
Hari ini usia kandungan Shella sudah memasuki bulan ke 9.meskipun belum ada tanda-tanda mau melahirkan, tetapi Dokter Mulia menyarankan agar Shella segera di operasi karena air ketuban yang sudah menipis dan tentunya akan membahayakan untuk ketiga janin nya.awal nya Shella menolak dan tetap ingin melahirkan melalui proses normal.tapi berkat bujukan dan rayuan dari sang suami dan juga kedua mertua nya.akhir nya Shella mau menerima keputusan ini dengan lapang dada.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di rumah sakit karena 1 jam lagi Shella akan di bawa ke ruangan operasi.
Nindi yang sedang mual parah tidak bisa hadir untuk memberikan support dan dukungan nya kepada sahabat terbaik nya.dua minggu yang lalu sejak Dokter Mulia mengatakan jika di dalam rahim nya ada sosok kecil yang sedang tumbuh.sejak itu pula Nindi mengalami yang nama nya mual dan pusing setiap hari.bahkan selera makan nya pun hilang sehingga membuat Satria merasa bersedih dan juga kasihan melihat kondisi istri nya.
Nindi sempat mengirimkan pesan singkat sebagai bentuk kepedulian nya kepada Shella dan langsung di balas oleh Shella yang juga sangat mengerti bagaimana perasaan dan kondisi sahabat nya saat ini.
Tepat pada pukul 3 sore akhirnya brankar yang Shella tempati akan di bawa masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan perlengkapan operasi.
" Ma, Pa! Doakan Shella semoga berhasil melewati jalan ini.maafkan Shella yang selalu saja merepotkan Mama dan juga Papa." ucap Shella menatap bergantian kedua mertua nya yang begitu setia menemani dia di rumah sakit, kehilangan sosok kedua orang tua kandung yang sudah terlebih dahulu pergi menghadap sang ilahi tidak membuat Shella kekurangan kasih sayang.kedua mertua nya bahkan melimpahkan semua yang mereka miliki untuk dia yang hanya lah manusia biasa.tetes air mata mengalir dari sudut mata Shella.dia peluk kedua mertua nya dan tidak lupa mencium punggung tangan sebagai bekal restu nya dalam berjuang.
" Kami selalu berdoa untuk kebaikan Kamu,sayang! Jangan terlalu banyak pikiran dan terus lah berdoa supaya semua berjalan dengan lancar dan tepat waktu.Mama yakin Kamu bisa melewati semua ini dan membuat cucu-cucu Mama bangga memiliki Ibu hebat seperti Kamu."balas Bu Ela menenangkan menantu nya.Pak Hasan juga ikut memberikan semangat dan dukungan yang penuh kepada anak menantu nya.sebuah kecupan kasih sayang mendarat di kening Shella berikut dengan doa tulus dari hati Pak Hasan untuk menantu dan juga cucunya.
Rivan memutuskan untuk menemani sang istri sampai di dalam ruangan operasi.sedetik pun dia tidak bisa pergi meninggalkan istri nya.bukti nya saat ini dia terpaksa menunda rencana nya yang ingin masuk ke kamar mandi karena takut melewati momen penting dalam hidup nya.
Pak Hasan dan Bu Ela menunggu di luar ruangan dengan mulut yang terus komat kamit setiap detik.
" Mas." Shella menatap wajah suami nya yang sedang tersenyum kepada nya.dia tahu saat ini perasaan suami nya juga sedang campur aduk.tetapi suami nya itu terlalu rapi untuk menutupi semua nya.di depan mereka ada beberapa Dokter dan tenaga medis lainnya yang sedang melakukan berbagai persiapan.
"Terimakasih sudah berjuang sampai sejauh ini sayang,Aku yakin Kamu adalah ibu yang hebat dan bisa melewati semua ini.Aku akan terus menemani Kamu sampai kapan pun.Aku sangat mencintai mu." balas Rivan mengecup kening Shella dengan begitu lembut dan juga hangat, Dokter Mulia yang melihat semua nya itu lantas tersenyum sambil mengangguk kan kepala jika semua nya akan baik-baik saja.
