pelit." gumam Shella yang memilih untuk diam saja dan hanya fokus melihat pemandangan luar.padahal sejak tadi suami nya sudah berusaha membujuk dia untuk menerima keputusan nya karena tidak boleh terlalu banyak makan jajanan pinggir jalan.
" Sayang,jangan marah dong.Aku harus ngapain biar Kamu senang lagi? Ibu hamil nggak boleh stress loh."ucap Rivan sambil memegang tangan istrinya.
" Aku nggak papa Mas! Tuh ponsel Kamu bunyi." jawab Shella memasang wajah tenang tapi cara bicara nya membuat Rivan yakin kalau saat ini istri nya sedang kesal dengan ulah nya.
Rivan terpaksa mengangkat terlebih dahulu ponsel yang sejak tadi berbunyi nyaring, meskipun sedang berbicara dengan Rama,tapi tangan Rivan tidak berhenti menggenggam tangan Shella yang ogah-ogahan menerima perlakuan nya.
" Sampai di rumah nanti Kamu langsung istirahat dan nggak boleh banyak aktivitas dulu."ucap Rivan sambil menyimpan kembali ponsel di saku jas nya.
" Iya ." jawab Shella singkat.
Rivan mengulum senyum melihat istri nya yang masih mau mendengar perintah di saat hati nya sedang kesal.Rivan bukan nya tidak peka tapi semua ini dia lakukan demi keselamatan istri dan juga calon anak mereka.setelah itu tak ada obrolan lagi karena mobil yang di kemudikan oleh Pak sopir sudah memasuki area rumah mereka.
Shella keluar terlebih dahulu meninggalkan suami nya yang berniat ingin menggendong dia masuk ke dalam rumah.
" Sayang." panggil Rivan tapi Shella sudah terlebih dahulu menghilang masuk ke dalam rumah yang kebetulan pintu nya sedang terbuka lebar.
Ingin rasa nya Rivan berteriak tapi dia tidak ingin membuat istri nya semakin tertekan dan kembali marah kepada dia.
Shella langsung menuju ke kamar dengan membanting pintu kamar cukup keras.
" Bi! Itu punya siapa rujak nya?" tanya Rivan ketika hidung nya tak sengaja mencium bau aneh dari dapur.
" Mmm..Punya Bibi Pak! Baru saja siap di ulek." jawab Bi Evi sungkan.
" Aku boleh minta sedikit nggak Bi?" tanya Rivan penuh harap.sejak tadi mata Rivan tak berkedip sedikitpun karena tertarik dengan potongan buah segar dan juga kuah kacang nya.
Rasa nya Saliva Rivan sudah tak tahan lagi ingin jatuh keluar membayangkan rasa nikmat dari makanan yang ada di depan mata nya.ini merupakan kali pertama Rivan meminta makanan milik asisten rumah tangga nya.selama ini dia selalu acuh dan tak pernah perduli mereka mau makan apa di dalam dapur.
" Boleh Pak! Bapak beneran mau?" tanya Bi Evi kembali memastikan.
" Iya Bi! Antar ke meja depan ya.Aku tunggu di sana.dan satu lagi! Mulai sekarang tolong masak yang enak dan bergizi tinggi ya Bi! Shella lagi hamil jadi tidak boleh makan sembarangan." ujar Rivan memberitahu membuat Bi Evi menangis haru karena tahu bagaimana perjuangan Shella selama ini.
" Alhamdulillah Pak! Bibi ngerti Pak." jawab Bibi dengan suara tercekat.
Rivan langsung beranjak menuju ruang santai mengabaikan istri nya yang masih butuh waktu untuk menenangkan diri.
Sementara Bi Evi langsung mengumumkan kabar bahagia itu kepada rekan nya yang lain agar mereka juga bisa bekerja sama sesuai dengan keinginan Rivan.
__ADS_1
Rivan memakan rujak itu dengan begitu lahap tanpa merasa risih atau terganggu dengan rasa asam dari mangga muda yang di ambil Bi Evi dari halaman belakang.
