
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 pagi.Shella yang gampang tertidur memilih tidur terlebih dahulu tanpa menunggu suami nya yang masih sibuk membahas pekerjaan bersama client dan juga Papa mertua nya.di saat tidur nya sedang enak-enak nya apalagi udara pagi yang membuat kamar nya semakin terasa sejuk.Rivan yang berada di samping nya terus bergerak dengan gelisah sehingga membuat ranjang yang mereka tempati berbunyi kencang.
" Mas, Ini sudah jam berapa? Kenapa Kamu bergerak terus?" tanya Shella yang sedang menatap suami nya yang ternyata sudah bersandar di dinding ranjang.
Rivan yang melihat istri nya ikut terbangun kembali membaringkan tubuh nya di samping Shella.
" Maaf ya sayang, Kamu jadi terganggu sampai kebangun seperti ini.tidur lagi aja biar Aku bantu gosokkan punggung mu."ujar Rivan yang tidak tega membuat istri nya bangun lebih awal.
" Kamu kenapa bisa kebangun sepagi ini sih Mas? Lagi banyak pikiran? Atau ada yang ingin Kamu lakukan?" tanya Shella memicing curiga.menurut Shella sikap suami nya pagi ini sangat aneh sekali dan jarang terjadi selama mereka menikah.
Rivan yang sudah tidak tahan lagi memendam nya sendirian memilih jujur kepada istri nya.dia membenarkan posisi tidur nya agar bisa berpelukan dengan sang istri.
" Padahal tadi kita udah makan malam kan sayang,dan Aku makan nya juga banyak banget.tapi entah kenapa perut ku tiba-tiba saja terasa lapar,sudah satu jam yang lalu aku menahan nya dan berusaha memejam kan mata untuk tidur kembali.tetapi tetap saja tidak bisa dan yang ada malah semakin kelaparan di buat nya."jawab Rivan jujur tanpa ada yang dia tutupi lagi.
Shella tersenyum tipis melihat kelakuan suami nya.semenjak hamil ada saja kelakuan mereka berdua yang menggelitik perut.anak yang ada di kandungannya seolah ingin kedua orang tua nya sama-sama merasakan nikmat nya masa mengidam.
" Yakin masih lapar Mas? Mau Aku bantu ambil nasi sama lauk yang di masak Mama tadi? Kayak nya masih ada sisa deh." tawar Shella tidak tega melihat suami nya yang sedang lemas.
Rivan langsung menggeleng dengan cepat.
" Aku pengen makan mie aja sayang,atau ngga nasi goreng buatan Kamu gimana? Tapi kayak nya mie aja deh sayang,yang lebih simpel." ucap Rivan yang kembali mengeluarkan keanehan setelah tadi siang menyantap rujak yang bukan merupakan makanan favorit nya selama ini.
__ADS_1
" Yakin mau makan mie aja? Kata nya nggak sehat,dan Kamu nggak melarang Aku makan itu lagi? Terus kenapa sekarang tiba-tiba saja pengen makanan itu? Hemm?" tanya Shella menahan tawanya.masih ingat jelas di ingatan nya waktu Rivan menegur dia untuk tidak lagi menyantap makanan instan.
" Aku juga nggak tahu kenapa bisa ingin makanan itu? Padahal Aku sudah berusaha untuk menyingkirkan keinginan itu dari kepala ku,tapi tetap saja tidak bisa.tolong ya sayang." rengek Rivan membuat Shella akhir menyetujui permintaan suami nya.
Rivan tersenyum bahagia mengikuti langkah kaki istri nya menuju dapur.
Shella langsung memeriksa stok makanan di lemari panjang dan beruntung nya malam ini mereka masih menemukan makanan yang sempat di larang keras oleh Rivan masuk ke dalam rumah nya.dalam waktu kurang dari 10 menit saja,Shella sudah selesai menyiapkan mie beserta toping pelengkap nya ke dalam sebuah mangkok putih.Rivan yang sudah tidak sabar ingin menyantap makanan tersebut langsung membawa ke meja makan.Rivan makan dengan begitu lahap membuat Shella sesekali tertawa kecil dengan tingkah lucu suami nya.beruntung nya kedua mertua Shella tidak ikut terbangun mendengar kesibukan mereka di dalam dapur.bila Bu Ela melihat semua ini sudah pasti Rivan akan di ledek habis-habisan oleh ibu nya sendiri.
Shella yang ingin membereskan kekacauan yang sudah mereka ciptakan di pagi buta ini di larang keras oleh suami nya dan langsung menggendong Shella masuk ke dalam kamar mereka kembali.
