
Pagi ini komplek perumahan mekar sari di kaget kan dengan bau busuk dan sangat menyengat yang berasal dari gubuk rapuh milik Nina.Pak RT dan beberapa warga yang menyelinap masuk ke dalam di kaget kan dengan keadaan Nina yang sudah sangat mengenaskan dengan kondisi tangan yang penuh sayatan yang cukup dalam,bahkan mulut Nina juga mengeluarkan busa berwarna kuning dan tergelatak di atas lantai dapur.semua orang yang ikut dalam penggeledahan ini langsung serentak memakai masker yang di bawa oleh salah satu warga yang tinggal di sekitar rumah Nina, Sebenarnya mereka sudah curiga sejak 2 hari yang lalu tapi tidak ada satu pun yang berani masuk ke dalam termasuk tetangga yang bersebelahan langsung dengan gubuk Nina.
" Seperti nya teh si Nina sengaja bunuh diri kali ya." ucap salah satu warga yang ikut membersihkan gubuk, Sementara jasad Nina sudah di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi dan rencana nya akan langsung di bawa ke tempat pemakaman gratis yang ada di lingkungan tempat tinggal nya.ketiadaan sanak saudara yang membantu nya membuat Nina akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup dari pada harus terlalu lama menderita secara perlahan dan itu sangat menyiksa bagi nya.belum sempat dia membalas kan dendam nya kepada Adi ternyata Nina sudah angkat tangan terlebih dahulu dengan kepahitan hidup yang dia alami saat ini.
" Iya betul itu Bu ibu, maka nya dia jadi wanita jangan jahat begitu,entah sudah berapa banyak suami tetangga kita yang dia goda dan setiap malam dia ajak masuk ke gubug nya itu,kalau sudah seperti ini kan dia sendiri yang rugi karena tidak ada yang mau menolong dia satu pun." sahut yang lain nya.
" Itu seperti karma untuk dia yang tidak tahu diri,semoga saja kita di jauhkan dari hal yang seperti itu." tetangga Nina mengumpulkan barang yang sudah jelek dan meninggalkan gubug Nina dalam keadaan rapi,meski tidak punya ahli waris lagi setidak nya gubug rapuh ini enak untuk di pandang oleh mata dan tidak menjadi sarang binatang buas.
Setelah selesai dari rumah sakit,Pak RT dan beberapa perwakilan warga dengan setia mengantarkan Nina sampai ke peristirahatan terakhir nya.semua biaya yang mereka keluarkan berasal dari kas sosial yang setiap bulan mereka kumpulkan.ada beberapa warga yang sempat menolak untuk membantu Nina tapi berkat kelihaian dan kesabaran yang di miliki oleh pak RT akhirnya mereka mau merelakan uang itu untuk membantu Nina yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Bagaimana kata dokter tadi Pak RT?" tanya pihak keamanan perumahan yang kebetulan tidak bisa ikut ke rumah sakit karena harus tetap berjaga di pos.
"Penyakit nya semakin parah,sudah 1 Minggu ini dia tidak makan dan lebih parah nya lagi urat nadi nya sudah terpotong habis ,busa yang keluar dari mulut nya juga karena dia meminum obat nyamuk." tutur Pak RT menjelaskan kepada warga nya yang ingin mendengar lebih jelas tentang Nina.
" Kasihan sekali dia." hanya itu yang bisa mereka ucapkan karena sudah tahu bagaimana sifat asli Nina selama ini.
" Iya kasihan dia." sahut yang lain nya semakin riuh sehingga memaksa Pak RT untuk membubarkan mereka karena bisa mengganggu kenyamanan orang lain yang datang untuk berziarah ke kuburan keluarga nya.
Sedangkan di dalam rumah sakit media harapan. Sore ini Adi dan kedua kakak nya di kaget kan dengan kondisi sang Ibu yang tiba-tiba saja menghela nafas secara cepat dan sedetik kemudian langsung seperti menahan sesak yang begitu menyiksa di dada nya.
" Ibu..." teriak mereka bertiga saat melihat layar monitor sudah lurus dengan bunyi yang begitu kuat.
__ADS_1
" Ibu.." Ida salah satu kakak Adi berlari keluar untuk memanggil sang dokter yang selama ini mengontrol kesehatan ibu nya.