Ketika Dokter mulia mendekat,tangan Shella semakin terasa dingin dengan sorot mata memohon.Rivan tidak tinggal diam saja dan terus menenangkan istri nya dengan membisikkan kata-kata yang begitu manis dan juga bermanfaat untuk kesadaran istri nya.
Rivan yang melihat jarum suntik mulai menusuk tubuh istri nya hanya bisa mendesis kesal.ini yang paling tidak dia sukai karena dia paling anti melihat istri nya terluka ataupun tersakiti.jika boleh meminta dan memohon ingin rasanya dia mengganti kan posisi istri nya jika tuhan berkehendak demikian.namun sayang nya semua hanya mimpi nya semata dan tidak bisa untuk di wujudkan.
Di luar ruangan operasi ini,kedua orang tua Rivan tidak kalah takut nya dengan yang ada di dalam sana.bahkan Pak Hasan tidak berhenti mondar mandir memikirkan nasib menantu dan juga cucu-cucu nya.
25 menit kemudian.dari ruangan operasi yang sunyi senyap ini.terdengar lah suara tangis yang membuat semua orang akhirnya bernafas lega.
Oekkk...Oekkkk....Oek..
Suara tangisan bayi pertama menggema ke seluruh ruangan membuat Shella dan Rivan ikut melihat dan menatap bayi mereka yang masih berlumuran darah.
" Selamat ya Pak Rivan! Bayi pertama anda berjenis kelamin laki-laki." ucap Dokter Mulia dan setelah itu perawat dengan bergegas mengambil alih sosok bayi mungil tersebut untuk di bersihkan.
Kedua nya mengangguk sambil menangis haru.Shella semakin memeluk kuat tangan suami nya dengan tatapan mata penuh kebahagiaan.
Oek....Oek...Oek...
__ADS_1
" Bayi kedua berjenis kelamin laki-laki juga Pak." ucap Dokter Mulia lagi membuat Shella semakin tak kuasa menahan rasa haru nya.Rivan kembali mengangguk sambil tersenyum menatap buah hati nya.rasa nya ini masih seperti mimpi dan dia pun enggan untuk terbangun dari tidurnya.Rivan terus saja mencium wajah Shella dan tidak bosan-bosannya mengucapkan kata terima kasih dan juga Aku bahagia sekali.
Oek...Oek...Oek...
" Dan yang ketiga berjenis kelamin perempuan Pak." ucap Dokter Mulia lagi sembari memperlihatkan dengan jelas bayi perempuan tersebut yang menggeliat di sertai suara tangisan yang begitu nyaring.
Ketiga bayi tersebut sudah di bawa keruangan sebelah untuk di lakukan observasi lebih lanjut, sebenarnya tidak ada yang perlu di khawatir kan karena sebelumnya mereka sudah melakukan pemeriksaan jika tidak ada masalah berarti dan berat ketiga bayi nya juga sudah cukup untuk di lahir kan.kekurangan air ketuban tidak berpengaruh terhadap ketiga bayi Shella karena proses operasi ini di lakukan tepat waktu.
Rivan melipir sebentar untuk mengazani ketiga anak nya yang sudah selesai di bersihkan.sedangkan Shella masih di bersihkan oleh Dokter Mulia dan petugas lain nya.
" Alhamdulillah... Anak-anak kita sudah lahir dengan selamat sayang, terimakasih sudah kembali berjuang untuk mereka dan keluarga kita.Aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang lebih baik lagi untuk kalian." gumam Rivan dengan suara tercekat.tak adalagi wajah sombong dan tegas milik Rivano Prasaja Bakri.yang tersisa hanya lah wajah haru penuh air mata.
Shella hanya mampu mengangguk dengan sangat pelan sekali dan nyaris tidak terlihat oleh suami nya.kata mandul yang sempat di semat kan pada diri nya akhir nya ternodai sudah dengan bukti yang di berikan.bukan hanya satu bayi saja melainkan sekaligus 3 bayi lucu-lucu.
