Permainan Licik Suami Ku

Permainan Licik Suami Ku
Bab 70


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah beristirahat dengan cukup baik,Rivan mulai mengajak Shella untuk menjelajahi satu persatu tempat wisata yang ada di Melbourne.shella tampak antusias menyimak satu persatu bangunan yang memiliki nilai dan juga sejarah ini.di samping mereka hadir juga turis dari berbagai negera yang juga sedang liburan ke tempat wisata ini.


Meski baru satu kali berkunjung ke Melbourne tapi Rivan sudah cukup paham tempat mana saja yang bagus dan bisa membuat mereka nyaman dan juga happy.


Shella dan Rivan berjalan sambil bergandengan tangan,lepas sedetik saja Rivan langsung menggenggam kembali tangan Shella hingga kedua nya lengket bak perangko.mereka juga tak ketinggalan mengambil foto dan Video yang suatu saat nanti bisa di jadikan kenangan manis yang harus selalu di ingat.setiap kali menemukan jajanan yang unik dan ramai antrian,Rivan selalu mengajak Shella untuk ikut membeli dengan Rivan yang berdiri di barisan antrian.Shella yang kurang pasih dalam bahasa luar memilih diam jika bertemu turis dan hanya menyapa dengan menggunakan senyum ramah khas wanita Indonesia.


Selama bulan madu,Rivan menjadi semakin romantis dan manis sekali dalam bersikap kepada Shella,bahkan untuk mencuci tangan saja Rivan selalu membantu Shella sambil bercanda dan tertawa bersama menghabiskan waktu yang sangat berharga ini.Rivan mulai menaruh rasa khawatirnya jika kesibukan di tanah air nanti akan berpengaruh besar terhadap rumah tangga yang baru saja mereka jalani.selama 2 hari penuh mereka habiskan untuk jalan-jalan berdua dengan suasana yang begitu indah.


Keesokan hari nya Rivan mengajak Shella untuk terbang ke kota Sidney di mana terdapat banyak tempat yang begitu indah untuk di kunjungi berdua.


Hari pertama di kota Sydney,Rivan langsung mengajak Shella mengunjungi gedung Opera Sidney dan berlanjut ke jembatan Sydney harbour, Taronga zoo Sidney dan terakhir Rivan mengajak istri nya makan di sebuah restoran terenak yang ada di kota Sidney,diam-diam Rivan sudah menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua .


" Apa Kamu suka sayang?" tanya Rivan memeluk pinggang Shella dari belakang sambil menghirup dalam-dalam wangi shampo yang menyeruak dari kepala istri nya.


" Suka banget! Terimakasih ya Mas sudah mau ngajak Aku kesini,ini pertama kali nya Aku ke luar negeri dan itu bersama Kamu."ucap Shella ikut melingkar kan tangan nya di atas tangan Rivan.dingin nya hembusan angin malam di kota Sidney tak menyurutkan hasrat mereka untuk berciuman di ruang terbuka.


" Aku akan membawa Kamu kemana pun Kamu mau,nanti Kamu pilih saja Negera mana lagi yang ingin Kamu kunjungi,tapi.... Kecuali Korea!" ucap Rivan dengan wajah yang saling menatap penuh cinta.


Rivan bisa saja mengajak Shella berpindah dari negera mana pun saat ini juga, sejak mengetahui Shella yang suka sekali menonton drama dari negara operasi plastik itu membuat Rivan merasa cemburu dan tak rela melihat Shella yang terus-menerus menatap penuh damba kepada sosok pria yang ada di dalam drama tersebut.


" Yah...Padahal Aku mau ngajak Kamu ke Sana loh Mas,mau ya?" rengek Shella bergelayut manja di lengan Rivan dan bahkan tak sungkan untuk memulai terlebih dahulu menyatukan bibir mereka berdua.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata nya,Rivan langsung melahap habis bibir Shella hingga terdengar suara seorang pria yang bertugas menjadi sopir nya selama berada di Sidney.


" Maaf Tuan! Kita sudah sampai pada tujuan." anggap saja mereka bicara dalam bahasa inggris.


