Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 53


__ADS_3

Pagi menjelang siang ini Rivan sengaja menjemput Shella atas permintaan sang Mama,entah apa yang akan di bicarakan oleh sang Ibu kepada kekasih nya jika sudah bertemu nanti,yang jelas tugas Rivan hanya di minta untuk menjemput dan setelah dia berhasil membawa Shella ke hadapan Mama nya,Rivan langsung disuruh berangkat ke kantor dan tidak boleh bergabung dengan mereka berdua.


" Shel,ikut Tante ke butik langganan Tante ya,kita harus mempersiapkan baju untuk acara pertunangan kalian nanti." ucap Bu Ela secara tiba-tiba dan mereka semua belum pernah membahas tentang pertunangan ini.


" Pertunangan kami? Shella sama Mas Rivan?" tanya Shella tidak percaya dengan debaran jantung yang semakin cepat.


" Lah iya dong sayang! Memang siapa lagi yang menjadi anak Mama." ledek Bu Ela melihat tingkah lucu dari Shella.


" Tapi Tan,apa tidak sebaiknya kita bicarakan dulu sama Mas Rivan,Shella bingung mau jawab apa." tutur Shella yang sejujurnya tidak menyukai dengan acara yang di rencanakan oleh calon mertua nya.


" Untuk apa? Toh anak nakal itu akan selalu setuju jika menyangkut tentang Kamu,jadi lebih baik kita segera berangkat ke tempat pesan baju supaya pertunangan ini secepatnya bisa di laksanakan." ajak Bu Ela yang ternyata sudah berdandan sangat rapi dan berniat langsung mengajak Shella menemui sahabatnya.


" Baiklah Tan." jawab Shella pasrah.


Bu Ela langsung tersenyum lebar mendengar Jawaban Shella,dan segera berpamitan masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas yang lupa di bawa serta keluar.


Shella yang masih sangat bingung dengan situasi ini memilih mengirim pesan kepada Rivan untuk segera menyusul dia ke tempat yang di sebut oleh calon mertua nya tadi.dia tidak ingin gegabah dan menentukan semua nya secara sendiri tanpa melibatkan Rivan di dalam nya.


Rivan yang sedang meeting dengan client nya langsung tertarik membaca pesan yang masuk dari nomer ponsel Shella,fokus nya tiba-tiba buyar setelah membaca teks pesan itu,dia tak lagi bisa mendengar dengan jelas dan teliti apa yang sedang mereka terangkan, beruntung nya di samping dia ada sang asisten yang sedang mencatat semua dan bisa menjelaskan ulang kepada nya nanti.


" Aku langsung pergi sebentar ya Suf." pamit Rivan begitu client sudah keluar dari ruangan nya.


" Siap Van! Tapi nanti jam 3 sore ada client dari Kalimantan yang harus Kamu temui." ujar Yusuf memberitahu.


" Iya Aku ingat,nanti jangan lupa kirim hasil meeting tadi ke email Aku ya,Aku harus berangkat sekarang juga." Rivan segera beranjak dari ruangan itu dan meninggalkan Yusuf yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keanehan nya hari ini.


Rivan segera berlari menuju parkiran mobil nya yang terletak di tempat khusus, mengingat pesan tadi membuat suasana hati nya tidak menentu dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.


" Mama kenapa bisa ceroboh begini sih?" umpat Rivan merasa kesal saat diri nya tidak di libat kan dalam urusan yang sangat penting menurut nya untuk kelangsungan hidup nya.


" Aku seperti tidak ada artinya untuk Mama lagi semenjak kedatangan Shella." Rivan terus saja membatin dan dengan cepat melajukan mobil dengan kecepatan penuh agar sampai tepat pada waktunya.


Shella menatap kagum butik yang memiliki 3 lantai dan dengan desain yang terlihat sangat mewah sekali.

__ADS_1


" Dari luar saja sudah sangat cantik sekali! Bagaimana dengan gaun-gaun yang ada di dalam sana ya?Pasti harga nya juga sangat mahal sekali." batin Shella merasa sungkan untuk turun dari mobil.


" Ayo turun sayang." ajak Bu Ela mengulur kan tangan sembari tersenyum manis.


" I-Iya Tante." Shella langsung tersadar dan menerima uluran tangan Bu Ela.kedua nya melangkah masuk dengan bersamaan ke dalam butik tersebut dan di depan pintu sudah ada karyawan wanita yang menyambut kedatangan mereka.


" Selamat siang nyonya." sapa karyawan wanita itu dengan ramah sekali.


" Siang Mbak,apa Maisa ada di ruangan nya?" tanya Bu Ela pada inti nya karena dia memang sudah janjian dengan sahabat nya itu.


" Halo El!"sapa seseorang dari arah belakang sebelum karyawan wanita itu menjawab pertanyaan Bu Ela.


" Hai Mai...Ini perkenalkan calon menantu Aku." ujar Bu Ela begitu antusias memperkenalkan Shella kepada sahabat dekat nya.


" Waww...Cantik sekali pilihan putra mu itu, tidak sia-sia dia lama menjomblo sehingga mendapatkan berlian seindah ini." puji Maisa menatap kagum wajah cantik Shella seraya membalas uluran tangan dari Shella.


" Hahahaha...." Bu Ela tertawa kecil mendengar celetukan sahabat nya itu.


" Rivan." gumam kedua wanita paruh baya itu secara bersamaan dan merasa bermimpi jika Rivan ada di depan mereka saat ini.