Shella terus saja mengucapkan rasa syukur nya di dalam hati.kali ini rumah tangga nya benar-benar sudah lengkap dengan kehadiran anak-anak nya di tengah -tengah perjalanan hidup nya.
Kedua mertua Shella yang berdiri di dekat pintu langsung menepi ketika melihat pintu ruangan operasi terbuka dengan brankar Shella yang kembali di dorong keluar menuju ruangan inap nya.di belakang mereka ada tiga orang perawat yang sedang mendorong box baby triplet yang kelihatan begitu menggemaskan.
Begitu sudah sampai di depan ruang rawat menantu nya.Bu Ela dan juga Pak Hasan langsung masuk ketika Dokter sudah mengizinkan mereka untuk menemani menantu nya.hal pertama yang mereka lihat adalah Shella dn Rivan saling berpelukan sambil menangis bahagia.
Menyadari kedatangan kedua mertua nya.Shella langsung melepas kan pelukan nya dan beralih memeluk tubuh ibu mertua nya.
" Terimakasih sudah menemani Shella di sini Ma.terimakasih juga sudah menjadi support sistem untuk Shella selama ini.Shella sangat bahagia sekali." balas Shella tidak berhenti mengeluarkan air mata bahagia nya.
Tidak lama tiga orang perawat datang dengan mendorong kembali box bayi yang di tempati oleh ketiga buah hati Shella.
Bu Ela,Pak Hasan dan Rivan dengan cepat mengambil bagian mereka masing-masing sambil menatap wajah bayi yang ternyata sangat mirip dengan Rivan.tak ada satu pun di antara mereka bertiga yang mewarisi garis wajah ibu nya.semua plek- ketiplek wajah sang ayah.
" Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk mereka bertiga?" tanya Bu Ela tanpa mengalihkan pandangan mata nya dari bayi perempuan yang terus saja menggeliat di pelukan nya.
" Uluh...Uluh...Sayang dan cantik nya Oma." gumam Bu Ela menenangkan cucu nya.Shella yang masih belum berani bergerak terlalu banyak memilih diam sambil tersenyum menatap wajah keluarga nya yang sejak tadi tidak berhenti tersenyum dan tertawa lepas.
" Berarti yang Papa gendong ini,bayi laki-laki kan Ma?" tanya Pak Hasan baru menyadari nya.
" Iya lah Pa! Papa bisa lihat sendiri dari warna bedong yang mereka pakai.yang sama Rivan juga Laki-laki karena cuman satu princess nya Opa!"balas Bu Ela yang tidak berhenti mengecup pipi gembul sang cucu.
" Jangan sampai si princess di ajak shopping terus sama Mama.bisa bahaya nanti." ledek Pak Hasan membuat semua orang tertawa kecil.
" Anak pertama kami bernama Alvin Pratama Bakri. anak kedua yang berada di gendongan Papa bernama. Alan Pradana Bakri.dan untuk si princess bernama mutiara pratami Bakri." ucap Rivan begitu lantang dan tersirat banyak makna.nama- nama tersebut sudah dia persiapkan jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan buah hati nya.Shella juga ikut terhenyak mendengar nama-nama anak nya karena selama ini memang menyerahkan urusan nama seratus persen kepada suami nya.
__ADS_1
" Nama yang bagus.Alvin,Alan dan Mutiara nya Oma." sahut Bu Ela yang bahkan tidak merasa pegal terus menimang cucu nya.mereka semua saling bergantian merasakan menggendong cucu yang lain nya.sungguh betapa bahagia nya keluarga Bakri saat ini.
Begitu mengetahui menantu dan cucu nya keluar dari ruangan operasi dengan selamat.Pak Hasan langsung menelpon tangan kanannya untuk melakukan perintah nya yang telah di rencanakan sebelumnya.semua karyawan yang bekerja di perusahaan mereka langsung bersorak bahagia ketika bonus cair dan masuk ke ke rekening pribadi mereka saat ini juga.
" Luar biasa sekali cucu Keluarga Bakri,baru lahir saja sudah membawa berkah untuk banyak orang."
" Ini merupakan kebahagiaan yang hakiki.semoga saja keluarga Bakri selalu bahagia dan perusahaan ini juga semakin maju."