" Ah..Iya Pak! Terimakasih." balas Rivan menggenggam tangan Shella untuk keluar dari mobil.sedangkan Shella yang merasa malu kepergok berciuman oleh orang lain memilih diam sambil menggerutu di dalam hati nya.


Shella terus berjalan dengan memanyunkan bibirnya karena masih merasa kesal.

__ADS_1


" Sayang,kenapa dengan bibir Kamu?" tanya Rivan pura-pura tidak mengerti dengan suasana hati istri nya.


"Kamu jangan jahil deh Mas! Aku masih marah bercampur kesal ini." sungut Shella menggigit gemas lengan Rivan yang di mana tangan nya sedang membuka pintu kamar hotel mereka.


" Aww... Sayang! Sakit nih." Rivan mendesis kala gigitan Shella terasa menembus daging hingga menyentuh dinding tulang keras nya.


" Lebay...." Shella bergegas masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Rivan yang masih menatap dia dengan tatapan mata bingung nya.


" Dia yang mulai mencium,malah dia juga yang marah! Benar-benar aneh yang nama perempuan.mau nya menang terus dan nggak mau di salahkan meski kesalahan itu hasil perbuatan nya." gumam Rivan lirih duduk di tepi ranjang sambil membuka sepatu berikut dengan kaos kaki.


Lelah bermonolog sendiri dengan keegoisan seorang wanita,Rivan akhirnya bangkit dari ranjang dengan sebuah seringai terbit di bibir tebal nya,Rivan yang sudah mengetahui kebiasaan istri nya yang selalu lupa mengunci pintu saat mandi langsung menerobos masuk ke dalam pintu yang masih tertutup rapat.tanpa ragu Rivan langsung masuk ke dalam dan mengunci nya agar sang istri tak bisa lagi menghindari serangan nakal yang akan dia berikan.


Begitu melihat Shella sedang berendam dengan mata yang terpejam.bibir Rivan kembali melukiskan sebuah senyum kala mengetahui jika istri nya belum menyadari jika dia sudah ikut bergabung di dalam kamar mandi.


Perlahan Rivan membuka seluruh pakaian yang dia pakai tadi sampai habis tak bersisa lagi.Shella yang merasa ada pergerakan di dalam air bathtub langsung terkejut ketika melihat suami nya ada di bathtub yang sama dan sedang menatap lapar ke arah nya.


" Mas?"teriak Shella sambil menyiram kan air bathtub ke wajah Rivan yang sedang tersenyum penuh kemenangan.Shella yang sudah memutuskan untuk beranjak dari bathtub itu akhirnya terpaksa harus duduk kembali dengan Rivan yang sudah menarik pergelangan tangan nya .


" Mas! Jangan macem-macem Mas! Tadi pagi kan udah,biarkan Aku mandi dengan tenang dan setelah itu kita bisa beristirahat." jawab Shella santai meskipun harus tetap waspada.


Rivan yang sudah tidak sabar lagi ingin menyentuh istri nya langsung mencium paksa kedua bibir manis Shella hingga suara lenguhan pun terdengar keluar dari mulut Shella sehingga membuat wanita ini merutuki diri nya sendiri karena ikut terbuai dengan permainan sengit suami nya.padahal dia sendiri yang sudah membangun kan tembok pertahanan untuk tak saling menyentuh malam ini.


" I love you sayang ku, istri ku,cinta ku."Rivan begitu menikmati nya sehingga membuat dia lupa dengan segala nya.


Penyatuan tubuh kedua insan itu pun tak bisa terelakkan lagi,selama berbulan madu entah sudah berapa kali Rivan mengajak dia bergadang dan bahkan sampai tidak tidur semalaman demi mengejar target.Shella tak pernah menolak meski sering menyindir dengan kata-kata yang cukup frontal.


Rivan selalu menggila ketika berolahraga dengan istri nya,tidak cukup bermain hanya satu kali putaran saja,Rivan langsung menggendong tubuh Shella berpindah ke atas tempat yang lebih empuk agar dia lebih leluasa berganti gaya.di atas ranjang hotel yang sangat mewah ini,Rivan kembali menunjukkan keperkasaannya sebagai seorang pria dewasa yang tentunya juga tampan dan mapan.


