Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 85


__ADS_3

Seharian ini Rivan di sibukkan dengan segudang kesibukan di firma hukum dan juga perusahaan nya.bahkan untuk menarik nafas terlalu lama saja dia tidak beri kesempatan karena harus segera merampungkan pekerjaan yang sudah menumpuk di atas meja kerja nya.sebelum pulang kerumah mereka,Rivan terlebih dahulu mampir ke sebuah cafe untuk membeli es coklat dan juga pudding buah naga pesanan istri nya.


Setiba nya di rumah mereka,Rivan bergegas masuk ke dalam rumah yang tampak sepi tanpa ada satu pun orang yang terlihat di sana.Rivan langsung menuju ke lantai dua dan menemukan istri nya yang sudah terlelap di kasur kecil padahal jam baru saja menunjukkan pukul 19.00 wib malam.di samping Shella ada Bi Evi beserta rombongannya yang sedang menjaga Shella agar tidak terjatuh dari tempat tidur santai nya.


" Istri ku sudah tidur dari tadi ya Bi?" tanya Rivan dengan suara berbisik.


" Iya Pak,selepas makan malam tadi Bu Shella langsung minta di temenin nonton.eh baru setengah jam nonton sudah ketiduran begini.Kami nggak tega ninggalin Ibu sendirian di sini takut nya jatuh atau kenapa-kenapa nanti nya." jawab Bi Evi menjelaskan dengan panjang lebar.


Rivan pun mengangguk sebagai tanda mengerti.dia lalu masuk ke dalam kamar untuk menyimpan tas dan juga jas kerja nya secara asal.puding dan es coklat dia simpan di atas nakas menunggu sang istri terjaga dari tidur nya.Rivan lalu kembali keluar untuk memindahkan istri nya agar bisa tidur di dalam kamar mereka.


" Makasih ya Bi sudah menjaga istri ku.kalian semua boleh istirahat dan besok pagi akan Aku beri bonus karena sudah menjaga istri ku dengan baik.temani Shella kalau tidak ada Mama di sini,jangan biarkan dia sendirian dan tetap awasi dia kapan pun itu." bisik Rivan membuat asisten rumah tangga mengangguk dengan senyum lebar.kehamilan Shella bukan hanya membawa berkah untuk keluarga mereka saja.melainkan juga untuk orang-orang yang bekerja di sekeliling mereka.semenjak kehamilan Shella di ketahui,Rivan rutin memberikan bonus kepada asisten rumah tangga yang sudah membantu menjaga istri nya ketika dia tidak berada di rumah.


" Terimakasih banyak Pak untuk bonus nya." jawab mereka serempak dan pamit untuk turun ke lantai bawah.


Rivan meletakkan tubuh istri nya di atas kasur dan setelah itu langsung membersihkan tubuh nya di kamar mandi.begitu merasa tubuh nya sudah kembali segar.Rivan akhirnya keluar dari kamar mandi dan tersenyum ketika mendapati sang istri sudah bangun dengan posisi duduk menikmati es coklat yang dia beli tadi.


" Makasih ya Mas.sudah di beli kan ini." ucap Shella tersenyum manis dengan wajah bantal nya.


" Iya sayang, enak nggak?" Rivan membalas senyuman istri nya lebih manis lagi.


" Mama tadi siang nggak kesini ya sayang?" tanya Rivan lagi.


" Kesini,tapi cuman sebentar kata nya mau pergi sama Papa menjenguk Om Manto yang lagi sakit." jawab Shella kembali fokus dengan es coklat dan juga puding buah naga nya.


" Oh...Om Manto sakit?" tanya Rivan kaget, akhir-akhir ini dia sangat sering mendengar sang ayah mengatakan bahwa Om Manto sakit dan beberapa kali jatuh pingsan ketika berada di kantor nya.


" Iya ,kata Mama sih Om Manto merasa bersalah karena kepergian putri nya yang secara tragis, apalagi Annisa anak perempuan satu-satunya di keluarga mereka.sekarang lagi di rawat di rumah sakit dan di dampingi psikolog juga."jelas Shella.lalu menyuapi es coklat terakhir ke dalam mulut suami nya.

