Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 57


__ADS_3

Shella yang hendak pulang ke rumah nya di kaget kan dengan kedatangan Rivan yang sedang berdiri di depan mobil miliknya dengan satu tangan yang masuk ke dalam saku celana.vibes yang terlihat memang seperti seorang pengusaha kaya dan mapan.cukup lama kedua nya saling bertatapan hingga Rivan langsung memutuskan dan berjalan menghampiri Shella dengan mengulurkan tangan kanan untuk menggandeng kekasih nya.


Cup..Rivan langsung mengecup kening Shella sehingga membuat sang wanita membeku tak terkendali lagi.


" Pulang nya Aku antar ya sayang." ucap Rivan sangat lembut.


" Aku bawa mobil sendiri Mas." cegah Shella menunjukkan kunci mobil yang ada di tangan kiri nya.


" Sini kunci nya dan Kamu tetap harus ikut Aku." Rivan membuka pintu mobil nya agar Shella bisa masuk ke dalam,begitu Shella sudah duduk di kursi nya,Rivan segera memanggil anak buah nya dengan satu jentikan jari saja.pria yang memakai baju hitam itu bergegas keluar dari persembunyiannya dan tergopoh-gopoh menghampiri sang bos.


" Antar kan mobil ini ke alamat yang sudah Aku kirim ke ponsel mu,tinggalkan saja kunci nya kepada asisten rumah tangga yang ada di dalam rumah dan setelah itu Kamu boleh pergi dari sana karena Shella akan aman bersama ku." titah Rivan dengan wajah tegas nya.


" Baik Bos." pria ini segera mengambil kunci pemberian Rivan dengan masih berdiri di tempat menunggu mobil Rivan pergi terlebih dahulu.


Rivan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sesekali menatap Shella yang asyik membuang pandangan ke arah luar.


" Mau makan dulu atau langsung pulang ke rumah saja sayang?" tanya Rivan memastikan.


" Kita langsung pulang aja ya Mas! Memang nya Kamu belum makan siang?" Shella kembali melempar pertanyaan kepada Rivan.


Pria ini langsung menggeleng kan kepala nya dengan begitu jujur.


" Nanti makan siang di rumah aja ya,biar Aku yang masak untuk Kamu." ujar Shella menawarkan ide terbaik nya.


" Boleh! Aku dengan senang hati menerima tawaran itu." Rivan menambah kecepatan mobil nya karena sudah tidak sabar lagi ingin mencicipi makanan yang selalu enak jika berasal dari tangan sang kekasih.


" Mas! Jangan pakai ngebut begini dong." ucap Shella setengah berteriak merasa takut dengan apa yang terjadi saat ini,kedua tangan nya menggenggam erat safety belt yang melingkar di badan nya.


" Sekali-kali sayang! Aku dulu mantan pembalap nasional loh." Rivan tertawa kecil melihat raut wajah takut bercampur kesal yang Shella perlihatkan saat ini.dia hanya ingin menunjukkan keahlian yang sudah cukup lama tersembunyi karena tidak mendapat restu dari kedua orang tua nya.


" Terserah Kamu saja,mau pembalap atau nggak sekali pun Aku nggak akan perduli,pelan kan mobil nya sekarang juga kalau nggak lebih baik Aku lompat saja dari sini." Shella perlahan melepas sabuk pengaman nya dan menekan tombol yang ada di pintu mobil,Rivan yang tidak ingin melihat itu semua langsung memperlambat laju mobil sehingga membuat Shella langsung menarik nafas lega nya.


Rivan yang menyadari jika Shella sedang dalam mood marah mulai ketakutan dengan kaki yang bergetar.


" Sayang! Jangan diam aja dong,Kamu marah ya?" tanya nya setelah cukup lama berada di suasana hening.

__ADS_1


Shella tetap diam mengunci mulut nya dan bahkan tak berniat untuk menatap ke arah Rivan.


" Sayang...Nggak asyik ah." Rivan sengaja mencolek dagu Shella ketika mereka sudah berada di lampu merah,namun sayang nya Shella dengan gerakan cepat menghindari nya.tak mau menyerah begitu saja,Rivan kembali mencoba menggenggam tangan Shella dengan sebelah tangan nya, lagi-lagi wanita cantik ini menepis tangan Rivan dengan begitu kasar.


Citt....


Mobil Rivan sudah sampai di depan rumah milik Shella dan pria ini malah mengunci pintu mobil agar Shella tidak bisa keluar dari mobil nya.


" Kenapa di kunci sih Mas?" ketus Shella semakin emosi.


Setelah mematikan mesin mobil nya,Rivan segera menegakkan kepala nya menatap sepasang mata Shella yang sangat tajam.Rivan tentu saja sudah terbiasa berdebat dengan musuh nya tapi berhadapan dengan Shella membuat lidah nya terasa kelu dan tak sanggup lagi berkata apa-apa.


" Kamu mau nginap di mobil ini?" tanya Shella lagi dengan nada suara yang tak berubah.


" Maaf sayang!Aku cuman bercanda saja dan jangan ngambek lagi dong,nggak enak kalau lagi bersama tapi wajah mu cemberut seperti itu."


