
Shella yang sedang ingin bersantai di atas ranjang di kaget kan oleh pesan yang datang dari pegawai kasir nya,sial nya lagi hari ini Nindi juga sedang cuti kerja karena sedang tidak enak badan,mau tidak mau Shella terpaksa harus datang ke toko nya sebelum mantan suami nya berbuat nekat dan bikin kekacauan di sana.
" Mbak cepat ya kesini nya! Kami semua takut untuk mengahadapi pria ini." belum sempat Shella mengganti baju nya Ririn pegawai kasir itu kembali menelpon dan langsung memutuskan begitu saja sambungan telepon ketika terdengar suara pecahan kaca yang cukup nyaring sampai ke telinga nya.
" Adi! Gila kamu.." Shella mengumpat kesal dan terpaksa menghentikan kegiatan istirahat nya demi mengusir mantan suami yang kembali datang mengusik ketenangan nya.
Shella berganti pakaian apa ada nya dan mengikat asal rambut dengan kuncir kuda,bahkan wanita ini belum sempat mencuci muka yang masih sembab karena baru saja terbangun dari tidur nya.
Begitu melihat Shella datang,Adi menyeringai licik dan dengan cepat memberikan setangkai bunga dan sekotak brownies kukus kesukaan Shella.
" Ini untuk Kamu karena Aku tahu Kamu sangat menyukai bunga dan makanan ini,Aku tidak sengaja melihat nya di tepi jalan saat datang ke sini." ujar Adi tanpa basa-basi dan berhasil membuat Shella kebingungan setengah mati.selama mereka berumah tangga Adi tidak pernah sekalipun memberikan dia bunga dan memperlakukan nya seromantis ini.dan pagi ini entah mendapatkan angin dari mana pria ini hadir dengan begitu angkuh nya.
" Lebih baik Kamu simpan saja bunga itu untuk wanita yang bernama Nina itu, wanita yang sering membuat mu klepek-klepek tak sadarkan diri,Aku sudah sering mendapatkan bunga dari lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suami ku." Shella sengaja memamerkan jari yang di lingkari oleh cincin pertunangannya semalam.membuat Adi terhenyak dan sengaja memalingkan wajah ke arah lain.
" Oh ya? Kenapa Kamu begitu cepat melupakan Aku dan juga kisah kita? Jangan-jangan Kamu juga berselingkuh dari Aku dan memaksa meminta cerai seperti kemarin?" tuduh Adi yang tidak-tidak.
Plak.
" Aku bukan wanita murahan seperti kekasih mu itu! Silahkan pergi dari sini dan rawat saja wanita yang sedang sekarat di rumah sakit, untuk apa Kamu capek-capek datang ke sini lagi kalau hanya untuk mengobral bunga murahan seperti ini." Shella mengembalikan paksa bunga mawar merah itu kepangkuan Adi.sehingga membuat sang pria semakin tersulut emosi.
__ADS_1
" Kamu...." Adi semakin maju dan membuat Shella juga dengan refleks memundurkan langkah kaki nya hingga membentur tembok pembatas yang ada di samping ruko.
"Hei bro...Jangan memaksa kepada wanita yang sudah tidak menginginkan Kamu lagi, pergi dari sini dan jangan pernah ganggu calon istri ku lagi." ucap Rivan yang tiba-tiba saja sudah berdiri di depan Shella sehingga membuat Shella langsung bernafas lega.dia sesekali mengintip dari balik tubuh tinggi Rivan karena penasaran melihat ekspresi wajah Adi.
" Oh jadi anda yang sudah merebut istri Saya selama ini? Ternyata anda adalah pengacara gadungan yang suka main tikung dalam rumah tangga orang." tentu saja Adi masih ingat jelas siapa sosok lelaki yang berdiri di depan nya dan mengaku sebagai kekasih mantan istri nya,bahkan Shella juga tidak sungkan memeluk Lelaki itu dari belakang sehingga membuat Adi semakin terbakar api cemburu.
" Jaga ucapan mu itu sebelum Aku tuntut Kamu dengan pasal pencemaran nama baik seseorang,atau mau Aku tambah dengan bukti penganiayaan yang Kamu lakukan kepada wanita simpanan mu itu! Bagaimana?" ancam Rivan mulai bermain-main Adi.
" A-ku tidak melakukan apapun,dia sendiri yang menyiram diri nya dengan air keras dan waktu itu Aku sudah berusaha menolong nya,tapi ya telat karena air keras nya sudah berhamburan ke tubuh nya." kilah Adi gugup dan masih berusaha menyelamatkan diri nya.
" Tidak perlu berbicara panjang lebar di depan ku,nanti Kamu jelaskan saja di kantor polisi." Rivan menggandeng tangan Shella untuk segera masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Adi yang juga segera masuk ke dalam mobil baru nya.
