
Satu hari menjelang hari pernikahan Nindi dan juga Satria,Rivan beserta Shella baru saja akan terbang dari ibu kota menuju pulau Dewata Bali.akibat kesibukan Rivan yang begitu membuncah memaksa mereka untuk datang lebih lama dari permintaan sahabat nya.sedangkan untuk Reni dan juga Tomi sudah sampai dua hari yang lalu karena mereka juga ingin mencuri kesempatan untuk melakukan foto prewed di pantai dan sejumlah tempat menarik lain nya di pulau Bali.
Keluarga Nindi dari seminggu yang lalu juga sudah datang ke tempat acara dan di minta untuk menginap di rumah nenek Satria secara khusus.meski berasal dari keluarga sederhana tapi keluarga Satria menyambut dengan ramah calon besan mereka sehingga tidak butuh waktu lama semua nya sudah terlihat begitu dekat dan saling merangkul satu sama lain.
Sejumlah rekan-rekan seprofesinya juga turut hadir berikut dengan para perawat yang sering membantu tugas nya di rumah sakit.
Sudah dua Minggu yang lalu kabar pernikahan Dokter tampan ini berhembus kencang di rumah sakit tempat dia bertugas,para gadis muda yang mengidolakan Dokter Satria harus patah hati ketika mengetahui bahwa idola mereka ternyata sebentar lagi akan menjadi suami dari wanita lain.
Tiba di Bali,Rivan langsung memboyong istri nya menginap di Villa milik keluarga mereka.hanya ada mereka berdua yang menempati Villa ini , sedangkan untuk Reni memilih menginap di Villa yang sudah di siapkan oleh keluarga Satria.bukan tanpa alasan Rivan mengajak Shella menginap terpisah dari sahabat nya, mumpung mereka masih di luar kota sehingga Rivan memutuskan untuk sekalian berbulan madu dan menghabiskan waktu yang panjang bersama istri nya tercinta.
Villa yang sangat luas ini hanya di tempati oleh sepasang suami istri yang sudah cukup berumur dengan di temani oleh dua orang anak mereka yang sama-sama masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
" Terimakasih Ya Bu!" ucap Shella ketika seorang wanita paruh baya memberikan dia minuman hangat.
" Sama-sama Nona muda! Jangan sungkan untuk memanggil Bibi jika Nona muda butuh sesuatu." Ucap wanita paruh baya sambil menunduk sopan.
" Iya Bi! Tolong berikan ini untuk kedua putri Bibi ya." Shella memberikan beberapa macam cemilan yang di simpan di sebuah plastik besar kepada asisten rumah tangga tersebut,jika saja Shella tahu bahwa di sini ada dua gadis remaja, mungkin sudah sejak kemarin Shella menyiapkan hadiah untuk mereka yang tidak kenal malu membantu kedua orang tua nya merawat Villa milik mertua nya.
" Tidak usah Non! Mereka tadi sudah makan siang." tolak Bibi yang merasa sungkan menerima pemberian Nona muda nya.
" Ambil saja Bi! Tadi Saya beli nya kebanyakan dan takut mubazir kalau nggak bisa Saya habiskan sendiri." Shella memaksa sang Bibi untuk menerima pemberian nya.Rivan yang menangkap gelagat takut dari wanita paruh baya itu lantas mengangguk kan kepala nya ketika sang Bibi meminta persetujuan kepada dia.
" Terimakasih banyak Nona muda! Bibi pamit kebelakang dulu ya." sambil membawa kantong kresek berwarna putih yang terisi penuh oleh beberapa macam cemilan,Bibi langsung masuk ke dalam dapur menghampiri salah satu putri nya yang sedang membersihkan sayur untuk mereka jadikan makan siang dan juga makan malam hari ini.
Anak gadis tersebut terharu menerima nya dan menatap kantong tersebut dengan penuh minat.
" Ternyata Nona muda sangat baik dan berbeda sekali dengan wanita yang dulu pernah Tuan muda ke Villa sebelah." gumam Bibi yang tidak menyangka jika Nona muda mereka bukan lah seperti wanita yang dulu pernah menghina dan meludahi nya ketika melakukan sebuah kesalahan.sementara Shella kelihatan begitu lembut dan sangat penyayang kepada sesama dan bahkan tidak sungkan mencium punggung tangan Bibi ketika mereka pertama bertemu.
__ADS_1
" Nanti jangan lupa ucapkan rasa terima kepada Nona muda ya nduk!" ucap Bibi ketika mengajari putri nya untuk menghormati seseorang.
" Iya Bu! Aku pamit ke kamar dulu ya.sayur nya sudah Aku siapkan semua nya ,hanya tinggal nunggu Bapak sama Mbak Yuni pulang dari pasar saja lagi." gadis remaja ini bergegas masuk ke kamar yang ada di bagian belakang untuk mengerjakan tugas sekolah nya, Sebelum nanti kembali di sibukkan untuk membantu sang Ibu menyiapkan makan malam.
Sedang kan di dalam kamar mereka,Rivan yang sudah selesai mandi memilih menyibukkan diri dengan menatap layar macbook mengamati setiap email yang di kirim oleh sekretaris nya.Shella mendesah tak percaya melihat kesibukan suami nya siang ini.dia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sudah terasa sangat lengket sekali.
Meski sedang berada di luar kota,tidak membuat Rivan lepas tangan begitu saja.dia tetap memantau semua pekerjaan yang di lakukan oleh asisten dan juga sekretaris nya.bahkan Rivan juga ikut menyalakan ponsel untuk mengikuti proses persidangan yang sedang di ikuti oleh Adi beserta anak buah nya.