__ADS_1


" Kamu sudah makan malam Mas?" imbuh Shella baru teringat jika suami nya baru pulang bekerja.


" Sudah di kantor tadi sayang, sekarang Aku ingin memakan Kamu."bisik Rivan sambil memeluk istrinya dari belakang.satu tangan nya mengelus perut Shella yang sudah sangat kelihatan.


" Halo anak-anak Papa,bolehkan Papa mengunjungi kalian malam ini?"


" Kalau Mama nya jawab nggak boleh bagaimana?" goda Shella mengulum senyum.


" Jangan bercanda sayang,Aku sudah lama tidak melakukan nya karena takut menyakiti kalian berempat,malam ini boleh ya sayang,Aku janji akan melakukan dengan sangat pelan." pinta Rivan dengan wajah imut nya serta sorot mata penuh gairah.


Shella akhir nya mengangguk sambil tersenyum.tidak mungkin dia menolak permintaan suami nya di saat sang suami benar-benar menginginkan nya.


Tepat jam 6 pagi kedua nya sudah terbangun dalam keadaan polos,Rivan masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu dan membiarkan sang istri yang kata nya masih ingin berbaring sebentar untuk meluruskan tulang yang terasa bengkok setelah tadi malam berolahraga panas dengan suami nya.


Ketika Shella dan Rivan sedang menyantap sarapan pagi di meja makan.tiba- tiba saja Bi Anum datang memberi tahu jika ada sahabat Shella yang datang bersama suami nya.


" Suruh mereka bergabung ke sini aja Bi." ucap Shella yang di iyakan oleh suami nya.


Nindi berjalan bergandengan tangan dengan suami nya yang memakai jas putih di tubuh nya.kedua nya tampak serasi dengan wajah berseri karena tadi malam juga baru selesai mengejar target permintaan orang tua mereka.


" Shella."Nindi langsung berlari dan memeluk tubuh Shella yang juga sudah beranjak dari kursi nya.semenjak menikah dan juga hamil.Shella sudah tidak pernah lagi datang ke toko dan melimpahkan semua nya kepada Nindi dan juga Ririn yang sudah di angkat sebagai asisten Nindi.sedangkan untuk posisi Ririn di bagian kasir sudah di ganti kan oleh karyawan baru.


" Pelan-pelan saja Sayang, hati-hati! Itu perut Shella sudah cukup besar dan kasihan bayi triplet di dalam nya karena terhimpit tubuh Kamu."ucap Satria ketika melihat istri nya kembali bar-bar seperti biasa nya.


Nindi berdecak kesal dan sedetik kemudian langsung tersenyum menatap Shella.


" Ah iya ...Maaf ya sayang -sayang nya Tante Nindi."wanita bar-bar ini langsung mengelus perut Shella dan meminta wanita hamil itu untuk kembali duduk di kursi nya.Nindi dan Satria juga di minta duduk oleh Shella untuk bergabung sarapan pagi bersama mereka.

__ADS_1


Selama mereka berada di meja makan tak ada pembicaraan yang terjadi karena kedua lelaki itu sama-sama tak menyukai ada yang berbicara ketika sedang mengunyah makanan.


Begitu selesai sarapan mereka habis,kedua nya baru membuka obrolan dan langsung pamit bekerja ketika jam sudah menunjukkan pukul 7 tepat.


" Reni pernah menelepon Kamu nggak Shel?" tanya Nindi penasaran.


" Nggak pernah sama sekali, kemarin Aku sempat beberapa kali mencoba menghubungi nomer dia tapi tidak tersambung dan hanya suara operator yang terdengar." sejak kepergian Reni waktu itu mereka sama sekali tidak pernah berkomunikasi lagi.terlebih lagi Reni sendiri yang memutuskan akses komunikasi tersebut sehingga membuat mereka kesulitan untuk mencari tahu tentang Reni.


" Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri dan menenangkan pikiran nya,di tambah lagi kesibukan dia di kampus dan tempat kerja baru nya cukup menyita waktu dan juga tenaga.semoga saja dia tidak benar-benar melupakan kita dan akan kembali menghubungi kita setelah perasaan dan hati nya tenang."