" Sial! Bagaimana pengacara gila itu bisa tahu semua nya! Awas saja kalau sampai dia beneran melaporkan kasus ini,akan Aku siram juga dia menggunakan air keras biar botak sekalian." umpat Adi menginjak pedal gas dengan sangat cepat.
" Sayang! Kenapa Kamu nekat datang sendirian ke sini? Kalau dia ngapa-ngapain Kamu bagaimana?" tanya Rivan menatap tajam Shella yang selalu gegabah dalam melakukan sesuatu,dan ini adalah kali pertama Shella merasa takut melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Rivan.
" Maaf Mas! Tadi Aku lagi panik dan nggak sempat mikir lagi." Shella tertunduk sambil meremas seluruh jari nya dan sekaligus menahan genangan air di pelupuk mata nya.
Rivan hanya bisa menghela nafas,air mata adalah tanda kelemahan wanita ,Rivan menahan diri untuk tidak terbawa perasaan.
__ADS_1
" Aku akan meminta dua orang anak buah ku untuk berjaga di depan toko ini, dan setelah kejadian ini Kamu tidak perlu lagi untuk datang menemui dia apapun yang terjadi ke depan nya.Aku nggak suka dan Aku cemburu melihat Kamu kembali berbicara dengan dia.apalagi jelas-jelas dia masih menyimpan rasa dan terus memaksa Kamu untuk kembali kepada dia." Rivan menggenggam tangan Shella agar sang wanita tak lagi merasa takut kepada nya.
" Astaga Mas! Ya nggak semudah itu dong Aku mau kembali sama dia,lagian Aku juga nggak suka ketemu sama dia jika nggak di ancam berbuat onar di sini? Tapi terimakasih untuk kecemburuan mu karena itu tanda nya Kamu cinta berat sama Aku." ledek Shella mendekat kan wajah menantang tatapan mata dari Rivan.
" Berani sekarang ya..." Rivan menarik wajah Shella dan menyatukan bibir mereka dengan begitu lembut sehingga membuat Shella kehabisan nafas karena tidak melakukan persiapan terlebih dahulu.
" Mas! Main nyosor aja deh." Shella memberengut mengelap bibir yang masih basah.
" Tapi Kamu suka kan?" goda Rivan tersenyum miring.
" Udah lah ayok antarkan Aku pulang ke rumah,Aku belum mandi loh Mas dan mata ku juga masih berat butuh istirahat yang banyak." ucap Shella ketika baru menyadari bahwa dia belum mandi sejak bangun tidur tadi.
" Jorok banget sih sayang! Sudah keluar rumah tapi masih belekan seperti itu,tapi Aku tetap cinta kok sama Kamu." Rivan kembali mencuri ciuman di bibir Shella sebelum akhirnya menjalankan mobil menuju rumah Shella.
Shella dan Rivan tengah menikmati masakan yang sudah di siapkan oleh Bi Evi,nasi kuning,sayur capcay dan juga ikan bakar.setelah menghabis kan sarapan nya dengan begitu lahap,Rivan langsung pamit kembali ke kantor untuk kembali bekerja,dalam kamus hidup seorang Rivano prasaja Bakri tidak ada yang nama nya kalender merah atau pun cuti hari penting,semua nya sama dan tetap harus kerja keras meskipun sudah menjadi orang paling kaya di tanah air.
Adi yang baru sampai di rumah sakit tempat sang Ibu di rawat kembali mengeram kesal,nafas nya memburu penuh emosi dengan kedua tangan yang mengepal kuat,dia langsung meninju dinding rumah sakit ketika masih teringat dengan kata yang di ucapkan oleh Rivan tadi.bayangan Shella memakai cincin yang sama seperti yang di pakai oleh Rivan membuat dada nya terasa sangat sesak dan berulang kali melampiaskan kekecewaan nya itu pada tembok yang berdiri Kokoh.tapi sayang nya saat ini dia tidak bisa berbuat banyak karena takut dengan ancaman yang Rivan berikan kepada nya.
" Bangsat..." Adi mengumpat kasar dan terus berjalan mondar-mandir di depan ruangan sang Ibu.
__ADS_1
Di dalam ruangan itu ada dua orang kakak Adi yang sedang bertugas menjaga ibu nya yang menurut dokter sudah tidak punya kesempatan lebih lama lagi berada di dunia ini, untuk itu Adi selalu ngotot ingin mempertemukan Shella dengan sang Ibu agar Ibu nya juga bisa membujuk Shella untuk kembali hidup bersama dia.bahkan untuk berbicara pun Bu Titin sudah tidak kuat lagi untuk melakukan nya dan selama ini hanya di bantu dengan pergerakan tangan saja.semua hasil penjualan rumah sudah habis untuk menutupi biaya rumah sakit sang Ibu dan Adi tak punya niat sedikit pun untuk berbagi kepada Shella.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