" Hidup Bakri."
" Ternyata Cucu Pak Hasan Bakri kembar tiga.sungguh sangat luar biasa."
" Mereka sangat baik ,maka nya tuhan juga tidak sungkan melimpah kan kebahagiaan untuk mereka."
Bisik-bisik di antara karyawan Bakri di pusat dan perusahaan cabang terus bergema menemani sore ini.semua mengucapkan rasa syukur dan ada sebagian yang merasa iri ingin seperti Shella dan merebut mahkota nya sebagai menantu Bakri.
Shella akhirnya mulai berinisiatif memberikan Asi kepada ketiga bayi nya secara bergantian.meskipun Asi yang di produksi tidak terlalu banyak dan harus di bantu dengan susu formula nanti nya.tapi Shella tetap bersemangat memberikan ketiga buah hati nya mencicipi asi pertama nya terlebih dahulu.
" Aww... Sakit Ma." Shella mengeluh sambil menggigit bibir bawah nya menahan rasa sakit dan nyeri yang bercampur menjadi satu.
" Memang seperti itu sayang jika pertama kali nya.yang sabar ya.dan Kamu juga harus lebih sering memompa nya nanti supaya semakin lancar dan bertambah banyak." setelah baby princess selesai di beri ASI,Bu Ela langsung menyusul suami nya yang sedang menimang Baby kedua di atas Sofa.meskipun bayi mungil itu belum bisa melihat dengan sempurna.tapi Pak Hasan terus saja mengajak cucu nya bercanda tiada henti.kini tiba lah giliran nya si Sulung dengan Rivan yang setia membantu memijit sumber makanan untuk ketiga buah hati nya.
Setelah ketiga bayi nya kekenyangan dan terlelap di dalam box mereka masing-masing,kini giliran Rivan lagi yang mulai bekerja membantu membersihkan badan istri nya yang sejak tadi mengeluh gerah dan tidak nyaman dengan keadaan yang sudah banjir di mana-mana.
Kedua orang tua Rivan menunggu di luar sambil berjaga-jaga jika ada salah satu di antara cucu mereka yang menangis terbangun dari tidur nya.
Rivan begitu cekatan mengelap dan mengganti semua yang perlu di ganti yang melekat di tubuh istri nya.tanpa merasa jijik sedikitpun,Rivan mengelapnya nya sampai bersih dan istri nya bisa beristirahat dengan tenang.
Begitu istri nya sudah terlihat kembali segar dan rapi,Rivan langsung mengecup kening istri nya sambil mengulum senyum.
" Terimakasih ya Mas! Maafkan Aku yang sewaktu hamil sering membuat Kamu marah dan tersinggung.Kamu bahkan tidak sedikit pun mengeluh dan selalu merawat dan menjaga Aku dengan baik.terimakasih untuk semua pengorbanan dan juga kasih sayang mu kepada Aku dan anak-anak."
" Sama-sama sayang,Aku sangat menyukai momen tersebut,semua nya sudah menjadi tugas ku sebagai seorang suami.mungkin setelah ketiga triplet agak besar sedikit Aku akan kembali membuat Kamu hamil lagi.atau bahkan lebih dari tiga sekaligus." goda Rivan membuat Shella tertawa terpingkal-pingkal sampai membuat perut nya terasa nyeri.
" Pelan-pelan sayang." ucap Rivan mengingat kan dengan wajah khawatir nya.
" Iya Mas! Lagian Kamu aneh banget sih,mereka bertiga saja belum cukup umur untuk mendapatkan adik.tapi Kamu sudah terlebih dahulu memikirkan rencana itu.sudsh lebih baik Kamu mandi dulu sana." Rivan hanya mengangguk sambil mengedipkan sebelah mata kepada Shella.punya banyak anak adalah cita-cita Rivan saat ini.dia sudah membayangkan bagaimana ramai nya rumah mereka nanti dan tentunya akan merepotkan banyak orang.
Rivan akhirnya bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan membiarkan istri nya untuk beristirahat setelah lelah berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka berdua.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