" Aku tidak menuntut Kamu untuk selalu mengikuti kemauan ku,tapi jangan membahayakan diri dan orang yang ada di sekitar Kamu,itu saja sudah cukup dan Aku nggak minta lebih." tegas Shella memejamkan mata meredam emosi dan kebisingan yang ada di dalam kepala nya saat ini.


" Iya Aku yang salah dan Aku janji nggak akan mengulanginya lagi." Rivan menatap lekat wajah Shella meskipun dia tahu wanita nya sedang tidak mau menatap wajah nya.


" Tapi maafin dulu Aku nya! Please sayang...Maaf." rengek Rivan seperti anak kecil yang tidak mendapatkan susu.


" Iya tapi jangan di ulangi lagi karena Aku benar-benar takut berada di situasi seperti itu." Shella akhir nya mengalah dan tak ingin memperpanjang masalah yang ada.


" Makasih calon istri ku." ucap Rivan sehingga membuat wajah Shella berubah menjadi warna merah.


" Aku boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Rivan di saat kedua nya masih berpelukan di dalam mobil.


" Apa?" tanya Shella menengadah kan kepala nya.


" Untuk apa dia datang menemui Kamu tadi? Dia nggak melakukan hal aneh kan kepada Kamu?" tanya Rivan .


" Dia minta Aku ikut pulang ke kampung nya untuk menemui ibu nya dan meminta Aku untuk kembali menjadi istri nya." jawab Shella jujur karena tidak ingin menyembunyikan hal apapun dari lelaki yang akan menjadi calon suami nya.


"Terus Kamu jawab apa?" tanya Rivan lagi.

__ADS_1


" Ya Aku nggak mau lah Mas! Emang nya Aku wanita yang punya hati paling lebar yang bisa memaafkan dia begitu saja.lebih baik Aku jadi janda seumur hidup ketimbang balikan lagi sama dia." jawab Shella lagi.


" Bagus!Lebih baik Kamu libur dulu mengontrol toko kue nya,Aku takut nanti dia akan terus memaksa menemui Kamu sampai Kamu mau mengikuti keinginan nya,Aku nggak bisa berada 24 jam di samping Kamu." ujar Rivan menyarankan.


" Aku juga sudah memikirkan itu semua." Shella mengiyakan permintaan calon suami nya.dan di balas tatapan hangat penuh cinta dari Rivan.


Sepasang kekasih ini akhir nya turun juga dari mobil dan bergegas masuk dengan Bi Evi dan juga Bi Anum yang sudah menyambut kedatangan mereka berdua.


" Ya ampun Bi ngagetin aja deh." Shella mengusap dada yang terasa Jedar karena melihat kehadiran kedua asisten rumah tangga nya.


" Maaf Bu! Kami nggak bermaksud untuk membuat ibu kaget." ujar Bi Evi menahan tawa nya , sedangkan Rivan sudah terlebih dahulu menampilkan senyum lebar merasa lucu dengan apa yang dia lihat saat ini.


" Ya sudah nggak apa-apa,ayok kita masuk." ajak Shella lalu meminta Rivan untuk duduk di sofa ruang utama.


" Kamu mau makan pakai apa Mas?" tanya shella meletakkan tas kecil di samping Rivan.


" Terserah Kamu saja,yang penting Kamu yang masak nya." jawab Rivan mengulum senyum.


" Baiklah,tunggu sebentar ya." Shella segera beranjak menuju dapur,Bi Evi dan Bi Anum yang sudah selesai menghabiskan makan siang lalu menyingkir dari dapur karena Shella yang ingin masak sendiri.Shella mengecek persediaan bahan makanan yang ada di dalam kulkas.dengan bahan yang sudah lengkap akhirnya Shella memutuskan untuk memasak tumis kangkung,telor balado dan juga asam pedas ikan nila.


Rivan yang merasa bosan duduk sendirian di ruang utama akhirnya memilih pindah ke arah meja makan yang mengarah langsung ke dapur dan duduk menatap teduh wajah calon istri nya.


" Udah cantik,sabar ,baik, wanita karir,pintar cari uang, perhatian, pintar masak...Ahhh...Sempurna banget calon istri ku."Rivan membatin dengan mata tidak berkedip sedetik pun.


" Mas! Kamu kok pindah kesini? Di tempat tadi aja dulu." ucap Shella yang baru menyadari jika sang kekasih sudah berada di dekat nya.


" Kepengen lihat Kamu masak! Bosan duduk sendirian sedang kan Bi Evi sudah pindah menyapu di halaman depan." jawab Rivan.


Shella akhir nya membiarkan saja Rivan menatap ke arah nya sedangkan dia tetap fokus dengan masakan untuk calon suami nya.tidak boleh gagal dan harus terasa begitu sempurna.


Diam-diam Rivan jadi membayangkan mungkin seperti ini lah gambaran jika mereka sudah menikah nanti.rumah tangga mereka akan berjalan sangat seru dengan kedua nya yang saling melengkapi kekurangan satu sama lain.


Makanan hasil karya Shella pun sudah siap untuk di santap,Rivan makan dengan begitu lahap nya dan bahkan sampai tambah untuk yang ke sekian kali nya sehingga membuat Shella menahan tawa yang ingin pecah melihat Rivan yang sudah seperti orang yang tidak pernah makan selama satu minggu.


" Enak sayang! Kamu pintar banget masak nya." puji Rivan sehingga membuat Shella tersipu malu.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2