Sangking lahap nya memakan rujak yang hanya tinggal sedikit saja.Rivan bahkan tak mendengar jika orang tua nya sudah mengucapkan salam sebanyak 5 kali.
" Astaga Rivan! Sejak tadi Mama panggil tapi nggak ada jawaban sama sekali." Bu Ela langsung menumpuk punggung Rivan menggunakan kantong plastik yang berisi kotak susu hamil.
" Sakit Ma! Kenapa Mama sama Papa ada di sini?" tanya nya heran.
" Memang nya kenapa kalau kami ke sini? Nggak boleh jika Mama datang ke rumah anak Mama sendiri?" ketus Bu Ela mengedarkan pandangan mencari keberadaan menantu nya.
" Shella mana?" tanya nya tidak sabaran.
" Lagi di kamar." jawab Rivan yang kembali melanjutkan menghabiskan rujak nya.
" Ini beneran Kamu yang makan rujak? Semua nya?" tanya Bu Ela tak percaya, karena selama ini setahu dia Rivan tidak pernah suka dengan makanan seperti ini.apalagi di dalam piring putih itu masih tersisa beberapa potong mangga muda.
Pak Hasan yang penasaran seperti apa rasa rujak yang sudah membuat putra nya ketagihan langsung menusuk satu potong mangga muda dengan sedikit kuah nya.bulu kuduk Pak Hasan langsung merinding karena tidak tahan dengan rasa asam yang di kunyah dalam mulut nya.
" Istri mu yang sedang hamil kok malah Kamu yang ikut-ikutan mengidam." ucap Pak Hasan menyimpan garpu di tempat nya karena tidak tahan lagi dengan rasa asam.
" Nggak tahu juga Pa! Tadi tiba-tiba saja ke pengen rujak buatan Bibi." jawab Rivan tersenyum miring.
" Rivan panggil Shella dulu ya Ma." Rivan langsung berlari menaiki anak tangga mencari keberadaan istri nya yang sejak tadi merajuk kepada dia.
" Sayang! Kamu sudah tidur ya?" tanya nya mendekat ke ranjang di mana istri nya nampak berbaring membelakangi dia.
Tak ada sahutan dari Shella membuat Rivan terpaksa ikut naik ke atas ranjang untuk memastikan nya.
" Sayang! Ada Mama sama Papa di bawah." bisik nya lembut takut membuat kaget Shella yang dia ketahui sudah tidur.
Shella yang sebenarnya sudah mendengar sejak tadi pembicaraan suami nya memilih pura-pura mengucek mata agar suami nya tidak curiga.
Tanpa kata-kata manis atau pun senyuman indah di bibir nya.Shella langsung turun dan keluar dari kamar untuk menemui ibu mertua nya.
" Alamak... Gawat ini! Nanti Mama pasti mengamuk melihat menantu nya yang sedang kesal karena ulah ku." gumam Rivan lirih dengan tergesa-gesa mengikuti langkah kaki istri nya takut terjadi sesuatu di perjalanan menuju ke lantai bawah.
" Mama! Maaf ya Shella belum sempat datang ke rumah Mama lagi!" seru Shella setengah berlari menghampiri mertua nya.
" Jangan lari-lari sayang." suara Rivan ,Bu Ela dan Pak Hasan terdengar begitu kompak untuk mengingat kan dia yang masih belum sadar dengan kondisi nya saat ini.di belakang Shella ada Rivan yang mengikuti nya sejak tadi karena tidak ingin terjadi sesuatu kepada istri dan juga buah hati nya.
" Maaf ." ucap Shella merasa bersalah.
__ADS_1
" Tidak apa-apa sayang,lain kali nggak boleh seperti itu lagi ya.ini Mama bawakan susu hamil untuk Kamu."balas Bu Ela sambil tersenyum manis pada menantu nya.
" Terimakasih ya Ma! Mama sama Papa sudah tahu tentang kehamilan Shella?" tanya Shella bingung dan beralih menatap satu persatu mertua nya.