" Mas! Masih sibuk ya?" tanya Shella yang sudah selesai berganti pakaian dan juga dandan dengan begitu cantik.sebenarnya sudah sejak tadi Shella ingin mengajak Rivan untuk melihat venue yang akan di jadikan tempat pesta pernikahan sahabat nya.tapi entah Kenapa Shella masih saja merasa sungkan untuk mengganggu konsentrasi suami nya yang kelihatan sangat sibuk sekali.
" Nggak kok sayang! Kamu sudah siap ya?" tanya Rivan ikut berdiri dan memeluk pinggang istri nya dengan begitu posesif.
Shella mengangguk kan kepala sambil tersenyum manis.
" Mau berangkat sekarang juga atau mau makan siang di rumah saja?" tawar Rivan bergegas mematikan segala android yang menyangkut pekerjaan nya.
" Baiklah! Ayok kita berangkat sekarang." Rivan menggandeng tangan istrinya menuju garasi mobil yang terdapat dua buah mobil yang sering mereka gunakan jika sedang berada di sini.
Shella juga tidak lupa berpamitan kepada Bibi dan mengatakan bahwa mereka akan makan siang dan juga malam di luar hari ini.
" Pakai sabuk pengaman nya sayang!" titah Rivan ketika Shella masih saja fokus menatap kearah luar.
" I-Iya Mas." jawab Shella lirih.
" Kamu lagi liatin apaan sih Sayang? Seperti nya orang yang di luar sana lebih indah dari pada suami mu sendiri?" sindir Rivan merasa cemburu.
" Ckk...Mas! Aku tuh lagi lihatin putri nya Bibi! Kamu kenal nggak sama mereka berdua?" tanya Shella sambil menunjuk ke arah dua gadis yang sedang sibuk menyirami tanaman dan juga membersihkan daun kering yang berjatuhan di taman itu.
__ADS_1
" Ya kenal dong sayang! Nama mereka Lili dan Lala,dulu waktu mereka masih kecil dan belum sekolah,Mama sering membawa mereka ke ibu kota sampai 1 bulan lama nya.tapi sekarang mereka sudah bersekolah dan ikut membantu Bibi yang kesehatan nya sering menurun akhir-akhir ini.padahal Mama sudah melarang Bibi untuk berhenti bekerja dan meminta Bibi untuk beristirahat di masa tua nya,tapi Bibi tetap ngotot masih mau bekerja dan melarang keras Mama membawa asisten lain masuk ke Villa ini." ujar Rivan panjang lebar mengingat kembali betapa manis nya dia dulu ketika menggendong kedua gadis itu yang masih sangat kecil dan juga imut.
" Lala dan Lili? Mereka kembar?" tanya Shella penasaran.
" Beda satu tahun doang ." Jawab Rivan sambil memarkir mobil nya di lahan yang kosong,jarak yang tidak terlalu jauh antara Vila dan juga restoran yang di pilih sebagai tempat mereka janjian membuat pasangan suami-isteri ini lebih cepat sampai dari perkiraan Shella.
Reni dan Nindi menyambut mereka dengan wajah cemberutnya, kali ini Shella benar-benar tega membiarkan mereka menunggu dengan rasa lapar yang amat kentara sekali.
" Sorry dong Ren,Nin! Aku tadi lagi ada keperluan sebentar." kilah Shella agar kedua sahabat nya tidak murka kepada diri nya.
" Selalu saja begitu,nanti baju Kamu sama suami mu jangan lupa di bawa ya!" seru Nindi mengingat kan . dua detik kemudian mereka sudah makan dengan begitu lahap karena habis ini harus kembali ke venue untuk melaksanakan gladi bersih.
Shella tak menyangka jika dia dan juga suami nya bisa liburan lagi setelah jenuh dengan rutinitas mereka di ibu kota.terlebih lagi untuk Shella yang hanya berdiam diri di dalam rumah bersama ibu mertua nya.
" Dekorasi nya bagus banget Nin !" seru Shella terperangah menatap setiap hiasan yang dia lalui.
" Ini di bantuin sama Ibu mertua Aku, Shel! Sama seperti Kamu kemarin,Aku juga hanya tunggu beres saja sedang kan untuk urusan pernikahan sudah di urus oleh ibu mertua dan juga sepupu nya Mas Satria." tutur Nindi yang merasa sangat bahagia di perlakukan begitu spesial oleh kedua mertuanya.
" Beruntung banget sih kalian berdua! Lah Aku mau minta bantuan saja nggak tahu mau minta kemana karena nyokap Tomi udah lama meninggal dunia." sahut Reni menimpali.
" Kita semuanya sama-sama beruntung Ren! Nanti Aku dan Shella akan membantu Kamu! Tante Eni juga pasti bantu Kamu!Jangan berkecil hati karena setiap kenikmatan yang kita rasakan itu berbeda-beda." Nindi mengusap punggung Reni yang mulai terlihat rapuh.
" Thank you..." Reni memeluk kedua sahabat nya dengan perasaan haru.
" Tak perlu berterima kasih karena kita memang sudah terbiasa saling membantu satu sama lain.maka nya persahabatan kita awet sampai sekarang." Shella tersenyum manis menatap bergantian wajah kedua sahabat nya yang sudah berkaca-kaca menahan rasa sesak.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰
__ADS_1