Dokter tersebut berlari masuk ke dalam dengan di bantu dua orang perawat yang langsung menutup pintu dan tidak mengizinkan orang lain untuk masuk ke dalam.
Baru saja Adi mendudukkan bokong nya di kursi tunggu tapi dokter yang memeriksa sang Ibu sudah terlebih dahulu membuka pintu ruangan dengan wajah serius tanpa ada senyuman sedikit pun.
" Keluarga dari pasien Bu Titin." panggil dokter dengan melepas kaca mata nya.
" Kami anak nya Dok." jawab Kakak Adi yang berada di dekat pintu.
Dokter tersebut menggeleng kepala dengan tatapan mata sedih nya.
Adi menyandarkan kepalanya di dinding sambil menangis terisak melihat kepergian ibu nya.keadaan nya semakin kacau dan terlihat jelas ada emosi besar yang terlihat dari sorot mata nya,dia gagal mengajak Shella menemui ibu nya dan malah berakhir dengan keadaan sang Ibu yang semakin drop dan lebih parah nya pergi untuk selamanya dan tak akan kembali lagi.
" Ini semua gara-gara Kamu, Shella...Andai saja Kamu mau ikut dengan ku dan bersedia kembali menjadi istri ku,Ibu akan langsung sembuh dan kembali berkumpul seperti biasa nya."Adi membatin dengan kepalan tangan yang sudah mengeluarkan darah segar.
" Akan Aku kasih Kamu pelajaran yang tidak akan bisa Kamu lupakan Shella...Tunggu saja."
Berulang kali Adi mencoba menghubungi Shella berharap wanita itu mau datang untuk menebus dosa yang tak pernah dia lakukan,tapi nyata nya satu pun panggilan yang di lakukan oleh Adi selalu dijawab suara operator wanita.
" Kemana lagi dia ini? Sebegitu niat nya menjauhi Aku sampai-sampai dia rela mengganti nomer ponsel nya."
__ADS_1
Sore itu juga ambulance langsung membawa jenazah Ibu Adi menuju kampung halaman mereka,untung nya lagi semua biaya rumah sakit masih bisa di cover oleh Adi dari sisa tabungan yang dia miliki dan beberapa hasil penjualan aset nya.
Shella yang belum tahu apa-apa tentang kabar kematian mantan mertua nya terlihat sedang asyik menghabiskan waktu bersama kedua sahabat nya.
Mereka tertawa puas melihat adegan lucu yang muncul di layar televisi yang sangat lebar dan membuat mata puas memandang.
Ketika adegan sedih keluar,maka ketiga wanita ini juga akan ikut menangis sesenggukan tanpa merasa malu sedikit pun.
" Aku capek loh nangis nya,kenapa sedih Mulu sih cerita nya?" tukas Nindi dengan suara serak-serak basah.
" Aku juga loh Nin,tapi seru untuk di tonton,sayang kalau harus di lampaui dan kita akan ketinggalan banyak cerita nya." sahut Reni menimpali, sedangkan Shella yang juga ikut sesenggukan memilih diam karena tidak sanggup untuk berbicara lagi.
Telepon yang masuk dari nomer kekasih mereka masing-masing sengaja di alihkan menjadi pesan karena tidak mau ketahuan kalau sedang menangis,Shella bahkan mengetik pesan dengan sangat singkat supaya bisa tetap fokus dengan drama yang ada di depan mereka.
" Mas! Nanti aja telpon nya,nggak enak sama Nindi dan juga Reni yang sengaja menginap di sini karena mau membahas sesuatu sama Aku." balas Shella merasa jengah dengan tingkah Rivan yang tetap ngotot melakukan panggilan video ke ponsel nya.
" Baiklah,tapi 10 menit lagi Kamu harus mengangkat telepon ku, Aku kangen kalau nggak melihat wajah mu sayang."
Shella tak lagi berniat membalas pesan yang di kirim oleh Rivan dan lebih tertarik menatap lurus ke arah depan,begitu juga dengan Nindi dan Reni yang sudah terlebih dahulu menonaktifkan ponsel mereka masing-masing dari pada harus capek meladeni para pacar masing-masing.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍
__ADS_1