
Detik berganti menit,menit pun telah berganti jam,dan hari telah berganti minggu.satu Minggu tanpa terasa sudah berlalu.begitu pula dengan kehidupan Shella yang semakin membaik pasca tak lagi tinggal satu rumah dengan Adi.selama satu minggu ini Shella memilih berdiam diri di rumah baru yang memang belum di ketahui oleh Adi.menurut penuturan Nindi dan Reni,pria itu dengan wajah lelah nya terus mendesak mereka berdua untuk membocorkan tentang keberadaan Shella.tapi mau seberapa keras pun tekanan yang Adi berikan,nyata nya kedua gadis itu tetap memilih berkilah dan lebih memilih menutup pintu pertemuan itu.mereka yakin Adi bakal bertindak di luar nalar kalau sampai bertemu dengan Shella yang selalu mengalah dan mungkin saja dia akan menggunakan seribu cara untuk membuat Shella kembali memaafkan kesalahan nya.hati wanita kalau sudah tersentuh oleh hal-hal receh pasti lupa segala nya dan dengan mudah nya menerima kata balikan dari laki-laki yang jelas-jelas sudah mengkhianati nya.
" Sial!" umpat Adi yang saat ini tengah berada di atas pesawat komersial yang akan membawa pria ini menuju perbatasan antara tanah air dan juga negara tetangga sebelah.
Padahal pagi besok adalah sidang kedua yang akan di gelar dan dari jauh hari Adi sudah melakukan persiapan ketika bertemu dengan Shella nanti di persidangan,namun apa boleh buat,semua yang akan dia keluar kan untuk membujuk Shella agar mau kembali bersama dengan dia dan memaafkan semua kesalahan yang pernah dia lakukan kepada wanita itu.akhir nya kembali harus pupus di benak nya karena tuntutan pekerjaan yang tidak bisa untuk di elakkan.Adi terpaksa mengalah dan menerima jadwal meeting dadakan itu karena dia masih begitu sayang dengan pekerjaan dan juga jabatan bagus nya itu.lagi dan lagi Adi harus meminta tim kuasa hukum untuk mewakili dirinya dalam persidangan nanti.
Sungguh malang nasib Adi yang sudah jatuh malah tertimpa tangga pula.niat hati ingin memperbaiki semua nya tapi seolah-olah tuhan menutup rapat jalan baik nya itu.mungkin ini balasan atas dosa-dosa yang dia lakukan selama ini secara sadar dan juga nyata? Namun sayang nya Adi yang tidak lagi mengenal dekat dengan sang pencipta tidak pernah menyadari kekeliruannya dan malah asyik mengumpat dengan kata kasar.
Setelah berjam-jam menghabiskan waktu di pesawat,kini Adi kembali melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan dengan menggunakan sebuah mobil yang sudah di persiapkan oleh pihak perusahaan.
Perusahaan yang akan dia datangi ini adalah cabang perusahaan dari tempat dia bekerja,entah ada berapa banyak cabang dari perusahaan besar itu,yang jelas Adi yang selaku manager perusahaan nya tidak mengetahui detail dan hanya bekerja jika sudah mendapatkan perintah dari Bos besar.
" Butuh waktu berapa lama lagi untuk sampai di penginapan Pak?" tanya Adi kepada seorang pria paruh baya yang datang menjemput nya bersama dengan seorang sopir kantor.
" 4 jam lagi Pak,itu pun jika jalanan tidak banjir secara mendadak." jawab nya sesuai dengan apa yang mereka ketahui selama ini.pria berkaca mata hitam itu memilih duduk di kursi depan tepat di samping sopir dan membiarkan Adi duduk sendirian di kursi belakang agar bisa beristirahat dengan tenang.
" Banjir mendadak? Kenapa bisa seperti itu?" tanya Adi heran.
" Cuaca di sini sedang tidak baik Pak, jaringan internet saja sering putus nyambung dan kebanyakan tidak bisa di gunakan lagi.laut dan sungai sering melimpah hingga ke jalan besar sehingga membuat banyak mobil berhenti mati mendadak." tukas nya lagi.
" Oh..." Adi yang sudah pusing mendengar kabar buruk itu hanya bisa membulat kan mulut nya.tak ada lagi semangat untuk menyelesaikan pekerjaan karena sudah hancur melebur oleh rasa gelisah nya.
__ADS_1
Begitu sampai di hotel yang terlihat begitu sederhana tapi masih layak untuk di jadikan tempat penginapan.Adi langsung mendapat kan sambungan telepon dari nomer keluarga nya di kampung,dan Adi sangat tahu siapa pelaku nya jika bukan sang Ibu dan juga kedua kakak nya.
" Assalamualaikum Bu." Adi
" Wa alaikum salam.Kamu ini bagaimana sih Di! Kenapa nomer istri mu masih belum bisa juga Ibu telepon,sudah dari kemarin loh Ibu menunggu susu kiriman nya! Kenapa belum datang-datang juga." bentak Ibu Adi.