" Sudah sayang! Tadi suami mu yang memberitahu kami." jawab Bu Ela mengelus lembut perut Shella yang masih belum kelihatan.
Mereka semua duduk di ruang keluarga dengan Shella yang duduk di antara kedua mertua nya sedangkan Rivan duduk di sofa tunggal yang berhadapan langsung dengan keluarga nya.
Bu Ela langsung memerintah kan Bibi untuk membuat segelas susu hamil untuk Shella.kehamilan Shella membuat kedua mertua nya semakin perhatian dan memperlakukan dia dengan sangat baik.bahkan Rivan saja mendapatkan Omelan pedas dari Ibu nya ketika mengetahui pria itu tidak memenuhi permintaan ngidam istri nya.
"Ma,Aku boleh minta tolong nggak?" tanya Rivan kepada sang Ibu yang masih sibuk mengelus perut menantu nya.
"Tumben Kamu minta tolong sama Mama? Uang Kamu sudah habis?" tebak Bu Ela sedikit menyindir.
" Bukan Ma! Sepuluh keturunan pun uang ku nggak akan habis.ngaco deh Mama ini." Rivan geleng-geleng kepala mendengar celetukan Mama nya yang seakan tak perduli lagi dengan keberadaan dia di samping mereka.
" Terus mau minta tolong apa dong?" tanya Bu Ela menatap wajah putra nya.
" Makan malam nanti Aku pengen makan masakan Mama, bisa nggak?" pinta Rivan yang tiba-tiba saja teringat akan masakan sang Ibu yang begitu lezat.
"Benar-benar ya Kamu ini! Ini mah bukan Shella yang ngidam tapi Kamu nya,memang nya Kamu mau di masak apa malam nanti?" tanya Bu Ela lagi.
" Makanan kesukaan Aku Ma! Jangan lupa tambahkan ayam suwir ya Ma." ucap Rivan.
" Baiklah.nanti Kita makan malam sama-sama ya .Mama sama Papa rencana nya juga mau menginap di sini." ujar Bu Ela mengulum senyum karena selalu ingin berdekatan dengan menantu nya.
" Maaf ya Ma jadi ngerepotin Mama,nanti biar Shella yang bantu Mama masak nya." tawar Shella merasa tidak enak kepada mertua nya yang baru berkunjung malah di minta untuk menyiapkan makan malam.
" Jangan minta maaf terus sayang,Mama justru senang melihat kalian yang lebih suka makan makanan rumahan ketimbang beli dari luar.Mama bisa masak di bantu sama Bibi,Kamu istirahat saja karena wanita yang sedang hamil muda butuh istirahat yang cukup dan tidak boleh bekerja terlalu keras."
Beruntung nya di dalam kulkas di dapur semua bahan makanan sudah tersedia dengan begitu lengkap.Pak Hasan sudah pindah ke dalam kamar untuk beristirahat begitu juga dengan Shella yang di paksa suami nya untuk ikut masuk ke dalam kamar tanpa boleh membantah lagi.
" Mandi dulu Sayang! Sebentar lagi mau adzan magrib." tutur Rivan ketika melihat istri nya sudah kembali berbaring di atas ranjang.
" Kamu duluan aja Mas! Aku lagi mager." jawab Shella perlahan menutup mata sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
" Sayang! Nggak baik tidur di jam segini,ayok Aku bantu ke kamar mandi." Bisik Rivan membantu menduduk kan istri nya yang mulai malas bergerak.
" Aku mandi sendiri aja deh Mas! Kamu tunggu di luar saja.nanti kalau Kamu ikut ke dalam bisa-bisa Aku di kurung di dalam sana." Shella berjalan perlahan dengan rasa malas dan ngantuk yang bercampur menjadi satu.ingin menolak untuk membersihkan badan tapi dia masih ingat jika di bawah ada kedua mertua nya yang sedang menunggu mereka untuk makan malam bersama.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍
__ADS_1