" Aku rasa juga seperti itu, setelah menikah ini Aku lihat kamu kok lebih bijak dari biasa nya ya Nin, beruntung Kamu memiliki Satria yang bisa merubah Kamu yang ceplas-ceplos menjadi seperti ini." Shella tersenyum tipis menatap sahabat nya.


" Kamu sama saja kayak Suami ku itu, kerjaan nya meledek terus,tapi tiap malam selalu minta jatah dan nggak pernah absen, sampai -sampai tulang pinggang ku terasa patah dan tidak sanggup lagi mau ngapa-ngapain.sorry ya Shel kalau Aku sering terlambat datang ke toko." Belum 5 menit di puji oleh Shella, wanita yang ada di depan nya kembali mengeluarkan sifat asli nya sehingga membuat Shella tertawa terpingkal-pingkal.


" Nindi! Aku sangat yakin jika Satria mendengar ucapan mu itu dia langsung menyeret Kamu kembali pulang dan masuk ke dalam kamar.dan kalau Bibi dengar yang Kamu bilang tadi bagaimana?" Shella menatap sekitar mereka dan beruntung nya tidak ada siapapun yang mendengar pembicaraan mereka tadi.


" Dia sudah ke rumah sakit Shel! Lagi sibuk bedah di sana,mana mungkin dia balik lagi kesini,Bibi juga manusia dewasa jadi tidak masalah jika mereka mendengar nya, kalau mereka mendadak rindu dengan suami mereka masing-masing ya tinggal izin pulang saja sama Kamu." Shella mendengus kesal mendengar ucapan Nindi yang begitu mudah untuk dia ucapkan.padahal Shella sengaja meminta para asisten rumah tangga nya agar tidak ada yang izin pulang kampung Sebelum dia melahirkan nanti.


" Kata Maaf Satria nih ya! setiap hari si Tomi kerjaan nya melamun melulu.untuk bekerja saja dia tidak bisa fokus lagi dan terpaksa mengambil cuti selama satu bulan untuk menata kembali hidup nya yang di tinggalkan oleh Reni."imbuh Nindi.


" Serius sampai separah Itu?" tanya Shella kaget,dia pikir Tomi tidak akan merasa kan kehilangan setelah mantan kekasih nya kembali menemui dia.tapi ternyata pria itu cukup plin-plan untuk memilih siapa yang sebenarnya dia inginkan untuk mendampingi hidupnya.


Kedua sahabat itu terus saja membicarakan Tomi yang benar-benar menyesal karena menerima kata putus dari Reni.rencana pernikahan yang sempat Tomi dan Reni rancang seindah mungkin berantakan sudah, undangan dan foto prewed yang sempat mereka pesan dan lakukan waktu di Bali dulu sudah di bakar hangus oleh Reni yang benar-benar kecewa dengan sikap tidak tegas Tomi kepada masa lalu nya.


" Mudah-mudahan saja Reni ketemu bule tampan dan kaya di sana.biar tahu rasa si Tomi itu.tapi kata Mas Satria,Tomi selalu menolak dan mengusir mantan kekasih nya itu jika datang ke rumah sakit, makanan yang di bawa wanita itu juga di kasih ke petugas kebersihan sama Tomi.pokok nya si Tomi benar-benar menjaga jarak lah sama mantan nya itu." tutur Nindi memberitahu.


" Sebenarnya sih kesadaran nya itu sudah terlambat,kalau pun ingin kembali mudah-mudahan saja Reni masih mau menerima dan belum punya kekasih baru." Ucap Shella tidak ingin terlalu menghakimi karena sahabat nya sudah dewasa untuk menentukan pilihan nya sendiri.

__ADS_1


Satu harian Nindi di kurung oleh Shella untuk berada di rumah nya, menemani dia yang sendirian tanpa kehadiran Ibu mertua nya.Nindi terpaksa bolos bekerja atas izin langsung dari pemilik toko tempat dia bekerja.sebenarnya Satria sudah meminta Nindi untuk berhenti bekerja dan hanya fokus dengan rumah tangga mereka saja.tapi Nindi yang mengeluh bosan jika di rumah terus berjanji akan berhenti bekerja saat dia sudah di nyatakan hamil Dokter nanti.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2