" Maaf Bu! Nanti saja kita bahas itu,Adi lagi di luar kota dan jaringan di sini juga lagi nggak bagus.Adi mau istirahat dulu." Adi.
" Ya nggak bisa gitu dong Di,Ibu sangat butuh susu itu, semakin hari badan Ibu ini terasa semakin sesak dan juga sakit.apa yang di lakukan oleh Shella itu sampai-sampai tidak sempat menerima telepon ibu,punya anak juga belum tapi kenapa dia seperti orang yang sangat sibuk sekali." Ibu Adi.
" Sekalian bilangin juga istri mu untuk jangan lupa kirim uang SPP anak Mbak,ini sudah jatuh tempo loh Di.Mbak lagi nggak punya uang." Kakak Adi tiba-tiba saja ikut nimbrung dalam pembicaraan ini.
Adi yang merasa pusing hanya bisa memejamkan mata dengan memijit batang hidung nya.
Adi hanya bisa menghela nafas gusar nya mendengar kan rengekan tak berdasar dari anggota keluarga nya.ingin sekali rasa nya dia memarahi mereka semua.tapi urung di lakukan nya karena tidak ingin ada keributan yang akan membuat dia semakin tidak bisa hidup tenang.
" Aku harap kalian semua tidak lagi meminta uang kepada Shella. dan untuk Ibu kalau memang Ibu butuh susu itu kenapa tidak beli saja menggunakan uang yang Adi kirim kemarin?" Adi tegas.
" Loh kenapa? " dengan kompak nya mereka bertiga menjerit tidak terima.
" Biasa nya juga seperti itu,dan termasuk susu Ibu.mana si Shella itu! Biar Mbak yang ngomong sendiri sama dia?" tantang nya begitu arogan.
__ADS_1
" Shella sudah pergi dari rumah dan dia juga menggugat cerai Aku.puas." klik .... setelah Adi mengatakan kata yang cukup mengejutkan itu, jaringan internet langsung terputus total di sertai dengan angin kencang dan juga petir yang menyambar begitu kuat.
Adi yang sedang tidak baik-baik saja memilih duduk di sofa menatap ke arah luar dengan sejuta beban pikiran yang melintas di kepala nya.
" Memang terlambat untuk Aku menyadari semua nya,tapi Aku juga nggak bisa meninggalkan Nina yang begitu besar hati melayani Aku selama ini.Aku juga nggak sanggup untuk kehilangan Kamu sayang.Aku masih sangat mencintai Kamu." Adi membatin menatap foto Shella yang masih tersimpan manis di layar ponsel nya.satu persatu kenangan manis itu dia tatap begitu lekat hingga pikiran dan akal sehat nya kembali membawa dia terbang ke masa lalu.
Tanpa terasa tangis Adi yang begitu iba akhirnya jatuh juga bertabrakan dengan senyum di bibir nya kala mengingat bagaimana cara Shella tertawa dan juga menghibur diri nya jika sedang marah ataupun cemburu kepada seseorang.
" Selama nya Aku nggak akan pernah ikhlas untuk kehilangan Kamu, Shella." Adi terus mengusap layar ponsel nya hingga sampai petir menggelegar kuat dan membuat ponsel yang ada di genggaman tangan nya terjatuh tak bisa hidup kembali.
Brak...
Adi yang masih syok menatap kosong ponsel nya yang terjatuh berserakan di lantai dan setelah kesadaran nya kembali dia langsung memungut nya dan mencoba mengaktifkan kembali.
" Sial! Mati lagi." batin Adi membawa ponsel ke arah nakas untuk di pasang charger.
Dan untuk Nina, tentu saja kepergian Adi keluar kota di manfaatkan dengan baik oleh wanita serakah ini untuk mengais banyak uang dan juga kepuasan batin dari para pelanggan nya.Nina akan betah menginap di kamar karaoke ini sampai berhari-hari lama nya karena di iming-imingi dengan bayaran yang lumayan besar.
" Awww....Sakit..." teriak Nina ketika tubuh nya di paksa untuk di pakai begitu banyak pria dalam waktu bersamaan.
" Teriak lah baby...Suara merdu mu itu membuat Aku semakin menginginkan pelepasan." balas pria yang tidak bisa di lihat wajah asli nya karena cahaya yang begitu redup.
__ADS_1
Sudah 5 jam Nina menemani pria ini,namun semua pria itu nampak masih gagah dan terus menerus meminta untuk di layani.berbeda dengan Nina yang sudah kehabisan kata-kata dan hanya bisa merintih dengan rasa perih yang tidak bisa di jelaskan lagi.bukan lagi kepuasan yang dia rasakan saat ini melainkan rasa sakit yang menghinggapi seluruh tubuh nya.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