" Iya ini Aku! Sudah puas menertawai Aku?" tanya Rivan jengkel .


" Jangan baper gitu Kamu! Sebentar lagi mau jadi suami orang jadi di larang marah ataupun kesal." mereka lalu beranjak meninggalkan Rivan yang masih menatap tajam ke arah mereka, sedangkan Shella hanya bisa tersenyum tipis melihat kedatangan Rivan yang akan menyelamatkan dia dari rasa gugup nya saat ini.


" Aku loh yang akan jadi pasangan wanita yang Mama gandeng itu,Aku bawa kabur calon istri ku baru tahu rasa." ancam Rivan tetap mengikuti kemana pun langkah kaki para wanita yang ada di depan nya.


Mereka semua masuk ke dalam sebuah ruangan yang di dalam nya terdapat banyak sekali gaun cantik dan juga mewah,Shella bahkan sampai tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


" Gaun yang Aku minta tadi mana Mai?" tanya Bu Ela lagi.


" Oh iya ,tunggu bentar ya." pemilik butik ini langsung memanggil karyawan nya untuk mengambil gaun yang sempat mereka simpan di ruangan khusus.sebuah gaun gold yang terlihat sangat elegan dan sangat cocok untuk kulit Shella yang putih bersih.dengan model terbaru yang memperlihatkan leher jenjang dan juga bahu cantik nya.selain itu ada banyak Swarovski yang membuat gaun ini semakin terlihat mewah dan elegan.


" Cantik." gumam Rivan lirih menatap gaun yang belum di kenakan oleh Shella.

__ADS_1


" Coba Kamu pakai dulu sayang." titah Bu Ela untuk memastikan jika ukuran gaun itu pas di tubuh calon menantu nya.


" Iya Tan." jawab Shella lalu masuk ke dalam sebuah bilik dengan di bantu oleh karyawan wanita tadi.


Untuk memakai gaun yang sangat mewah dan juga mahal itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar oleh Shella yang nampak sangat berhati-hati dalam mengenakan nya.bahkan untuk menariknya saja Shella terlihat takut jika salah pegang dan berakhir membuat gaun indah ini rusak tak berbentuk lagi.


" Ma! Kenapa Mama memutuskan begitu saja untuk menyelenggarakan pertunangan kami,harus nya Mama minta pendapat kami dulu." ujar Rivan yang sudah sangat gatal sejak tadi ingin mengatakan itu kepada sang Ibu.


" Untuk apa? Bukan kah Kamu juga sibuk sekali,apa Mama harus menunggu sampai tahun depan nya dan tahun depan nya lagi? Shella juga sudah resmi cerai dari mantan suami nya dan sudah tidak terikat apapun lagi,terus apa lagi yang mau kalian tunggu? Hah? Sudah lah serahkan saja semua nya kepada Mama,biar Mama dan juga Shella yang akan mengurus nya,Kamu hanya tinggal terima beres nya saja." ujar Bu Ela duduk di sofa sambil melipat tangan di dada.


" Ya nggak bisa gitu juga dong Ma! Mau bagaimana pun juga Aku harus terlibat,dan Mama harus ingat jangan terlalu memaksa Shella jika dia tidak menyukai nya,Mama kan tahu sendiri kalau Shella itu bukan wanita matre dan beda sama wanita manapun." tegas Rivan kembali mengingat kan sang Ibu untuk tidak terlalu jauh mendikte Shella supaya wanita nya tetap merasa nyaman berada di tengah keluarga nya.


" Iya Mama masih ingat kok dan Mama pastikan Shella tidak akan kabur dari Kamu,terus ngomong-ngomong Kamu ngapain nyusul kesini?" tanya Bu Ela penasaran.


" Aku hanya ingin memastikan jika calon istri ku merasa aman dan nyaman,dan seperti nya ide Mama ini sangat bagus juga." Rivan langsung mengacungkan dua jempol kepada sang Ibu yang sudah berinisiatif membantu dia mempercepat rencana untuk memiliki Shella seutuhnya.


" Alah....Tadi aja kelihatan nya sangat kesal sekali, sekarang aja baru Kamu puji begitu,udah sana Kamu juga coba jas sama kemeja nya.mumpung Kamu juga lagi ada disini jadi biar sekalian saja." Bu Ela lalu meminta seorang wanita membantu mengambil kan jas yang akan dia kenakan nanti.


Mereka keluar secara bersamaan dari kamar ganti itu,kedua nya sama-sama terdiam sambil mengukir senyum di wajah masing-masing.


" Cantik." gumam Rivan tak melepaskan sedikit pun pandangan mata dari Shella.


" Tampan." balas Shella dalam hati nya.


" Bagaimana El?" tanya Bu Maisa meminta pendapat sahabat nya.


" Bagus dan gaun nya juga sangat cocok jika di pakai oleh Shella." Shella semakin malu-malu kucing ketika mendapatkan pujian dari Bu Ela.


" Terimakasih sudah menghadirkan mereka dalam hidup ku, Aku sangat merasa bahagia sekali dan mereka juga memperlakukan Aku dengan sangat baik sekali." Shella membatin menahan tangis yang akan pecah dari bola mata nya.


Setelah semua nya selesai dan gaun beserta jas tersebut sudah di bungkus rapi,Bu Ela langsung mengajak Shella dan juga Rivan untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang terletak tidak jauh dari butik milik sahabat nya.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2