"Sayang..." suara erangan panjang yang bersahutan-sahutan keluar dari mulut pengantin baru ini menjadi pertanda jika mereka sudah berhasil mencapai puncak pelepasan untuk yang kesekian kali nya dengan perasaan yang semakin menggebu satu sama lain.

__ADS_1


Di tanah air saat ini, walaupun telah mengetahui jika Shella sudah menikah dan menjadi istri dari pemilik perusahaan raksasa dan juga orang terkaya di tanah air,tidak sedikit pun menyurutkan tekad nya untuk meminta Shella kembali menjadi istri nya seperti dulu lagi.


Sejak siang tadi,Nindi beserta dua orang bodyguard di buat pusing dengan tingkah Adi yang selalu datang mencari Shella dan bahkan tanpa malu menangis menjerit dengan tetesan air mata buaya nya.


" Mas! Malu sama umur,masa udah tua masih nangis juga,nih anak Saya yang masih umur 16 tahun aja kalau putus cinta langsung cari yang lain lagi.cemen banget sih jadi orang." ledek seorang ibu-ibu yang membawa anak gadis nya dan baru keluar dari toko kue Milik Shella.


" Pergi..." bentak Adi berusaha mengabaikan rasa malu nya demi bisa bertemu dengan Shella yang dia yakini masih punya cinta dan hati nurani yang begitu besar.


" Shella...Aku mohon temui Aku sayang." Adi terus saja mengeluarkan kata manis nya meski sudah menjadi bahan tontonan banyak orang.


" Aku akan setia sayang dan Aku janji nggak akan pernah tergoda lagi sama wanita lain." imbuh nya sambil tidur-tiduran di atas jalan.


Kedua bodyguard yang sudah mendapatkan amanat penuh dari Rivan sama sekali tidak terpengaruh oleh kelakuan Adi,mereka tetap saja melarang Adi mendekat ke arah toko meskipun pria itu terus saja berteriak histeris seperti seorang anak gadis yang sudah kehilangan keperawanan nya.


" Maklum Bu! Udah gini." ujar Nindi sambil meletakkan jari telunjuk di kening nya.


" Oalahhh...Kasian juga ya Mbak Nindi! Ganteng-ganteng tapi kurang waras." begitu lah salah satu cibiran yang keluar dari pelanggan Shella.


" Aduh Mas! Pulang sana,mandi dulu baru ngejar Mbak Shella,kalau bau begini mana ada wanita yang mau sama Mas."


"Diam Kalian semua nya,cepat beritahu Aku dimana tempat tinggal Shella sekarang." teriak Adi yang kembali mencoba menerobos masuk namun dengan sigap di tahan oleh kedua bodyguard kekar itu.


" Mau sampai lumutan pun Kamu nyari Shella di sini ya tetap saja nggak akan ketemu, karena Shella sedang berbulan madu dengan suami nya keluar negeri sana." jawab Nindi yang sengaja mengatakan itu karena ingin membuat hati Adi panas.


" Bulan madu itu tentu nya sambil melakukan mantab-mantab di dalam kamar hotel." imbuh Nindi sengaja menyatukan tangan nya seperti seorang yang sedang berciuman.


" Sial." Adi meninju aspal jalan dan segera pergi saat melihat mobil polisi sudah berhenti di depan nya. Padahal polisi ini ingin menurunkan seorang nenek yang menumpang di dalam mobil mereka karena ingin membeli roti di toko Shella.karena rasa ketakutan Adi yang terlalu berlebihan itu membuat Nindi dan Kedua orang bodyguard itu akhirnya bisa bernafas lega tanpa harus capek-capek lagi mengurus Adi yang tidak punya urat malu lagi.


Adi mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh karena tidak ingin polisi dengan mudah mengejar nya.pria ini terus menambah kecepatan sehingga dalam waktu 10 menit sudah sampai di parkiran apartemen nya.

__ADS_1


" Selamat.... Selamat." gumam nya sambil menelungkup kepala di setir mobil.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2