Kedua nya kembali terlelap dengan dengkuran halus yang sudah terdengar secara beraturan.
Rivan dan Shella baru turun ke lantai bawah ketika jam di dinding kamar mereka menunjukkan pukul 8 pagi.kedua orang tua Rivan bahkan sudah selesai menyantap sarapan mereka tanpa menunggu pasangan suami istri ini.
" Mas! Jangan terlalu berlebihan,Aku masih bisa jalan sendiri tanpa harus Kamu gendong terus." protes Shella tidak ingin suami nya terlalu berlebihan menyikapi kehamilan nya.
Rivan akhirnya mengalah dengan tangan yang sengaja di lingkar ke pinggang istri nya.
" Langsung ajak Shella sarapan Van! Kasihan istri mu pasti sudah kelaparan." ucap Bu Ela mengingat kan.
" Iya Ma! Mama sama Papa nggak ikut sarapan?" tanya Shella bingung ketika melihat kedua mertua nya malah duduk santai di ruang keluarga.
__ADS_1
" Mama tadi sudah sarapan duluan sama Papa, maaf ya jika kami tidak menunggu kalian terlebih dahulu.makanan nya sudah ada di atas meja makan.jangan lupa makan buah dan sayur nya juga ya sayang." pinta Bu Ela begitu lembut.
" Iya Ma,maaf ya Ma,Pa tadi kita ketiduran dan bangun nya kesiangan." ucap Shella jujur.
" Tidak apa-apa sayang,Ibu hamil memang harus tidur yang cukup.Mama bisa memaklumi nya dan tidak perlu merasa bersalah seperti ini."kata Bu Ela lagi.
Pagi ini Shella dan Rivan akhirnya hanya sarapan berdua di meja makan sambil bercanda ria.apalagi Rivan yang suka sekali menggoda istri nya yang menurut dia semakin terlihat seksi semenjak hamil.
Setelah sarapan Shella lalu mengantar suami nya untuk berangkat kerja hingga sampai ke teras depan.dia terus saja melambaikan tangan sampai mobil yang membawa suami nya sudah tidak terlihat lagi.
" Nanti siang Kamu mau makan apa Sayang,biar Mama masak mumpung masih menginap di sini?" tanya Bu Ela ketika tersisa hanya mereka berdua di ruang keluarga.
" Terserah sama Mama saja Ma! Shella lagi nggak kepengen apa-apa dan aneh nya juga pagi ini nggak merasa mual seperti kemarin." ucap Shella lirih.
" Wanita hamil itu mengalami gejala yang berbeda-beda sayang! Bahkan ada yang merasakan mual sampai detik-detik mau melahirkan.beruntungnya kita yang hanya mengalami mual sebentar saja.dulu Mama juga seperti itu waktu lagi hamil suami mu.tapi Kamu harus tetap jaga pola makan dan jangan sampai melakukan aktivitas yang berat.tidak jarang juga ada para suami yang harus mengganti kan posisi kita yang mengalami yang namanya mual dan ngidam.ya seperti yang suami mu rasakan." tutur Bu Ela menjelaskan.
" Iya juga sih Ma! Sejak kemarin Mas Rivan selalu aneh-aneh dan puncak nya malam tadi minta di buatkan mie instan.di mana makanan yang paling anti untuk dia sentuh dan dia lirik selama ini.Shella saja pernah kena tegur karena diam-diam makan makanan itu."Bu Ela langsung tertawa ngakak mendengar keanehan putra nya.bahkan Pak Hasan yang berada di halaman belakang saja bisa mendengar suara istri nya yang begitu menggema di mana-mana.
" Nanti kita tunggu lagi apa yang dia inginkan.besok kalau Kamu mau periksa kandungan.Mama ikut ya sayang.Mama juga pengen lihat bagaimana keadaan cucu Mama di dalam sini." ucap Bu Ela antusias.
" Boleh Ma! Nanti dua mingguan lagi ya Ma." balas Shella yang sebenarnya senang-senang saja jika mertua nya ingin ikut mengantarkan dia melakukan pemeriksaan kandungan nya.
__ADS_1
" Ya sudah lebih baik Kamu istirahat di kamar saja ya sayang, ingat nggak boleh kelelahan karena bisa mengakibatkan keguguran." Shella langsung mengangguk patuh karena mata nya juga sudah terasa sangat berat sekali.hanya satu yang tidak berubah dari Shella adalah rasa ngantuk yang selalu berlebihan.meskipun baru saja terjaga dari tidur tapi tetap saja mata nya terasa berat dan ingin segera menemui bantal kesayangan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